Jumlah Pegawai Per Golongan (%)
BUDGETING SINKRONISAS
PLANNING PROGRAMING IMPLEMENTING
MONEV
MO
N
E
V
MONEV
MO
N
E
V
III-7
Sistem eMonitoring tersebut berisikan data progress pelaksanaan kegiatan yang tersebar di 1.208 Satker Kementerian PUPR di seluruh Indonesia. Data tersebut digunakan sebagai bahan pelaporan kepada pimpinan, baik dari Kepala Satker kepada pimpinan unit organisasi maupun dari pimpinan unit organisasi kepada Menteri PUPR. Selain itu, data tersebut juga digunakan sebagai bahan pelaporan oleh Menteri kepada Kementerian/Lembaga lain seperti Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, Kantor Staf Presiden, dan Kementerian Dalam Negeri. Dengan adanya sistem eMonitoring, pelaporan data progress pelaksanaan pekerjaan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan akurat sehingga membantu pengambilan keputusan oleh pimpinan dengan tepat. Dengan banyaknya manfaat yang diperoleh dengan sistem pemantauan secara elektronik tersebut, bahkan sistem eMonitoring
direplikasi oleh
Kementerian/Lembaga lain
seperti Kementerian
Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kejaksaan Agung, Sekretariat Negara, dan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu.
B.Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa secara elektronik (eProcurement)
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan proses pengadaan barang/jasa secara elektronik (eProcurement) sejak tahun 2002. Pelaksanaan eProcurement dilakukan secara bertahap dari sisi penerapan transaksi elektronik dan wilayah cakupan implementasinya. Implementasi disesuaikan dengan kondisi Sumber Daya Manusia dan infrastruktur teknologi komunikasi di suatu wilayah. Setiap tahunnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan proses pelelangan yang mendahului tahun anggaran (lelang dini). Proses lelang dini dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan dan juga penyerapan anggaran.
Pada tanggal 16 Januari 2015 telah diterbitkan Peraturan Presiden No.4 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Di dalam pasal 108 disebutkan K/L/D/I mempergunakan Sistem Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik yang dikembangkan oleh LKPP.
III-8
Menanggapi hal ini Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengirimkan surat No.PA.01.06-Mn/98 tanggal 9 Februari 2015 kepada Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) terkait Penerapan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) di Kementerian PUPR dengan poin utama Sistem eProcurement Kementerian PUPR telah digunakan luas oleh baik domestik maupun internasional, proses pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang dilakukan untuk mendukung Inpres No. 1 Tahun 2015 agar pelaksanaan lelang konstruksi paling lambat bulan Maret 2015, dan untuk memindahkan penggunaan proses lelang dari sistem
eProcurement ke SPSE memerlukan waktu yang lama dan Kementerian PUPR berencana untuk
melaksanakan migrasi sistem secara bertahap. Surat ini mendapat tanggapan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui surat Sekretaris Kementerian yang berisi bahwa penerapan SPSE di Kementerian PUPR dapat diterapkan secara bertahap kemudian LKPP melalui Surat Kepala LKPP menyatakan menyambut baik rencana penerapan secara bertahap. Dengan demikian pelaksanaan pelelangan TA. 2015 tetap menggunakan sistem eProcurement
Kementerian PUPR.
Untuk Tahun Anggaran (TA) 2015 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah memulai proses pengadaan barang/jasa untuk TA 2015 di bulan Oktober 2014. Pelaksanaan
eProcurement di TA 2015 melibatkan 848 Pokja dan kurang lebih 16.651 yang tersebar di seluruh
Indonesia. Jumlah paket yang diumumkan melalui sistem eProcurement sebanyak 14.894 paket dengan nilai 81.7 triliun rupiah dengan rincian paket Pelelangan/Seleksi/Pemilihan sebanyak 13,284 paket dengan nilai 80.1 triliun dan paket pengadaan/penunjukan langsung/ePurchasing
sebanyak 1,610 paket dengan nilai 1.6 triliun rupiah.
Kementerian PUPR telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No.57 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah Secara Elektronik (eProcurement), di dalam SE tersebut diatur bahwa Sistem eProcurement digunakan untuk pelelangan paket pekerjaan TA 2015 dan SPSE digunakan untuk pelelangan paket pekerjaan di TA 2016. Dalam melakukan migrasi dari sistem eProcurement ke SPSE LKPP telah dilakukan beberapa hal:
a. Mengusulkan perbaikan fitur di SPSE ke LKPP agar sesuai dengan Sistem eProcurement
Kementerian PUPR dan dapat digunakan di Kementerian PUPR seperti : Integrasi aplikasi
eMonitoring, Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) dan SPSE, penambahan
fitur bahasa Inggris, filter pencarian data per provinsi dan unit organisasi. Fitur ini perlu ditambahkan agar pengguna sistem tetap mendapatkan kemudahan dalam penggunaan sistem mengingat fitur-fitur ini sebelumnya sudah ada di sistem eProcurement Kementerian PUPR. Beberapa fitur yang diusulkan tersebut sudah diakomodir oleh LKPP seperti tersedianya fitur bahasa Inggris, integrasi eMonitoring+SIRUP+SPSE sesuai skema berikut :
III-9
Gambar 3.7. Skema Integrasi Aplikasi Emonitoring+SIRUP+SPSE
b. Melakukan sosialisasi dan pelatihan penggunaan SPSE kepada Pokja ULP dan Penyedia Jasa. Pelatihan dilakukan untuk memastikan pengguna dapat menggunakan sistem dengan baik karena terdapat beberapa perbedaan penggunaan SPSE bila dibandingkan dengan Sistem
eProcurement Kementerian PUPR seperti: kode akses Ketua Pokja yang sangat menentukan
dalam pelaksanaan eProcurement, dokumen pengadaan yang tidak dapat dihapus setelah di-
upload, pemberian penjelasan online, penggunaan Aplikasi Pengaman Dokumen (Apendo)
untuk membuka dokumen penawaran dan sebagainya.
Pelaksanaan dan Pengelolaan SPSE dilakukan secara terpusat di Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian PUPR oleh Tim Pengelola LPSE yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri No. 467/KPTS/M/2015 Tentang Tim Pengelola LPSE Kementerian PUPR. Pelaksanaan eProcurement TA 2016 telah dimulai sejak bulan Agustus 2015 melalui aplikasi SPSE.
III-10
3.3
Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)
3.3.1 Pagu AnggaranDIPA APBN 2015 meningkat Rp 74,20 T menjadi Rp 119,65 T dengan kronologi sebagai berikut: 1. Tahun 2014, Biro Perencanaan Anggaran dan Kerjasama Luar Negeri melaksanakan proses
penyusunan program dan anggaran dilaksanakan melalui forum Konsultasi Regional, kemudian dilakukan penajaman pogram dengan Komisi V DPR-RI dan Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.
2. Tahun 2014, Komisi V DPR dan Kementerian PU (sebelum dilakukan penggabungan menjadi Kementerian PUPR) menyetujui alokasi anggaran definitif RAPBN TA. 2015 untuk fungsi dan program Kementerian/Lembaga Mitra Kerja Komisi V DPR RI. Kementerian PU Pagu Anggaran 2015 sebesar Rp 74,204 Triliun terdapat tambahan dari: Gaji 6% sebesar Rp 46 Miliar, Kenaikan uang makan sebesar Rp 5.000 ribu, dan Tambahan Anggaran sebesar Rp 7,15 Triliun sehingga Alokasi Anggaran Kementerian PU APBN 2015 sebesar Rp 81,338 Triliun.
3. Alokasi Anggaran TA. 2015 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp. 81,338 Triliun dan Kementerian Perumahan Rakyat sebesar Rp. 4,621 Triliun, sehingga total Alokasi Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp. 85,959 Triliun. Alokasi tersebut berkurang sebesar Rp. 1,047 Triliun yang direalokasi ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang, sehingga Alokasi Anggaran TA. 2015 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp. 84,912 Triliun (Sesuai dengan surat Plt. Sekretaris Jenderal a.n Menteri PUPR nomor KU.01.01-Mn/607 tanggal, 03 Desember 2014). 4. Penajaman Alokasi Tambahan Anggaran Kementerian PU-PR dalam RAPBN-P TA. 2015 semula sebesar Rp 35,308 Triliun berdasarkan surat Menteri Keuangan No. S- 876/MK.02/2014 tanggal 24 Desember 2014 menjadi sebesar Rp 33,308 Triliun dengan rincian sebagai berikut: 1) Pembangunan Sektor Unggulan sebesar Rp 8,450 Triliun; 2) Pemenuhan Kewajiban Dasar sebesar Rp 9,108 Triliun yang terdiri dari Peningkatan Kualitas Hidup sebesar Rp 5,400 Triliun dan Rumah Susun, Rumah Khusus dan Peningkatan Kualitas Rumah sebesar Rp 3,708 Triliun; 3) Pengurangan Kesenjangan Antar Wilayah sebesar Rp 10,000 Triliun; 4) Infrastruktur Konektivitas sebesar Rp 5,750 Triliun (sesuai surat Menteri PU- PR nomor KU.01.05-Mn/683 tanggal, 31 Desember 2014).
5. Pagu Kementerian PUPR sejumlah 118,22T mendapatkan tambahan sebesar 1,436 triliun untuk Ditjen Sumber Daya Air, Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta Karya, Ditjen Bina konstruksi, Balitbang, BPIW, dan BPSDM.
6. Pagu akhir DIPA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat TA 2015 berdasarkan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) online oleh Kementerian Keuangan adalah sebesar Rp sebesar Rp 119,65 triliun, dengan rincian Rupiah Murni Rp 110,99 triliun, dan PHLN Rp 8,66 triliun.
III-11 Sumber: Hasil pengolahan data eMonitoring, 2015
DIPA Kementerian PUPR dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan pada bulan April 2015 dengan pagu sebesar Rp. 119.656.603.569 yang tersebar di 11 (sebelas) Unit Organisasi yaitu Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal SDA, Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Badan Penelitian dan Pengembangan, dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Pagu anggaran tersebut terdiri atas Rupiah Murni (RPM) sebesar Rp. 110.991.541.761 dan Pinjaman Hibah Luar Negeri (PLN) sebesar Rp. 8.665.061.808.
Tabel III.4. Pagu Anggaran Kementerian PUPR Tahun 2015
NO UNIT ORGANISASI APBN-P (Rp Ribu)
RPM PHLN TOTAL % 1 SETJEN 656.856.089 0 656.856.089 0,55 2 DITJEN SDA 28.810.776.054 2.291.073.739 31.101.849.793 25,99 3 DITJEN BM 53.593.207.258 3.800.789.428 57.393.996.686 47,95 4 DITJEN CK 17.224.870.921 2.573.198.641 19.798.069.562 16,54 5 DITJEN PnP 7.735.204.543 0 7.735.204.543 6,49 6 DITJEN BK 722.899.986 0 722.899.986 0,6 7 DITJEN PbP 558.877.866 0 558.877.866 0,47 8 ITJEN 105.200.000 0 105.200.000 0,09 9 BPIW 525.000.000 0 525.000.000 0,44 10 BALITBANG 521.407.149 0 521.407.149 0,44 11 BPSDM 537.241.895 0 537.241.895 0,45 TOTAL 110.991.541.761 8.665.061.808 119.656.603.569 100
Sumber: e-Monitoring PUPR, 2015
Pagu anggaran tahun 2015 naik hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2014 yaitu dari 67 triliun menjadi 119,65 triliun. Jumlah pagu RPM pada tahun 2015 semakin meningkat namun pagu PLN mengalami penurunan dari 8,80 triliun menjadi 8,66 triliun. Total pagu sebesar 119,65 triliun tersebut dibagi rata di 11 unit organisasi, berbeda dengan tahun 2014 yang hanya didistribusikan kepada 8 unit organisasi Kementerian PU.
0 20.000.000.000 40.000.000.000 60.000.000.000 80.000.000.000 100.000.000.000 120.000.000.000 140.000.000.000 RPM PLN Total
PERBANDINGAN PAGU ANGGARAN