Top PDF Uji Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Cengkeh Tipe Uap Langsung

Uji Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Cengkeh Tipe Uap Langsung

Uji Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Cengkeh Tipe Uap Langsung

Minyak cengkeh merupakan minyak atsiri yang berasal dari tanaman cengkeh (Syzigiumaromaticum), yang termasuk dalam famili Myrtaceae, yang banyak ditanam di Indonesia,India dan Madagaskar. Minyak cengkeh telah banyak dimanfaatkan sebagai agen perasadan pemberi aroma pada berbagai makanan dan campuran dalam rokok kretek karena aromadan rasanya yang kuat dan pedas, selain itu minyak cengkeh memiliki aktivitas biologiskarena mengandung eugenol dengan kadar tinggi, yaitu sebagai antiseptik dan analgesik padapengobatan gigi dan mulut, antifungal, antibakteri, antioksidan, antikarsinogen dan anti radikal bebas(Nurjannah, 2013).
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Uji Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Cengkeh Tipe Uap Langsung

Uji Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Cengkeh Tipe Uap Langsung

Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penyulingan uap langsung. Penyulingan dengan metode uap langsung merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam dunia penyulingan minyak atsiri, karena rendemen minyak yang dihasilkan lebih tinggi. Salah satu diantara penggunaan penyulingan dengan metode ini adalah Fuad Nugraha Lubis (2010) dalam penelitian sebelumnya. Hanya saja dalam penelitian tersebut ada kekurangannya dimana termometer diletakkan pada tabung bahan yang akan disuling. Metode ini menggunakan uap langsung yang bertekanan tinggi yang dihasilkan pada tabung penghasil uap. Oleh sebab itu termometer harus diletakkan pada penutup tabung penghasil uap.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Uji Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Cengkeh Tipe Uap Langsung

Uji Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Cengkeh Tipe Uap Langsung

Nurjannah, D.A, R. Retnowati, U.P. Juswono, 2013, Aktivitas Antioksidan dari Minyak Bunga Cengkeh ( Syzygium aromaticum ) Kering Berdasarkan Aktivitas Antiradikal yang Ditentukan Menggunakan ESR, Kimia Student Journal , Universitas Brawijaya, Malang.

2 Baca lebih lajut

Uji Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Cengkeh Tipe Uap Langsung

Uji Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Cengkeh Tipe Uap Langsung

Hasil tanaman cengkeh yang banyak dimanfaatkan di Indonesia adalah bunganya, yang digunakan sebagai bahan tambahan di pabrik rokok. Gagang dan bunga cengkeh di areal perkebunan cengkeh masih banyak yang belum dimanfaatkan padahal gagang cengkeh dapat diambil minyaknya dengan cara penyulingan. Minyak cengkeh yang dihasilkan kira-kira adalah 2,5 % dari berat cengkeh kering. Potensi minyak cengkeh di Indonesia sangat besar tetapi dibiarkan membusuk tanpa dimanfaatkan Komposisi utama minyakcengkeh adalaheugenol, eugenol asetat dan caryofilen. Komposisi minyak yang dapat diperoleh dari penyulingan cengkeh adalah : eugenol 36- 85%, eugenol asetat 11- 21% dan caryofilen 5- 13% (Sukarsono,dkk, 2005).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Uji Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Cengkeh Tipe Uap Langsung

Uji Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Cengkeh Tipe Uap Langsung

Flowchart pelakasanaan penelitian Mulai Dipersiapkan alat penyulingan minyak atsiri tipe uap langsung Dimasukkan air kedalam ketel uap Dimasukkan bahan ke dalam ketel bahan Dinyala[r]

17 Baca lebih lajut

Uji Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Cengkeh Tipe Uap Langsung

Uji Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Cengkeh Tipe Uap Langsung

Pada alat penyuling minyak atsiri cengkeh tipe uap langsung, pengaturan suhu penyulingan perlu diperhatikan. Suhu tersebut menentukan kualitas hasil minyak cengkeh. Penelitian ini adalah pengujian berbagai tingkat suhu pada alat penyuling minyak atsiri cengkeh tipe uap langsung terhadap kadar air, asam lemak bebas dan rendemen minyak cengkeh. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Keteknikan Pertanian dan di Laboratorium Analisa Kimia Bahan Pangan Fakultas Pertanian pada bulan November 2015 sampai selesai dengan menggunakan model rancangan acak lengkap non factorial yaitu pada taraf pengujian pada suhu 95 0 C, 100 0 C dan 105 0 C. Parameter yang diamati adalah kadar air, asam lemak bebas dan rendemen.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

Secara umum kita mengenal ada tiga sistem penyulingan untuk minyak atsiri yaitu, penyulingan dengan sistem rebus dimana bahan yang akan diambil minyak atsirinya berhubungan langsung dengan air mendidih, selanjutnya penyulingan uap dan air, dalam sistem penyulingan ini tanaman yang akan diproses ditempatkan dalam satu tempat yang bagian bawah dan tengah berlobang-lobang yang ditopang di atas dasar alat penyulingan, bagian bawah alat penyulingan diisi air sedikit dibawah dimana bahan ditempatkan, dan yang terakhir adalah penyulingan dengan sistem uap langsung, dimana bahan dan sumber penghasil uap ditempatkan pada ruang yang berbeda pada sistem ini. Pada alat penyulingan dengan sistem uap langsung uap yang digunakan lazim memiliki tekanan yang lebih besar daripada tekanan atmosfer dan dihasilkan dari hasil penguapan yang berasal dari suatu pembangkit uap air. Uap yang dihasilkan kemudian dimasukkan kedalam alat penyulingan. Pada dasarnya tidak ada perbedaan yang menyolok pada ketiga alat penyulingan tersebut. Namun demikian pemilihan tergantung pada cara yang digunakan, karena reaksi tertentu dapat terjadi selama penyulingan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pada penyulingan uap antara lain:
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

Penyulingan merupakan salah satu cara untuk mengambil minyak atsiri yang terdapat pada daun, salah satu contohnya adalah daun cengkeh. Daun cengkeh memiliki kadar minyak yang cukup tinggi dengan kandungan euganol yang dapat mencapai 85%. Proses pengolahan pascapanen bertujuan agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan sebelum dilakukan pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, menguji serta menganalisis nilai ekonomis alat penyuling minyak atsiri. Parameter yang diamati yaitu kapasitas efektif alat, efisiensi alat dan analisis ekonomi.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

Minyak atsiri (volatile oils atau essential oil) didefinisikan sebagai campuran kompleks yang menunjukkan dan merupakan senyawa yang menguap bersama air. Diekskresikan oleh rambut kelenjar atau terdeposit dalam sel tanaman organelles, idioblast (sel minyak, sel khusus), atau saluran antar rongga schizogenous atau lysigenous. Selanjutnya, ada beberapa tanaman yang mengandung minyak atsiri yang terdeposit dalam kayunya. Sebagaimana ditunjukkan oleh namanya, minyak atsiri menguap dalam uap air (Ketaren, 1985).

3 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

Ekstraksi Minyak Atsiri Dari Limbah Kulit Jeruk Manis Di Desa Gadingkulon Kecamatan Dau Kabupaten Malangsebagai Campuran Minyak Goreng Untuk Penambah Aroma Jeruk.. Universitas Negeri Mal[r]

2 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

kelayakan lama (umur) pemilikan suatu alat atau mesin pada tingkat keuntungan tertentu. Internal rate of return (IRR) adalah suatu tingkatan discount rate, dimana diperoleh B/C ratio = 1 atau NPV = 0. Berdasarkan harga dari NPV = X (positif) atau NPV= Y (positif) dan NPV = X (positif) atau NPV = Y (negatif), dihitunglah harga IRR dengan menggunakan rumus berikut :

25 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

Penyulingan merupakan salah satu cara untuk mengambil minyak atsiri yang terdapat pada daun, salah satu contohnya adalah daun cengkeh. Daun cengkeh memiliki kadar minyak yang cukup tinggi dengan kandungan euganol yang dapat mencapai 85%. Proses pengolahan pascapanen bertujuan agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan sebelum dilakukan pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, menguji serta menganalisis nilai ekonomis alat penyuling minyak atsiri. Parameter yang diamati yaitu kapasitas efektif alat, efisiensi alat dan analisis ekonomi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Uji Pengaruh Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Tipe Uap Langsung terhadap Mutu dan Rendemen Minyak Nilam

Uji Pengaruh Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Tipe Uap Langsung terhadap Mutu dan Rendemen Minyak Nilam

Nilam (Pogestemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang penting, baik sebagai sumber devisa negara dan sumber pendapatan petani. Dalam pengelolaannya melibatkan banyak pengerajin serta menyerap ribuan tenaga kerja. Teknologi pengolahan minyak nilam ditingkat petani umumnya masih tradisional hal ini disebabkan oleh faktor sosial ekonomi dan faktor terbatasnya teknologi yang diakses sehingga minyak yang dihasilkan mutunya masih rendah. Pengeringan bahan baku nilam lebih baik tidak langsung pada sinar matahari dan penyimpanan bahan tidak lebih dari 1 minggu karena akan menurunkan produksi minyak nilam.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

Penyulingan dengan sistem seperti ini memanfaatkan uap bertekanan tinggi, oleh sebab itu harus benar-benar diperhatikan dalam proses pembuatannya, terutama pada ketel suling. Ketel suling harus benar-benar tertutup rapat agar tidak ada uap yang keluar karena hal tersebut akan memperlama waktu proses penyulingan. Uap yang dihasilkan melalui ketel uap kemudian dialirkan kedalam ketel suling melalui pipa berukuran 1,5 cm sebagai jalur keluarnya uap. Kemudian uap dengan tekanan 1 atmosfer tersebut masuk kedalam ketel suling untuk digunakan menguapkan daun cengkeh agar minyak yang terkandung didalam daun cengkeh dapat keluar. Uap tersebut sebelumnya dikumpulkan didalam ketel suling dengan suhu 110 °C. Ketel suling ini memiliki rongga dibagian bawahnya sebagai tempat masuknya uap yang berasal dari ketel uap, sedangkan daun yang akan disuling berada 20 cm dari dasar alat. Hal ini bertujuan agar uap memiliki cukup ruang untuk menguapkan daun tersebut. Bahan yang diisikan kedalam ketel suling sebanyak 1 kg. Bahan tidak boleh diisi terlalu penuh agar terdapat ruangan uap untuk keluar menuju kondensor. Hal ini sesuai dengan pernyataan Harris (1990) yang menyatakan bahwa bahan yang akan diolah dimasukkan ke tempat pemuatan bahan tanpa dipadatkan dan tidak boleh terisi penuh.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Uji Pengaruh Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Tipe Uap Langsung terhadap Mutu dan Rendemen Minyak Nilam

Uji Pengaruh Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Tipe Uap Langsung terhadap Mutu dan Rendemen Minyak Nilam

Minyak nilam tersusun dari berbagai senyawa kimia, antara lain patchouli alkohol, pogostol, bulnesol, nor-patchoulenol, patchoulen, bulnesen, benzaldehid, terpen dan lain-lain. Komposisi kimia tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor alam maupun pengolahan. Oleh karena itu kualitas minyak atsiri sangat sensitif terhadap perubahan, baik yang disebabkan faktor lingkungan, perbedaan cuaca, kekurangan unsur hara tanaman ataupun proses pengolahan. Komposisi kimia tersebut membentuk karakteristik yang berbeda pada setiap minyak (Rusli, 2007).

9 Baca lebih lajut

Uji Pengaruh Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Tipe Uap Langsung terhadap Mutu dan Rendemen Minyak Nilam

Uji Pengaruh Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Tipe Uap Langsung terhadap Mutu dan Rendemen Minyak Nilam

Flowchart pelakasanaan penelitian Mulai Dipersiapkan alat penyulingan minyak atsiri tipe uap langsung Dimasukkan air kedalam ketel uap Dimasukkan bahan ke dalam ketel bahan Dinyala[r]

22 Baca lebih lajut

TAPPDF.COM  PDF DOWNLOAD ISBN :9786027315907 PENGARUH BERBAGAI METODA DISTILASI DALAM ...

TAPPDF.COM PDF DOWNLOAD ISBN :9786027315907 PENGARUH BERBAGAI METODA DISTILASI DALAM ...

Bahan-bahan tersebut diketahui banyak mengandung minyak atsiri. Minyak atsiri dikenal dengan istilah minyak terbang (essential oil, volatile oil) umumnya dihasilkan oleh tanaman. Minyak atsiri bersifat mudah menguap pada suhu kamar, tanpa mengalami dekomposisi,dan tersusun dari unsur Carbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O) serta unsur Nitrogen (N) dan Belerang (S) [3].

6 Baca lebih lajut

Rekayasa Proses Penyulingan Minyak Akar Wangi Dengan Peningkatan Tekanan dan Laju Alir Uap Bertahap

Rekayasa Proses Penyulingan Minyak Akar Wangi Dengan Peningkatan Tekanan dan Laju Alir Uap Bertahap

Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap penguapan minyak pada proses penyulingan adalah besarnya tekanan uap yang digunakan (Ketaren 1985). Menurut Guenther (1990), agar diperoleh minyak yang bermutu tinggi maka penyulingan hendaknya berlangsung pada tekanan rendah dan dapat juga pada tekanan tinggi tetapi dalam waktu yang singkat. Proses penyulingan dengan menggunakan tekanan dan suhu rendah mempunyai keuntungan yaitu minyak yang dihasilkan tidak mengalami kerusakan akibat panas. Disamping itu mengurangi penguapan komponen bertitik didih tinggi dan larut di air. Penyulingan dengan tekanan tinggi tidak selalu memghasilkan rendemen dan mutu yang lebih baik. Penggunaan tekanan uap yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan komponen-komponen penyusun minyak. Lestari (1993) membuktikan bahwa pada penyulingan sereh wangi dengan tekanan 228.53 kPa memberikan rendemen 3.51% basis kering dan tingkat mutu bagus. Sedangkan penggunaan tekanan 297.2 kPa dihasilkan rendemen 2.52% dengan tingkat mutu biasa. Penyulingan minyak nilam dengan menggunakan uap langsung selama 4 jam menghasilkan rendemen sebesar 3.21%, 3.11%, 3.44%, dan 3.27% berat kering masing-masing untuk tekanan penyulingan 158.86, 173.57, 190.24, dan 206.96 kPa (Dahlan 1989). Kondisi penyulingan minyak akar wangi menggunakan tekanan 1.2 kg/cm 2 menghasilkan rendemen 2.3% (Rusli & Anggraeni 1999).
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

Minyak Atsiri dari Bawang Putih

Minyak Atsiri dari Bawang Putih

Menurut Wiryowidagdo (2000), allisin tidak stabil dan dapat terurai pada saat penyulingan atau dihidrolisis dengan air atau natrium karbonat membentuk senyawa polisulfida, dialil disulfida, yang menyebabkan bau tidak enak dari minyak atsirinya. Hasil peruraian hidrolisis yang dapat diisolasi adalah senyawa trans- dan atau cis- ajoen; 2-vinil-[4H]-1,3-ditiin; 3-vinil-[4H]-1,2-ditiin, dialil trisulfida dan metil alil trisulfida, seperti yang tertera dalam gambar 5. Alliin adalah senyawa hemihidrat yang tidak berwarna, terkristalisasi dari pelarut aseton dalam bentuk jarum. Molekulnya mempunyai dua pusat asimetri sehingga dapat mempunyai 4
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...