4 Lembar Kerja # 3
4. Berdoa bagi sesama dan gereja
Allah inginkan kita berdoa bagi sesama dan melalui doa itu, membawa berkat dan perlindungan Tuhan Yesus Kristus ke dalam hidup sesama. Paulus berdosa bagi gereja dengan tekun dan ia sering memohon jemaat untuk berdoa bagi dirinya. Dengan berdoa dalam bahasa roh, kita disatukan ke dalam satu tubuh, yaitu Yesus Kristus. "Karena
itu, jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita" (1 Kor. 12:26). Hanya
ketika berdoa dengan bimbingan Roh Kudus, maka roh kita akan mengetahui bagaimana dan apa yang didoakan dapat membangun setiap anggota dan seluruh gereja.
Rangkuman:
Berdoa dalam bahasa roh mempunyai banyak tujuan yang luar biasa. Sekalipun kita tidak memahami apa yang dikatakan, tetapi Roh Allah membantu dan membangun rohani kita setiap saat. Marilah kita ingat himbauan Paulus, yaitu: "Berdoalah setiap waktu di
dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tidak putus-putusnya untuk segala orang kudus" (Ef. 6:18). Kiranya kita semua akan
Lembar Kerja # 3
Memuji Allah dengan Roh Kita
Apakah kalian ingat ketika benar-benar merasa bahagia? Mungkin mendapat nilai bagus atau meme-nangkan suatu hadiah. Dapatkah kalian gambarkan seperti apakah saat itu? Mungkin sulit untuk membuat menarik dengan kata-kata. Demikian pula, ketika kebaikan Allah meliputi hati kita, kita ingin memuji dan menyembah Tuhan Allah kita. Itulah mengapa banyak umat percaya menangis terharu, ketika mereka menyanyikan pujian atau membaca beberapa ayat tertentu di dalam Alkitab. Mereka semua digerakkan oleh kasih Yesus Kristus. Bila harus menggambarkan kasih kalian dan memuji bagi Tuhan Yesus Kristus, kata-kata apakah yang akan kalian gunakan dalam kalimat-kalimat berikut? Bila saya menggambarkan kasih saya kepada Tuhan Yesus Kristus dengan kalimat, mereka mungkin (pilihlah satu atau buatlah dengan kata-kata sendiri, tetapi bersiaplah untuk jelaskan alasan kalian):
terdengar seperti:
a. aliran sungai yang mengalir
b. jam alarm
c. burung yang berkicau di pagi hari
d. lainnya __________
Aplikasi
Kehidupan
15 Apakah Bahasa Roh itu?
ja a p ela r n
5
Pemahaman Alkitab Lembar Kerja # 2Apakah Maksud dari Berbicara dalam Bahasa Roh?
______________ ______________ ______________ ______________ ______________ ______________ ______________ ______________ ______________ ______________ ______________ ______________ 1. Menegaskan bahwa kita
adalah anak-anak Allah
2. Untuk penyempurnaan kerohanian kita 3. Untuk berdoa dalam
kehendak Allah
4. Berdoa bagi sesama dan gereja
Marilah kita ingat himbauan Paulus, yaitu: "Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tidak putus-putusnya untuk segala orang kudus" (Ef. 6:18). Kiranya kita semua akan terbangun di dalam iman.
(Terimalah beberapa jawaban yang masuk akal sepanjang murid-murid dapat jelaskan gagasan mereka. Beberapa contoh diberikan untuk membantu mereka mengerjakannya.)
terasa seperti:
a. sebuah selimut yang lembut
b. kulit bayi
c. sebuah bola yang bertekanan
d. lainnya __________
terasa di mulut seperti:
a. manis b. coklat c. keripik kesukaanku d. lainnya __________ tercium seperti: a. bunga mawar
b. roti panggang yang baru matang
c. kari ayam d. lainnya __________ terlihat seperti: a. teman baikku b. tempat tidurku c. sebuah cermin d. lainnya __________
Sekalipun aktivitas ini cukup menyenangkan, tetapi dapat membantu menyatakan kasih kita kepada Yesus Kristus. Bagaimanapun, kita merasa belum sepenuhnya dalam menyatakan kasih kita. Perkataan kita, bahasa yang kita gunakan masih terkadang kasar. Bahkan air mata dan pujian tidak dapat menunjukkan bagaimana perasaan kita kepada Allah pada saat itu. Tetapi satu hal yang kita dapat lakukan adalah menyembah Tuhan Allah di dalam doa. Dalam 1 Kor. 14:16, Paulus tuliskan 'memuji Allah dengan rohmu'. Inilah yang murid-murid lakukan pada hari raya Pentakosta, ketika Roh Kudus pertama kali tercurah pada umat percaya. Sekerumunan orang berkata, "Kita
mendengar mereka berkata-kata...tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah" (Kis. 2:11).
Lihatlah ayat-ayat berikut dan tuliskan pada tempat yang disediakan. Bagaimana ayat-ayat ini membuat perasaan kalian bergetar? (Jawaban murid-murid.)
Mzm. 107:1; 146:1; Ef. 5:18-19. Seperti berdoa dalam
bahasa roh, biarlah kita ingat ayat-ayat ini dan berikan pujian kepada Tuhan Yesus Kristus. Suatu ibadah dalam roh yang berkenan kepada Allah.
"Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!... Pujilah Tuhan, hai jiwaku!" (Mzm. 107:1; 146:1)
Lembar Kerja # 4
Lebih Dekat dengan Roh Kudus
Minggu – Bacalah Yoh. 14:26. Kita dijanjikan Roh
Kudus. Tidak seperti umat yang tidak percaya, kita mempunyai seorang Penasihat, senantiasa siap untuk membimbing kita pada saat-saat tertentu. Kita bahkan tidak perlu membuat janji terlebih dahulu! Kita harus memuji Allah untuk hal tersebut seorang diri.
Senin – Bacalah Rm. 8:26. Roh Kudus tahu apa yang
kita perlukan, bahkan sebelum berdoapun. Ketika kita tidak tahu apa yang harus dikatakan di dalam doa, hanya berlutut dan memuji Allah, maka selebihnya akan dilakukan oleh Roh Kudus!
Selasa – Bacalah Why. 2:7. Kita tidak memahami apa
yang Roh Kudus katakan ketika berdoa, tetapi seharusnya kita masih berusaha peka terhadap apa yang Ia usaha beritahukan kepada kita. Berdoa dan mencari cara-cara tertentu agar kita dapat ikuti kehendak Allah, sehingga dapat merasakan penyertaan-Nya dalam hidup.
Rabu – Bacalah 1 Kor. 14:2a. Ketika berdoa, apakah
kita berkomunikasi dengan Allah atau memerintah-Nya? Kita cenderung membuat doa kita sebuah perbincangan yang panjang, sebagaimana kita berbicara dengan sesama. Allah tahu apa yang kita perlukan. Dengan berdoa, roh kitalah yang akan
Aktivitas
16 Apakah Bahasa Roh itu?
pe la ja ra n
5
Aplikasi Kehidupan Lembar Kerja # 3Memuji Allah dengan Roh Kita
Bila harus menggambarkan kasih kalian dan memuji bagi Tuhan Yesus Kristus, kata-kata apakah yang akan kalian gunakan dalam kalimat-kalimat berikut?
(pilihlah satu atau buatlah dengan kata-kata sendiri, tetapi bersiaplah untuk jelaskan alasan kalian):
Kasih Saya dan Pujian bagi Tuhan Yesus Kristus
terdengar seperti:
a. aliran sungai yang mengalir b. jam alarm c. burung yang berkicau di pagi hari d. lainnya __________
terasa seperti:
a. sebuah selimut yang lembut b. kulit bayi c. sebuah bola yang bertekanan d. lainnya __________
terasa di mulut seperti:
a. manis b. coklat c. keripik kesukaanku d. lainnya __________ tercium seperti: a. bunga mawar b. roti panggang yang baru matang c. kari ayam d. lainnya __________ terlihat seperti: a. teman baikku b. tempat tidurku c. sebuah cermin d. lainnya __________
Dalam 1 Kor. 14:16, Paulus tuliskan 'memuji Allah dengan rohmu'. Inilah yang murid-murid lakukan pada hari raya Pentakosta, ketika Roh Kudus pertama kali tercurah pada umat percaya. Sekerumunan orang berkata, "Kita mendengar mereka berkata-kata...tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah" (Kis. 2:11). Lihatlah ayat-ayat berikut dan tuliskan pada tempat yang disediakan. Bagaimana ayat-ayat ini membuat perasaan kalian bergetar?
Mzm. 107:1 Mzm. 146:1 Ef. 5:18-19
(Ini lebih daripada pekerjaan rumah. Mintalah murid-murid untuk melihat catatan
dari salah satu hari-hari berikut dan bacalah pesan singkatnya.
Dalam renungan harian, motivasilah mereka untuk berpikir tentang
kasih Yesus Kristus yang meliputi hati dan berdoalah di dalam roh untuk membantu mereka
dekatkan diri kepada Allah. Itulah cara mereka dapat mengetahui kehendak Tuhan Yesus
dan berdoa dengan sepenuh hati dan
sukacita, bahkan bila mereka
tidak memahami apa yang bahasa roh
bertumbuh. Ia akan berikan segala sesuatu yang kita perlukan.
Kamis – "Tuhan, bantulah saya untuk mengingat hal
apa yang kalian akan lakukan. Selalu merupakan suatu pertanyaan dari apa yang saya akan lakukan." (Ruth Harms Calkin) Roh Kudus tidak pernah keliru, tetapi apakah kita berbuat sesuai dengan petunjuk-Nya?
Jumat – Apakah ada sesuatu yang memotivasi kalian
pada minggu ini yang tidak sesuai dengan Roh Kudus? Apakah yang kalian dapat lakukan untuk mengubah situasi itu? Berdoalah tentang hal tersebut pada hari Sabat.
Bahasa roh merupakan salah satu misteri hidup yang ada. Kita merasa kuasa dan sukacita ketika berdoa, tetapi sebenarnya tidak memahami mengapa atau bagaimana. Bagaimanapun, kita tahu bahwa Allah hanya inginkan apa yang terbaik bagi kita. Bahkan bila kita tidak memahami bahasa roh dari sudut pandang manusia, kita dapat pastikan bahwa Ia senantiasa mendoakan kita. Dan bahkan bila tidak tahu apa yang bahasa roh katakan, itu bukan alasan untuk menyatakan ketidaktahuan kita tentang hidup rohani sehari-hari. Ia justru yang memimpin kita sehari-hari. Pertanyaannya adalah apakah kita mendengarkannya? Akhirilah dengan berdoa.
Kesimpulan
Evaluasi
Tugas Pembacaan Alkitab minggu ini: Kej. 42 – 44pelajaran
6
GARIS BESAR Latar Belakang Alkitab
Kitab Bacaan 1 Kor. 12:1-11; ayat pilihan lainnya Kebenaran Alkitab Semua karunia rohani berasal dari Roh Kudus dan dimaksudkan untuk membangun jemaat. Tujuan Pelajaran Mengetahui sembilan karunia roh dalam 1 Kor. 12 dan berdoa bagi penyataan dari karunia Roh Kudus. Ayat Hafalan
"Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama." (1 Kor. 12:7)
Ketika surat kepada jemaat Korintus dituliskan, Paulus berusaha selesaikan suatu permasalahan besar di sana, yaitu karunia rohani yang terbagi-bagi. Beberapa berang-gapan bahwa menjadi mampu bernubuat merupakan karunia yang terutama diban-dingkan yang dapat menyembuhkan. Demi-kian pula, yang lainnya berpandangan bahwa mereka lebih rohani, karena dapat mengarti-kan bahasa roh. Agaknya, karena ingin membangun gereja, telah sebabkan banyak ketidaksepakatan. Paulus merangkum 9 karunia Roh untuk ingatkan jemaat di Korintus agar tidak keliru gunakan karunia yang ada. Sekalipun karunia setiap jemaat berbeda, tetapi mereka merupakan satu kesatuan. Semuanya merupakan perwu-judan nyata dari kehadiran Roh Kudus. Setiap anggota dapat diberi kemampuan khusus oleh Roh, tetapi bukan berarti yang seorang lebih baik daripada yang lainnya. Setiap karunia pun diberikan bagi 'kebaikan semua jemaat', bermaksud membangun kerohanian jemaat. Inilah mengapa Paulus hindari terpecah-pecahnya jemaat sebagai tubuh Kristus. Tidak seorangpun bagian tubuh lebih baik dari lainnya. Semua diperlukan sesuai dengan fungsi tubuhnya. Sebagai ganti berusaha 'lebih baik', Paulus nasihati setiap jemaat untuk mengejar 'jalan yang lebih utama lagi', yaitu hidup di dalam kasih (1 Kor. 12:31; 13:1).