akhirnya mencapai kesetaraan kelas ( egatiter)
B. Emile Durkh eim (1858-1917)
4. Tipe-Tipe ldeul
Tipe ideal adalah konsep yang dibangun para ilmuan sosial, berdasarkan minat atau orientasi teoritisnya untuk meaangkap ciri-ciri hakikat suaru tenomena sosial. Tipe-tipe ideal adalah pcralatan heuristik (pcngccckan kcmbali) yang digunakan dalam mengkaji bagian-bagian realitas historis. Contohnya para ilmuan sosial akan merumuskan suatu birokrasi khas dan ideal bcrdasarkan pengkajian mendalam yang mcrcka lakukan atas data historis, kcmudian tipe-tipe ideal tersebut dapa;
dibandingkan dengan birokrasi-birokrasi aktual, yang tidak merniliki kesamaan dengan tipe ideal dikatakan sebagai penyimpangan, faktor penyebab penyirnpangan, yaitu :
a. Tindakan para birokrat yang termorivasi oleh informasi yang salah.
b. Kesalahan-kesalahan srrategis, tcrutama oleh para pemimpin birokrasi, c. Kesalahan-kesalahan logis yang mendasari tindakan-tindakan para
pemimpin tau pengikut.
d. Setiap rasionaluas di dalam tindakan para pernirnpin atau pcngikut.
Dalam pandangan Weber dalarn mendapatkan tipe ideal terse-but harus melalui pengkajian secara mendalam realitas historis dan kemudian baru merumuskan tipe ideal tersebut. Selaras dengan usaha namun perlu dipaharni bahwa tipe ideal udak dikembangkan sekali untuk selarnanya, karena rnasyarakat yang terus berubah, sehingga perlu dikernbangkan tipologi baru untuk rnenyesuaikan dengan realitas yang sedang beruban, hal itu sesuai dengan pendangan Weber bahwa iidak ada konsep-konscp abadi di dalarn ilmu-ilmu sosial.
57
Teori Sosiologi Klasik, Modern, Posmodem, Saintifik, Hcrmeneurik, Kruis, Evaluatif dan lntegratif
5. ~ilai
Seperti dalam karyanya tentang nilai jauh lcbih rumit dan tidak boleh direduksi menjadi sekedar paudangan bahwa nilai harus dijaukan dari sosiologi, sehingga sosiologi tidak boleh "bebas nilai".
a. Nilai-nilai dan pengajaran
Weber sangat tidak setuju apabila seorang guru mengapresiasikan nilai pribadi dalam pernbelajaran akademik. Menurut Weber dalam Ritzer (2003) ruang kuliah harus dibedakan dari area diskusi publik, Ada perbedaan tcrpeming aruara pidato umum dengan kuliah akademik yang terletak pada audiensnya. Pidaro umum adalah kerumunan orang yang rnenyaksikan pembicaraan dimuka urnurn dan audiensnya dapat pergi kapan saja yang dia mau, Sedangkan kuliah akademik, tidak bisa mcmilih kecuali mendengarkan profesor yang sarat nilai. Ada ambiguitas posisi Weber tentang kebebasan nilai. Akademik harus mengckspresikan fakta bukan nilai pribadi, di dalam kelas. Weber berpendapat, ia percaya bahwa mungkin saja mcmisahkan nilai clan fakta. Sedangkan, Marx tidak setuju karena menuruinya pandangannya tentang nilai dan fakta saling bcrhubungan dan terkait secara clialektis.
b. Nilal-nilai Riset
Pcndapat Weber (2006 tenrang nilai dan pcnelitian sangat ambiguitas. Weber betul-betul percaya pada kernarnpuan memisahkan fakia dengan nilai. dan pandangan tersebut diperluas ke dunia riser, Penyidik clan guru hams memisahkan fakta-fakta ernpcris dengan pcnilaian-penilaian pribadinya, yaitu penilaian terhadap fakra-Iakta tcrscbut. Ide-ide Weber (2006) rnengcnai peran nilai-nilai sebclum dilakukan riser sosial tertangkap dalam konsepnya mengcnai "relevansi nilai", yang rneliputi pemilihan bagian-bagian realitas ernperis yang mengujudkan satu atau beberapa nilai budaya umum yang dianut oleh orang-orang di dalam masyarakat di lingkungan para pengamai sendiri.
(Burger, 1992). Sebagian besar sosiolog mengatakan Weber sebagai sosiolog pendukung bebas nilai, dan banyak para sosiolog yang mengukuti Weber. dengan mernakai namanya untuk rnendukung pendirian rnereka, namun seperti yang diketahui Weber pada hakikamya sarat dengan nilai-nilai atau ticlak bebas nilai.
58
Teori Sosiologi Klasik, Modem, Posrnodern. Sairuifik, Hermeneutik, Kruis, Evaluatif dan lntegratif
6, Tindakan Sosial
Weber membedakan tindakan sosial manusia ke dalarn ernpat tipe yaitu:
a. Tlndakan rasionalitas instrumental! Zwerk Rational
Tindakan ini merupakan suatu undakan sosial yang dilakul<an seseorang didasarkan atas pertimbangan clan pilihan sadar yang berhubungan dengan tujuan tindakan itu dan ketersediaan alat yang dipergunakan untuk mencapainya. Contohnya : Seorang mahasiswa yang sering rerlambat masuk kuliah dikarenakan tidak rnemiliki alat transportasi, akhirnya ia membeli sepeda agar ia datang kesekolah Jebih awal dan tidak terlambat.
b, Tindakan rasional nilai I Werk Rational
Sedangkan tindakan rasional nilai memiliki sifat bahwa alat-alat yang ada hanya mcrupakan pertimbangan clan perhitungan yang sadar, scmcnrara tujuan-tujuannya sudah ada di dalam hubungannya dcngan nilai-nilai individu yang bcrsifai absolut. Conteh seseorang mahasiswa berbicara dengan orang yang lebih tua atau dengan doscnnya memperlihatkan rasa hormat. Artinya, tindakan sosial ini relah dipertimbangkan terlebih dahulu karena mendahulukan nilai-nilai sosial maupun nilai agama yang ia miliki.
c. Tiudakan Afektif/Ttndakan yang Oipengaruhi Emosi I Affectual Action
Tipe tindakan sosial ini lebih didominasi perasaan atau emosi ianpa refleksi intelektual atau perencanaan sadar. Tindakan afektif sifatnya spontan, tidak rasional, dan rnerupakan ekspresi emosional dari individu. Contohnya rnahasiswa yang melihat tabrakan di dcpan karnpus Unismuh secara spontan berteriak dan lari menuju tempat kcjadian.
d. 'I'indakan Tradisioual/Tindakan karcna Kcblasaan I Traditional Action,
Dalam tindakan jenis ini, seseorang memperlihatkan perilaku tertentu karena kebiasaan yang diperolch dari nenek moyang, tanpa refleksi yang sadar atau perencanaan. Contchnya mahasiswa pulang karnpung disaat lebaran atau Idul Furi,
59
Tcori Sosiologi Klasik, Modem, Posmodcrn, Saintilik, Hcnneneutik, Kritis, Evaluatif dau Integratif
7. Srruktur Otoritas
Weber melakukan smdi tentang otoritas politik dan bagaimana kekuasaan befungsi dalarn masyarakat bukan karna legitimasi moral, teori Weber tersebut dikenal dengan tipc ideal (ideal typus). Weber membedakan tiga tipe ideal dan keabsahannya, yang dapat melctatkan suatu hubungan dominasi yaitu ttradisonal, karismatik dan legal rasional (Ritzer dan Goodman, 2005), perjelasan setiap tipe tersebut, yaitu : a. Tlpe otoritas tradisioual
Otoritas tradisional adalah merupakan suaru bentuk otoritas yang didasarkan pada kesakralan dan tradisi kuno yang dianut dalarn suatu masyarakat. Objek kepatuhan masyarakat kepada individu yang berkuasa didasarkan pada tradisi ~'U110tcrscbut. Dibeberapa masyarakat pcdesaan terdapat seseorang yang biasa ditunjuk sebagai pemimpm karena rnemihki pcmaharnan tentang kesakralan dan memiliki kcwibawaan sebagai unsur yang dianggap sangat penting untuk mcmegang suatu jabaian (otoritas). Bcntuk lain dari otoritas iradisonal adalah adanya benruk kepemimpinan yang didasarkan pacla rradisi turun-temurun kc gcnarasi rnenurut aturan adat atau tradisi, pcmirnpin tradisional di angkat sebagai pcmimpin berdasarkan keputusan adat, darah keturunan atau dari suku rertcmu, Contohnya adalah sistcrn pemerintahan kerajaan yang berdasarkan keturunan raja (pangeran).
b. Tlpe legal rasional
Legal rasional adalah mcrupakan tipe otoritas yang berdasarkan pada hukum dan impersonal. Objek kepatuhan masyarakat kepada pemimpin yang dibcrikan otoritas karena sudah disahkan olch hukum yang berlaku. Sesorang yang diberikan otoritas menjalankan otontasnya bcrdasarkan aturan yang berlaku tampa dipengaruhi oleh kepentingan pribadinya. Setiap masyarakat dalam tipc otoruas ini harus tuntuk pada pemegang otoruas berdasarkan norma sosial, dan setiap anggora tunduk pada atasan karena semuanya diikat oleh norrna. Contohnya sisrem pemcrintahan demokrasi, pemilihan berdasarkan suara terbanyak dan kemudian disahkan berdasarkan undang-undang yang berlaku.
c. Tipe kharlsmarik
Kharismatik adalah merupakan Lipe otoi iras yang berdasarkan kepada kemampuan clan ciri-ciri khas yang luar biasa dirniliki sesorang
60
Teori Sosiologi Klasik. Modern, Posmodern, Saintifik, Hermcneutik, Kritis, Evaluatif dan Imegratif
yang diyakini oleh masyarakat atau pengikutnya. Objek keparuhan
masyarakat kepada pemegang otoritas adalah kemampuan atau kelebihan khusus atau kualitas personal yang lidak dimiliki oleh orang lain, masyarakat atau masyarakat yang lain. Karismatik olch Weber didefinisikan sebagai sebagai sifat tertenru dari suatu kepribadian sesoorang individu yang luar biasa, memiliki sifat-sifat gaib atau sifat•
sifat yang unggul. paling sedikit memiliki kekuatan yang khas clan luar biasa. Contohnya adalah sistem pemerintahan Islam yang mengangkat seseorang sebagai pemimpin seperti l\abi berdasarkan Karismatik yang dimiliki secara personal.
8. Raslenalltas
a. Rasionalitas praktis
Weber (2006) rasionalitas praktis yairu setiap cara hidup yang mernadang dan menilai kegiatan duniawi terkait dengan kepentingan•
kcpcntingan individual pragmatis dan egoistis belaka, Orang-orang yang rncmpraktikkan rasionahtas praktis menerima rcalitas yang sudah ada dan hanya memikirkan cara-cara yang bijaksana untuk meughadapai kesulitan-kesulitan yang dihadirkannya, tipe rasionalitas ini muncul bersarna rerputusnya ikaian-ikaran magis primitif. rasionalistas prakus membawa orang untuk tidak mempercayai segenap nilai-nilai yang tidak praktis. Conteh rnahasiswa iidak mau mengikuti proses pcrkuliahan.
langsung saja mau dapat nilai bahkan mau langsung selesai clengan rnenggunakan berbagai cara baik yang haram maupun yang benar.
b, Rasionalitas teoritis
Rasionalitas reoritis rneliputi usaha koguitif menguasai realitas melalui konsep yang sernakin abstrak daripada mclalui tindakan, rasionalitas ini mencakup proses kognitif seperti deduksi, induksi, kuasalitas. Tidak seperti rasionalitas praktis yang mernbawa aktor melarupaui kehidupan sehari-hari. rasionalitas teoritis lintas peradaban clan lintas sejarah. Contoh mahasiswa mcndiskusikan masalah-masalah social dengan mcnggunakan perangkat teoritis dalam membedah permasalahan tcrsebut, namun tidak terlibat langsung dilapangan untuk memecahkan berbagai persoalan terscbut.
61
Teori Sosiologi Klasik, Modern, Posmodern, Sainufik, Herrnencurik, Kritis, Evaluatif dan Imcgratif
c. Rasionalltas subtantif
Rasionalitas subtantif, menata tindakan secara langsung ke dalam pola-pola melalui hirnpunan nilai-uilai. Rasionaluas subrantif melibatkan pcmilihan alat-alat menuju tujuan di dalam konteks suatu sistem nilai.
Satu sistem nilai tidak lebih rasional secara subrantif daripada nilai yang lainnya. Comoh doscn merubah jadwal mata kuliah dcngan melakukan musyawarah/kesepakatan dengan mahasiswa.
d. Rasionalitas formal
Rasionalitas formal yang meliputi kalkulasi alai dau tujuan, hal tersebut mengacu pada aturan, hukum dan norma yang diterapkan
sccara
universal. Conteh seorang mahasiswa menempuh pendidikan di jurusan pendidikan sosiologi agar kelak bias menjadi guru sosiologi. Tujuannya unruk menjadi guru sosiologi maka alat yang dipakai adalah kuliah di jurusan pendidikan sosiotogi.
9. Rasionalitas formal
Rasionalitas formal dapat didefinisikan dari enam sifat escnsialnya, yaitu:
a. Struktur-strukrur dan lembaga-Iembaga rasional secara formal mcnekankan pada "kalkulabiltas" atau hal-hal dapat dihiiung atau dikuanriratifkan.
b. Fokus pada "efesiensi", pada pencmuan alat-alar terbaik untuk mencapai tujuan tertentu,
c. Ada pemastian "prediksibilitas", hal-hal yang bekerja dalam cara yang Sama dari wakru yang satu ke waktu yang Jain atau tempat yang saru kc tempat yang lain semuanya dapat diprediksi.
d. Suatu sistem rasional secara formal yang terus-menerus mereduksi teknologi manusia clan pada akhirnya "manusia digantikan oleh teknologi" yang lebih efisien dan lebih mudah diramalkan dibandingkan dengan manusia.
e. Mcndapatkan "kendali' atas kctidakpastian yang dihadapkan oleh manusia yang sedang bekcrja a tau dilayani oleh mcrcka.
f. Sistern-sistern rasional cendrung mcmpunyai serangkaian
"konsekuensi irasionnl" untuk orang-orang yang terlibat di dalarnnya dan untuk sistem-sisiern iru sendiri, dan juga masyarakat yang lebrh
62
Teori Sosiologi KJasik, Modern, Posmodcrn. Saintifik, Hermeneutik, Kruis.
Evaluatif dan Integratif
besar. Salah saru bentuk "ketidakrasional rasional" ialah dunia cendrung menjadi kurang memesona, kurang magis. dan akhirnya kurang bermakna bagi rnanusia.
10. Agama dan Munculnya Kapitalisme