• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Hasil analisis peneliti terhadap

KECAMATAN SUKODAD

HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Hasil analisis peneliti terhadap

penggunaan media sosial dapat dilihat dari tabel berikut ini:

Tabel 1. Hasil Analisis Penggunaan Media Sosial

No. Nama Responden Jumlah Skor Kategori 1. Adinda 34 Sedang 2. Adiffa Puspita Enda P. 39 Tinggi 3. Andriansyah Subkhan 40 Tinggi 4. Ardina Indah Wulandari 42 Tinggi

5. Bobby Hermawan 39 Tinggi

6. Dimas Diki Prayogi 43 Tinggi 7. Erik Burhanudin Azar 36 Sedang

8. Fais Rafly Dwi N. 42 Tinggi

9. Fanny Diah Anggraini

46 Tinggi

10. Fauzi Agustian 39 Tinggi

11. Intan Vera Novianti 40 Tinggi 12. Moch. Alfian Saputra 46 Tinggi 13. Moh. Rendi Lazuardi 36 Sedang 14. Mudtiya 43 Tinggi 15. Nungki Citra Andriani 34 Sedang

16. Nurul Khoiriya 41 Tinggi

17. Olivia Nawang Arum 29 Sedang 18. Puspito Mubarok I. 39 Tinggi

19 Rizal Muhaimin 31 Sedang

20. Roykan Jamil 33 Sedang

21 Shanty Musyarofah

30 Sedang

22 Sonia Febriana 30 Sedang

23 Tri Ratna Wulandari

40 Tinggi

24 Ulvi Dwi Vera Novianti

42 Tinggi

25 Zahrotun Alif Fil Jannah

36 Sedang

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 114

Dari tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa penggunaan media sosial dengan indikator keterbukaan, percakapan dan komunitas di peroleh kategori tinggi sebanyak 15 orang, sedang sebanyak 10 orang dan rendah 0 dengan total jumlah keseluruhan hasil skore yaitu: 953.

Hasil analisis peneliti terhadap karakter santun dapat dilihat dari tabel berikut ini:

Tabel 2. Hasil Analisis Karakter Santun

No. Nama Responden Jumlah Skor Kategori 1. Adinda 39 Tinggi 2. Adiffa Puspita Enda P. 43 Tinggi 3. Andriansyah Subkhan 41 Tinggi 4. Ardina Indah Wulandari 38 Tinggi

5. Bobby Hermawan 32 Sedang

6. Dimas Diki Prayogi 43 Tinggi 7. Erik Burhanudin Azar 42 Tinggi

8. Fais Rafly Dwi N. 41 Tinggi

9. Fanny Diah Anggraini

42 Tinggi

10. Fauzi Agustian 26 Sedang

11. Intan Vera Novianti 39 Tinggi 12. Moch. Alfian Saputra 40 Tinggi 13. Moh. Rendi Lazuardi 28 Sedang 14. Mudtiya 44 Tinggi 15. Nungki Citra Andriani 34 Sedang

16. Nurul Khoiriya 40 Tinggi

17. Olivia Nawang Arum 38 Tinggi 18. Puspito Mubarok I. 38 Tinggi

19 Rizal Muhaimin 33 Sedang

20. Roykan Jamil 17 Rendah

21 Shanty Musyarofah

29 Sedang

22 Sonia Febriana 28 Sedang

23 Tri Ratna Wulandari

38 Tinggi

24 Ulvi Dwi Vera Novianti

40 Tinggi

25 Zahrotun Alif Fil Jannah

36 Sedang

Jumlah 914

Dari tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa karakter santun dengan indikator jujur, disiplin, cinta tanah air dan tanggung jawab di peroleh kategori tinggi sebanyak 16 orang, sedang sebanyak 8 orang dan rendah sebanyak 1 orang dengan total jumlah keseluruhan hasil skore yaitu: 914.

Tahap Distribusi Frekuensi Data

Berdasarkan hasil penyajian data tentang variabel bebas dan variabel terikat sebagaimana pada tabel tersebut di atas, maka peneliti akan mengolah data tersebut dalam suatu distribusi atau tabel analisis data sebagai berikut:

Tabel 3. Hasil Analisis Distribusi Data X dan Y No.R esp X Y X2 Y2 XY 1. 34 39 1156 1521 1326 2. 39 43 1521 1849 1677 3. 40 41 1600 1681 1640

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 115 4. 42 38 1764 1444 1596 5. 39 32 1521 1024 1248 6. 43 43 1849 1849 1849 7. 39 42 1296 1764 1512 8. 42 41 1764 1681 1722 9. 46 42 2116 1764 1932 10. 39 26 1521 676 1014 11. 40 39 1600 1521 1560 12. 46 40 2116 1600 1840 13. 36 28 1296 784 1008 14. 43 44 1849 1936 1892 15. 34 34 1156 1156 1156 16. 41 40 1681 1600 1640 17. 29 38 841 1444 1102 18. 39 38 1521 1444 1482 19. 31 38 961 1089 1023 20. 33 17 1089 289 561 21. 30 29 900 841 870 22. 30 28 900 784 840 23. 40 38 1600 1444 1520 24. 42 40 1764 1600 1680 25. 36 36 1296 1296 1296 N = 25

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa penggunaan media sosial mengu- nakan variabel X, nilai variabel X didapatkan dari hasil keseluruhan responden yang telah di rata-rata berjumlah 953 dan untuk karakter santun

menggunakan variabel Y, nilai variabel Y didapatkan dari nilai keseluruhan hasil responden yang telah dijumlahkan sebesar 914, N adalah jumlah responden yang digunakan peniliti untuk pengumpulan data melalui angket yaitu 25 responden.

Nilai ∑x2 (sigma X kuadrat) adalah nilai kuadrat dari total jumlah variabel X sebesar 36678. Nilai ∑ y2 (sigma Y kuadrat)

adalah nilai kuadrat dari total jumlah variabel Y sebesar 34081. Dan nilai ∑ x y adalah hasil perkalian dari total jumlah variabel X dan variabel Y sebesar 34986.

Menghitung Korelasi X dan Y

Memasukan hasil analisis distribusi data kemudian dimasukan kedalam rumus

product momen sebagai berikut: N = 25 ∑x = 953 ∑y = 914 ∑x2 = ∑y2 = ∑xy =

Dari data di atas, maka diadakan penghitungan dengan koefisien korelasi sebagai berikut:

r

xy

=

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 116

r

xy

=

r

xy

=

r

xy

=

r

xy

=

= 0,459

Dari hasil nilai koefisien korelasi yang didapatkan tentunya tidak akan memiliki makna jika hasil tersebut belum menemukan adanya pengaruh maupun tidak, maka dari itu dari hasil penghitungan korelasi akan dilakukan penententuan seberapa besar pengaruh antara variabel X dengan variabel Y.

Menentukam Koefisien korelasi

Berdasarkan hasil perhitungan dengan rumus korelasi product moment, maka diperoleh r hitung atau rxy = 0,459. Peneliti dengan menggunakan sampel untuk uji kuesioner sebanyak 25 orang responden dengan signifikansi 5% dari sini di dapat nilai df = n-2, df = 25 – 2 = 23. Cara membaca tabel r nya, kita lihat tabel r product moment pada sinifikansi 5%, didapatkan angka r tabel = 0,355. Dengan demikian dapat diketahui bahwa ternyata r tabel lebih kecil dari r hitung pada taraf signifikansi 5% dan 1%, maka koefisien korelasi tersebut dinyatakan signifikan antara variabel X dan variabel Y.

Menguji Hipotesis

Untuk menguji hipotesis dari penelitian, mak ada beberapa kriteria atau ditolaknya suatu hipotesis sebagai berikut: Jika r hitung lebih besar dari r tabel, maka hipotesis nihil (Ho) ditolak atau hipotesis alternatif (Ha) diterima.

a) Jika r hitung lebih kecil dari r tabel, maka hipotesis nihil (Ho) diterima atau hipotesis alternatif (Ha) ditolak.

Dalam menentukan diterima atau

tidaknya hipotesis melihat pada tabel “r” Product Moment sebagai berikut:

Maka dapat dikatakan untuk pengujian hipotesis yang berbunyi: Maka dapat dikatakan untuk pengujian hipotesis yang berbunyi: Jika r hitung < tabel 5%, maka Hipotesis Nihil (Ho) diterima dan ditolak Hipotesis Alternatif (Ha). Dari hasil analisis yang diperoleh dari data angket diketahui bahwa nilai r hitung lebih besar dari pada r tabel pada taraf signifikasi 5% atau 0,459 > 0,355, signifikan artinya ada pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat, karena rxy signifikansi maka dapat disimpulkan hipotesisnya berbunyi: “Ada pengaruh penggunaan media sosial terhadap karakter santun remaja di Dusun Ngelo Desa Menongo Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan tahun 2017”

Penggunaan media sosial merupakan penyebab utama dan berdampak pada

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 117

perilaku masyarakat yang mengalami pergeseran baik budaya, etikan dan norma yang ada.

“Lahirnya media sosial menjadikan

pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran baik budaya, etikan dan norma

yang ada”. (Anang Sugeng, 2016)

Menurut Ahmad Setiadi:

Tidak dapat disangkal bahwa pada saat ini sosial media telah menjadi cara baru masyarakat dalam berkomunikasi. Hal ini berdampak pada berbagai sisi kehidupan masyarakat. Kehadiran media sosial telah membawa dampak yang sangat signifikan. (Ahmad Setiadi, 2016)

Menurut Adi, salah satu orang tua dari anak yang menggunakan gadget

mengatakan:

Memang benar penggunaan media sosial adalah faktor utama yang mempengaruhi karakter santun, karena dengan menggunakan gadget

yang di dalamnya terdapat akun media sosial anak saya apabila diajak bicara tidak merespon dengan apa yang saya ucapkan tetapi anak saya malah lebih asyik menggunakan media sosial, dengan menggunakan media sosial yang secara berlebihan maka akan menganggu kosentrasi belajar anak sehingga berpengaruh terhadap prestasi belajarnya.

(Wawancara 25 Februari 2018)

Karakter santun timbul dari hasil pergaulan sekelompok manusia di dalam masyarakat yang berupa peraturan hidup yang dilandasi nilai-nilai serta cara berpikir yang kemudian terwujud di dalam perilaku.

Menurut Rusmini “Karakter

merupakan standar-standar batin yang terimplementasi dalam berbagai bentuk kualitas diri. Karakter diri dilandasi nilai- nilai serta cara berpikir berdasarkan nilai- nilai tersebut dan terwujud di dalam

perilaku”. (Rusmini, 2012)

Menurut Junaedi Iskandar karakter

adalah “sifat atau prilaku dasar khas

seseorang dalam keseharian hidupnya yang secara otomatis ia lakukan atau merespons terhadap suatu kejadian atau

keadaan”. (Junaedi, 2012 )

Menurut Tomayahu “karakter santun

adalah peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok manusia di dalam masyarakat dan dianggap sebagai tuntunan pergaulan sehari-hari

masyarakat”. (Ainah, 2016)

Berdasarkan kesenjangan yang ada di Dusun Ngelo Desa Menongo yaitu meniru prilaku orang tua, anak mencuri, kebiasaan buruk remaja, sopan santun remaja rendah, broken home, kegagalan berkomunikasi dengan orang tua, karakter santun remaja di temukan kesenjangan yang paling dominan di pengaruhi yaitu karakter santun remaja sedangkan yang mempengaruhi yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sosial, tayangan televisi swasta, pergaulan, peran orang tua, penggunaan media sosial, teman sebaya, dan kurangnya pengawasan orang tua dari

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 118

yang paling berpotensi mempengaruhi adalah penggunaan media sosial.

Penggunaan media sosial sangat memiliki peran penting bagi masyarakat. Masyarakat dapat menggunakan atau memakai media sosial sesuai dengan kebutuhannya dan tidak menggunakan media sosial secara berlebihan karena akan berdampak negatif. Media sosial dengan ketiga indikatornya yaitu keterbukaan, percakapan dan komunitas sangat berperan penting terhadap tercipta atau terbentuknya baik maupun buruknya karakter remaja dalam jujur, disiplin, cinta tanah air dan tanggung jawab. Bentuk media sosial yang saat ini digunakan oleh masyarakat terutama remaja adalah:

twitter, facebook, myspace, youtube, instagram, path, whatsapp, dan line.

Dari hasil analisis yang diperoleh dari data angket diketahui bahwa nilai r hitung lebih besar dari pada r tabel pada taraf signifikansi 5% atau 0,459> 0,355, koefisien korelasi tersebut signifikan artinya ada pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat, karena rxy signifikansi maka dapat disimpulkan bahwa: hipotesa

yang berbunyi “ada pengaruh penggunaan

media sosial terhadap karakter santun remaja di Dusun Ngelo Desa Menongo Kecamatan Sukodadi Kabupaten

Lamongan”.

KESIMPULAN

Penggunaan media sosial sangat berperan penting bagi kehidupan manusia pada semua kalangan mulai dari anak- anak, remaja maupun dewasa. media sosial mempunyai bentuk, diantaranya yang paling populer adalah whatsapp, twitter,

facebook, blog, youtube dan masih banyak lagi. Penggunaan media sosial juga sangat berguna dan penting bagi kehidupan manusia yaitu sebagai sarana belajar, sarana dokumentasi, dan sarana perencanaan strategi dan manajemen. Penggunaan media sosial juga terdapat 3 indikator yaitu: keterbukaan, percakapan dan komunitas. penggunaan media sosial terhadap karakter santun remaja di Dusun Ngelo Desa Menongo Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan tahun 2017 tergolong kategori tinggi, hal ini dibuktikan dengan hasil keseluruhan jawaban angket yang menunjukkan bahwa hasil angket termasuk pada kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Remaja di Dusun Ngelo Desa Menongo menggunakan media sosial tergolong tinggi, hal tersebut di pengaruhi karena keterbukaan dan percakapan. Pernyataan tersebut sesuai dengan pendapat

Karakter santun merupakan pera- turan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok manusia di dalam masyarakat dan dianggap sebagai tuntunan pergaulan sehari-hari masyarakat. Karakter

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 119

merupakan salah satu poin penting yang menentukan keberhasilan seseorang. Berbagai masalah timbul dikarenakan karakter santun remaja dalam bertingkah laku, berbicara dan berpakaian kurang terbentuk dengan baik. Karakter santun Remaja di Dusun Ngelo Desa Menongo Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan tahun 2017 tergolong kategori tinggi.

Pengaruh penggunaan media sosial terhadap karakter santun remaja di Dusun Ngelo Desa Menongo Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan, berdasarkan dari hasil tersebut dapat dikatakan hipotesis yang ditetapkan penelitian ini terbukti kebenarannya bahwa terdapat pengaruh penggunaan media sosial terhadap karakter santun remaja di Dusun Ngelo Desa Menongo Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan Tahun 2016/2017.

Karakter santun sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap remaja. Karakter santun merupakan poin penting pemben- tukan sikap, perilaku dan tata tertib kehidupan sehari-hari, yang akan mengantarkan seorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Penggunaan media sosial di jaman modern ini memang sangat penting bagi remaja bahkan semua kalangan tetapi harus lebih selektif dalam memilih informasi yang ada. Penggunaan media

sosial yang berlebihan juga tidak baik karena dapat menimbulkan dampak negatif bagi penggunanya.

DAFTAR PUSTAKA

Ainah, dkk, 2016, Strategi Guru Pkn Menanamkan Karakter Sopan Santun dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 3 Banjarmasin, Jurnal,

Diunduh di http:ppjp.unlam.ac.id/journal/index.p hp/pkn/article/download/725/631&v ed=0ahUKEwj3m5iQnrTQAHXLK o8KHZSxAXEQFggcMAA&usg=A FQJCNGTwRszYjYala6xmwWrMz GFOW3oEQ&sigV_LGN3_zyEa0e SCBm2QWLw, tanggal 05 November 2016

Junaedi, Iskandar, 2011, Mencetak Anak Unggul, Yokyakarta: CV Andi Offset

Komari, 2016, Tak Punya Uang Jajan, ABG Curi Aki Truk, Lamongan, MEMORANDUM

Rusmini, 2012, Peran Guru dalam Menanamkan Karakter Sopan Santun Siswa di SDN Teluk Dalam 12 Banjarmasin, Skripsi, Diunduh di

https://www.google.co.id/url?sa=t&url? sa=t&source=web&rct=j&url=http://do wnload.portalgaruda.org/article.php%3F article%3D96057%26val%3D5072&ve d=0ahUKEwjW3fyjzfQAhVErl8KHTN ACUMQFggcMAA&usg=AFQjCNFbw GHxsQbh3Wr1nG6wOAu86EROAA& sig2=TY9-Qd3-Us4lqKwlt_TEEQ tanggal 17 November 2017

Setiadi, Ahmad, 2016, Pemanfaatan Media Social Untuk Efektifitas Komunikasi, Jurnal, Diunduh di

http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.ph p/cakrawala/article/download/1283/105 5

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 120

Sugeng, Anang, 2016, Pengaruh Media Sosial Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Di Indonesia, Skripsi, Diunduh di http://www.jurnal- unita.org/index.php/publiciana/article/vi ewFile/79/73

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 121

PENGUNAAN METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN

KEMAMPUAN MENGIMPLEMENTASI MATERI