• Tidak ada hasil yang ditemukan

INOVASI PEMBELAJARAN UNTUK MEMBERI MAKNA SERTA MENGUBAH PERILAKU DAN DAYA PIKIR PESERTA DIDIK

Ahmad Sidi STKIP PGRI Lamongan

Email: [email protected]

ABSTRAK

Inovasi pembelajaran berarti pembaharuan atau penemuan baru dalam dunia pembelajaran, untuk kemajuan pendidikan, yang disampaikan dalam dunia pendidikan untuk memberi makna agar lebih memiliki arti penting, mengadakan perubahan prilaku yang sejujur-jujurnya, dan setulus-tulusnya yang mempunyai daya nalar, yang memiliki inspirasi dan daya pikir tinggi, yang dapat menjunjung harkat dan martabat manusia peserta didik, pembelajaran harusnya memberi makna yang lebih dalam dan lebik baik, guru hanya sebagai mediator dan motivator, guru bukan merupakan pusat pembelajaran,yang jadi pusat pembelajaran adalah siswa. Guru dan siswa peserta didik perlu membuat alat-alat pembelajaran serta alat-alat peraga yang berguna bagi peningkatan pembelajaran, kreativitas diperlukan, bukan karena keterbatasan dana dari pemerintah. Disamping hal tersebut di atas siswa mendiskusikan materi agar mempunyai wawasan yang luas bisa memberi masukan, punya leberanian mengemukakan pendapat ide yang dapat dituangkan, memiliki kepercayaan diri, pantang menyerah, akhirnya anak memiliki daya Piikir dan daya nalar yang kuat, cara berfikir logis dan kritis, serta ulet dalam pandangan, berpendapat, guru diharapkan dapat mengubah prilaku dan daya pikir peserta didik, dalam memaknai sesutu. Guru bisa beradaptasi dengan lingkungan, dan memasuki globalisasi yang sarat tantangan dan persaingan. Guru mampu memerankan sebagai fasilitatator pembelajaran, terdapat beberapa faktor yang harus difahami peserta didik, yaitu kemampuan, potensi, minat, hobi, sikap, kepribadian,kebiasaan, kesehatan, disamping itu guru harus memperhatikan perbedaan peserta didik. Sehingga guru dengan berbagai metode mengajar.

Kata Kunci: Innovasi Pembelajaran, Daya Pikir Siswa

PENDAHULUAN

Mengenai pentingnya belajar secara terus menerus dalam organisasi (Organi- zational learning), untuk kemajuan Pendididkan, agar organisasi tersebut terus berkembang dan berubah lebih maju, karena organisasi tersebut berhadapan dengan hal-hal baru, masyarakat terus menerus belajar untuk mengikuti perkembangan ilmu dan tehnologi, berarti menggunakan sistem thingking, memen- tingkan pengusaan personal terhadap hidup seseorang, membawa apa yang disebut sebagai mental modal, membagi misi bersama , memfasilitasi belajar dalam

tim (team learning). Lima hal tersebut disebut disiplin oleh (Peter M. Senge dalam H.A.R. Tilaar 2004:33) jadi prinsip belajar secara terus-menerus sampai masuk keliang lahat, belajar adalah tidak pernah selesai dimana saja berada, kapan saja untuk bekal hidup, agar tidak ketinggalan dengan orang lain, dengan organisasi lain, dengan negara lain, untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan serta mengejar kemajuan ilmu dan teknologi agar tidak tertinggal dengan kemajuan, sehingga dimata dunia kita mempunyai derajat dan martabat yang sama. Dan menurut Rogers shomaker

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 70

(1971) 20 Januari 2016 dikatakan pula bahwa innovasi adalah dapat dimaknai sebagai suatu ide, produk, informasi teknologi, kelembagaan, prilaku, nilai- nilai, atau praktek-praktek baru yang belum banyak diketahui, dan digunakan /diterapkan oleh sebagaian besar warga masyarakat yang dapat mendorong terjadinya perubahan yang lebih baik.

Untuk mengubah kehidupan serta martabat dan prilaku manusia tidak lain dan tak bukan hanyalah tingkat pendidikan, tingkat pendidikan manusia yang dapat menambah daya pikir dan daya nalar manusia, kerena itu pendidikan dapat menambah pengalaman serta pengetahuan, akhirnya dapat berinovasi, menemukan cara yang terbaik. Makareka yasa pendidikan melalui berbagai penelitian, penemuan untuk mencarai sesuatu, apa saja yang menjadi angan-angan manusia, akan dicoba terus untuk ditingkatkan, mencari bentuk pengalaman yang dapat menambah wawasan serta pengetahuan sehingga dapat mengangkat derajat serta martabat orang, akan menambah kepercayaaan orang lain. seperti Masyarakat Sparta era Yunani Kuno mempunyai keinginginan mutu diri berupa

“kepribadian satria” sedangkan masyarakat

Athena menginginkan warga negaranya

memiliki mutu diri berupa “ kecerdasan”

ini telah ditulis oleh (Arip Rohman dalam bukunya tentang kebijakan pendidikan

tahun 2012: halaman pertama), ini artinya apa, bahwa mutu diri benar-benar dicari setiap orang agar memiliki keunggulan dalam hidupnya.

Dalam agama dikatakan bahwa, keunggulan pribadi yang berupa kepribadian dan kecerdasan ditentukan oleh epat hal, yaitu: Siddik, Amanah, Fathonah, tablig. Apabila keempat hal ersebut bisa terlaksana, dan bisa dijalankan maka akan jadi manusia yang benar-benar brillian dan baik, karena Siddik artinya dapat dipercaya, sampai kapanpun kepercayaan itu merupakan suatu prinsip yang harus dipegang teguh. Amanah artinya orang yang dipercaya tidak pernah meleset sedikitpun, Fathonah artinya; bahwa orang tersebut memiliki kecerdasan yang baik dan benar-benar dipergunakan untuk kebaikan, Tablig artinya dapat menyempaikan sesuatu yang baik pada orang lain baik diminta ataupun tidak diminta oleh orang lain, menyampaikan sesuatu yang terbaik pada siapa saja, pada saat kapan saja, baik diminta maupun tidak diminta, kapan saja, dimana saja berada, konsep hidup ini yang perlu dipertahankan dan perlu dilestarikan.

PEMBAHASAN

Dikatakan oleh (Sutijono, 2011:29,30) bahwa, Pembelajaran Inovatif adalah pembelajaran dimana seorang guru hanya memberikan atau berperan sebagai fasilitator atau mediator, jadi guru bukan

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 71

merupakan pusat penyampai pembe- lajaran (Teacher Center) akan tetapi siswa diberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran yang banyak melibatkan peserta didik dalam mengaksess berbagai ilmu penge- tahuan yang di kaji dalam pembelajaran, sehingga peserta didik dapat meningkatkan pengalamannya dan pemahamannya serta dapat memposisikan dan menganalisis dan mensintensis serta melakukan penilaian terhadap peristiwa belajar dan mene- rapkannya. Sehingga guru hanya bersifat fasilitator saja. Lebih-lebih pembelajaran yang kreatif, maksudnya posisi guru hanya dapat merangsang kreatifitas anak didik untuk mendorong kecakapan berfikir maupun melakukan suatu tindakan. Dan pembelajaran efektif yaitu suatu pembe- lajaran yang dapat memberikan pengelaman baru bagi peserta didik, dan mampu mengantarka tujuan secara optimal, yang dapat melibatkan pada peserta didik dalam pembelajaran. Pembelajaran yang menyenangkan, yaitu pembelajaran dimana guru harus mampu merancang pembelajaran, memilih materi yang tepat, mengembangkan serta melibatkan peserta didik secara maksimal dalam pembelajaran. Jadi keempat kucipok (kunci pokok) tersebut yaitu pengalaman, komonikasi, interaksi, dan refleksi harus benar-benar kompak serta terintegrasi.

suatu bukti nyata bahwa, dengan adanya pergantian beberapa Menteri, telah banyak mengubah Kurikulum Baru dalam Dunian Pendidikan/Penemuan Baru dalam Pembelajaran Kurikulum Pendidikan itu setiap lima tahun sekali diperbaharui, dengan berbagai pertimbangan materi, dengan berbagai pertimbangan alur pikir, dengan berbagai pertimbangan waktu, dengan berbagai pertimbangan logika, masa kini masa sekarang masa yang akan datang, dalam rangka untuk mengejar keterbelakangan, dengan negara-negara lain di dunia yang telah maju, yang menemukan alat teknologi yang canggih, mendongkrak kemajuan, daya pikir pemuda dan pemudi yang merupakan harapan bangsa, yang kita tunggu kehadiran mereka, cipta mereka, rasa mereka, karya-karya mereka, innovasi mereka. Sebab pendidikan ini dapat tumbuh dan berkembang pesat, ditunjukkan oleh karya-karya para pemuda dan pemudi, yang memberi warna serta corak tersendiri bagi bangsa dan hegara. Inilah yang perlu di tumbuh kembangkan oleh guru, dicari sumber pembelarannya dieven-even tertentu, Untuk mengubah prilaku pikir yang positif mereka itu diperlukan individu: cerdas, cerdik dan kreatif, responsip tarhadap tuntutan masyarakat, daya guna, akhlak mulia, supan santun (oleh H.A.R. Tilaar, 2004:195 -201).

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 72

Oleh karena itu Innovasi Pembelajaran harus selalu berubah untuk menambah wawasan untuk menambah kemajuan bangsa, sebab bangsa ini akan kelabu manakala pemuda dan pemudinya tidak mempunyai karya-karya nyata. Bangsa ini dikatakan berkembang dan tampak kemajuan, apabila dapat mendongkrak revolosi mental dimana hati mereka punya semangat yang tinggi untuk memotivasi diri, untuk etos kerja yang dapat berubah dan berkembang yang bisa dijadikan acuan bangsa-bangsa lain di dunia. Revolosi mental adalah perubahan mental secara cepat, ke arah kemajuan ke arah perbaikan mental dengan tepat, prilakunya dapat memberikan teladan yang baik, sehingga membuat teman-teman mereka itu dapat mengikuti prilaku mereka, mainset mereka tergerak untuk melakukan perbuatan terpuji, membawa dampak positif perkembangan anak serta kemajuan anak yang terkini dan kekinian. Sebab yang tidak dapat berubah hanyalah perubahan (Kata Sidi Gazalba), oleh karena itulah untuk mengubah mainset, haruslah diikuti dengan ilmu pengetauan yang cukup memadahi, sehingga dapat menyeleksi mana yang baik dan mana yang buruk untuk perkembangan anak- anak kita dimasa mendatang.

Menumbuhkan kepribadian anak yang baik tidaklah mudah, haruslah dicari solusi yang dapat mengarahkan anak,

pikiran anak, kamauan anak, kemampuan anak untuk kemajuan. Untuk ditanamkan pikiran-pikiran yang positif, yang memungkinkan anak mampu dan mau mengembangkan dan berinnovasi untuk menambah wawasan, kreasi, innovasi yang lebih sempurna, untuk kesempurnaan hidup, seseorang harus mencari solusi, menambah wawasan, penerangan baik yang besifat global maupun maupun yang bersifat sosial. Guru merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan pembelajaran, karena guru bisa mempengaruhi dan mempola anak dalam proses pembelajaran. Tapi guru yang kreatif, dan innovatif itulah guru yang dicari sebab guru tersebut dapat membentuk kompetensi pribadi peserta didik, tapi pembelajaran harus banyak melibatkan peserta didik, agar mereka mampu berekplorasi untuk menggali berbagai potensi peserta didik. Tugas guru tidak hanya menyampaikan informasi kepada peserta didik, jadi harus menjadi fisitator, inovator dan bertugas memberikan kemudahan belajar (Faslitate of learning).agar mereka belajar dalam suasana yang menyenangkan.

Dikatakan oleh E. Mulyasa (2007:255) bahwa, Pembelajaran pada hakekatnya proses interaksi peserta didik dengan lingkungannya, yang diharapkan adalah ada perubahan priliku peserta didik yang asalnya kurang baik maka dengan

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 73

pembelajaran itu maka dapat mengubah prilaku pesarta didik menjadi baik. Dalam perjalanan pembejaran banyak faktor –faktor yang apat mempengaruhi, baik dalam internal peserta didik maupun dari faktor ekternal, keberhasilan proses pemebajaran dapat dipengaruhi oleh guru dalam mengkondisikan lingkungan yang baik, yang dapat mempengaruhi suasana pembelajaran yang memungkinkan. Sumber belajar harus disiapkan yang lebih baik, yang lebih sempurna, yang lebih indah agar anak didik dalam mengikuti pembelajaran dapat santai enak dan dirasakan peserta anak didik dengan efektif, oleh karena itu perlu difasilasi dengan keamanan dengan kenyamanan agar dapat mengikuti pembelajaran dengan senang hati. Sebab dengan senang hati tersebut ilmu pengetahuan akan merasuklah kedalam jiwa anak didik dengan mudah. Sember belajar harus dilengkapi dengan Laboratorium, pusat sumber belajar, perpustakaan yang cukup memadai, tenaga pengelola yang profesional. Selain itu juga harus diperhatikan kwaLitas guru dalam mengarahkan peserta didik, kretifitasnya, berinisiatif, serta innovatifnya. Disamping itu guru harus mempunya kemampuan untuk menciptakan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar yang dapat menyenangkan peserta didik yang lebih efektif.

Membina disiplin kepada anak didik yang bertujuan untuk menemukan jati diri, serta berusaha menciptakan situasi pembelajaran yang kondusip disekitar lingkungan pembelajaran dengan tertib dan menyenangkan. Guru harusnya bisa memberi contoh disiplin, mengubah prilaku peserta didik yang lebih baik yang lebih demokratis sebagaimana tujuan pendidikan nasional. Sedangkan guru hanya tutwuri handayani saja sebagaimana yang telah dikatakan oleh Seolaeman (1985:77) dalam (E.mulyasa 2007;159) bahwa, guru adalah mempunyai fungsi mengemban ketertiban, yang patut digugu dan ditiru dan tidak menaruh sikap yang otoriter. Oleh karena itu pesrta didik harus dibina dengan sebaik-baiknya, sedangkan Yang dapat digunakan membina disekolah antala lain: yaitu kosep diri (Self Consept) konsep ini mempunyai nilai yang sangat penting dalam konsep prilaku, mempunyai komunikasi ketrampilan (Commucation Skills) artinya menerima perasaan dan timbullah suatu dorongan anak didik dalam hal kepatuhan, konsekwen logis dan alami (Natural and logical Consequences) artinya prilaku-prilaku yang salah terjadi karena anak didik telah mengembangkan kepercayaan yang salah terhadap dirinya, klarifikasi nilai (Values Clarification) artinya strategi dilakuakan untuk mem- bantu peserta didik dalam menjawab pertanyaannya sendiri tentang nilai-nilai

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 74

dan membentuk tata nilainya sendiri, Analisis transaksional (transactional analysis) artinya disarankan agar guru belajar sebagai orang dewasa, apabila berhadapan dengan anak didik yang menghadapi masalah, Terapi relalitas (reality therapy) artinya sekolah mengurangi kegagalan dan meningkatkan ketertiban, Disiplin yang terintegrasi (assertiv dicipline) artinya metode pengen- dalian penuh oleh guru untuk mengem- bangkan dan mempertahankan peraturan.

Pengembangan pelaku budaya, adalah manusia sebagi pelaku budaya, tak dapat dibayangkan manusia tanpa budaya dan budaya tanpa manusia. Karena hanya manusia yang dapat menciptakan budaya dan hidup serta dihidupi kebudayaan itu. Pernyataan (Ace Suryadi,1994:194). Di dalam proses membudaya ini sebenarnya terletak pendidikan. Pendidikan berfungsi mengembangkan jenis pelaku budaya: Manusia sadar budaya, Manusia yang membudaya, Manusia sebagai budayawan dalam arti yang lebih luas. Manusia sadar bahwa manusia inten mempunyai akal budinya, yaitu cipta, karsa,rasa,yang hanya dimiliki oleh manusia. Bahwa tingkah laku manusia dan kemungkinan terjadinya strukturisasi dunia pengalaman itu sendiri. Inilah dasar perubahan dan perkembangan kebudayaan. Sisdiknas merupakan pengaturan struktur dunia pengalaman peserta didik. Maka dari itu perlu

diusahakan agar struktur itu mampu merangsang dan serta mengarahkan tingkah laku tingkah laku peserta didik, disamping itu mampu memberi umpan struktur pengamanan itu sendiri. Baik kurikulum nasional maupun kurikulum lokal riil, yang akan dapat merangsang dan menimbulkan kesadaran budaya peserta didik. kurikulum merupakan perekayasaan dan untuk pengembangan kebudayaan.

Manusia yang membudaya, manusia yang sadar budaya merupakan awal yang sadar dari tindakan budaya yang terarah dan kreatif. Tapi diperlukan kebebasan, sebab tanpa kebebasan tidak mungkin orang mempunyai kreativitas mapun bisa berpartisipasi secra nyata. Namun kreativitas itu dapat memberikan andil peluang perubahan, artinya memberikan peluang pengalaman yang bersifat terbuka dan dinamis. Dengan metodologi dapat membuat mereka yasa orang kelakuan manusia, mendidik manusia mencernakan informasi-informasi itu sendiri. Kebu- dayaan bukan merupakan suatu proses yang mati, akan tetapi kebudayaan adalah merupakan sistem yang mampu men- ciptakan kondisi atau mengapre-siasikan budaya nasional, dan menumbuh- kembangkan budaya nasional serta kreativitas. jadi budayawan dalam arti yang luas adalah seorang yang menyadari menjadi terbuka dan dinamis akan nilai- nilai budaya yang lebih bermutu, mereka

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 75

menjadi anutan dan panutan masyarakat, karena kelebihannya mampu mengapre- siasikan dan telah mempunyai kreativitas seperti kehidupan politik, ekonomi, sosialnya, pengetahuan seni dan lain sebagainya. Dalam sisdiknas telah dikatakan bahwa para pendidik adalah budayawan. Budayawan adalah ikut mengukir sejarah ikut mempengaruhi tumbuh kembangnya budaya nasional yang sehat, suksesnya pembangunan kita berarti suksesnya badayawan kita. Pada kesimpulannya bahwa pendidikan dan kebudayaan terdapat interakti, pada proses pendidikan pada intinya adalah proses pembudaya demikian juga proses pembudaya adalah pembangunan keber- samaan manusia, pendidikan memberi nilai yang tinggi pada taraf kebebasan manusia, kreativitas keunggulan dalam proses belajar mengajar.( Dakatakan oleh AC. Suryadi 1994:198)

Pendidikan berpusat pada anak dan masyarakat (Child and society Centered Education), suatu gerakan pendidikan itu tertuju pada anak dan pada masyarakat, dalam pendidikan dituntut aktivitas dan kreativitas anak, dan bukan sekedar menghafal yang kurang menekankan pada pada progressif individu. Progressiv menentang kehidupan masyarakat otoriter. Sistem kehidupan yang dapat menunjang tujuan tersebut adalah sistem pendidikan yang demokratis, kekuasaan tidak

bersember dari negara, melainkan bersumber dari rakyat sendiri. Pendidikan demokratis berpusat pada individu tetapi juga yang arahkan kepada kemaslahatan hidup bersama, inilan prinsip pendidikan yang terpusat pada anak dan pada masyarakat (Child and society Centered Education). Berbeda dengan pendidikan yang tidak mengahargai anak dan anak dianggap sebagai orang dewasa dalam bentuk kecil ditinggalkan oleh gerakan pendidikan progresif. Namun berbeda dengan pendapat romantisme Russeau yang menempatkan anak sebagai pusat segala-galanya, seperti yang dituturkan dalam Buku Emile dimana manusia dikembangkan secara alamiah. Seperti Pandangan Progresivesme bahwa manusia bukan makluk Solitaire. Manusia akan menjadi manusia didalam kebersamaan dengan sesama manusia. Bahwa pendidikan haruslah menghormati anak sebagai kebutuhan anak sebagai minat pribadi dan sekaligus pendidikan anak diarahkan sebagai kehidupan sosial atau kehidupan bersama. Manusia tidak bisa lepas dari kehidupan bersama masyarakat, dan kebudayaannya. Masyarakat dan kebudayaan itu adalah itulah hasil manusia itu sendiri (Progressif). proses pendidikan disekolah adalah suatu proses demokrasi yang mempersiapkan pribadi mandiri.( Ole H.A.R. Tilaar:2006;127)

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 76

Masyarakat ingin maju berkembang yang lebih bak, keinginan tersebut diupayakan oleh berbagai cara, salah satu diantaranya ialah melalui pendidikan. Pendidikan merupkan salah satu pilihan untuk memperoleh kemajuan (Mode of getting forward). Untuk memperoleh merebut kapasitas dan kapabilitas diri yang diharapkan. Misalnya masyarakat Sparta era Yunani Kuno melalui Pendidikan

berupa “KepribadianSatria”, sedangkan

masyarakat Athena menginginkan warga negaranya ingin memiliki mutu diri

berupoa ’Kecerdasan’ oleh MJ. Langevel

diistilahkan dengan Kedewasaan (oleh Arif Rohman:2012:1). Keduanya mengi- nginkan kemajuan secara spiritual dan konseptual yang maksimal, memang itu kebutuhan hidup masyarakat yang bersusial ingin maju secara terus-menerus berkelanjutan, itu masyarakat manapun ingin berkembang, ingin menunjukkan kemampuan (kapabelitas). Demensi yang melekat pada diri manusia tersebut mencakup individualitas, sosialitas, rasionalitas, religiusitas, dan moralitas. Oleh Andi Makula juga ditambahkan bahwa pelaksanaan pendidikan selalu ditentukan oleh corak ideologi suatu negara. Dalam konteks ini, ideologi dimaksudkan sekumpulan ajaran ( the body of doctrine), mitos, simbul-simbul, dan lain yang berbentuk nilai –nilai bagaimana sebuah cita-cita sosial (sosil

ideal) hendak diwujudkan. Adapun lembaga-lembaga pendidikan yang ada adalah salah satu alat untuk mewujudkan cita-cita sosial tersebud.Dan dalam Undang-Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Undang- Undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikdn Nasional BAB IV GURU Bagian kesatu Kualifikasi, Kompetensi,dan Sertifikasi pasal 8, 9, dan 10, sebagaimana terurai sebagai berikut: Bahwa dalam Pasal 8 Guru wajib memiliki kwalifikasi akademik, kompe- tensi, Sertifikasi pendidik,sehat jasmani dan rahani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pasal 9, Kualisi akademik sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana dan program diploma empat. Pasal 10 ayat (1) Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompe- tensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi, pasal 10 ayat (2) Kompetensi lebih lanjut mengenai kompetensi guru, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

Seperti dikatakan oleh Ulrich Beck dalam H.A.R.Tilaar 2004:15 bahwa, masa depan adalah masa yang penuh dingan lika-liku kehidupan,mengapa dikatakan

Prosiding Semnas Pendidikan: Inovasi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 77

lika –liku karena banyaknya tantangan membuat hidup ini penuh dengan resiko. Karena banyaknya hambatan yang menghalangi manusia dalam berkiprah terdapatlah Pameo yang mengatakan bahwa orang jawa adalah orang yang lemah lembut pribadinya (perangainya) bahkan seantero Dunia, merupakan ciri orang yang tradisional. Tapi orang tradisional adalah orangnya yang hidupnya mengalami ketenangan, stabil , dan terkontrol, tapi tertutup. Tetapi masyarakat tradisional mengalami berantakan dise- babkan perpindahan perubahan kema- syarakat industri, pada saat revolosi industri di abad ke 18 diEropah. Muncullah perubahan besar seperti apa katakan Ulrich Back sebagai gelombang besar yang pertama. Menyerap tenaga kerja baru disamping pertanian. Perubahan tersebut dalam ruang lingkup negara dan bangsa (Nation Statte).seperti apa yang telah dikatakan Ulrich Beck terbut meliputi; Globalisasi, individualisme, revolosi gender, pengangguran, resiku global kerena krisis dan krisisi monerter seperti tahun 1997, golombang kedua ini disebut masyarakat yang penuh resiko (risk cociety). Oleh sebab itu perubahan itu ada dampak yang dapat mempengaruhi manusia dalam membawa kearah kemajuan, itu pasti terdapat kebaikan dan keburukan.Ini merupakan innovasi pembe- lajaran manusia, belajar dari berbagai

peristiwa penting dalam kehidupan manusia.

Dalam pembelajaran guru harus berusaha melakukan suatu kegiatan seperti: mengurangi metode ceramah, memberikan tugas yang berbeda bagi setiap peserta didik,mengelompokkan peserta didik berdasarkan kemampuan sesuai dengan mata pelajaran, memo- difikasi dan memper kaya dalam bahan pembelajaran, melayani secara spesialis kepada peserta didik yang terdapat kelainan, melakukan prosedur yang berlainan dan penilaian maupun dalam laporan, mengingat bahwa peserta didik tidak mempunyai kesamaan dalam kecepatan berfikir, seperti anak didik mempunyai kemampuan masing-masing, mengusahakan keterlibatan peserta didik dalam berbagai kegiatan pembelajaran. Guru yang berhasil mengajar perbedaan tersebut biasanya mau mengadakan: observasi peserta didik dalam berbagai situasi baik dikelas maupun diluar kelas, menyediakan waktu mengadakan perte- muan dengan peserta didik. sebelum ,selama, dan setelah pembelajaran. Seperti dalam bab IV pasal 8 dan pasal 10, Undang-Undang Republik Indonesia telah dinyatakan bahwa Guru wajib memiliki