Top PDF Tingkat Empati Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kanjuruhan Malang

Tingkat Empati Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kanjuruhan Malang

Tingkat Empati Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kanjuruhan Malang

on secara emosional. Jika konseli merasa dimengerti, mengungkapkan pengalaman mereka dan berbagi pen mbagi pengalamannya secara mendalam memungkinkan kan dukungan, dan potensi kesulitan yang membutuh imiliki oleh konselor menentukan keberhasilan dalam pr ijanti (2012) mengungkapkan bahwa motivasi konseli d ignifikan dalam proses konseling. Selain mempenga elor yang ditunjukkan oleh konselor dapat mempengaru leh Andangsari (2010) menyimpulkan bahwa terdapat a dengan empati konselor di SMA Negeri 8 Batanghari y emiliki pengaruh terhadap penerimaan diri siswa itu lor agar dapat mempertahankan dan meningkatkan empa
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Tingkat kejenuhan belajar mahasiswa (studi deskriptif pada mahasiswa angkatan 2013 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Tingkat kejenuhan belajar mahasiswa (studi deskriptif pada mahasiswa angkatan 2013 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Kejenuhan belajar merupakan salah satu jenis kesulitan belajar yang sering terjadi pada kalangan mahasiswa. Secara harafiah kejenuhan berarti padat atau penuh sehingga tidak dapat memuat menerima apapun. Selain itu juga, jenuh mempunyai arti jemu atau bosan. Kejenuhan yang dialami mahasiswa dapat menyebabkan usaha belajar yang dilakukan sia- sia yang disebabkan oleh suatu akal yang tidak bekerja sebagaimana mestinya dalam memproses item-item informasi atau pengalaman baru yang diperoleh.

99 Baca lebih lajut

Kematangan emosi dan kecemasan di kalangan mahasiswa penulis skripsi (studi korelasi pada mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta).

Kematangan emosi dan kecemasan di kalangan mahasiswa penulis skripsi (studi korelasi pada mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta).

Pengkategorian tingkat kematangan emosi dan kecemasan di kalangan mahasiswa penulis skripsi disusun berdasarkan model distribusi normal. Tujuan kategorisasi ini adalah menempatkan individu ke dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjangan menurut kontinum berdasarkan atribut yang diukur (Azwar, 2009:107). Kontinum jenjang pada penelitian ini adalah dari rendah sampai tinggi. Norma kategorisasi disusun berdasarkan pada norma kategorisasi yang disusun oleh Azwar (2009: 108). Tingkat kematangan emosi dan kecemasan di kalangan mahasiswa penulis skripsi terdiri atas lima kategori, yaitu: sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah . Norma kategorisasi sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

Tingkat kejenuhan belajar mahasiswa (studi deskriptif pada mahasiswa angkatan 2013 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Tingkat kejenuhan belajar mahasiswa (studi deskriptif pada mahasiswa angkatan 2013 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Kejenuhan belajar merupakan salah satu jenis kesulitan belajar yang sering terjadi pada kalangan mahasiswa. Secara harafiah kejenuhan berarti padat atau penuh sehingga tidak dapat memuat menerima apapun. Selain itu juga, jenuh mempunyai arti jemu atau bosan. Kejenuhan yang dialami mahasiswa dapat menyebabkan usaha belajar yang dilakukan sia- sia yang disebabkan oleh suatu akal yang tidak bekerja sebagaimana mestinya dalam memproses item-item informasi atau pengalaman baru yang diperoleh.

97 Baca lebih lajut

Tingkat kecerdasan emosi mahasiswa angkatan 2015 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan implikasinya terhadap usulan topik-topik kegiatan pengembangan diri.

Tingkat kecerdasan emosi mahasiswa angkatan 2015 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan implikasinya terhadap usulan topik-topik kegiatan pengembangan diri.

Berdasarkan hasil penelitian terdapat 12 (24%) mahasiswa yang memiliki kecerdasan emosi sangat tinggi, 30 (60%) mahasiswa yang memiliki kecerdasan emosi tinggi, 8 (16%) yang mahasiswa memiliki kecerdasan emosi sedang, 0 (0%) mahasiswa yang memiliki kecerdasan emosi rendah, dan 0 (0%) mahasiswa memiliki kecerdasan emosi sangat rendah. Berdasakan analisis skor item terdapat 10 (18,18%) item yang tergolong sangat tinggi, 35 (63,64%) item yang tergolong tinggi, 10 (18,18%) item yang tergolong sedang, 0 (0%) item yang tergolong rendah, dan 0 (0%) item yang tergolong sangat rendah. Berdasarkan hasil analisis skor item-item kuesioner, peneliti menyusun dan mengumpulkan topik-topik kegiatan pengembangan diri untuk lebih meningkatkan kecerdasan emosi mahasiswa.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Deskripsi tingkat adversity quotient mahasiswa angkatan 2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma.

Deskripsi tingkat adversity quotient mahasiswa angkatan 2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma.

Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa terdapat 84% atau 52 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2014 memiliki adversity quotient yang termasuk dalam kategori sedang. Tingkat adversity quotient yang sedang artinya bahwa mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2014 sudah cukup dalam berjuang menghadapi tantangan atau mampu menyelesaikan semua tanggunggjawab yang diberikan. Meskipun terkadang dalam proses berjuang ini para mahasiswa sering mengalami kemunduran atau dengan kata lain mereka mudah menyerah. Menyerahnya para mahasiswa dikarenakan adanya kegagalan yang dialami sebelumnya atau dapat dikatakan ada pengalaman yang tidak mengenakkan.
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

SIKAP MAHASISWA TERHADAP TINDAKAN PLAGIARISME (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Semester II Angkatan 2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma dan Implikasinya terhadap Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi dan Belajar).

SIKAP MAHASISWA TERHADAP TINDAKAN PLAGIARISME (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Semester II Angkatan 2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma dan Implikasinya terhadap Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi dan Belajar).

menjalankan kewajiban sebagai seorang mahasiswa. Peneliti banyak melihat kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh mahasiswa khususnya mahasiswa tingkat atas, ketika mendapatkan tugas dari dosen. Ada indikasi bahwa tidak menutup kemungkinan mahasiswa semester bawah khususnya semester II juga melakukan hal yang sama. Kebanyakan mahasiswa ingin menyelesaikan tugas-tugas secara cepat sehingga mengambil jalan pintas yaitu melakukakn penjiplakan atau plagiat. Hal ini juga dirasakan oleh beberapa dosen ketika melihat tugas yang dikumpulkan mahasiswa. Mahasiswa hanya mengopi tulisan dari internet dan mengumpulkannya tanpa menuliskan sumbernya.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

Kematangan emosi dan kecemasan di kalangan mahasiswa penulis skripsi (studi korelasi pada mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)

Kematangan emosi dan kecemasan di kalangan mahasiswa penulis skripsi (studi korelasi pada mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)

Pengkategorian tingkat kematangan emosi dan kecemasan di kalangan mahasiswa penulis skripsi disusun berdasarkan model distribusi normal. Tujuan kategorisasi ini adalah menempatkan individu ke dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjangan menurut kontinum berdasarkan atribut yang diukur (Azwar, 2009:107). Kontinum jenjang pada penelitian ini adalah dari rendah sampai tinggi. Norma kategorisasi disusun berdasarkan pada norma kategorisasi yang disusun oleh Azwar (2009: 108). Tingkat kematangan emosi dan kecemasan di kalangan mahasiswa penulis skripsi terdiri atas lima kategori, yaitu: sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah . Norma kategorisasi sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

Deskripsi tingkat perkembangan moral mahasiswa angkatan 2012 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun akademik 2014/2015 menurut teori Kohlberg dan implikasinya terhadap usulan usaha-usaha untuk meningkatkan perkemb

Deskripsi tingkat perkembangan moral mahasiswa angkatan 2012 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun akademik 2014/2015 menurut teori Kohlberg dan implikasinya terhadap usulan usaha-usaha untuk meningkatkan perkemb

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan moral mahasiswa angkatan 2012 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun akademik 2014/2015 menurut teori Kohlberg dan implikasinya terhadap usulan usaha- usaha untuk meningkatkan perkembangan moral mahasiswa.

2 Baca lebih lajut

Kecenderungan Ekstraversi Pola Kepribadian Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang Tahun Akademik 2004/ 2005.

Kecenderungan Ekstraversi Pola Kepribadian Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang Tahun Akademik 2004/ 2005.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh salah satu persyaratan kepribadian seorang koselor yaitu konselor harus bersifat terbuka sehingga mahasiswa Bimbingan dan Konseling sebagai calon konselor setidaknya bersifat terbuka. Untuk itu penulis ingin meneliti kecenderungan ekstraversi mahasiswa Bimbingan dan Konseling sebagai calon konselor. Permasalahan yang timbul dalam penelitian ini adalah bagaimanakah tingkat kecenderungan eksraversi pola keprbadian mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling FIP UNNES tahun akademik 2004/2005. Adapun tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kecenderungan ekstraversi pola kepribadian mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang tahun akademik 2004/2005. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2000/2001 sampai dengan angkatan 2003/2004 sebanyak 189 mahasiswa. Pengambilan sampel dengan tehnik stratified proportional random samling. Karena populasinya terdiri dari lima kelas maka masing-masing kelas diambil 50 % secra acak dan representatif, sampelnya sebanyak 95 mahasiswa. Uji coba dilakukan terhadap mahasiswa BK di luar sampel yaitu mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2004/2005. metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunkan skala psikologi (skala kecenderungan ekstraversi). Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan persentase. Hasil uji validitas menggunakan rumus product moment dengan taraf signifikansi 5 % dan N = 30, diperoleh r tabel = 0,361. Dengan demikian instrumen dikatakan valid serta siap digunakan dalam penelitian.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Deskripsi tingkat kesiapan mahasiswa menghadapi pernikahan (studi deskriptif pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2012 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan persiapan berkeluarga).

Deskripsi tingkat kesiapan mahasiswa menghadapi pernikahan (studi deskriptif pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2012 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan persiapan berkeluarga).

Mahasiswa yang termasuk dalam intensitas kategori sangat siap menunjukkan bahwa mereka memiliki kesiapan yang sangat baik dalam menghadapi pernikahan dan hidup berkeluarga. Mahasiswa yang termasuk dalam kategori sangat siap bisa diartikan karena mereka memiliki kemampuan mengendalikan perasaan diri sendiri, memiliki kemampuan untuk berhubungan baik dengan orang banyak, bersedia dan mampu menjadi pasangan dalam hubungan seksual, bersedia untuk membina hubungan seksual yang intim, memiliki kelembutan dan kasih sayang kepada orang lain, dapat berkomunikasi secara bebas mengenai pemikiran; perasaan; dan harapan, bersedia menerima keterbatasan pada diri sendiri maupun orang lain, bersedia menjadi suami atau istri yang bertanggung jawab, serta memiliki kematangan emosi yang baik sehingga mereka lebih siap dalam menghadapi pernikahan yang baik.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

Tingkat kreativitas mahasiswa angkatan 2016 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository

Tingkat kreativitas mahasiswa angkatan 2016 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository

dapat dikatakan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, karena dalam acara tersebut terdiri dari beberapa divisi dan dalam divisi ini dituntut untuk memiliki ide yang perlu direalisasikan sehingga dapat mendukung acara yang diselenggarakan. Sebagai calon guru BK yang akan bekerja di lingkungan sosial seperti sekolah, akan dihadapkan dengan berbagai macam masalah yang terjadi, maka dari itu kreativitas perlu dimunculkan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah. Guru BK yang melakukan proses konseling di sekolah perlu melakukan konseling secara kreatif agar proses konseling berjalan secara efektif. Kreativitas guru BK juga di perlukan untuk membuat inovasi dan program baru agar dapat menghapus stigma bahwa guru BK adalah seorang polisi sekolah.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

Deskripsi tingkat daya juang mahasiswa angkatan 2011 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma.

Deskripsi tingkat daya juang mahasiswa angkatan 2011 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma.

satu bentuk respon terhadap situasi yang dipandang sebagai situasi yang penuh tantangan dan tekanan. Dalam situasi seperti inilah, dibutuhkan adanya kekuatan untuk menyelesaikannya (Laura dan Sunjoyo, 2009). Berdasarkan kurikulum 2006, penyelenggaraan pendidikan di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma dengan beban 152 SKS, terungkap data yang diperoleh dari sekretariat Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma bahwa angka kelulusan mahasiswa pada tahun angkatan 2009-2011 masuk dalam kategori rendah. Hal ini dikarenakan hanya 219 mahasiswa yang lulus. Stoltz (2007) berpendapat bahwa diantara banyak kekuatan yang dimiliki oleh individu, salah satunya adalah seberapa jauh individu mampu bertahan menghadapi kesulitan dan kemampuan individual untuk mengatasi kesulitan. Dalam mencapai suatu kesuksesan di kehidupan, ditentukan oleh tinggi rendahnya daya juang yang dimiliki setiap individu.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Full Paper UPH Laily Tiarani

Full Paper UPH Laily Tiarani

Buzan (2007) menyarankan agar kecerdasan sosial dimiliki oleh semua orang yang memiliki kegiatan bertemu dengan orang lain seperti resepsionis, guru, dokter, pekerja sosial, karyawan hotel, bahkan oleh siapa saja yang dalam kegiatan sehari-hari harus berhubungan dengan orang lain. Mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang didominasi oleh mahasiswa FKIP yang merupakan calon guru atau calon konselor bagi mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling. Maka sebagai calon guru dan calon konselor seharusnya memiliki tingkat kecerdasan sosial yang tinggi karena calon guru atau calon konselor yang memiliki kecerdasan sosial yang tinggi maka mampu mengatur kelas melalui pembentukan hubungan yang mendukung dan mendorong siswa, mengembangkan pelajaran yang didasarkan kemampuan dan kekuatan siswa, menciptakan dan menerapkan pedoman perilaku dalam cara-cara yang meningkatkan motivasi intrinsik, seperti diskusi, mengisyaratkan, pengakuan dan keterlibatan (Jeloudar & Lotfi-Goodarzi, 2012).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

T BP 1201563 Chapter1

T BP 1201563 Chapter1

Bimbingan dan Konseling memiliki peranan yang penting dalam membantu meningkatkan kesadaran identitas gender siswa. Hal ini sejalan dengan upaya menangkal dan mencegah perilaku-perilaku maladaptif yang merupakan garapan bimbingan dan konseling untuk mengembangkan potensi konseli dan memfasilitasi secara sistemik dan terprogram dalam mencapai standar kompetensi kemandirian (Depdiknas, 2007, hlm. 193). Bimbingan dan Konseling dapat membantu memfasilitasi siswa agar mampu mengembangkan kesadaran identitas gender melalui layanan bimbingan dan konseling pribadi-sosial. Bantuan yang diperlukan bersifat responsif dalam rangka mengentaskan masalah gangguan identitas gender siswa. Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan segera, sebab jika tidak, dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan yang lain (Depdiknas, 2007, hlm. 209). Oleh karena itu, guru Bimbingan dan Konseling memiliki peranan penting dengan menggunakan strategi yang dimilikinya agar siswa memiliki kesadaran gender yang matang. Adapun strategi layanan yang diberikan kepada siswa dalam meningkatkan kesadaran gendernya adalah dengan diberikan layanan responsif melalui konseling.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Satuan Lingual Yang Mengandung Pronomina Persona Pertama Dan Kedua Pada Teks Terjemahan Hadis Pada Buku Sahih Buchori Muslim.

DAFTAR PUSTAKA Satuan Lingual Yang Mengandung Pronomina Persona Pertama Dan Kedua Pada Teks Terjemahan Hadis Pada Buku Sahih Buchori Muslim.

Sulistiyowati .2010 Perbedaan Pengambilan keputusan Siswa dari Keluarga utuh dengan dari Keluarga Broken Home di SMA Negeri 2 Malang. Skripsi Prodi Psikologi Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Tidak Diterbitkan

5 Baca lebih lajut

Deskripsi motivasi belajar mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan tahun 2010 - USD Repository

Deskripsi motivasi belajar mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan tahun 2010 - USD Repository

Dalam Winkel & Hastuti (2005), mahasiswa meliputi rentang umur 18/19 tahun sampai 24/25 tahun. Rentang umur itu masih dapat dibagi-bagi atas periode 18/19 tahun sampai 20/21 tahun, yaitu mahasiswa dari semester I sampai dengan semester IV; dan periode 21/22 tahun sampai 24/25 tahun, yaitu mahasiswa dari semester V sampai dengan VIII. Pada rentang umur yang pertama pada umumnya tampak ciri-ciri sebagai berikut: stabilitas dalam kepribadian mulai meningkat, pandangan yang lebih realistis tentang diri sendiri dan lingkungan hidupnya; kemampuan untuk menghadapi segala macam permasalahan secara lebih matang; gejolak-gejolak dalam alam perasaan mulai berkurang. Pada rentang umur yang kedua pada umumnya tampak ciri-ciri sebagai berikut: usaha dalam memantapkan diri dalam bidang keahlian yang telah dipilih dan dalam membina hubungan percintaan; memutar-balikkan pikiran untuk mengatasi aneka ragam masalah, seperti kesulitan ekonomi, kesulitan mendapat kepastian tentang bidang pekerjaan kelak, kesulitan membagi perhatian secara seimbang antara tuntutan akademik dan tuntutan kehidupan perkawinan (kalau sudah menikah); ketegangan atau stress karena belum berhasil memecahkan berbagai persoalan mendesak secara memuaskan.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

T1  Judul Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Orientasi Gender dengan Perilaku Asertif Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Satya Wacana

T1 Judul Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Orientasi Gender dengan Perilaku Asertif Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Satya Wacana

Priska Uliara Sitanggang, 2017. Hubungan Antara Orientasi Gender Dengan Perilaku Asertif Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Satya Wacana. Tugas Akhir Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Satya Wacana. Pembimbing I: Prof. Drs. J. T. Lobby Loekmono, Ph.D. Pembimbing II: Drs. Sumardjono Padmomartono, M. Pd.

12 Baca lebih lajut

Tingkat kesiapan hidup perkawinan ditinjau dari kematangan psikologis mahasiswa berpacaran dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial (studi deskriptif pada mahasiswa berpacaran angkatan 2013 program studi Bimbingan dan Konselin

Tingkat kesiapan hidup perkawinan ditinjau dari kematangan psikologis mahasiswa berpacaran dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial (studi deskriptif pada mahasiswa berpacaran angkatan 2013 program studi Bimbingan dan Konselin

Pentingnya mahasiswa mengetahui dan mempersiapkan hidup berkeluarga agar kedepannya ketika mahasiswa sudah memutuskan untuk hidup berkeluarga memiliki gambaran dan bekal mengenai keluarga, menambah wawasan dan pengetahuan mengenai perkawinan dan hidup berkeluarga dari sudut pandang psikologi, moral, seksualitas, kesehatan, ekonomi, gender, dll serta menjadi pegangan untuk mengambil tindakan untuk mengatur hidupnya sendiri sesuai dengan asas moral yang berlaku. Dengan mahasiswa mengetahui dan mempersiapkan hidup berkeluarga, diharapkan mampu mengurangi tingkat perceraian yang disebabkan oleh kurangnya persiapan dalam perkawinan.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Motivasi Berprestasi dengan Prokrastinasi pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP-UKSW Salatiga

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Motivasi Berprestasi dengan Prokrastinasi pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP-UKSW Salatiga

Restu Puji Rahayu, 132009007. Mei 2013. Hubungan antara Motivasi Berprestasi dengan Prokrastinasi pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP-UKSW Salatiga. Skripsi. Program S1 Bimbingan dan Konseling FKIP UKSW Salatiga. Pembimbing I : Drs. Tritjahjo Danny Soesilo, M.Si. Pembimbing II : Setyorini, M.Pd

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...