AKUNTABILITAS KINERJA
JUMLAH CAPAIAN KINERJA TAHUN
4) Tingkat layanan informasi publik , dari target tercapainya 365 layanan dengan hasil 365 layanan sehingga kinerja 100% dengan penjelasan sebagai berikut:
4.2 Perbandingan Kinerja Organisas
4.2.1 Subbidang Sumber Daya Air
Analisis perbandingan kinerja dengan tahun lalu tidak dapat dilakukan karena sasaran strategis beserta indikatornya dan sasaran program beserta indikatornya berbeda (menyesuaikan dengan target di dalam Renstra Kementerian PUPR 2015-2019). Adapun capaian tahun lalu dijadikan
baseline untuk pengukuran di tahun 2015, seperti: 1) peningkatan debit layanan sarana dan
prasarana penyediaan air baku dengan baseline sampai tahun 2014 adalah 51,44 m3/detik; 2)
peningkatan kapasitas tamping sumber air dengan baseline 12.679 juta m3; 3) peningkatan
layanan jaringan irigasi dengan baseline 1.844.066 Ha; dan 4) pengembalian fungsi dan layanan jaringan irigasi dengan baseline 5.141.407 Ha.
Analisis perbandingan target kinerja tahun 2015 terhadap target Renstra hampir seluruhnya tercapai, hanya satu indikator kinerja yang tidak tercapai terhadap target Renstra yaitu terjaganya fungsi dan kapasitas tampung sumber air. Target Renstra adalah 15.396,20 Juta m3
sedangkan target capaian tahun ini adalah 12.679,00 juta m3 hal ini disebabkan karena pagu
kegiatan terjaganya fungsi dan kapasitas tampung sumber air adalah adanya pemotongan anggaran yang menyebabkan output kegiatan ditahun 2015 tidak dapat tercapai terhadap target renstra 2015.
IV-50
Tabel IV.42. Perbandingan kinerja dengan Renstra Subbidang Sumber Daya Air
Perbandingan target capaian kinerja tahun 2015 terhadap target RPJMN, terdapat 4 target indikator kinerja yang tidak tercapai terhadap target RPJMN 2015. Dengan rincian sebagai berikut:
a. Peningkatan debit layanan sarana dan prasarana penyediaan air baku.
b. Pengembalian fungsi dan debit layanan sarana dan prasarana penyediaan air baku seperti semula.
c. Terjaganya fungsi dan kapasitas tampungan sumber air. d. Peningkatan layanan jaringan irigasi.
Target RPJMN yang tidak tercapai ditahun 2015 akan meluncur menjadi target Renstra maupun target capaian ditahun 2016.
Sementara itu, capaian terhadap perencanaan jangka menengah (RPJMN tahun 2019) rata-rata masih di bawah 20% kecuali untuk pengembalian fungsi dan debit layanan sarana dan prasarana penyediaan air baku yang telah mencapai 37,27% dan terjaganya fungsi dan layanan jaringan irigasi yang telah mencapai 46,91%.
Peningkatan debit layanan sarana dan prasarana penyediaan air
baku m3/detik 8,65 8,74 tercapai 67,52 12,81
Pengembalian fungsi dan debit layanan sarana dan prasarana
penyediaan air baku seperti semula m3/detik 8,20 8,20 tercapai 22 37,27
Terjaganya fungsi dan debit layanan sarana dan prasarana
penyediaan air baku m3/detik 49,23 69,64 tercapai 94,75 73,50
Peningkatan kapasitas tampung sumber air juta m3 1.024 1.024 tercapai 1.797,97 56,95
Pengembalian fungsi dan kapasitas tampung sumber air juta m3 376,8 377 tercapai 3.410 11,06
Terjaganya fungsi dan kapasitas tampung sumber air juta m3 15.396,20 12.679 tidak tercapai 17.096,80 74,16 Peningkatan luas kawasan yang terlindung dari daya rusak air ha 18.950,67 20.344,00 tercapai 200.000 9,48 Peningkatan persentase kawasan/lokasi yang dikonservasi pada
kawasan prioritas % 20 20 tercapai 100 20
Peningkatan layanan jaringan irigasi ha 181.283 182.017 tercapai 1.142.983 15,92
Pengembalian fungsi dan layanan jaringan irigasi ha 477.961 480.534 tercapai 3.000.000 16,02
Terjaganya fungsi dan layanan jaringan irigasi ha 3.142.532 3.581.530 tercapai 3.604.791,23 99,35
CAPAIAN 2015 KINERJA 2015
Capaian Terhadap Perencanan Jangka Menengah 2019 (%)
Sasaran Strategis Outcome satuan Target 2015 Target 2019
Meningkatnya Ketahanan Air
Meningkatnya dukungan untuk kedaulatan pangan dan energi
IV-51
Tabel IV.43. Perbandingan Kinerja dengan RPJMN Subbidang Sumber Daya Air
4.2.2 Subbidang Jalan dan Jembatan
Analisis perbandingan kinerja dengan tahun lalu tidak dapat dilakukan karena sasaran strategis beserta indikatornya dan sasaran program beserta indikatornya berbeda (menyesuaikan dengan target di dalam Renstra Kementerian PUPR 2015-2019). Adapun capaian tahun lalu dijadikan
baseline untuk pengukuran di tahun 2015 yaitu tingkat kemantapan jalan nasional sebesar
93,95%. Angka tersebut justru mengalami penurunan menjadi 89,36% di tahun 2015 karena terdapat peningkatan panjang jalan nasional yang terbangun.
Capaian kinerja terhadap target Renstra 2015 telah tercapai bahkan untuk indikator tingkat kemantapan jalan nasional telah melampaui target yang ditetapkan tahun 2015. Sementara itu, capaian terhadap target Renstra 2019 telah mencapai 81,48% untuk outcome waktu tempuh pada koridor utama dan 90,82% untuk outcome tingkat kemantapan jalan nasional. Hal tersebut didukung oleh keberhasilan pembangunan output-outputnya dengan indikator output panjang
flyover/underpass/terowongan yang dibangun dan panjang jalan yang mendapat pelebaran,
yang mana persentase capaian kinerjanya meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah dalam rentang waktu 5 tahun terakhir capaian kinerja untuk panjang jalan yang ditingkatkan selalu tidak berhasil mencapai target yang ditetapkan atau persentase capaian kinerja kurang dari 100%. Permasalahan pembebasan lahan menjadi faktor utama yang terjadi dari tahun ke tahun yang menyebabkan rendahnya capaian kinerja untuk kedua indikator kinerja output ini.
Peningkatan debit layanan sarana dan prasarana
penyediaan air baku m3/detik 67 8,74 13,04
Pengembalian fungsi dan debit layanan sarana dan
prasarana penyediaan air baku seperti semula m3/detik 22 8,20 37,27
Terjaganya fungsi dan debit layanan sarana dan prasarana
penyediaan air baku m3/detik 363 69,64 19,18
Peningkatan kapasitas tampung sumber air juta m3 0 1.024 -
Pengembalian fungsi dan kapasitas tampung sumber air juta m3 0 377,00 -
Terjaganya fungsi dan kapasitas tampung sumber air juta m3 0 12.679,00 -
Peningkatan luas kawasan yang terlindung dari daya rusak ha 0 20.344,00 -
Peningkatan persentase kawasan/lokasi yang
dikonservasi pada kawasan prioritas % 0 20 -
Peningkatan layanan jaringan irigasi ha 1.144.985 182.017 15,90
Pengembalian fungsi dan layanan jaringan irigasi ha 2.419.558 480.534 19,86
Terjaganya fungsi dan layanan jaringan irigasi ha 7.634.695 3.581.530 46,91
Meningkatnya dukungan untuk kedaulatan pangan dan energi
Capaian RPJMN 2019 (%)
Sasaran Strategis Outcome satuan Target
RPJMN 2019 CAPAIAN 2015
IV-52
Tabel IV.44. Perbandingan Kinerja dengan Renstra Subbidang Jalan dan Jembatan
Capaian terhadap perencanaan nasional (RPJMN) untuk subbidang jalan dan jembatan sama dengan capaian kinerja terhadap Renstra Kementerian PUPR yang telah diuraikan di atas.
Tabel IV.45. Perbandingan Kinerja dengan RPJMN Subbidang Jalan dan Jembatan
4.2.3 Subbidang Cipta Karya
Analisis perbandingan kinerja dengan tahun lalu tidak dapat dilakukan karena sasaran strategis beserta indikatornya dan sasaran program beserta indikatornya berbeda (menyesuaikan dengan target di dalam Renstra Kementerian PUPR 2015-2019). Adapun capaian tahun lalu dijadikan
baseline untuk pengukuran di tahun 2015, antara lain: 1) peningkatan cakupan pelayanan akses
air minum dengan baseline 68,11%; 2) penurunan luasan permukiman kumuh perkotaan 10%; dan 3) peningkatan cakupan pelayanan sanitasi 61,06%.
Target yang telah ditetapkan di dalam Renstra Kementerian PUPR 2015-2019 untuk subbidang cipta karya sama dengan target RPJMN yaitu 100-0-100 yang meliputi 100% cakupan pelayanan akses air minum, 0% permukiman kumuh perkotaan, dan 100% cakupan pelayanan akses sanitasi. Target tahun 2015 ini tidak tercapai karena untuk subbidang cipta karya terdapat peran APBD dan sektor swasta di dalamnya, yang mana tidak dapat dipenuhi dengan APBN.
Capaian terhadap perencanaan jangka menengah (Renstra maupun RPJMN) di tahun 2019 telah mencapai 70,31% untuk cakupan pelayanan akses air minum, 90,82% untuk permukiman kumuh perkotaan, dan 63% untuk cakupan pelayanan akses sanitasi. Jika dibandingkan dengan target 2015 sebagaimana terdapat dalam Renstra, pencapaian cakupan pelayanan akses sanitasi tahun 2015 masih menyisakan selisih terhadap target sebesar 1%. Besaran selisih ini merupakan kontribusi dari APBD, pihak swasta, dan masyarakat, yang belum dapat diukur.
Meningkatnya Dukungan Konektivitas Bagi Penguatan Daya Saing
Waktu tempuh pada koridor utama
jam/100
km 2.7 2.7 tercapai 2.2 81,48
Meningkatnya Kemantapan Jalan Nasional
Tingkat kemantapan
jalan nasional % 86 89 tercapai 98 90,82
CAPAIAN
2015 KINERJA 2015 Target 2019
Capaian Terhadap Perencanan Jangka Menengah (2019) (%)
Sasaran Strategis Outcome satuan Target
2015
Meningkatnya Dukungan Konektivitas
Bagi Penguatan Daya Saing Waktu tempuh pada koridor utama m 2,20 2,7 81,48 Meningkatnya Kemantapan Jalan
Nasional Tingkat kemantapan jalan nasional km 98,00 89 90,82
CAPAIAN 2015 Capaian RPJMN
2019 (%)
Target RPJMN 2019
IV-53
Tabel IV.46. Perbandingan Kinerja dengan Renstra Subbidang Cipta Karya
Keterangan: *baseline permukiman layak huni (tidak kumuh) tahun 2014 adalah 90%.
Capaian terhadap perencanaan nasional (RPJMN) untuk subbidang cipta karya sama dengan capaian kinerja terhadap Renstra Kementerian PUPR yang telah diuraikan di atas.
Tabel IV.47. Perbandingan Kinerja dengan RPJMN Subbidang Cipta Karya
Keterangan: *baseline permukiman layak huni (tidak kumuh) tahun 2014 adalah 90%.
4.2.4 Subbidang Perumahan
Analisis perbandingan kinerja dengan tahun lalu tidak dapat dilakukan karena sasaran strategis beserta indikatornya dan sasaran program beserta indikatornya berbeda (menyesuaikan dengan target di dalam Renstra Kementerian PUPR 2015-2019). Adapun capaian tahun lalu dijadikan
baseline untuk pengukuran di tahun 2015, antara lain: 1) terbangunnya rumah susun sewa di
tahun 2014 sebanyak 408 Twin Block; 2) terbangunnya rumah khusus di tahun 2014 sebanyak 1.931 unit; dan 3) bantuan stimulan pembangunan rumah swadaya (pembangunan baru dan peningkatan kualitas) di tahun 2014 sebanyak 153.622 unit.
Terdapat dua target outcome yang tidak tercapai jika dibandingkan dengan target Renstra tahun 2015 yaitu pembangunan rumah susun dan rumah khusus dikarenakan permasalahan ketidaksiapan lahan. Meskipun demikian, capaian terhadap perencanaan jangka menengah (Renstra dan RPJMN) tahun 2019 masih sangat rendah yaitu di bawah 20%. Target rumah khusus bahkan baru mencapai 1,91% atau 10.497 unit dibandingkan dengan target yang harus dipenuhi di tahun 2019 yaitu 550.000 unit. Target fasilitasi bantuan stimulan peningkatan kualitas rumah swadaya yang tercapai tahun ini juga masih jauh dari target yang harus dipenuhi di tahun 2019 yaitu 1.500.000 unit.
Persentase peningkatan cakupan pelayanan
akses air minum % 100 70,31 70,31
Persentase penurunan luasan permukiman
kumuh perkotaan % 0 0,82 90,82*
Persentase peningkatan cakupan pelayanan
akses sanitasi % 100 63 63
Capaian RPJMN 2019 (%)
Meningkatnya Kualitas dan Cakupan Pelayanan Infrastruktur Permukiman
Sasaran Strategis Indikator Kinerja satuan Target