Silvi Ana Suvlah1), Ahmad Sidi2), Abd. Ghofur3), Nur Fithria Wiji Astutik4)
1Mahasiswa, STKIP PGRI Lamongan
Email: [email protected]
2Dosen Pembimbing Pertama Tugas Akhir, STKIP PGRI Lamongan
Email: [email protected]
3Dosen Pembimbing Kedua Tugas Akhir, STKIP PGRI Lamongan
Email: [email protected]
4Dosen Pembimbing MK Seminar, STKIP PGRI Lamongan
Email: [email protected]
ABSTRAK
Upaya meningkatkan kemandirian belajar siswa menekankan pada aktifitas dalam belajar yang penuh tanggungjawab atas keberhasilan dalam belajar. Siswa yang memiliki kemandirian yang kuat tidak akan menyerah. Sikap kemandirian dapat ditunjukkan dengan adanya kemampuan dapat menyelesaikan masalah seperti, kesulitan dalam belajar, terkadang merasa malas, kurangnya semangat dalam belajar serta kurangnya percaya diri. Hal tersebut mendorong penulis untuk membuktikan dugaan terkait pengaruh antara konformitas teman sebaya terhadap kemandirian belajar siswa. Dengan kemandirian yang dimiliki, akan menjadikan anak sukses dalam meniti pendidikan. Bahwa sikap mandiri akan membawa anak didik pada sebuah kesuksesan selama menempuh jenjang pendidikan. Di lembaga sekolah, mereka dilatih dan dibina secara mental dan fisik agar menjadi pribadi yang siap berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) pada masa depan dan tentunya diimbangi dengan bekal ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dapat diandalkan untuk membuktikan bahwa anak didik tersebut memiliki potensi. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa MTs Mambaul Ulum Janggan sebanyak 44 siswa. Sedangkan dari 44 siswa tersebut penulis tidak menggunakan sampel pengumpulan data dilakukan dengan instrumen angket penelitian. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah siswa MTs. Mambaul Ulum Janggan Tahun 2018. Sebanyak 44 siswa sebagai responden pengumpulan data dilakukan dengan instrumen angket penelitian.
Kata Kunci: Konformitas Teman Sebaya, Kemandirian Belajar
ABSTRACT
Efforts to improve learning independence of students emphasize activities in learning that are full of responsibility for success in learning. Students who have strong independence will not give up. The attitude of independence can be demonstrated by the ability to solve problems such as, difficulties in learning, sometimes feeling lazy, lack of enthusiasm in learning and lack of confidence. This prompted the author to prove the allegations related to the influence between peer conformity on student learning independence. With the independence they have, will make the child successful in pursuing education. That an independent attitude will bring students to success during their education. In school institutions, they are trained and nurtured mentally and physically in order to become individuals who are ready to stand on their own feet in the future and of course be balanced with the provision of knowledge and skills that can be relied on to prove that these students have potential. This study uses quantitative design. The population in this study were 44 students of MTs Mambaul Ulum Janggan. Whereas from the 44 students the authors did not use the data collection sample conducted by the research questionnaire instrument. This study uses quantitative design, the population in this study is MTs students. Mambaul Ulum Janggan Year 2018. A total of 44 students as respondents of data collection were carried out by means of a research questionnaire.
Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 168 LATARBELAKANG
Konformitas teman sebaya berfungsi sebagai penyedia informasi mengenai dunia di luar keluarga. Dari kelompok teman sebaya, remaja menerima suatu umban balik tentang potensi yang ia miliki, dan belajar mengenai apakah perilakunya lebih baik, sama baiknya, atau bahkan lebih buruk dari remaja lainnyaMenurut Mukhoyyaroh (2014) Mengatakan bahwa konformitas pada teman sebaya meliputi penampilan, minat, sikap pembicaraan, serta perilaku.
Dalam proses pembelajaran tersebut, membantu siswa untuk mengembangkan diri sendiri dengan cara membantu masing-masing individu untuk mengenal diri kita sendiri dan membantu dalam mewujudkan semua potensi yang ada dalam diri. Kemandirian menekankan pada aktifitas siswa dalam belajar yang penuh tanggung jawab atas keberhasilan dalam belajar. Siswa yang memiliki kemandirian yang kuat tidak akan menyerah. Sikap kemandirian dapat ditunjukkan dengan adanya kemampuan dapat menyelesaikan masalah seperti, kesulitan dalam belajar, terkadang merasa malas, kurangnya semangat dalam belajar serta kurangnya percaya diri.
Teman sebaya dapat membentuk
pola kebiasaan “ketergantungan” pada kelompok, tidak mandiri ikut arus mayoritas dan kurang rasa percaya diri
serta kurang kreatif dapat menjadi suatu kecenderungan dan juga sekaligus keter- gantungan. Konformitas teman sebaya meliputi penampilan, minat, sikap, pembi- caraan, serta perilaku.
Kondisi nilai kemandirian belajar siswa yang ada di Mts. Mambaul Ulum Janggan pada umumnya bervariasi, ada siswa yang memiliki nilai kemandirian sangat tinggi dan ada pula yang rendah. Layanan bimbingan kelompok dapat di asumsikan tepat dalam membantu mening- katkan nilai kemandirian belajar siswa. Penelitian ini menggunakan jawaban 1) Bagaimana konformitas teman sebaya siswa di siswa di Mts. Mambaul Ulum Janggan? 2) Bagaimana kemandirian belajar siswa di Mts. Mambaul Ulum Janggan? 3) Bagaimana korelasi antara konformitas teman sebaya terhadap kemandirian belajar siswa Mts. Mambaul Ulum Janggan?
METODE PENELITIAN
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Angket, dimana peneliti menyebarkan kuesioner yang diberikan kepada responden.. Jumlah responden sebanyak 44 siswa. Angket yang dibagikan dalam bentuk pertanyaan merupakan angket tertutup, dimana dalam angket tersebut sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih jawaban yang
Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 169
sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Selain wawancara metode yang digunakan untuk melengkapi data yang dihasilkan oleh angket. Wawancara yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur. Dalam wawancara ini akan difokuskan kepada siswa Mts. Mambaul Ulum tahun 2018. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis data dengan menggunakan statistik inferensial, hipotesis asosiatif untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara konformitas teman sebaya terhadap kemandirian belajar siswa dengan memakai rumusan teknik korelasi product moment dengan rumus sebagai berikut:
Keterangan
n = BanyaknyaPasangan data X dan Y
Σx = Total JumlahdariVariabel X
Σy = Total JumlahdariVariabel Y
Σx2 = Kuadratdari Total JumlahVariabel X
Σy2 = Kuadratdari Total JumlahVariabel Y
Σxy = HasilPerkaliandari Total Jumlah Variabel X danVariabel Y
(AnasSudijono, 2014: 206)
PEMBAHASAN
Konformitas Teman Sebaya
Konformitas teman sebaya adalah berfungsi sebagai penyedia informasi mengenai dunia di luar keluarga. Dari kelompok teman sebaya, remaja menerima suatu umban balik tentang potensi yang ia miliki, dan belajar mengenai apakah perilakunya lebih baik, sama baiknya, atau bahkan lebih buruk dari remaja lainnya. Menurut Prayitno Konformitas adalah pengaruh sosial dalam bentuk penyamaan pendapat atau pola tingkah laku seseorang terhadap orang lain yang mempengaruhinya. Konforimtas teman sebaya melakukan hal yang sama dengan orang lain sesuai dengan norma norma, selera, pendapat, penataan, dan sebagainya yang bersifat behavioral dalam sebuah yang didalamnya seseorang mengasumsikan dirinya sebagai anggotanya (Richard, 2010:64).
Kemandirian belajar yaitu sikap penting yang harus dimiliki seseorang supaya mereka tidak selalu bergantung dengan orang lain. Sikap tersebut bisa tertanam pada diri individu sejak kecil. Di sekolah kemandirian penting untuk seorang siswa dalam proses pembelajaran. Pada bidang pendidikan sering disebut dengan kemandirian belajar. Sikap ini diperlukan setiap siswa agar mereka mampu mendisiplinkan dirinya dan mempunyai tanggung jawab. Kemandirian
Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 170
adalah usaha untuk melepaskan diri dari orang tua dengan maksud untuk menemukan dirinya dengan mencari identitasnya, yang merupakn proses perkembangan kearah individualitas yang mantap dan berdiri sendiri (Desmita,
2011). Adapun Faktor yang
Mempengaruhi Kemandirian Belajar Menurut Nursiti, kemandirian belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor yang terdapat didalamnya sendiri (faktor endogen) dan faktor faktor yang yang terdapat diluar dirinya (faktor eksogen).
Menurut (Abd.Ghofur) Setiap anak akan bertindak sebagaimana apa yang ia lihat ia dengar dan ia rasakan ketika sianak berkata kotor dan jorok, berarti ia mendengar sekelilingnya mengucapkan hal itu. Jika sianak berperilaku kasar berarti dia belajar hal tersebut dari apa yang ia rasakan. Artinya bahwa setiap anak akan meniru informasi baik verbal maupun non verbal apa yang ia alami.
Tabel 1. Interprestasi Angka Indeks Korelasi “r” Product Moment
Sumber: Anas Sudjiono, 2014: 193
Berdasarkan hasil perhitungan dengan rumus korelasi product moment, maka diperoleh r hitung atau rxy = 1303,8 Peneliti tidak menggunakan sampel untuk uji kuesioner sebanyak 44 responden
Tabel 2. Taraf Signifikasi Variabel X dan Y
Sumber: AnasSudjiono, 2014: 201
Berdasarkan hasil perhitungan dengan rumus korelasi product moment, maka diperoleh r hitung atau rxy = 1308,8 Peneliti dengan menggunakan sampel untuk uji kuesioner sebanyak 44 responden dengan signifikansi 5% dari sini di dapat nilai df = n-2, df = 44 – 2 = 42. Cara membaca tabel r nya, kita lihat tabel r product moment pada sinifikansi 5%, didapatkan angka r tabel = 0,207. Dengan demikian dapat diketahui bahwa ternyata r tabel lebih kecil dari r hitung pada taraf signifikansi 5% dan 1%, maka koefisien korelasi tersebut dinyatakan signifikan antara variabel X dan variabel Y. Untuk dapat mengetahui ditolak atau diterimanya suatu hipotesa penelitian, maka penulis
Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 171
dapat memberikan beberapa kriteria: 1) Jika r hitung > r tabel 5%, maka Hipotesis Nihil (Ho) ditolak dan diterima Hipotesis Alternatif (Ha). 2) Jika r hitung < r tabel 5%, maka Hipotesis Nihil (Ho) diterima dan ditolak Hipotesis Alternatif (Ha).
Dari hasil analisis yang diperoleh dari data angket diketahui bahwa nilai r hitung lebih besar dari pada r tabel pada taraf signifikansi 5% atau 1303,8> 0,433, koefisien korelasi tersebut signifikan artinya ada pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat, karena rxy signifikansi maka dapat disimpulkan bahwa: hipotesa yang berbunyi ada pengaruh kondisi sosial ekonomi orangtua terhadap keterampilan afektif siswa MTs Mambaul Ulum Janggan diterima.
KESIMPULAN
Kemandirian belajar siswa menekankan pada aktifitas dalam belajar yang penuh tanggungjawab atas keber- hasilan dalam belajar. Siswa yang memi- liki kemandirian yang kuat tidak akan menyerah. Sikap kemandirian dapat ditun- jukkan dengan adanya kemampuan dapat menyelesaikan masalah seperti, kesulitan dalam belajar, terkadang merasa malas, kurangnya semangat dalam belajar serta kurangnya percaya diri. Adapun faktor yang mempengaruhi kemandirian siswa bersumber dari konformitas atau kelompok teman sebayanya
Dari hasil analisis yang diperoleh dari data angket diketahui bahwa nilai r hitung lebih besar daripada r table pada taraf signifikansi 5% atau 0,207< 0,304, koefisien korelasi tersebut signifikan artinya ada pengaruh antara variable bebas dan variable terikat, karena rxy signifikansi maka dapat disimpulkan bahwa: hipotesa yang berbunyi ada korelasi antara konformitas teman sebaya terhadap kemadirian belajar siswa Mts. Mambaul Ulum Janggan kec, turi diterima. Ini berarti semakin tinggi konformitas teman sebaya maka semakin rendah kemadirian belajar siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Desmita, (2011). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosda. Karya Offset. Djaali.
Mukhoyyaroh, (2014). Psikolgi Keluarga. Surabaya : UIN Sunan Ampel Press
Nur,Siti, (2012). Perancangan Vidio Stop Motion Sebagai Media Promosi Candi Ciwa Batujaya Karawang. Laporan Tugas Akhir. Jurusan Desain Komunikasi Visual.
Richard, (2010:64). Era Baru Manajemen, Edisi 9, Buku 2, Salemba Empat. Jakarta.
Sugiyono, 2010, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualiatif, dan R&D, Bandung: CV Alfabeta
Suharsaputra, (2012). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan Tindakan. Bandung: PT.
Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 172
Sukmadinata, 2009, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 173