• Tidak ada hasil yang ditemukan

akhirnya mencapai kesetaraan kelas ( egatiter)

B. Emile Durkh eim (1858-1917)

2. Fak ta sosia l

Menurut Durkheim fakta sosial dapat didefinisikan dengan dua earn, yaitu fakta sosial dialami sebagai paksaan eksternal ketimbang dorongan internal, dan fakta sosial merupakan hal yang umum melekat diseluruh masyarakat atau tidak melekat pada seriap individu khusus, Sehingga dapat disimpulkan bahwa fakta sosial adalah earn bertindak sebagai sebuah paksaan eksternal, atau bisa juga dikatakan bahwa Iakta sosial adalah cara bcrtindak yang umum dipakai suatu masyarakat dan pada saat yang sama keberadaanya terlepas dari marufestasi-mauitesrasl individual.

Sebagai contoh fakta sosial, (Durkheim dalam Ritzer 2013).

rnenjelaskan temang bahasa sebagai fakta sosial yang mudah dimengerti

kerena :

a. Bahasa adalah sesuatu yang harus dipelajari sccara emperis, contohnya bahasa Indonesia memiliki tata bahasa, pengucapan.

pcngejaan yang berbeda dcngan bahasa yang lain, scmua hal tcrsebut hanya bisa dipelajari secara crnperis.

b. Bahasa bersifat ekternal bagi individu, meskipun individu menggunakan bahasa namun individu bukanlah pcncipta bahasa, karena bahasa hasil cipraan sosial. Contohnya kara 'rnakan' akan mcmiliki makna jika kata "makan' dapat dimcngerti maksudnya oleh orang lain.

c. Bahasa bersifa: memaksa individu, karena banyak bahasa yang teramat sulit untuk di katakan, contohnya sepasang kekasih waktu pacaran menggunakan kata "sayang' sebagai bahasa panggilan untuk kekasihnya, narnun jika mereka sudah rnenikah, mereka akan mengganu kata 'sayang' menjadi 'papa, mama atau , ma.mi dan papi.

Fakta sosial terdiri dari struktur sosial, norma budaya, dan nilai yang bcrada diluar dan memaksa aktor (Durkheim, dalam Ritzer 2013).

Fakta sosial terbagi menjadi 2 yaitu:

a. Fa1'1a sosial non material seperti moralitas, kesadaran kolektif, representasi kolektif arus sosial.

I) Moralitas, rnoralitas dapat diartikan dalarn dua aspek yaitu moraliras dapat dipelajari secara crnperis, ekstcrnal bagi individu, bersifat mcmaksa individu dan dapat dijelasakan dengan fakta

37

Teori Sosiologi Klasik, Modern, Posmodern, Saintifik, Hermeneutik, Kritis, Evaluatif clan lntegratif

sosial yang lain, hal tersebut terjadi karena moralitas bcrkaitan dengan struktur sosial. Contohnya jika ingin mengctahui moralitas dari suaru keluarga, maka terlebih dahulu mempelajari lernbaga keluarga terscbut. Definisi yang kedua moraliras adalah masyarakat, karcna manusia selalu akan melakukan 'patologis ' yaitu pelonggaran ikatan-ikatan moral, tampa ikatan moral tcrsebut rnanusia akan berprilaku membabi buta, dengan hanya mementingkan kepentingan diri sendiri, sehingga individu membutuhkan moralitas. Contohnya moralitas tencang

'pemikahan' jika ridak ada nilai moral tentang pcrnikahan maka manusia akan mclakukan hubungan seksual sesuka hati seperti binatang,

2) Nurani kolektif, dapat diartikan sebagai hal yang tcrjadi pada seluruh masyarakat, dan sebagai hat yang independen dan mampu menenrukan fakta sosial yang lain, sehingga tcrciprakan kesadaran sosial diatas kesadaran individual, hal tersebut terjadi karena norma-norma dan kepercayaan yang dianut bersama. Contohnya penolakan masyarakat terhadap penarnbangan liar, yang mcnyebabkan kerusakan I ingku ngan.

3) Representasi kolektif, dapat terwujud melalui simbol-simbol agamis, mitos-mitos, Iegenda dan sebagainya, melalui ha! tersebut masayarakat mencerminkan dirinya, sebagai conroh represeruasi kolektif dalam simbol scpcrti bendera merah putih sebagai lambang negara Indonesia yang menjadi idenritas symbol scluruh bangsa Indonesia.

4) Arus sosial, diartikan sebagai gelombang-gelombang besar, semangat, kemarahan dan rasa kasihan yang dihasilkan dari pergaulan kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. Arus sosial tcrsebut mcmiliki suatu daya yang rnemaksa kepada individu dan dianut bersarna olch para anggota suatu kolekriviras, yang dipcroleh melalui interaksi diantara individu, Comohnya konscr rnusik marginal, yang mcmiliki arus sosial karena mcmiliki rasa kolektivitas bagi kaum atau kornunitas anak funk.

38

Teori Sosiologi Klasik, Modern, Posmodern. Saintifik, Hermeneutik. Kritis, Evaluatif dan Integratif

b. Fakta sosial material seperti gaya arsitektur, benruk teknologi, dan hukum dan perundang-uadangan, relatif lebih mudah dipahami karena keduanya bisa diamati secara tangsung,

3. Solidaritas Mekanik dan Organik

Durkheim mengacu pada dua tipe solidaritas sosial yaitu mekanik dan organik. Solidaritas mekanik adalah suatu masyarakat yang dici.rikan karena surnua orang generalis atau bersifat homogen, dalam kcgiatan•

kegiatan yang rnirip dan memiliki tanggung-jawab yang mirip. sedangkan solidaritas organik adalah suatu masyarakat yang dicirikan disarukan oleh

perbedaan-perbedaan di antara individu dalam masyarakat, memiliki kegiatan dan tanggung-jawab yang berbeda, sehingga solidaruas organik dicirikan dengan diferensiasi dan spcsifikasi.

a. Solldaritas Mckanis

Durkheim, mengatakan ciri khas yang paling penting dari solidarues mekanis itu terletak pada tingkat homogenitas yang ringgi dalam kepercayaan, sentimen, dan sebagainya. Homogenitas serupa itu hanya mungkin kalau pembagian kerja 'division of labor' bersifat terbatas. Model solidaritas seperti ini biasa di temukan dalam masyarakat primitif atau masyarakat tradisional yang masih sederhana. Dalarn masyarakat sepeni ini pembagian kerja hampir tidak rerjadi. Seluruh kehidupan di pusatkan pada sosok kcpala suku atau kepala adat, Singkatnya, solidaritas mekanis di dasarkan pada suatu 'kesadaran kolektif I collective consciousness' yang di lakukan masyarakat dalarn bentuk kepercayaan dan sentimen total di ancara para warga masyarakat, lndividu dalam masyarakat scperti ini cenderung homogen dalam banyak hal. Keseragaman tersebut berlangsung terjadi dalam seluruh aspek kehidupan, baik sosial, politik bahkan kcpercayaan atau agarna. Doyle Paul Johnson (1996), secara terperinci menegaskan indikator sifat kelompok social atau masyarakat yang didasarkan pada solidaritas mekanis, yakni :

l) Pembagian kerja rendan 2) Kesadaran kolcktif kuat 3) Hukum reprcsif dominan 4) Individualitas rendah

39

Teori Sosiologi Klasik . Modern, Posmodern. Saintifik, Hermeneurik, Kritis, E valuatif dan Integratif

S) Konsensus terhadap pola normarif'peruing

6) Adanya keterlibatan komunitas dalam menghukum orang yang menyimpang

7) Secara relatif sifat ketergantungan rendah 8) Bcrsifat primitif atau pedesaan.

Conteh masyarakar solidaritas mekanis yaitu Contohnya seperti rnasyarakat suku Kajang yang berada di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan yang masih menganut tipe sclidaritas sosial mekanik, karena masyarakat Kajang merniliki sifat homogenitas diantara semua kalangan masyarakat sepcrti memakai baju hitam, anti teknologi dan kepercayaan kepada agarna sallam. Homogenitas itulah yang rnepersatukan masyarakat suku Kajang.

b. Solidaritas Organik

Solidaritas organis tcrjadi di masyarakat yang relatif kompleks dalam kchidupan sosialnya namun terdapat kepentingan bersarna alas dasar tertenru. Solidaritas organis muncul karcna pernbagian kerja bertambah besar. Solidaritas ini di dasarkan pada tingkat saling ketergamungan yang tinggi. Kctergantungan ini di akibatakan karena spesialisasi yang tioggi di antara keahlian individu. Spesialisasi ini juga sekaligus mengurangi kesadaran kolektif yang ada dalam masyarakat mekanis. Akibatnya, kesadaran clan homogenitas dalam kchiduan sosial tergeser. Kcahlian yang berbeda clan spesialisasi itu, rnunculah kctergantungan fungsional yang bertambah antara individu-idividu yang merniliki spesialisasi dan secara relauf lebih otonom sifainya. Menurut Durkheim, (1895) itulah pembagian kerja yang mengambil alih pcran yang semula didasarkan oleh kesadaran kolektif. Conteh dalam solidaruas organis ialah Doyle Paul Johnson (1996), pun secara terperinci menegaskan indikaror sifat kelompok sosial atau rnasyarakat pada solidaritas organis, yakni;

I) Pembagian kerja tinggi;

2) Kesadaran kolektif lema h;

3) Hukum restitutif!memulihkan dominan;

4) lndividualitas tinggi;

5) Konscnsus pada nilai abstrak dan umum penting;

6) Badan-badan kontrol sosial mcnghukurn orang yang mcnyimpang;

40

No Solidaritas Mckanik Solidaritas Organis

L Pernbagian kcrja rendah Pembagian kerja tinggi 2. Kesadaran kolek1if kuat Kesadaran kolektif lemah 3. Hukum rcprcsif domian Hukum restitutif dominan 4. Individualitas rendah Individualuas unggi

Contohnya pada masyarakat Kata Makassar yang telah menganut solidaritas organik, karena masyarakat dipersatukan kerena perbedaan, rermasuk dalam hal pekerjaan. yang bersifat diferensiasi dan spesialisasi, dengan ciri individualitas yang sangat tinggi. Namun heterogenitas tersebutlah yang mempcrsatukan masyarakat kota Makassar,

Sumber analisa Durkheim mcngenai pernbcdaan tersebut yaitu didasarkan pada bukunya yang berjudul The Division of Labour in Society. Tujuan karya ini adalah untuk menganalisa pengaruh kornpleksitisuas dan spesialisasi pembagian kerja dalam sirukrur sosial dan perubahan-perubahan yang diakibatkannya dalam bcntuk-bentuk pokok solidaritas sosial, Berikut pembagian tipe solidaritas mekanik dan

tipe solidaritas organik.

Tabet I : Perbedaan Solidaritas Organik dan solidaritas mekanik.

Dari berbagai penjelasan tcntang solidaritas sosial Emile Durkheim dapat disimpulkan bahwa solidaritas mekanis dibcmuk oleh masyarakat yang masih rnerniliki kesadaran kotekt.f yang sangat tinggi, kepercayaan yang sama, cita-cita dan komitmen moral. Masyarakai yang menggunakan solidaritas mekanis, mereka melakukan aktifitas yang sama dan memiliki tanggung jawab yang sama. Scbaliknya, solidaritas organ is

41

Tcori Sosiologi Klasik, Modern, Posmodern, Saintifik, Hcrmeneutik, Kritis, Evaluatif clan lntegratif

dibcntuk karena semakin banyak dan beragamnya pembagian kerja.

Sehingga pernbagian kerja rersebut membuat spesiatisasi pekerjaan di dalarn masyarakat yang menyebabkan kesadaran kolektif menjadi menurun. Semua kegiatan spesialisasi mereka berhubungan dan saling tergantung satu Sarna lain, sehingga sistern tersebut membentuk solidaritas rnenyeluruh yang berfungsi didasarkan pada sating ketergantungan.

4. Kepadatan dinamls

Durkheim (l895) percaya bahwa pcnyebab peralihan solidaruas mekanik menuju solidaritas organik adalah kepadatan dinamis. Konsep ini mengacu pada sejurnlah orang dalarn masyarakat dan sejumlah interaksi terjadi diantara mcreka. Maka banyak orang berani bertarnbahaya persaingan mendapatkan sumber daya yang langka, dan makin banyak interaksi berarti perjuangan Jebih keras untuk bertahan hidup diantara komponen-komponcn rnasyarakat yang berada pada dasar yang sama. Munculnya pembagian kerja memungkinkan orang-orang saling melengkapi, ketimbang berkonflik dengan yang lain, selanjutnya pembagian kerja yang bertambah menghasilkan cfesiensi yang lebih besar yang mcmbuat persaingan diantara mercka lebih damai. Oleh karena itu lebih banyak solidaritas organik maka akan semakin banyak individualitas, daripada pada masyarakat yang memiliki solidaritas mekanik.

5. Hukum Rcfresif dan Restitutif

Durkheim memilih mempelajari masyarakat dari hukum yang diierapkan dari keclua tipe solidaritas sosial yang berbeda, yaitu :

a. Hukurn Refresif

Durkheim menghubungkan persoalan sclidaritas organis dengan fenomena pernberian hukuman atau sanksi. Hukum reprcsif yang di jumpai dalam masyarakar mckanis ialah ungkapan dari kemarahan kolcktif masyarakat. Oleh karena itu orang-orang yang hidup dalam tipc solidariras terscbur karena mereka cendrung percaya pada moralitas bersarna. Sciiap serangan terhadap sistcm nilai yang mcraka anut bersarna kemungkinan bcsar penting bagi scbagian besar individu, Oleh

42

Teori Sosiologi Klasik, Modem, Posmodern, Saintifik, Hermeneutik, Kritis, Evaluatif dan lntegratif

karena itu setiap orang merasakan serangan dan percaya secara mcndalam pada moralitas bersama, Contohnya jika ada pcncurian dalam masyarakat pencuri maka pencuri tersebut telah menganggu sistcm nilai rnasyarakat sehingga kcmungkinan besar akan dibcrikan hukuman seperu pernotongan rangan, atau di berikan oleb rnurka oleh tuhan.

b. Hukurn Restitutif

Kuamya solidaritas organis di tandai oleh munculnya hukum yang bersifat rnemulihkan (restituiive). Hukurn restirutif berfungsi untuk mempertahankan atau melindungi pola saling kctcrgantungan yang kornpleks antara sejumlah individu yang memiliki spesialisasi tersebur.

Karena iru sifat sanksi yang di berikan kepada individu yang melanggar keteraturan dalam dua kategori masyarakat ini juga berbeda. Tipe sanksi dalam masyarakat organik bersi fat restitutif sebagairnana di kemukan Durkheim (1895) rnengatakan bukan bersifat balas dendam, rnelainkan sekedar memulihkan keadaan. Kernarahan kolektif tidak mungkin terjadi dalam masyarakat dengan tipe organis, karena masyarakat sudah hidup dengan kesadaran individual bukan kesadaran kolektif Sebagai gantinya masyarakat dengan tipc solidaritas organis mengelola kchidupan sccara rasional, Karena iru, bentuk hukumannya pun bersifat rasional di sesuaikan dengan bentuk pelanggaran tersebut. Pelaksanaan sanksi tcrsebut benujuan untuk memulihkan atau melindungi hak-hak dari pihak yang dirugikan. Maka dari itu akan dengan adanya hukuman iersebut akan memulihkan kondisi ketergantungan fungsional dalam masyarakat.

Durkheim menjelaskanbahwa bentuk solidaritas tersebut rerutama dalam masyarakat modem. Pola-pola resututif ini nampak dalarn hukum dan peraturan-peraturan kcpcmilikan, hukum kontrak, pcrdagangau dan peraturan adrninistratif atau prosedur-prosedur dalarn sebuah institusi masyarakat modem. Peralihan dari hukurn represif menuju hukum restitutif seiring sejalan dengan semakin bertambahnya kornpleksitas dalarn rnasyarakat. Contohnya jika lerjadi pencurian dalarn rnasyarakat akan diberikan hukuman namun tidak seperti pada hukum represif yang diterapkan pada rnasyarakat tipe solidarius mekanik, hukum yang dibenkan ganti rugi atas tindakan yang telah dilakukan.

43

Teori Sosiologi Klasik, Modem, Posrnodem, Saintilik, Hermeneutik, Kruis, Evaluatif clan Integraiif

6, Normal dan Patologis

Pemikiran Durkheim yang paling kontroversial ialah bahwa

mampu membedakan antara masyarakat yang sehat dan patologis. Setelah menggunakan buku itu di dalarn The Division of Labor, Durkheim menu I is buku Jain yairu The Rules of Sosio/ogica/ Method (1895-1982).

Di dalam buku tersebut, Durkheim mencoba mcmbela idc itu. Dia mengklaim bahwa rnasyarakat yang sehat dapat dikenali karena akan menemukan kondisi-kondisi serupa di dalam masyarakat lain pada tahap•

tahap yang serupa. Apabila suatu masyarakat menyimpang dari apa yang di tcmukan mungkin masyarakat itu patologis.

Ide tersebur bcrsifat kontrovcrsial sehingga di tenrang pada masa itu dan hanya segelintir sosiolog yang mendukungnya. Namun Durkheim pun tidak lagi berusaha mcrnbela idenya yang kontrovcrsial, Akan tetapi, ada saru ide yang menarik yang diambil Durkheim dari idenya itu.

Ide yang menunjukan bahwa kejahatan adalah normal (Smith: 2008) ketimbang patologis. Dia berargumen bahwa karena kejahatan di temukan disetiap masyarakat, kejahaian pastilah normal dan memberikan suaru fungs! yang berguna. Durkheim mengklaim, kejahatan membantu masyarakar mcndcfinisikan dan menggambarkan nurani kolektif mereka, Sebagai contoh terjadinya pencurian memberikan dampak yang baik bagi masyarakai, karena dengan adanya pencurian maka rnasyarakat akan rnenghargai hak miliki orang lain, yang tidak belch diambil seperti yang dilakukan oleh pencuri, dan masyarakai akan bersaru umuk bcrupaya unruk memberikan kontrol sosial.

Di dalarn The Division of Labor, dia menggunakan ide paiologi untuk mengkritik beberapa bemuk "abnormal" pernbagian kerja yang di terima di dalarn masyarakat modern. Dia mengenali tiga benruk abnormal yang mana Durkheim bersikeras bahwa krisis modernitas di samakan dengan pernbagian kerja, sebcnarnya di sebabkan oleh bentuk-bentuk abnormal tersebut. Ketiga bentuk abnormal itu ialah:

a) Pembagian kerja anomik

Pembagian kerja ini mengacu kcpada kurangnya pengaturan atau norma di dalam suatu masyarakat yang tcrisolasi dan menahan diri dari rnengatakan apa yang hams dilakukan orang-orang. Sehingga setiap individu mclakukan onomie karena tidak adanya norrna yang menjadi

44

Teori Sosiologi Kissik, Modem, Posmodem, Saintifik, Hermeneutik. Kritis, Evaluatif dan Imegratif

pegangan dalam masyarakat. Durkheim mengembangkan lebih lanjut konsep anomie itu di dalam karyanya bunub diri yang didiskusikan nanti.

Di dalam kcdua karya itu, dia menggunakan istilah anomie untuk mengacu kondisi-kondisi sosial kctika manusia kekurangan pengendalian moral yang memadai (Bar-Haim, 2007). Bagi Durkheim, rnasyarakat modern selalu condong kepada anomie, tctapi ia tampil kepermukaan pada rnasa-masa krisis sosial dan ekonomi. Tanpa moralitas bersama yang kuat dari solidaritas mekanis, mungkin orang-orang tidak mempunyai konsep yang jelas mengenai apa yang tepat clan tidak tepat clan perilaku yang dapat diterima. Meskipun pembagian kerja adalah suatu surnber kohesi di dalarn rnasyarakat modern, pernbagian kerja tidak dapat menutupi secara kcseluruhan kelemahan moraliras bersarna. Setiap individu dapat menjadi terasing clan cerbawa di dalam kegiatan-kegiaian yang terspesialisasi, Mercka dapat dcngan mudah berhcnri mcrasakan ikatan urnurn dengan orang-orang yang bekerja dan yang tinggal di sekitarnya. Hal itu memunculkan anomie. Solidaritas organis condong kepada "patologi' yang khusus itu. Contoh pembagian kerja di masyarakat pcrkotaan, yang terdiri dari pekerja dengan latar belakang yang hetcrogen.

b) Pembagian kerja yang di paksakan

Durkheim percaya bahwa masyarakar memburubkan aturan•

aturan dan pengaturan untuk mengatakan kepada mereka apa yang harus dilakukan, Benruk abnormal ini rnenunjukan sejenis aruran yang dapat menyebabkan konflik dan pengasingan sehingga menambah anomie.

Patologi ini mengacu pada fakta bahwa norrna-norma clan pengalarnan•

penga\aman yang sudah kctinggalan zarnan dapai memaksa para individu, kelornpok, dan kelas-kelas kc dalam posisi-posisi yang ridak cocok dengan mercka. Sehingga jika acla individu yang berkerja tidak sesuai dengan kemampuan meraka rnaka hal tersebut akan menirnbulkan patologi. Tradisi-tradisi, kekuasaan ckonomi atau status dapat menenrukan siapa yang melaksanakan pekcrjaan-pckcrjaan dcngan rncngabaikan bakai clan kualilikasi. Disinilah Durkheim datang paling dckat dengan pendirian Marxis. Conteh adalah pada masyarakai pedesaan dalam pengclolaan lahan pertanian menggunakan tenaga manusia dibanru dengan teknologi sederhana seperti cangkul umuk mengclolah tanah,

45

--- -- --- -

-Teori Sosiologi Klasik, Modern, Posruodern, Saintifik, Henneneutik. Kruis, Evaluatif dan Imegrarif

namun seiring perkembangan masyarakat. pengelolaan tanah sudah menggunakan rraktor, sehingga pekerja yang awalnya hanya mcnggunakan cangkul dipaksa unruk menggunakan traktor untuk rnengelolah tanah, yang mungkin atau bahkan tidak diketahui sarna sekali.

c. Pcmbagian kerja yang dikoordinasikan dcngan buruk

Bentuk pembagian kerja ini jelas ketika fungsi-fugsi yang terspesialisasi dilaksanakan oleh orang-orang yang berbeda dan di koordinasikan dengan buruk. Sekali lagi Durkheim mengingatkan bahwa solidaritas organis mengalir dari saling ketergantungan masyarakat.

Apabila spcsialisasi orang-orang mcngnasilkan sating kerergaruungan yang meningkat tetapi jika ada satu pcngasingan atau udak berfungsi, maka pcrnbagian kcrja tersebut tidak mcnghasilkan solidaritas sosial.

Sebagai contoh suaru pckerjaan yang membuuihkan spesialisasi keahlian, misalnya pcmbuatan mobil yang membutuhkan kerjasama dari semua pihak, seperti yang benanggung jawab pada bagian kclistrikan, ban, akscsoris, dan lain sebagainya. Namun jika ada yang tidak berfungsi atau dikordinasikan dengan buruk maka hasilnya ridak akan maksimal atau

bahkan tidak ada.

7. Keadilan

Agar pembagian kerja berfungsi sebagai kekuatan moral dan menekankan secara sosial di rnasyarakat konsep modern, anomie.

pembagian kerja yang dipaksakan, dan koordinasi spesialisasi yang tidak tepat harus diperhitungkan. Masyarakat modern udak lagi di satukan oleh pengaloman-pcngalaman bersama clan kepercayaan-kepercayaan bersama. Sebagai gantinya, mcreka dipersatukan melalui perbedaan•

perbedaan mereka sendiri, selama perbedaan-perbedaan itu diizinkan berkembang dalarn suatu cara yang mendorong sating kerergantungan.

Kunci bagi hal rersebut untuk Durkheim adalah kcadilan sosial. Maka, tugas bagi masyarakat yang paling maju adalah suatu pekcrjaan rncwujudkan keadilan. Scnagaimana iclc mengcnai masyarakat•

masyarakat yang lebih rendah ialah menciptakan atau memelihara sckuat tenaga kehirlupan hcrsama, yang menyerap individu. Begitu juga cua-cita masyarakat adalah mernbuar rclasi-relasi sosial sclalu lebih pantas,

46

Teori Sosiologi KJasik, Modem, Posmodern, Sainrifik, Hermeneutik, Kritis.

Evaluatif dan lntegrarif

sehingga menjamin perkembangan bebas seluruh kckuatan kita yang bermanfaat secara sosial, Moralitas, solidariras sosial, keadilan, ha! iru adalah tema-tcma besar untuk seseorang yang akan bckcrja. Durkheim berkali-kali kembali kepada ide-ide rersebur di dalarn karyanya, tetapi dia tidak akan pernah mclihatnya dalam kaitannya dengan masyarakat sebagai suatu keseluruhan. Contoh dalarn pernbangian kerja yang membutuhkan keahlian yang berbcda sehingga tingkat kesukaran pun bcrbeda, yang disebabkan oleh spesialisasi pckerjaan yang semakin tinggi, maka kunci utamanya adalah keadilan social. Seperti keadilan dalam aspek upah, yang disesuaikan dengan tingkat kesukaran pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja,

8. Bunuh Diri (Suicide)

Durkheim memilih studi bunuh diri karena bukan karcna persoalan ini relatif mcrupakan fenomena konkrit dan spesifik, di mana tcrsedia data yang bagus secara komparatif. Akan tetapi, alasan utarna Durkheim untuk melakukan studi bunuh diri ini adalah unruk menunjukkan kekuatan disiplin Sosiologi. Dia melakukan penelitian teruang angka bunuh diri dibeberapa negara di Eropa. Secara statistik basil dari data-data yang dikumpulkannya menunjukkan kesimpulan bahwa gejala-gejata psikologis scbenarnya lidak berpengaruh terhadap kecenderungan untuk mclakukan bunuh diri. Menurut Durkheim perisriwa-penstiwa bunuh diri sebenarnya merupakan kenyataan•

kenyataan sosial tersendiri yang karena itu dapat dijadikan sarana penclitian dengan menghubungkannya terhadap sturktur sosial dan derajat intcgrasi sosial dari suatu kehidupan masyarakat. Durkheim memusatkan perhatiannya pada 3 rnacam kesaruan sosial yang pokok dalarn masyarakat:

a. Bunuh Diri dalarn Kesatuan Agama

Durkheim menunjukkan bahwa angka bunuh diri lebih besar di ncgara-negara Protestan dibandingkan dengan penganut agama Katolik dan lainnya. Penyebabnya terlctak di dalam perbedaan kebebasan yang dibcrikan oleh masing-masing agama tersebut kepada para penganutnya, sernakin ditekan penganut agamanya maka semakin besar kemungkinan umuk bunuh diri, begitupun sebaliknya.

47

Teori Sosiologi Klasik, Modern, Posmodern, Saintifik. Hermeneutik, Kritis, Evaluatif dan Integratif

b. Bunub Diri dalarn Kesatuan Keluarga

Durkheim disimpulkan bahwa semakin kecil jumlah anggota dari suatu keluarga, maka akan semakin kecil pula keinginan untuk hidup.

Kesaruan sosial yang semakin besar, mengikat orang pada kegiatan•

kegiatan sosial di antara anggota-anggoia kesaruan tersebut. Sehingga orang yang memiliki keluarga yang bcsar maka tingkat bunuh dirinya akan rendah, sebaliknya yang memiliki kcluarga kccil. maka ringkat bunuh diri yang tinggi.

c. Bunuh Diri dalam Kcsatuao Politik

Durkheim mcnyimpulkan bahwa di dalarn situasi perang, golongan militcr lebih terintegrasi dengan baik, dibandingkan dalam kcadaan damai. Sebaliknya dcngan masyarakat sipil. Sehingga dalam kcadaan perang rnasyarakat sipil mcmiliki tingkat bunuh diri yang tinggi karena solidaritas yang lemah.

Durkheim mcnyimpulkan bahwa di dalarn situasi perang, golongan militcr lebih terintegrasi dengan baik, dibandingkan dalam kcadaan damai. Sebaliknya dcngan masyarakat sipil. Sehingga dalam kcadaan perang rnasyarakat sipil mcmiliki tingkat bunuh diri yang tinggi karena solidaritas yang lemah.