• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PERGAULAN TEMAN SEBAYA TERHADAP MOTIVASI BEKERJA REMAJA

Nurul Mustofa1), Ratna Nurdiana2), Ninies Eryadini3), Abd. Ghofur4)

1Mahasiswa, STKIP PGRI Lamongan

Email: [email protected]

2Dosen Pembimbing Pertama Tugas Akhir, STKIP PGRI Lamongan

Email: [email protected]

3Dosen Pembimbing Kedua Tugas Akhir, STKIP PGRI Lamongan

Email: [email protected]

4Dosen Pembimbing MK Seminar, STKIP PGRI Lamongan

Email: [email protected]

ABSTRAK

Pergaulan teman sebaya sangat penting bagi remaja untuk mengembangkan keterampilan bersosialisasi dan menjalin keakraban dengan teman sebayanya. Remaja mempunyai motivasi bekerja yang tinggi dan menggunakan semua kemampuan, ketrampilan yang dimilikinya untuk mendapatkan hasil kerja yang berkualitas dan berkuantitas sehingga mencapai kepuasan sesuai dengan keinginannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap kurangnya motivasi bekerja remaja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 remaja yang berusia 18-24 tahun yang pergaulannya di lingkungan masyarakat di desa Kedali kecamatan Pucuk kabupaten Lamongan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik sampelPurposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergaulan teman sebaya memperolehskor 2.364 atau rata-rata skor 47,28dikategorikan tinggi. Motivasi kerja memperoleh skor 2.439 dengan rata-rata skor 48,78 dikategorikan tinggi. Dari hasil keseluruhan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap motivasi bekerja remaja karena pergaulan dengan teman sebaya yang baik juga dapat meningkatkan motivasi bekerja remaja.

Kata kunci: pergaulan teman sebaya, motivasi bekerja

ABSTRACT

Peer grouping is very important for teenagers to develop social skills and establish intimacy with their peers. Teenagers have a high motivation to work and use all abilities, skills they have to get quality work and quantity so as to achieve satisfaction according to their wishes. The purpose of this study was to determine the effect of peer interaction on the lack of motivation to work adolescents. The type of research used is descriptive research. The sample in this study were 50 adolescents aged 18-24 years who were related to the community in the village of Kedali, Pucuk sub-district, Lamongan district. Data analysis used in this study is descriptive analysis. The sample technique used is the purposive sampling technique. The results of the study showed that peer associations obtained a score of 2,364 or an average score of 47.28 high categorized. Work motivation obtained a score of 2,439 with an average score of 48.78 categorized as high. From the overall results it can be concluded that there is an influence of peer interaction on the motivation to work adolescents because good relationships with peers can also increase the motivation to work in adolescents.

Keywords: peer interaction, work motivation

LATAR BELAKANG

Bekerja merupakan suatu kewajiban manusia yang harus dipenuhi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup

di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Ketika seorang mendapatkan pengalaman yang pahit maka dapat menurunkan motivasi dalam bekerja.

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 99

Dengan demikian bahwa dalam dunia kerja, motivasi juga sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas kerja sesorang dan menumbuhkan semangat kerja yang tinggi sehingga mampu menghasilkan hasil kerja yang maksimal. Menurut Wibowo (2014), Motivasi merupakan dorongan terhadap serangkaian proses prilaku manusia pada pencapaian tujuan sedangkan elemen yang terkandung didalam motivasi meliputi unsur membangkitkan, mengarahkan, menjaga, menunjukan intensitas, bersifat terus menerus dan adanya tujuan.

Dalam kehidupan bermasyarakat utamanya motivasi bekerja dalam diri remaja yang banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti teman sebaya, tidak puas dengan penghasilan, kurang keterampilan dan tidak mempunyai tujuan.Jadi sangat tidak heran apabila banyak remaja yang tidak bekerja. Motivasi bekerja pada remaja yang sebelumnya ada, kini berubah menjadi kondisi yang buruk dan dipenuhi rasa malas dalam bekerja.

Remaja memperoleh pengaruh positif dan juga memperoleh pengaruh negatif terkait dengan motivasi bekerja dari pergaulan yang dilakukan setiap hari. Pergaulan seseorang sangat berpengaruh pada kepribadian orang tersebut.Pergaulan teman sebaya memberikan banyak pengaruh terhadap pembicaraan, sikap,

prilaku, tingkah laku orang tersebut melebihi pengaruh keluarga. Teman bergaul akan membantu membentuk pribadi seseorang. Menurut Muhammad Al-Mighwar (2006), Pada masa remaja pengaruh kuat teman sebaya atau sesama remaja tidak dapat diremehkan, sehingga untuk pertama kalinya mereka menerapkan prinsip-prinsip hidup bersama dan bekerjasama. Di samping prinsip itu pengaruh kuat dari orang tua, tingkah laku, minat, bahkan sikap serta prilaku remaja banyak dipengaruhi oleh teman-teman dan kelompok sebayanya.

Motivasi bekerja dalam diri sese- orang sangat penting untuk menentukan tujuan hidupnya, khususnya bagi remaja. Banyak remaja yang motivasi bekerjanya menurun dan berdampak pada mening- katnya pengagguran. Hal ini disebabkan banyak remaja yang dipenga-ruhi oleh pergaulan teman sebaya sehingga remaja malas dalam bekerja dan lebih nyaman berada di lingkungan pergaulan teman sebaya di desanya sendiri.

Berdasarkan latar belakang masalah yang disampaikan dan upaya konsisten terhadap batasan masalah yang dikemukan maka dapat dirumuskan fokus perma- salahan dalam penelitian adalah: 1) Bagaimana pergaulan teman sebaya? 2) Bagaimana motivasi bekerja remaja? 3) Bagaimana pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap motivasi bekerja remaja?

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 100 METODE PENELITIAN

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif, dengan alasan bahwa penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pergaulan teman sebaya dengan motivasi bekerja remaja.Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang berusia 18-24 tahun sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 remajayang pergaulannya di lingkungan masyarakat di desa Kedali kecamatan Pucuk kabupaten Lamongan, Teknik sampel yang digunakan adalah teknik sampel Purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket tertutup, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi.

Dalam penelitian ini, dilakukan analisis terhadap hasil pengumpulan data yang berkaitan dengan indikator pergaulan teman sebaya yang meliputi kesamaan usia, keakraban, ukuran kelompok dan perkembangan kognitif. Sedangkan motivasi bekerja remaja meliputi tanggung jawab, prestasi yang dicapai, pengem- bangan diri, dan kemandirian dalam bertindak.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil angket pergaulan teman sebaya adalah sebagai berikut:

Tabel 1 Hasil Angket Pergaulan Teman Sebaya

Sumber: Hasil Analisis Peneliti Berdasarkan angket pergaulan teman sebaya dengan 15 pertanyaan. Indikator kesamaan usia dengan 5 pertanyaan memperoleh skor 768 dengan rata-rata 15,36, indikator keakraban dengan 4 pertanyaan memperoleh skor 611 dengan rata-rata 12,22, indikator ukuran kelompok dengan 4 pertanyaan mendapat skor 654 rata-rata 13,08, indikator perkembangan kognitif dengan 2 pertanyaan mendapatkan skor 331 dengan rata-rata 6,62.Dari 15 pertanyaan tersebut menghasilkan total 2.364 dan dibagi 50 menghasilkan skor rata-rata 47,28 dari 15 pertanyaan yang dijawab oleh 50 remaja yang berusia 18-24 tahun yang pergaulannya di lingkungan masyarakat di desa Kedali kecamatan Pucuk kabupaten Lamongan. Hal ini menunjukkan bahwa hasil angket pergaulan teman sebaya dapat dikate- gorikan tinggi.

Pergaulan teman sebaya di desa Kedali kecamatan Pucuk kabupaten Lamongan dapat dideskripsikan bahwa remaja memiliki kesamaan usia, kesamaan

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 101

bahan pembicaraan tentang acara Televsisi yang disukai, pada saat ada teman sebaya yang sukses dalam bekerja mereka terdorong untuk mengikutinya, bergaul dengan teman sebaya yang mempunyai hobi sama, memilih teman sebaya untuk dijadikan teman curhat, dan tempat bergaul yang disukai adalah di warung kopi. Keakraban yang ada membantu mereka memecahkan masalah dengan lebih baik dan efisien, saling menasehati teman sebaya yang melakukan kesalahan, adanya keterbukaan permasalahan pribadi, dan membantu teman yang sedang mengalami kesulitan.Dalam kelompok yang jumlah remajanya sedikit, maka interaksi yang terjadi akan cenderung lebih baik, mereka akan mempunyai rasa bangga menjadi anggota kelompok, berkeinginan melakukan sesuatu bersama-sama, memperoleh teman baru, mereka ingin mengembangkan kemampuan kognitifnya, kalau ada informasi terbaru, mereka memecahkan masalah secara bersama- sama.

Tabel 2 Hasil Angket Motivasi Bekerja Remaja

Sumber: Hasil Analisis Peneliti

Berdasarkan angket motivasi bekerja remaja sebayadengan 15 pertanyaan Indikator tanggung jawab dengan 3 pertanyaan memperoleh skor 520 rata-rata 10,4.Indikator prestasi yang dicapai dengan 3 pertanyaan memperoleh skor 544 atau rata-rata 10,88. Indikator pengem- bangan diri dengan 6 pertanyaan memperoleh skor 913 rata-rata 18,26. Indikator kemandirian dalam bertindak dengan 3 pertanyaan mendapatkan skor 462 rata-rata 9,24.Dari 15 pertanyaan tersebut menghasilkan total 2.439 dengan dan dibagi 50 menghasilkan skor rata-rata 48,78 dari 15 pertanyaan yang dijawab oleh 50 remaja yang berusia 18-24 tahun yang pergaulannya di lingkungan masyarakat di desa Kedali kecamatan Pucuk kabupaten Lamongan. Hal ini menunjukkan bahwa hasil angket motivasi bekerja remaja dapat dikategorikan tinggi.

Motivasi bekerja remaja di desa Kedali kecamatan Pucuk kabupaten Lamongan dapat dideskripsikan bahwa remaja mempunyai tanggung jawab memenuhi kebutuhannya sendiri dan membahagiakan kedua orang tuanya. Sehingga Mereka mempunyai target prestasi yang dicapai, dalam hal ini mereka ingin mempunyai pekerjaan tetap atau membuka usaha sendiri, atau mencari informasi lowongan pekerjaan dari teman, media elektronik, melamar pekerjaan ke perusahaan atau pabrik. Mereka ingin

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 102

mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya dengan cara membaca artikel dari Internet atau mengikuti pelatihan-pelatihan.Dalam hal ini remaja berusaha mencari pekerjaan sendiri untuk mendapatkan pengalaman baru sehingga dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.

KESIMPULAN

Pergaulan teman sebaya teman sebaya sangat penting bagi remaja untuk mengembangkan keterampilan bersosi- alisasi dan menjalin keakraban dengan teman sebayanya. Apabila pergaulan teman sebaya dikelola secara baik, maka akan mempunyai dampak yang baik, namun dibalik dampak-dampak positif itu, harus dipertimbangkan pula bahwa kemungkinan tumbuhnya dampak negatif tetap aka ada dan harus dicegah. Berdasarkan hasil peneliti dengan skor total 2.364 atau skor rata-rata 47,28. dikategorikan tinggi karena remaja mempunyai kesamaan hobi dan minat yang sama, dengan keakraban membantu remaja untuk mendapatkan informasi terbaru dan memecahkan masalah dengan lebih baik dan efisien secara bersama- sama.

Motivasi bekerja merupakan dorongan yang tumbuh dalam diri remaja untuk menggunakan semua kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya yang bertujuan mendapatkan hasil kerja

sehingga mencapai kepuasan sesuai dengan keinginannya. Berdasarkan hasil peneliti dengan skor total 2.439 atau skor rata-rata 48,78 bahwa motivasi bekerja remaja dikategorikan tinggi karena remaja mempunyai tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhannya sendiri dan membahagiakan orang tua, dalam hal ini remaja berkeinginan mempunyai pekerjaan tetap atau membuka usaha sendiri, dengan upaya mencari informasi lowongan pekerjaan dari teman, media elektronik, dan melamar pekerjaan ke perusahaan atau pabrik.

Pergaulan teman sebaya mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap motivasi bekerja remaja di desa Kedali kecamatan Pucuk kabupaten Lamongan, karena pergaulan teman sebaya yang baik menjadikan motivasi bekerja remaja lebih tinggi.

Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti dapat memberikan saran (1) Remaja memilih teman pergaulan yang baik, sehingga remaja tersebut tetap mempunyai motivasi bekerja yang tinggi.selain motivasi bekerja yang tinggi, juga harus di ikuti dengan upaya membagi dan memanfaatkan waktu antara bergaul dengan teman sebaya dan mencari pekerjaan, untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan membahagiakan kedua orang tua. (2) kepada orang tua untuk memotivasi anaknya bekerja atau

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 103

mencarikan pekerjaan dari orang lain, sehingga anak dapat mencapai tujuan hidup yang lebih baik.(3) Bagi Pemerintah Desauntuk mendukung remaja dalam menambah keterampilan dan pengetahuan salah satunya mengadakan pelatihan di desa khusus untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan remaja tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah Idi, 2011, Sosiologi pendidikan,

Jakarta: Rajawali Press

Abu Ahmadi, 2005, Sosiologi Pendidikan,

Jakarta: Rineka Cipta

Coni R. Semiawan, 2008, Belajar dan Pembelajaran Peserta Didik, Jakarta: PT Index

Abdul Ghofur, 2013, Pendidikan Humanistik dan Implikasinya

dalam Pembentukan

KarakterJurnal karya

pendidikan:Volume 1,nomor 2,Juli 2013

Hamzah B. Uno, 2008, Teori Motivasi dan Pengukurannya, Jakarta: Bumi Aksara

Reksohadiprodjo dan Handoko, 2001,

Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perusahaan, Yogyakarta: BPFE

Sondang P. Siagian, 2008, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Bumi Aksara

Hadi Suryanto, 2015 Membangun Pendidikan Berkarakter Sejak Dini

untuk Pembangunan SDM

Seutuhnya.Diunduh

di:http://repository.stkippgri-lmg- ac.id/handle/

Umar Tirtarahardja dan La Sulo, 2005,

Pengantar Pendidikan, Jakarta: Rineka

Wibowo, 2014, Manajemen Kinerja, Edisi Ke Empat, Jakarta: Rajawali Pers

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 104

PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK