Top PDF rukun dan syarat jual beli murabahah (1)

rukun dan syarat jual beli murabahah (1)

rukun dan syarat jual beli murabahah (1)

Makalah ini membahas tentang rukun dan syarat jual beli Murabahah. Kajian tentang rukun dan syarat jual beli Murabahah penting untuk disajikan pada kelas Perbankan Syariah, karena Islam adalah agama yang universal sebagai pedoman yang mengatur segala aspek kehidupan manusia, pada garis besarnya menyangkut dua bagian pokok, yaitu ibadah dan muamalah. Ibadah adalah merendahkan diri kepada allah swt dengan menaati segala perintah dan menjauhi segala larangannya. Sedangkan muamalah ialah kegiatan-kegiatan yang menyangkut antar manusia yang meliputi aspek ekonomi, politik dan sosial. Untuk kegiatan muamalah yang menyangkut aspek ekonomi seperti jual beli, simpan pinjam, hutang piutang, usaha bersama dan lain sebagainya. ada salah satu jenis jual beli yang banyak berkembang dimasyarakat dalam perbankan syariah yaitu jual beli Murabahah. Murabahah merupakan jual beli di mana si penjual mengambil keuntungan dari barang yang dijualnya sementara si pembeli mengetahui harga awal barang tersebut.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI MURABAHAH Mak

RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI MURABAHAH Mak

1) Barang yang diperjual-belikan adalah barang halal Maka semua barang yang diharamkan oleh Allah, tidak dapat dijadikan sebagai objek jual beli, karena barang tersebut dapat menyebabkan manusia bermaksiat/melanggar larangan Allah. Hal ini sesuai dengan hadis berikut ini: “ Sesungguhnya Allah mengharamkan menjualbelikan khamar, bangkai, babi, patungpatung.” (HR. Bukhari Muslim)

9 Baca lebih lajut

Prota dan Promes Agama III-VI\Prota dan Promes Fiqih IV-VI\Prota Fiqih KLS VI SMT 1 &  2(1)

Prota dan Promes Agama III-VI\Prota dan Promes Fiqih IV-VI\Prota Fiqih KLS VI SMT 1 & 2(1)

Mengenal ketentuan jual beli dan pinjam meminjam 3.1 Menjelas-kan tata cara jual beli  Menyebutkan pengertian jual beli  Menyebutkan syarat syah jual beli  Menyebutkan rukun jual[r]

6 Baca lebih lajut

Implementasi jual beli murabahah dalam l

Implementasi jual beli murabahah dalam l

Tuan A, pengusaha toko buku, mengajukan permohonan pembiayaan murabahah (modal kerja) guna pembelian bahan baku kertas, seniali Rp. 100 juta. Setelah dievaluasi bank syariah, usahanya layak dan permohonannya disetujui, maka bank syariah akan mengangkat Tuan A sebagai wakil bank syariah untuk membeli dengan dana dan atas namanya kemudian menjual barang tersebut kembali kepada Tuan A sejumlah Rp 120 juta, dengan jangka waktu 3 bulan dan dibayar lunas pada saat jatuh tempo. Asumsi penetapan harga jual Rp. 120 juta telah dilakukan: (1) Tawar menawar harga jual antara Tuan A dengan bank syariah. (2) Harga jual yang disetujui, tidak akan berubah selama jangka waktu pembiayaan (dalam hal ini 3 bulan) walaupun dalam masa tersebut terjadi devaluasi, inflasi, maupun perubahan tingkat suku bunga bank konvensional di pasar. 10
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI JUAL BELI MURABAHAH DALAM L

IMPLEMENTASI JUAL BELI MURABAHAH DALAM L

Adapun contoh perhitungan pembiayaan murabahah adalah sebagai berikut: Tuan A, pengusaha toko buku, mengajukan permohonan pembiayaan murabahah (modal kerja) guna pembelian bahan baku kertas, seniali Rp. 100 juta. Setelah dievaluasi bank syariah, usahanya layak dan permohonannya disetujui, maka bank syariah akan mengangkat Tuan A sebagai wakil bank syariah untuk membeli dengan dana dan atas namanya kemudian menjual barang tersebut kembali kepada Tuan A sejumlah Rp 120 juta, dengan jangka waktu 3 bulan dan dibayar lunas pada saat jatuh tempo. Asumsi penetapan harga jual Rp. 120 juta telah dilakukan: (1) Tawar menawar harga jual antara Tuan A dengan bank syariah. (2) Harga jual yang disetujui, tidak akan berubah selama jangka waktu pembiayaan (dalam hal ini 3 bulan) walaupun dalam masa tersebut terjadi devaluasi, inflasi, maupun perubahan tingkat suku bunga bank konvensional di pasar.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Syarat Dan Rukun Jual Beli (1)

Syarat Dan Rukun Jual Beli (1)

1. Ijab dan kobul harus di lakukan oleh orang yang cakap hokum. Kedua belah pihak harus berakal, mumayyiz, tau akan hak dan kewajibannya. Syarat ini pada hakikatnya merupakan syarat pihak yang berakad dan bukan syarat sigat akad. Berkaitan dengan syarat ini maka media transaksi berupa tulisan atau isyarat juga haru berasal dari pihak yang mempunyai kriteria dan memenuhi syarat tersebut.

8 Baca lebih lajut

Konsep Dasar Ekonomi bank Syariah

Konsep Dasar Ekonomi bank Syariah

Kedua, contoh jual beli dengan dua syarat atau lebih adalah sebagaimana di- contohkan di muka. Ketika seorang konsumen membeli kue dengan syarat kue tersebut diberi perisa yang sesuai dengan seleranya lalu diantar ke lokasi yang diminta. Atau seseorang yang berkata: “Aku jual hp ini dengan harga 1 juta secara tunai dam 2 juta secara tangguh,” atau seorang pembeli yang berkata: “Saya jual produk saya pada Anda, asalkan Anda dapat menjual produk fulan kepada saya dengan harga sekian.”

73 Baca lebih lajut

RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI (2)

RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI (2)

1. Ijab dan qabul harus dilakukan oleh orang yang cakap hukum. Kedua belah pihak harus berakal, mumayyiz, tahu akan hak dan kewajibanya.msyarat ini pada hakikatnya merupakan syarat pihak yang berakad dan bukan sighat akad. Berkaitan dengan syarat ini, maka media transaksi berupa tulisan atau isyarat juga harus berasal dari pihak yang mempunyai criteria dan memenuhi syarat tersebut;

12 Baca lebih lajut

soal UAS Fiqih kelas 9 SMPMTS semester 1

soal UAS Fiqih kelas 9 SMPMTS semester 1

Jual beli yang syarat dan rukunnya terpenuhi tetapi ada hal-hal yang menyebabkan jual beli itu terlarang disebut ... Jual beli salam disebut juga ..[r]

2 Baca lebih lajut

Fiqih Muamalah Rukun dan Syarat Jual Bel

Fiqih Muamalah Rukun dan Syarat Jual Bel

Pengertian syarat adalah sesuatu yang bukan merupakan unsur pokok tetapi adalah unsur yang harus ada di dalamnya. Jika ia tidak ada, maka perbuatan tersebut dipandang tidak sah. Misalnya; suka sama suka merupakan salah satu syarat sahnya jual beli. Jika unsur suka sama suka tidak ada, jual beli tidak sah menurut hukum. 12 Syarat-syarat jual beli ada empat macam, yaitu syarat terpenuhinya akad (syurut al- in ‘iqad ), syarat sah (syurut al-nafadz), syarat sah (syurut al-sihhah), dan syarat mengikat (syurut al-luzum). Adanya syarat-syarat ini di maksudkan untuk menjamin bahwa jual beli yang dilakukan akan membawa kebaikan bagi kedua belah pihak dan tidak ada yang dirugikan. 13
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI ONLINE DI WWW.KASKUS.CO.ID Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Online Di www.kaskus.co.id.

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI ONLINE DI WWW.KASKUS.CO.ID Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Online Di www.kaskus.co.id.

Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka, beberapa artikel, hasil karya tulis dan beberapa buku yang berkaitan dengan jual beli online, fikih muamalah dan sebagian dari lapak jual beli Forum Jual Beli dijadikan landasan apakah jual beli online di www.kaskus.co.id sudah memenuhi rukun dan syarat jual beli secara Islam atau tidak.

14 Baca lebih lajut

rukun dan syarat istishna (3)

rukun dan syarat istishna (3)

a. Barang yang menjadi objek istishna’ harus jelas, baik jenis,macam, kadar dan sifatnya. Apabila salah satu unsur ini tidak jelas, maka akad istishna’ rusak. Karena barang tersebut pada dasarnya adalah objek jual beli yang harus diketahui. Apabila seseorang memesan suatu barang, harus dijelaskan spesifikasinya; bahan, jenis, model, ukuran, bentuk, sifat, kualitas serta hal-hal yang terkait dengan barang tersebut.

14 Baca lebih lajut

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM PRAKTIK JUAL BELI HASIL PERTANIAN (STUDI KASUS PRAKTIK JUAL BELI SINGKONG SISTEM PENANGGUHAN MASA PANEN DI DESA TEGALHARJO KECAMATAN TRANGKIL KABUPATEN PATI) - STAIN Kudus Repository

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM PRAKTIK JUAL BELI HASIL PERTANIAN (STUDI KASUS PRAKTIK JUAL BELI SINGKONG SISTEM PENANGGUHAN MASA PANEN DI DESA TEGALHARJO KECAMATAN TRANGKIL KABUPATEN PATI) - STAIN Kudus Repository

Jual beli singkong disini adalah sistem penangguhan masa panen”. “Menurut pendapat saya jual beli semacam ini boleh atau sah-sah saja, karena penjual dan pembeli sama-sama rela mereka sudah sepakat sehingga terjadi akad jual belinya, dan petani kebanyakan terpaksa untuk menjual sebab ada kebutuhan yang mendesak, namun kalau dihubungkan dengan syariat hukumnya tidak boleh, karena menjual barang yang tidak dapat diserahterimakan termasuk perjudian, karena pembeli tidak akan sudi membelinya kecuali dengan harga yang lebih murah dari harga yang sebenarnya, karena dia sedang berspekulasi (berbuat untung-untungan), bisa saja dia berhasil memperoleh barang yang dia beli dan bisa saja tidak. Yang terpenting jangan melupakan syarat dan rukun jual belinya, jika mengetahui syarat dan rukunya dengan jelas maka hal semacam tersebut sebaiknya dihindari”. 13
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Implementasi Murabahah Ditinjau Dari Per

Implementasi Murabahah Ditinjau Dari Per

Murabahah adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Dalam murabahah, penjual harus memberitahu harga pokok yang ia beli dan menentukan tingkat keuntungan yang disepakati. Murabahah merpakan salah satu dari bentuk akad jual beli yang telah banyak dikembangkan sebagai sandaran pokok dalam pembiayaan modal kerja dan investasi dalam perbankan syariah yang memiliki prospek keuntungan yang cukup menjanjikan. Karena keuntungan yang menjanjikan itulah Sehingga semua atau hampir semua lembaga keuangan syariah menjadikannya sebagai produk financing dalam pengembangan modal mereka. 1
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisa hukum islam tentang jual beli gold pada game online jenis world of warcraft (wow)

Analisa hukum islam tentang jual beli gold pada game online jenis world of warcraft (wow)

Menurut hukum Islam, transaksi jual beli terjadi karena adanya kehendak antara dua pihak atau lebih untuk memindahkan suatu harta atau benda dengan cara tukar menukar, yaitu menyerahkan barang yang diperjualbelikan dan menerima harga sebagai imbalan dari penyerahan barang tersebut dengan syarat dan rukun yang ditentukan oleh hukum Islam. 4 Jumhur ulama menyatakan bahwa rukun jual beli itu ada empat, yaitu: penjual dan pembeli, shighat (lafal ijab dan qabul), ada barang yang dibeli, dan ada nilai tukar pengganti barang. Sedangkan yang masuk ke dalam syarat jual beli adalah orang yang bertransaksi harus berakal, barang yang diperjualbelikan dapat dimanfaatkan oleh manusia, diserahkan pada saat akad berlangsung atau pada waktu yang telah disepakati bersama, dan harga yang disepakati kedua belah pihak harus jelas jumlahnya. serta yang lebih utama adalah adanya unsur kerelaan antara kedua belah pihak.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

SOAL FIQIH KELAS 9 SMSTR 1

SOAL FIQIH KELAS 9 SMSTR 1

Jual beli yang syarat dan rukunnya terpenuhi tetapi ada hal-hal yang menyebabkan jual beli itu terlarang disebut ... Jual beli salam disebut juga ..[r]

6 Baca lebih lajut

RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI (3)

RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI (3)

Dengan demikian akad ialah ikatan kata antara penjual dan pembeli. Jual beli belum dikatakan sah sebelum ijab dan qobul dilakukan sebab ijab qabul menunjukkan kerelaan (keridhaan). Ijab qabul boleh dilakukan dengan lisan atau tulis. Ijab qabul dalam bentuk perkataan atau dalam bentuk perbuatan yaitu saling memberi (penyerahan barang dan penerimaan uang). Pada dasarnya akad bapat dilakukan dengan lisan langsung tetapi bila orang bisu maka ijab qobul tersabut dapat dilakukan dengan surat menyurat yang pada intinya mengandung ijab qobul. 10 Jadi akad (transaksi), yaitu: segala tindakan yang dilakukan kedua- belah pihak yang menunjukkan mereka sedang melakukan transaksi, baik tindakan tersebut berbentuk kata-kata atau perbuatan. 11
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Rukun dan Syarat Jual Beli

Rukun dan Syarat Jual Beli

Diriwayatkan dari Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “aku bertanya kepada rasulullah, jual-beli apakah yang diharamkan dan yang dihalalkan? Beliau bersabda, “hai keponakanku! Bila engkau membeli barang jangan dijual sebelum terjadi serah terima”. (HR. Ahmad)

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...