Top PDF Transformasi Ormas Menjadi Partai Politik ( Studi Tentang Ormas Persatuan Indonesia menjadi Partai Persatuan Indonesia)

Transformasi Ormas Menjadi Partai Politik ( Studi Tentang Ormas Persatuan Indonesia menjadi Partai Persatuan Indonesia)

Transformasi Ormas Menjadi Partai Politik ( Studi Tentang Ormas Persatuan Indonesia menjadi Partai Persatuan Indonesia)

9. Bapak Rudi Zulham Hasibuan, selaku Ketua DPW Partai Perindo Sumatra utara, Bapak Effendy Syahputra Selaku ketua DPW Ormas Perindo Sumatera Utara, bapak Dr.Bobby Susilo, selaku ketua departemen sosial Ormas perindo Sumatera Utara, Bapak Joko Soekardi selaku wakil sekertaris Ormas Perindo, Ahmad iskandar selaku wakil ketua Pemuda Perindo Sumatera Utara. Yang telah meluangkan waktunya untuk di wawancarai oleh penulis.

7 Baca lebih lajut

Transformasi Ormas Menjadi Partai Politik ( Studi Tentang Ormas Persatuan Indonesia menjadi Partai Persatuan Indonesia)

Transformasi Ormas Menjadi Partai Politik ( Studi Tentang Ormas Persatuan Indonesia menjadi Partai Persatuan Indonesia)

1) Menciptakan manusia Indonesia seutuhnya yang dicirikan dengan tindakan kepeloporan, nilai-nilai kebijakan, spiritualitas kebangsaan, solidaritas sosial, kearifan, kesediaan menerima perbedaan dan etos kerja produktif ditengah masyarakat. 2) Rekruitmen dan pendidikan kader untuk menjadi pelopor, inspirator, motivator, dan mediator bagi individu, lingkungan, dan masyarakat bangsanya. 3) Melakukan pelembagaan nilai persatuan dan perdamaian yang berorientasi pada pembentukan kekuatan daya tahan dan daya tolak sosial terhadap setiap tindakan dan atau gejala perpecahan di lingkungannya. 4) Menciptakan keteladanan nasional diberbagai bidang kehidupan berbangsa untuk mendorong transformasi nasional melalui system rekruitmen dan kaderisasi organisasi yang modern, terpadu dan solutif. 5) Menjadi organisasi yang menyediakan jawaban nyata bagi kebutuhan masyarakat melalui advokasi, gagasan, dialog dan program kerja yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan diterima sebagai jalan keluar bersama bagi bangsa Indonesia. 6) Mendorong tumbuhnya kekuatan ekonomi nasional yang berkontribusi langsung pada kesejahteraan warga negara Indonesia.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Transformasi Ormas Menjadi Partai Politik ( Studi Tentang Ormas Persatuan Indonesia menjadi Partai Persatuan Indonesia) Chapter III IV

Transformasi Ormas Menjadi Partai Politik ( Studi Tentang Ormas Persatuan Indonesia menjadi Partai Persatuan Indonesia) Chapter III IV

Pada Pemilu 2019 mendatang, mayoritas pemilih berasal dari kelompok umur muda, yakni berusia 40 tahun ke bawah. Generasi muda inilah yang akan menentukan kepemimpinan nasional, yang bakal menjadi wakil rakyat (DPR) dan menduduki jabatan jabatan penting di eksekutif. Generasi baru ini cenderung membesar di daerah perkotaan, sejalan dengan semakin besarnya gelombang urbanisasi. Secara umum, generasi baru ini juga lebih terpelajar. Populasi urban dan terpelajar ini punya akses Harus ada terobosan dari situasi ini. Disatu sisi, partai partai yang ada memerlukan dorongan yang kuat untuk memperbaiki organisasi maupun kinerjanya. Disisi lain, kita memerlukan partai politik baru dengan visi, misi, program, manajemen, dan strategi yang berbeda dari kecenderungan partai partai yang ada sekarang. Partai baru ini harus mampu menjawab aspirasi generasi baru yang dalam 10 atau 20 tahun ke depan akan menentukan politik dan kepemimpinan Indonesia. Partai baru ini juga harus menjadi contoh bahwa menjadi partai yang sukses haruslah dengan meninggalkan kebiasaan yang selama ini menjadi praktik umum di partai partai yang sudah ada.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Transformasi Ormas Menjadi Partai Politik ( Studi Tentang Ormas Persatuan Indonesia menjadi Partai Persatuan Indonesia)

Transformasi Ormas Menjadi Partai Politik ( Studi Tentang Ormas Persatuan Indonesia menjadi Partai Persatuan Indonesia)

Hesel Nogi Tangkilisan,2003, Kebijakan Publik yang Membumi, Yogyakarta :Yayasan Pembaruan Administrasi Publik Indonesia.. I ketut Putra Erawan, Riswanda Imawan dkk.2010.[r]

2 Baca lebih lajut

Transformasi Ormas Menjadi Partai Politik ( Studi Tentang Ormas Persatuan Indonesia menjadi Partai Persatuan Indonesia)

Transformasi Ormas Menjadi Partai Politik ( Studi Tentang Ormas Persatuan Indonesia menjadi Partai Persatuan Indonesia)

Kehidupan Masyarakat Indonesia terdapat bermacam-macam kepentingan dan keinginan untuk ikut berpartisipasi mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Berbagai ide dan gagasan dari sekelompok orang, diwujudkan sebagai bentuk keikutsertaan dan kepedulian untuk turut serta mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa ini. Oleh karena itu, banyak sekali dibentuk perkumpulan- perkumpulan di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut paham demokrasi, yang artinya pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Kemudian dijalankan melalui mekanisme kelembagaan yang bernama Partai Politik. Kemudian Partai Politik saling berkompetisi secara sehat untuk memperebutkan kekuasaan pemerintahan negara, melalui mekanisme pemilihan umum. Inilah wujud dari adanya hak asasi manusia yang telah diakui dan dijamin oleh Undang-Undang dasar Republik Indonesia tahun 1945 yaitu hak untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pikiran serta pendapat.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Transformasi Ormas Menjadi Partai Politik ( Studi Tentang Ormas Persatuan Indonesia menjadi Partai Persatuan Indonesia)

Transformasi Ormas Menjadi Partai Politik ( Studi Tentang Ormas Persatuan Indonesia menjadi Partai Persatuan Indonesia)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ormas perindo yang bertanformasi menjadi partai politik khususnya di Sumatera Utara yang akan berdampak pada sistem demokrasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dipakai untuk mengetahui keterangan atau informasi segala yang berkaitan tentang perubahan ormas perindo menjadi partai perindo

1 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Persepsi Mahasiswa UKSW terhadap Makna Indonesia: Studi Iklan Televisi Partai Persatuan Indonesia versi “Siapakah Indonesia?”

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Persepsi Mahasiswa UKSW terhadap Makna Indonesia: Studi Iklan Televisi Partai Persatuan Indonesia versi “Siapakah Indonesia?”

Keterlibatan etnis Tionghoa dalam politik Indonesia bukanlah hal yang baru di kalangan masyarakat. Namun demikian isu tentang etnisitas kerapkali masih menjadi hambatan dalam berpolitik. Hal ini terkait dengan adanya dikotomi mayoritas- minoritas. Partai Perindo merupakan partai yang tergolong baru dalam dunia perpolitikan Indonesia. Tak berselang lama setelah dideklarasikan, Perindo menayangkan sebuah iklan yang mengangkat tentang makna Indonesia. Iklan ini seolah menjawab permasalahan minoritas dengan merumuskan kembali siapakah sesungguhnya Indonesia itu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi mahasiswa Universitas Kristen Ssatya Wacana (UKSW) terhadap makna Indonesia dalam iklan Perindo versi “Siapakah Indonesia?”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa UKSW terbagi ke dalam empat konsep kunci: nasionalisme, bhinneka tunggal ika, mayoritas-minoritas, dan kepemimpinan. Meskipun masing-masing informan memiliki penekanan yang berbeda-beda dalam mempersepsi makna Indonesia dalam iklan tersebut namun secara umum persepsi mahasiswa mengarah kepada hal yang kurang lebih sama. Temuan ini sejalan dengan teori Kategori Sosial yang mengasumsikan bahwa orang-orang dalam kategori sosial yang sama cenderung memberikan respon yang kurang lebih sama terhadap suatu informasi. Persepsi mahasiswa pun sebenarnya sesuai dengan pandangan partai mengenai empat konsep kunci yang ada sehingga dapat dikatakan bahwa iklan ini cukup informatif dalam menyampaikan pandangan-pandangan partai. Hanya saja persepsi mahasiswa lebih mengarah pada representasi aktor (Hary Tanoesoedibjo). Kata kunci: Persepsi, Iklan Televisi, Makna Indonesia, Teori Kategori Sosial.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pragmatisme partai islam : studi tentang perekrutan calon legislatif artis oleh Partai Persatuan Pembangunan

Pragmatisme partai islam : studi tentang perekrutan calon legislatif artis oleh Partai Persatuan Pembangunan

umum rekrutmen politik pada caleg artis adalah suatu proses dimana PPP menempatkan artis-artis pada pemilu supaya bisa mendapatkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dan bisa memperjuangkan visi misinya. Adanya perekrutan para artis menjadi caleg mengakibatkan dapat memotong mata rantai proses kaderisasi internal PPP dan hal ini juga menutup peluangnya para kader yang sejak awal merintis dan menekuni kerja-kerja kepartaian. Proses dalam mengangkat seorang berbakat yang dianggap mampu menduduki suatu posisi atau jabatan dapat berpartisipasi secara langsung dalam setiap kegiatan organisasi yang berorientasi kepada kualitas dan kuantitas caleg artis serta menghidupkan regenerasi untuk eksistensi organisasi.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGELOLAAN KONFLIK INTERNAL PARTAI POLITIK (Studi terhadap Pembekuan Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan di Kabupaten Bangkalan)

STRATEGI PENGELOLAAN KONFLIK INTERNAL PARTAI POLITIK (Studi terhadap Pembekuan Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan di Kabupaten Bangkalan)

Bersamaan dengan semakin berperannya parpol dalam kehidupan negara yang demokratis, timbul konflik-konflik di dalam tubuh parpol. Kecenderungan konflik internal hingga dualisme kepemimpinan partai politik pascakongres atau muktamar sering terjadi. Kongres PDIP di Bali membelah kepemimpinan PDIP menjadi dua poros kekuatan, antara DPP PDIP Megawati di satu sisi dengan GP PDIP-nya Roy BB Janis di sisi lain. Muktamar PKB di Semarang membuat dualisme kepemimpinan: Gus Dur-Muhaimin Iskandar berhadapan dengan DPP PKB versi Alwi Sihab dan Syaifullah Yusuf yang didukung oleh poros Kiai Langitan-Lirboyo. Sebelumnya soliditas kepemimpinan DPP PPP juga retak oleh konflik internal antara kaukus elite DPP pro-Silatnas (Silaturahmi Nasional) yang anti Hamzah Haz dengan yang anti Silatnas yang pro Hamzah Haz. Fenomena kepengurusan kembar partai politik di Indonesia sebagai imbas konflik internal partai sebenarnya merupakan fenomena klasik dalam politik kepartaian. 1
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK ANTARA PARTAI GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) (STUDI PADA KAMPANYE PEMILIHAN UMUM TAHUN 2009)

ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK ANTARA PARTAI GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) (STUDI PADA KAMPANYE PEMILIHAN UMUM TAHUN 2009)

Partai Gerindra memliki watak demokratis, merdeka, pantang menyerah, berpendirian dan terbuka. Disamping itu, partai Gerindra juga mempunyai jati diri yang mungkin tidak bisa disamakan oleh partai-partai yang lain yaitu : kebangsaan, kerakyatan, religious dan keadilan sosial. Maksud dari partai yang berwawasan kebangsaan adalah partai yang berpegang teguh pada karakter nasionalisme yang kuat. Wawasan kebangsaan ini menjadi jiwa dalam segala aspek kehidupan berbangsa, baik kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya maupun keagamaan. Sedangkan maksud dari kerakyatan adalah partai yang memang dibentuk oleh, dari dan untuk rakyat sebagai pemilik kedaulatan yang sah atas Republik Indonesia. Lalu maksud dari religius adalah partai yang memegang teguh akan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kebebasan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing serta menjadikan nilai- nilai religious tersebut senantiasa menjadi landasan bagi setiap jajaran pengurus, anggota dan kader partai Gerindra dalam bersikap dan bertindak. Sedangkan maksud dari keadilan sosial adalah menciptakan suatu tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial, yakni masyarakat yang adil secara ekonomi, politik, hukum, pendidikan, dan kesetaraan gender. Keadilan sosial harus didasari atas persamaan hak, pemerataan, dan penghargaan terhadap hak azasi manusia.
Baca lebih lanjut

151 Baca lebih lajut

Negara Orde Baru Dan Pengendalian Partai Politik (Studi Deskriptif Kebijakan Pemerintahan Orde Baru terhadap Partai Persatuan Pembangunan).

Negara Orde Baru Dan Pengendalian Partai Politik (Studi Deskriptif Kebijakan Pemerintahan Orde Baru terhadap Partai Persatuan Pembangunan).

politik NU terutama dalam membangkitkan semangat perlawanan kepada Belanda sangat berpengaruh. Orientasi politik NU baru muncul secara terbuka ketika organisasi bentukan K.H. Hasyim Asy”ari ini bergabung dengan Majlisul Islam Ala Indonesia (MIAI) tahun 1939. MIAI sendiri adalah organisasi yang bertujuan untuk memperkuat tali persatuan umat Islam Indonesia. Pada masa kependudukan Jepang MIAI diganti menjadi Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi). Setelah kemerdekaan, pemerintah mengeluarkan Maklumat Pemerintah tanggal 3 November 1945 yang isisnya antara lain mengizinkan rakyat mendirikan partai politik dalam rangka menyalurkan berbagai paham yang ada di masyarakat. Berdasarkan maklumat yang ditandatangani oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta tersebut, tanggal 8 November 1945 tokoh-tokoh umat Islam langsung memproklamirkan berdirinya Partai Masyumi – Partai ini berbeda dan terlepas sama sekali dengan nama organisasi yang sama dengan zaman Jepang. Karena Partai Masyumi adalah satu-satunya partai politik umat Islam, aspirasi dan peran politik semua organisasi Islam harus disalurkan melalui Masyumi, termasuk NU. 50
Baca lebih lanjut

139 Baca lebih lajut

46552765 Budaya Politik Di Indonesia

46552765 Budaya Politik Di Indonesia

Sebenarnya, sangat sulit untuk melakukan identifikasi budaya politik Indonesia karena atributnya tidak jelas. Akan tetapi, satu hal yang barangkali dapat dijadikan titik tolakuntuk membicarakan masalah ini adalah adanya sebuah pola budaya yang dominant, yang berasal dari kelompok etnis yang dominant pula, yaitu kelompok etnis Jawa. Etnis ini sangat mewarnai sikap, perilaku, dan orientasi politik di kalangan elite politik di Indonesia.

16 Baca lebih lajut

PERAN PARTAI POLITIK DALAM MENSUKSESKAN PEMILU LEGISLATIF 2014 STUDI KASUS DPC PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN SERDANG BEDAGAI.

PERAN PARTAI POLITIK DALAM MENSUKSESKAN PEMILU LEGISLATIF 2014 STUDI KASUS DPC PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN SERDANG BEDAGAI.

Dengan segala puji dan syukur yang tak terhingga pada Sang Maha Mencipta, Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat merampungkan skripsi yang berjudul Peran Partai Politik Dalam Mensukseskan Pemilu Legislatif 2014 (Studi Kasus DPC Partai Persatuan Pembangunan Serdang Bedagai) ini dengan baik. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan.

20 Baca lebih lajut

TEORI SOSIAL CLIFFORD GEERTZ DAN SEJARAH Analisis Sebaran Perolehan Suara Partai Politik Pada Pemilu Legislatif 2009 Dan 2014 Kabupaten Grobogan Jawa Tengah (Korelasi Teori Clifford Geertz).

TEORI SOSIAL CLIFFORD GEERTZ DAN SEJARAH Analisis Sebaran Perolehan Suara Partai Politik Pada Pemilu Legislatif 2009 Dan 2014 Kabupaten Grobogan Jawa Tengah (Korelasi Teori Clifford Geertz).

Islam sebagai agama yang memiliki nilai nilai universal, dalam determinasi politik sering dikonotasikan sebagai simbol kekuatan perjuangan ideologi yang melandaskan pada ajaran ajaran agama, Islamisme sebagai sebuah ideologi yang mempunyai makna sebagai daya dorong dalam memotivasi gerakan politik yang mengedepankan nilai juang keislaman (S Kisbiantoro dan Dody Rudianto, 2009). Dinamika yang terjadi dalam internal Partai Islam mengalami pasang surut, hal ini diakibatkan kebijakan yang tidak populis oleh penguasa. Seperti halnya yang dialami oleh Partai Majelis Syura Indonesia (Masyumi), yang merupakan Partai pertama dengan Ideologi Islam. Sepanjang sejarah Pemilihan Umum di Indonesia Partai Islam belum pernah sekalipun keluar sebagai pemenang, meskipun masyarakat Indonesia mayoritas adalah umat muslim. Partai Islam Masyumi pada saat Pemilihan Umum 1955 hanya menempati posisi kedua, namun dianggap tetap mengancam kekuasaan Rezim Soekarno saat itu, sehingga Pemerintah membubarkan Partai Masyumi dengan peraturannya yang sama sekali tidak populis dan cenderung disorientasi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Bahasa Indonesia mampu mengikat persatuan dan kesatuan bangsa serta menjadi penghela

Bahasa Indonesia mampu mengikat persatuan dan kesatuan bangsa serta menjadi penghela

Pada siaran yang dimoderatori oleh Nani Widyawati, S.Pd. itu kedua narasumber menjelaskan bahwa fungsi bahasa Indonesia   sebagai   penghela   ilmu   pengetahuan   tidak   dicapai   begitu   saja,   tetapi   melalui   perjalanan   yang   cukup panjang.   Bahasa   Indonesia   merentang   perjalanan   yang   diawali   sebagai   bahasa   pengantar   pergaulan,   bahasa pergerakan, bahasa negara, bahasa resmi nasional, serta penghela dan pembawa ilmu pengetahuan.

2 Baca lebih lajut

Gejala Deparpolisasi dan State Capture M

Gejala Deparpolisasi dan State Capture M

Identifikasi seseorang dengan partai politik (Party ID) adalah kedekatan pemilih terhadap partai tertentu atau partai tertentu adalah identitas politiknya. Kontinuitas serta stabilitas dukungan terhadap partai tertentu dapat terjadi apabila pemilih mengidentifikasikan diri dengan partai. dan sebaliknya bila tidak ada pemilih yang mengidentifikasikan diri dengan partai maka kontinuitas dukungan terhadap partai akan lemah (Campbell, 1960). Menurut data Lembaga Survey Indonesia (LSI) menyebutkan rata-rata Party ID di Indonesia hanya 20% dan itupun menyebar ke banyak partai. pemilih masa mengambang (swing voters) mencapai angka 80% dari populasi masyarakat Indonesia. Oleh karena minimnya party ID serta tingginya angka swing voters maka tidak heran apabila gejala deparpolisasi di kalangan pemilih sangat kuat.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

2.1 Sejarah Singkat Berdirinya Partai Nasdem - Rekrutmen Calon Legislatif (Studi Tentang Mekanisme Penetapan Calon Legislatif DPRD Provinsi Sumatera Utara 2014 di DPW Partai Nasdem Sumatera Utara)

2.1 Sejarah Singkat Berdirinya Partai Nasdem - Rekrutmen Calon Legislatif (Studi Tentang Mekanisme Penetapan Calon Legislatif DPRD Provinsi Sumatera Utara 2014 di DPW Partai Nasdem Sumatera Utara)

Setelah Partai Nasdem berdiri di Sumatera Utara, ormas Nasional Demokrat tetap berdiri meski perjalanannya mulai redup terlihat. Pendirian Partai Nasdem di Sumatera Utara diperani oleh 51 tokoh. 47 Melalui mandat yang diberikan oleh ketua umum mereka lantas membangun infrastruktur partai dari kecamatan hingga tingkat kelurahan/desa. Adapun program partai yaitu harus membangun infrastrukturnya hingga ke tingkat paling kecil. Hal ini sesuai yang tertuang dalam anggaran rumah tangga partai bab III pasal 11 tentang hal infrastruktur partai, adapun struktur organisasi terdiri dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Dewan Pimpinan Ranting (DPRt), dan Perwakilan Luar Negeri. 48
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Sejarah Pemikiran Hisab Rukyat Dalam Isl

Sejarah Pemikiran Hisab Rukyat Dalam Isl

Diskursus tentang hisab rukyah mendadak menjadi perhatian publik setiap kali akan masuk bulan Ramadhan, Syawwal atau pun Dzulhijjah. Terlebih ketika terdengar berita bahwa awal puasa, perayaan hari raya idul fitri atau idul adha yang diprediksi akan terjadi perbedaan antara ormas di Indonesia. Seketika pembahasan tentang hisab rukyah intens disiarkan lewat media massa, baik cetak maupun elektronik.

11 Baca lebih lajut

STRATEGI PARTAI POLITIK DALAM MERAIH DUKUNGAN MASSA (Studi Pada Partai Persatuan Pembangunan Kota Malang 2007-2008)

STRATEGI PARTAI POLITIK DALAM MERAIH DUKUNGAN MASSA (Studi Pada Partai Persatuan Pembangunan Kota Malang 2007-2008)

Strategi partai politik dalam meraih dukungan massa merupakan bagian dari proses pembenahan partai secara keseluruhan (baik itu internal partai maupun eksternal partai) yang dipraktekkan dalam partai politik. Strategi yang dilakukan oleh partai politik ialah sebenarnya untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya sesuai dengan visi dan misi partai dengan

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...