PERENCANAAN KINERJA
BERKEPRIBADIAN BERLANDA“KAN GOTONG ROYONG
Infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang handal diartikan sebagai tingkat dan kondisi ketersediaan, keterpaduan, serta kualitas dan cakupan pelayanan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang produktif dan cerdas, berkeselamatan, mendukung kesehatan masyarakat, menyeimbangkan pembangunan, memenuhi kebutuhan dasar, serta berkelanjutan yang berasaskan gotong royong guna mencapai masyarakat yang lebih sejahtera.
Infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang handal secara lebih rinci diperlukan untuk mendukung agenda prioritas nasional antara lain untuk meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional; mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik; membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya; membangun Indonesia dari pinggiran dengan
II-2
memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan; mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan; serta untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga Negara.
Misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang merupakan rumusan upaya- upaya yang akan dilaksanakan selama periode Renstra 2015 – 2019 dalam rangka mencapai visi serta mendukung upaya pencapaian target pembangunan nasional, berdasarkan mandat yang diemban oleh Kementerian PU dan Perumahan Rakyat sebagaimana yang tercantum di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 165 Tahun 2014 tentang Penataan Tugas dan Fungsi Kabinet Kerja, amanat RPJMN tahap ketiga serta perubahan kondisi lingkungan strategis yang dinamis sebagai berikut:
1. Mempercepat pembangunan infrastruktur sumberdaya air termasuk sumber daya maritim untuk mendukung ketahanan air, kedaulatan pangan, dan kedaulatan energi, guna menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dalam rangka kemandirian ekonomi;
2. Mempercepat pembangunan infrastruktur jalan untuk mendukung konektivitas guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pelayanan sistem logistik nasional bagi penguatan daya saing bangsa di lingkup global yang berfokus pada keterpaduan konektivitas daratan dan maritim;
3. Mempercepat pembangunan infrastruktur permukiman dan perumahan rakyat untuk mendukung layanan infrastruktur dasar yang layak dalam rangka mewujudkan kualitas hidup a usia I do esia sejala de ga pri sip i frastruktur u tuk se ua ;
4. Mempercepat pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat secara terpadu dari pinggiran didukung industri konstruksi yang berkualitas untuk keseimbangan pembangunan antardaerah, terutama di kawasan tertinggal, kawasan perbatasan, dan kawasan perdesaan, dalam kerangka NKRI;
5. Meningkatkan tata kelola sumber daya organisasi bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang meliputi sumber daya manusia, pengendalian dan pengawasan, kesekretariatan serta penelitian dan pengembangan untuk mendukung fungsi manajemen meliputi perencanaan terpadu, pengorganisasian yang efisien, pelaksanaan yang tepat, dan pengawasan yang ketat.
2.1.2 Tujuan dan Sasaran
Tujuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat merupakan rumusan kondisi yang hendak dituju di akhir periode perencanaan. Tujuan ini merupakan penjabaran dari visi serta dilengkapi dengan rencana sasaran strategis yang hendak dicapai dalam rangka mencapai
II-3
sasaran nasional yang tertuang dalam RPJMN tahun 2015-2019. Tujuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat secara umum adalah menyelenggarakan infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan tingkat dan kondisi ketersediaan, keterpaduan, serta kualitas dan cakupan pelayanan yang produktif dan cerdas, berkeselamatan, mendukung kesehatan masyarakat, menyeimbangkan pembangunan, memenuhi kebutuhan dasar, serta berkelanjutan yang berasaskan gotong royong guna mencapai masyarakat yang lebih sejahtera. Lebih lanjut, tujuan tersebut di jabarkan sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan pembangunan bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang terpadu dan berkelanjutan didukung industri konstruksi yang berkualitas untuk keseimbangan pembangunan antardaerah, terutama di kawasan tertinggal, kawasan perbatasan, dan kawasan perdesaan;
2. Menyelenggarakan pembangunan bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mendukung ketahanan air, kedaulatan pangan, dan kedaulatan energi, guna menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dalam rangka kemandirian ekonomi;
3. Menyelenggarakan pembangunan bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk konektivitas nasional guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pelayanan sistem logistik nasional bagi penguatan daya saing bangsa di lingkup global yang berfokus pada keterpaduan konektivitas daratan dan maritim;
4. Menyelenggarakan pembangunan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat untuk mendukung layanan infrastruktur dasar yang layak guna mewujudkan kualitas hidup
a usia I do esia sejala de ga pri sip i frastruktur u tuk se ua ;
5. Menyelenggarakan tata kelola sumber daya organisasi bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang meliputi sumber daya manusia, pengendalian dan pengawasan, kesekretariatan serta penelitian dan pengembangan untuk mendukung penyelenggaraan pembangunan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
II-4
2.1.3 Sasaran Strategis
Untuk mewujudkan upaya pencapaian tujuan dan peningkatan kehandalan infrastrukur pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang berkelanjutan, maka ditetapkan sasaran strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Penetapan sasaran strategis ini merupakan penjabaran dari tujuan yang dapat diukur secara spesifik untuk menggambarkan tahapan dalam pencapaian tujuan.
Keterkaitan antara tujuan dan sasaran strategis adalah sebagai berikut:
1. Tujuan 1: Menyelenggarakan pembangunan pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang terpadu dan berkelanjutan didukung industri konstruksi yang berkualitas untuk keseimbangan pembangunan antardaerah, terutama di kawasan tertinggal, kawasan perbatasan, dan kawasan perdesaan. Tujuan 1 ini akan dicapai melalui sasaran strategis, yaitu:
a. Meningkatnya keterpaduan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat antardaerah, antar sektor dan antar tingkat pemerintahan;
b. Meningkatnya keterpaduan perencanaan, pemrograman dan penganggaran; c. Meningkatnya kapasitas dan pengendalian kualitas konstruksi nasional.
2. Tujuan 2: Menyelenggarakan pembangunan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat untuk mendukung ketahanan air, kedaulatan pangan, dan kedaulatan energi, guna menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dalam rangka kemandirian ekonomi. Tujuan 2 ini akan dicapai melalui sasaran strategis, yaitu:
a. Meningkatnya dukungan kedaulatan pangan dan energi; dan b. Meningkatnya ketahanan air.
3. Tujuan 3: Menyelenggaraan pembangunan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat untuk konektivitas nasional guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pelayanan sistem logistik nasional bagi penguatan daya saing bangsa di lingkup global yang berfokus pada keterpaduan konektivitas daratan dan maritim. Tujuan 3 ini akan dicapai melalui sasaran strategis, yaitu:
a. Meningkatnya dukungan konektivitas bagi penguatan daya saing; dan b. Meningkatnya kemantapan jalan nasional.
4. Tujuan 4: Menyelenggarakan pembangunan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat untuk mendukung layanan infrastruktur dasar yang layak guna mewujudkan kualitas hidup a usia I do esia sejala de ga pri sip i frastruktur u tuk se ua , aka di apai elalui sasaran strategis:
II-5
a. Meningkatnya dukungan layanan infrastruktur dasar permukiman dan perumahan; b. Meningkatnya kualitas dan cakupan pelayanan infrastruktur permukiman; dan c. Meningkatnya penyediaan dan pembiayaan perumahan.
5. Tujuan 5: Menyelenggarakan tata kelola sumber daya organisasi bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang meliputi sumber daya manusia, pengendalian dan pengawasan, kesekretariatan serta penelitian dan pengembangan untuk mendukung penyelenggaraan pembangunan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang efektif, efiesien, transparan dan akuntabel. Tujuan 5 ini akan dicapai melalui sasaran srategis, yaitu:
a. Meningkatnya pengendalian dan pengawasan;
b. Meningkatnya sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas; c. Meningkatnya budaya organisasi yang berkinerja tinggi dan berintegritas;
d. Meningkatnya kualitas inovasi teknologi terapan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat;
e. Meningkatnya pengelolaan regulasi dan layanan hukum, data dan informasi publik, serta sarana dan prasarana.
Upaya pencapaian tujuan dan sasaran strategis diwujudkan melalui strategi yang terbagi atas perspektif customer/stakeholder expectation, internal process dan learning growth. Kerangka perwujudan harapan customer dan stakeholder yang merupakan bagan alir strategi tersebut dipetakan sebagaimana Gambar 2.1.
Perspektif harapan customer/stakeholder didukung oleh empat sasaran strategis yakni meningkatnya keterpaduan infrastruktur, meningkatnya dukungan kedaulatan pengan dan kedaulatan energi, meningkatnya dukungan konektivitas bagi penguatan daya saing, dan meningkatnya dukungan layanan infrastruktur dasar permukiman dan perumahan. Dalam upaya pemenuhan terhadap harapan customer/stakeholder tersebut dilakukan melalui internal proses dalam keterpaduan perencanaan, pemrograman dan penganggaran, pelaksanaan kebijakan dan pengawasan serta pengendalian yang didukung oleh tujuh sasaran strategis. Kemudian untuk melaksanakan internal proses maka diperlukan peningkatan Sumber Daya Manusia, budaya organisasi berkinerja tinggi dan berintegritas, peningkatan inovasi teknis terapan, serta pengelolaan regulasi, data dan informasi, serta sarana dan prasarana. Sebagaimana tertulis bahwa sasaran strategis merupakan sesuatu yang terukur dan spesifik, maka untuk mengetahui pencapaian tujuan dengan mengukur kinerja Kementerian PUPR didapatkan dari capaian sasaran strategis sesuai dengan strategi berdasarkan pengelompokan tiga perspektif.
II-6
Gambar 2.1. Peta Strategi Kementerian PUPR
2.1.4 Kebijakan dan Program
Pembangunan infrastruktur ke depan perlu diarahkan tidak hanya dititikberatkan untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi wilayah (engine of growth), namun perlu lebih bersinergi dengan kelestarian lingkungan dengan memperhatikan carrying capacity suatu wilayah yang ingin dikembangkan. Hal ini mengingat pembangunan infrastruktur merupakan pemicu (trigger) terciptanya pusat-pusat pertumbuhan baru (new emerging growth center) yang menjadi cikal bakal lahirnya kota-kota baru/pusat permukiman baru yang dapat menjadi penyeimbang pertumbuhan ekonomi wilayah dan mengurangi kesenjangan antar wilayah. Selain itu pembangunan infrastruktur disamping diarahkan untuk mendukung pengurangan disparitas antar wilayah (perkotaan, pedesaan dan perbatasan), juga untuk pengurangan urbanisasi dan urban sprawl, peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar, serta peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat yang pada ahirnya untuk menjaga stabilitas dan kesatuan nasional.
Harapan Stakeholders dan customer yang harus dipenuhi
SS2. Meningkatnya dukungan kedaulatan pangan dan kedaulatan
energi
SS3. Meningkatnya dukungan konektivitas
bagi penguatan daya saing SS1. Meningkatnya keterpaduan
pembangunan infrastruktur PUPR antardaerah, antar sektor, dan antar
tingkat pemerintahan
SS4. Meningkatnya dukungan layanan infrastruktur dasar permukiman dan perumahan
Untuk melaksanakan internal proses diperlukan : SS12. Meningkatnya SDM
yang kompeten dan berintegritas
SS14. Meningkatnya inovasi teknis terapan bidang PUPR SS13. Meningkatnya budaya organisasi
yang berkinerja tinggi dan berintegritas
SS15. Meningkatnya pengelolaan regulasi dan layanan hukum, data
dan informasi publik, serta sarana dan prasarana Harapan stakeholders dan customers dapat dipenuhi melalui internal proses :
SS5. Meningkatnya keterpaduan perencanaan, pemrograman dan
penganggaran
SS6. Meningkatnya Ketahanan air
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN