Sri Utami1), Ratna Nurdiana2), Ninies Eryadini3), Abd. Ghofur4) 1Mahasiswa, STKIP PGRI Lamongan
Email: [email protected]
2Dosen Pembimbing Pertama Tugas Akhir, STKIP PGRI Lamongan Email: [email protected]
3Dosen Pembimbing Kedua Tugas Akhir, STKIP PGRI Lamongan Email: [email protected]
4Dosen Pembimbing MK Seminar, STKIP PGRI Lamongan Email: [email protected]
ABSTRAK
Metode Demonstrasi dengan Kartu Aksi adalah teknik mengajar yang memperagakan suatu barang atau alat yang menggunakan kain flanel ditempelkan dipapan yang ukurannya sama dengan kertas karton, setiap transaksi di tulis di potongan karton dan ditempelkan di flanel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif . Metode pembelajaran ini di terapkan di kelas XI SMK NU 2 Glagah dengan melibatkan seluruh siswa yang berjumlah 20 orang di Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes, metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Hasil observasi selanjutnya pada siklus 1 hasil yang di dapatkan 50% baik sisanya masih ada kekurangan diantaranya penerapan pendekatan Kartu Aksi masih kurang maksimal, masih kurang menstimulus dan kurang menggugah semangat siswa sehingga diperlukan upaya pada siklus II.Pada siklus II hasil yang didapatkan 100% dengan menggunakan upaya membangkitkan aktifitas siswa terutama dalam hal bertanya dan mengemukakan pendapat, menggunakan media pembelajaran yang menarik suapaya pembelajaran menyenangkan.
Kata Kunci: Metode Demonstrasi, Kartu Aksi
ABSTRACT
The Demonstration Method with the Action Card is a teaching technique that demonstrates an item or device that uses flannel cloth attached to a platform the same size as cardboard, every transaction is written on a piece of cardboard and affixed to the flannel. This study uses a descriptive approach. This learning method is applied in class XI SMK NU 2 Glagah by involving all 20 students in Glagah Subdistrict, Lamongan Regency. Data collection was carried out using tests, observation methods, interview methods and documentation methods. The results of subsequent observations in cycle 1 results obtained 50% of the remainder there are still shortcomings, among others, the application of the Action Card approach is still less than optimal, still less stimulating and less arousing students' enthusiasm so that efforts are needed in the second cycle. use efforts to arouse student activities, especially in terms of asking and expressing opinions, using interesting learning media for fun learning.
Keywords: Demonstration Method, Action Card
PENDAHULUAN
Dalam situasi masyarakat yang selalu berubah, idealnya pendidikan tidak hanya berorientasi pada masa lalu dan masa kini, tetapi sudah seharusnya
merupakan proses yang mengantisipasi dan membicarakan masa depan. Salah satu masalah pokok dalam pembelajaran pada pendidikan formal (sekolah) dewasa ini adalah masih rendahnya daya serap peserta
Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 94
didik. Hal tersebut disebabkan proses pembelajaran yang didominasi oleh pembelajaran yang tradisional sehingga siswa menjadi pasif. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar yang pembelajaran berorientasi pada pembelajaran yang semula berpusat pada guru (teacher centered) beralih berpusat pada murid (student centered), (Burrowes, 2003). Dengan diterapkan pendekatan pembelajaran yang modern, proses pembelajaran lebih variatif, inovatif, dan kontruktif, serta memberikan motivasi dan bimbingan kepada siswa sehingga dapat mengembangkan dan meningkatkan potensi, aktivitas serta kreativitas peserta didik. Karena menurut (Syaiful Sagala, 2010:215) tujuan pengajaran menggu- nakan metode demonstrasi adalah untuk memperlihatkan proses terjadinya suatu peristiwa sesuai dengan materi ajar agar siswa dengan mudah untuk memahaminya.
Penelitian ini akan memberikan jawaban : 1) Bagaimana penerapan metode Demonstrasi Kartu Aksi kelas XI di SMK NU 2 Glagah? 2) Bagaimana kemampuan menyusun laporan keuangan kelas XI di SMK NU 2 Glagah? 3) Apakah penerapan metode demonstrasi Kartu Aksi dapat meningkatkan kemampuan menyusun laporan keuangan kelas XI di SMK NU 2 Glagah?
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif yang didefinisikan sebagai suatu penelitian tindakan (action researh) yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti dikelasnya atau bersama-sama dengan orang lain (kolaborasi) dengan jalan merancang, melaksanakan dan merefleksi tindakan secara kolaboratif dan partisipatif yang berjuang untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu (kualitas). Karena menurut Kunandar proses pembelajaran dikelas dilakukan melalui tindakan (tretmen) tertentu didalam suatu siklus. (Kunandar, 2008:45).
Penelitian Tindakan Kelas terdapat empat tahap: Tahap 1: Menyusun Rencana Tindakan (Planning). Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Seperti telah disampaikan di muka, bahwa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi maka peneliti minta masukan dari guru, kepala sekolah dan teman sejawat. Tahap 2: Pelaksanaan Tindakan (Acting) dari penelitian tindakan kelas adalah pelaksanaan yang merupakan imple- mentasi atau penerapan isi rancangan, yaitu melakukan tindakan kelas. Tahap 3: Pengamatan (Observing), yaitu kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti.
Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 95
Sebetulnya sedikit kurang tepat kalau pengamatan ini dipisahkan dengan pelaksanaan tindakan karena seharusnya pengamatan dilakukan pada waktu tindakan sedang berlangsung. Jadi, keduanya berlangsung dalam waktu yang bersamaan. Tahap 4: Refleksi (Reflecting) merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. (Arikunto 2008:16).
Pendekatan deskriptif ini bukan hanya mengajukan data apa adanya melainkan juga berusaha menginter- prestasikan kolerasi sebagai faktor yang ada yang berlaku meliputi sudut pandang atau proses yang sedang berlangsung.
Menurut Hidayat, “penelitian deskriptif
merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menemukan pengetahuan yang seluas-luasnya terhadap objek
penelitian pada suatu masa tertentu”.
(Hidayat, 2010).
Penelitian ini dilaksanakan di SMK NU 2 Glagah dengan tujuan untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas yang dialami langsung dalam interaksi antara guru dan siswa yang sedang belajar, meningkatkan profesionalisme guru, dan menumbuhkan budaya akademik dikalangan para guru.
Metode Demonstrasi dengan “Kartu Aksi” (Kartu Akuntansi) adalah teknik
mengajar yang memperagakan suatu barang atau alat yang menggunakan kain
flanel ditempelkan dipapan yang ukurannya sama dengan kertas karton, setiap transaksi di tulis di potongan karton dan ditempelkan di flanel tersebut.
Adapun langkah-langkah menggu- nakan Metode Demonstrasi dengan “Kartu
Aksi”
a. Guru menyampaikan tujuan pembe- lajaran
b. Guru menjelaskan materi tentang menyusun laporan keuangan perusa- haan jasa menggunakan media kartu akuntansi
c. Guru menjelaskan tata cara penggu- naan Kartu Aksi kepada siswa:
1) Guru menunjukkan potongan- potongan bertuliskan bukti transaksi kepada siswa.
2) Guru menerangkan tata cara penempelan pada kain fanel tersebut d. Siswa dibagi menjadi 4 kelompok yang
terdiri dari 5 orang
e. Guru membentuk ketua kelompok berdasarkan kelompoknya masing- masing
f. Setiap kelompok diminta mengambil kartu gambar tempel dengan benar kemudian mengelompokkan kartu gambar tempel tersebut berdasarkan penyusunan siklus akuntansi peru- sahaan jasa
g. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya didepan kelas dan kelompok lain mengomentari jawaban
Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 96
setiap kelompok yang tampil dengan dibimbing oleh guru
h. Guru membagikan soal evaluasi kepada siswa
i. Guru bersama siswa melakukan refleksi mengenai materi yang telah diajarkan
j. Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai pembelajaran yang telah dilaksanakan k. Guru menutup pembelajaran
HASIL PENELITIAN SIKLUS I dan SIKLUS II
Hasil observasi pada siklus 1 pengamatan aktivitas guru pada proses pembelajaran dengan menggunakan Media Kartu Aksi tampak bahwa jalannya kegiatan pembelajaran masih ada kelemahan yakni kategori kurang baik artinya guru kurang menguasai pembelajaran yang kontekstual, selanjutnya hasil pengamatan siswa pada proses pembelajaran dengan menggunakan Media Kartu Aksi tampak bahwa jalannya kegiatan pembelajaran masih ada kelemahan yakni kategori kurang baik siswa kurang paham terhadap penyusunan laporan keuangan dan pada hasil pengamatan terhadap kemampuan menyusun laporan keuangan siswa pada siklus 1 dan aktivitas siswa pada proses pembelajaran dengan menggunakan Metode Demonstrasi dengan Kartu Aksi
tampak bahwa masih ada beberapa kelompok yang tidak memahami materi sebelum mengerjakan Kartu Aksi.
Hasil observasi pada siklus II pengamatan aktivitas guru pada proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran Kartu Aksi (Kartu Akuntansi) tampak bahwa jalannya pembelajaran sudah menunjukkan pening- katan yakni kesemuanya sudah menun- jukkan kategori baik dan sangat baik serta di peroleh rata-rata 3,6 yang berarti kategori sangat baik. Jadi jalan pembelajaran sudah sesuai dengan yang diharapkan, selanjutnya hasil pengamatan aktivitas siswa pada proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembe- lajaran Kartu Aksi tampak menunjukan yang baik yakni semuanya menunjukkan kategori baik dan sangat baik dengan rata- rata 3,6 yang berarti kategori sangat baik selanjutnya aktivitas siswa pada proses pembelajaran dengan menggunakan Metode Demonstrasi dengan Kartu Aksi tampak bahwa sebagian besar kelompok sudah memahami materi sebelum mengerjakan Kartu Aksi sehingga jalalannya pembelajaran sudah menun- jukkan peningkatan sangat baik.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian tindakan kelas ini, dapat disimpulkan bahwa Penerapan
Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 97
metode demonstrasi dengan Kartu Aksi dapat meningatkan kemampuan menyusun laporan keuangan kelas XI di SMK NU 2 Glagah
Penelitian ini penulis laksanakan dalam 2 siklus dengan hasil yang terus mengalami peningkatan. Yakni dari pengelolaan pembelajaran dapat diketahui bahwa pengelolaan pembelajaran oleh guru dengan penerapan Metode Demonstrasi dengan Kartu Aksi dapat dilaksanakan dengan baik. Demikian juga tentang kemampuan menyusun laporan keuangan siswa dengan penerapan Metode Demonstrasi dengan Kartu Aksi juga dapat dikategorikan baik. Jadi dengan dua siklus penelitian ini diakhiri karena apa yang diharapkan telah tercapai yaitu pada siklus 1 diperoleh rata-rata 67,65 dengan 5 siswa atau 25% kategori sangat tinggi, 13 siswa atau 65% kategori tinggi dan 2 orang siswa atau 10% kategori sedang. Sedangkan pada siklus II meningkatnya rata-rata menjadi 67,65, dengan 11 siswa atau 55% kategori sangat tinggi dan 9 siswa atau 45% dengan kategori tinggi. Namun demikian, siswa tetap perlu ditumbuhkan semangat dan gairah belajar serta
kemampuan menyusun laporan keuangan dengan kartu aksi melalui kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga siswa dapat meraih prestasi setinggi-tingginya.
DAFTAR PUSTAKA
Syaiful Sagala, 2010, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Alfabeta
Hidayat, 2010. Metode Penelitian dan Teori Komunikasi, Malang: UMM Press
Arikunto, 2008, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara
Kunandar, 2008, Proses Pembelajaran, Bandung
Burrowes, 2003, Pembelajaran berfokus pada guru,
Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 98