KENDALA DALAM MERUMUSKAN LATAR BELAKANG PENELITIAN
D. Tinjauan Teori dan Konsep
5. Gaya Kepemimpinan
Setiap orang mengartikan kepemimpinan yang berbeda-beda tergantung sudut pandang masing-masing. Pemimpin merupakan faktor yang terpenting dalam setiap organisasi mengingat pemimpin adalah faktor yang menentukan arah dan jalannya sebuah organisasi, pemimpin juga yang bisa menggerakkan seluruh elemen yang ada pada organisasi dengan cara memberimotivasiyang tepat pada setiap anggota organisasi tersebut.
Arah dan jalannya sebuah organisasi ditentukan bagaimana cara seorang pimpinan menentuakan sebuah keputusan manajerial dalam mencapai tujuan organisasi. Winardi (1982) berpendapat bahwa kepemimpinan adalah hubungan dimana satu orang yakni pemimpin
KENDALA DALAM MERUMUSKAN LATAR BELAKANG PENELITIAN I 165 mempengaruhi pihak lain untuk bekerjasama secara sukarela dalam usaha mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan untuk mencapai hal yang diinginkan oleh pemimpin. Sedangkan Yukl (2005) lebih menekankan pada pengaruh pemimpin terhadap efektifitas kerja orang atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan. Kepemimpinan merupakan proses membangun rasa atas apa yang dilakukan bersama sedemikian rupa sehingga orang-orang memahami apa yang dilakukan dan bertanggungjawab (Yukl & Gary,1998). Sedangkan Robbins (2003) berpendapat bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan untuk menapaki budaya dan secara evolusioner mulai berusaha mengubah proses-proses hingga lebih adaptif. Adapun yang penekanan pada usaha kolektif agar kepemimpinan menjadi proses yang memberi arti terhadap usaha kolektif yang mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.
Figur maupuankarakter seorang pemimpin merupakanfaktor utama keberhasilan organisasi atau perusahaan yang dipimpinnya. Pada dasarnya seseorang mampu memimpin secara efektif apabila berlandaskan unsur good character seperti capability, competency,
acceptable dan honestly. Hal yang terpenting dari unsur karakter
tersebut adalah honestly (kejujuran) mengingat unsur ini merupakan pengunci bagi unsur yang lain (Tasmara, 2002). Pemimpin yang diterima oleh sebuah kelompok yang dipimpinnya adalah pemimpin yang mempunyai kapasitas sepagai pimpinan, baik dari pendidikan dan pengetahuan, kemampuan manajerial yang handal, berwibawa dan segala tindakannya berdasarkan keterbukaan dan kejujuran.
Kenyataannya adalah keberhasilan seorang pemimpin juga dipengaruhi oleh pengikutnya, apabila kualitas pengikutnya baik, dengan sendirinya pemimpinnya akan meningkatkan kualitasnya. Seorang pemimpin dapat berkembang dengan cepat sepanjang ada dukungan dari orang yang dipimpinnya, mengingat pengikut memiliki kesejajaran dengan pemimpinnya khususnya menyangkut sebagai individu, sehingga semua potensi yang ada pada setiap anggota organisasi yang dipimpin harus difungsikan sebaik mungkin guna pencapaian tujuan organisasi.
Seorang pemimpin sangat mempengaruhi tingkat motivasi seseorang, dalam artian selama mencapai tujuannya sebuah kepemimpinan memiliki arah yang benar dan diimplementasikan secara
efektif, baik itu secara formal maupun informal maka suatu organisasi akan dengan mudah mencapai tujuan dan sasran yang diinginkan. Hal ini dikarenakan apa yang diinginkan oleh pimpinan cenderung diikuti oleh bawahannya secara sadar melaksanakan dengan baik setiap tanggung jawab yang diembannya.
Dengan demikian dapat dikatakan pendekatan kepemimpinan merupakan halyang paling efektifdilakukanguna meningkatkan motivasi karyawan dalam melaksanakan tugas kesehariannya. Selain itu, karrakteristik individu, jenis kelamin, ras, usia status perkawinan, masa kerja serta karakteristk pekerjaan dan karakteristik organisasi merupakan faktor yang akan mampu meningkatkan motivasi kerja seseorang dalam sebuah organisasi (Mahmudi, 2005;Yulk, 1998).
E. Simpulan
Berdasarkan contoh yang telah diberikan mulai dari bagian awal bab ini hingga bagian akhir, mudah-mudahanAnda dapat terinspirasi dalam menyusun TugasAkhir bagi mahasiswa Diploma 3 (tiga), Skripsi untuk Program S1, dan Tesis bagi Program S2, serta Disertasi bagi Program S3.
Untuk memahami tata cara peletakan latar belakang penelitian, serta peletakan kajian pustaka sebaiknya dimulai dari apa yang menjadi tujuan dan sasaran yang hendak dituju peneliti. Untuk lebih memudahkan Anda simak dan perhatikan Judul berikur di bawah ini.
“Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Penerapan Sistem Informasi, Terhadap Kinerja Pelayanan Publik Melalui Komitmen Organisasi, dan Sistem Kompensasi di ProvinsiA”. Sesuai urutan kata dari judul di atas maka dengan muda untuk menentukan baik latar belakang maupun kajian pustaka. Cara pengurutan tersebut dapat disusun sebagai berikut: (1) Kinerja Pelayanan Publik. (2) Komitmen Organisasi. (3) Sistem Kompensasi. (4) Penerapan Sistem Informasi, (5) Gaya Kepemimpinan. Dari judul di atas tampak bahwa ada kata “Pengaruh”, dan ada kata “Melalui”, kedua kata tersebut mengandung makna yang berbeda. Misal “Pengaruh”, dapat dipastikan: (1) judul tersebut menunjukkan paradigrma penelitian adalah “Kuantitatif”, (2) menggungakan analisis regresi berganda, (3) alat yang digunaka untuk mengolah data, bisa dipilih di antara (a) SEM, dan (b) PLS. Selanjutnya kata “Melalui”, kata tersebut menunjukkan adanya variabel “Antara/
KENDALA DALAM MERUMUSKAN LATAR BELAKANG PENELITIAN I 167 Moderasi/Moderator, yang artinya perantara atau bisa juga disebut penghunung.
DAFTAR RUJUKAN
Audifax. 2008. Serearch, Sebuah Pengantar Untuk Mencari Ulang Metode Penelitian dalam Psikologi. Penerbit: Jalasutra. Jogyakarta.
As’ad, M.2003. Psikologi Industri; Seri Sumber Daya Manusia. Yogyakart. Liberty.
Denzim, Norman dan Linkoln, Yvonna S. 2009. Hand Book Of Qualitatif Researach. Penerjemah (Dariyanto, Badrus SamsulFata, Abi, Johan Rinaldi). Penerbit Pustaka Pelajar. Jogyakarta.
Entah, Aloysius, R. 2008. Perangkat Hukum Hak atas Kekayaan Intelektual dalam Perspektif Etika Profesional Teknologi Infomasi. Jurnal Teknlogi dan Manajemen Informatika. Edisi Khusus. Vol.6. p.1-13.
Gibson, James.L; John Ivancevich and James. H.Donelly Jr. 1997. Perilaku Organisasi, Struktur dan Proses, Ali Bahasa Djoerban Wahid, Bina Aksara, Jakarta.
Handoko, T Hani. 1993. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, Edisi Kedua, BPFE, Yokyakarta.
Handoko, T Hani. 2003. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, Edisi Kedua, BPFE, Yokyakarta.
Hasiara, La Ode. 2008. Pilmu Pengetahuan Teknologi Inormasi dan Kepedulian Pemeintah. Jurnal Teknlogi dan Manajemen Informatika. Edisi Khusus. Vol.6. p.134-153.
Hasiara, La Ode. 2011. Sikap dan Perilaku Aparatur dalam Melaksanakan Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah di Kabupaten Buton. Malang: Disertasi Program Pascasarjana Universitas Brawijaya. Johnson, Daniel R. 2000. The Impact of Internalization and global- ization of the economy Upon, legal Institution and Leal Proffesion in an Age of Com-puterization and Globaliza- tion, Yayasan Hak Asasi Manusia, Demok-rasi dan Supermasi Hukum.
McGraw Hill.
Mahmudi. 2005. Manajemen Kinerja Sektor Publik. UPN-AMP- YKKPN. Jogyakarta.
Mamik. 2008. Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Komitemen Karyawan dan Motivasi Kinerja Terhadap danKepuasan Kerja Karyawan. Disertasi Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang.
Mangkunegara. 2006. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia (SDM. PT Refika Aditama.
Meyer, J. P., & Allen, N. J. 1984. Testing the “sidebet theory” of organi- zational
commitment: Some methodological considerations. Journal ofApplied Psychology, 69, 372-378.
Newstrom, W. dan Davis, K. 2002. Organizational Behavior. Human Behavior at Work. International Edition. United States: McGraw- Hill Company.
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. PAN.No./Kep/ 25/MPAN/2/ 2004, tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. PAN.No./Kep/
26/M.PAN/2/- 2004, tentang Petunjuk Teknis Transparansi Penyelenggaraan Pelayanan Publik.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP RI No.65/2005), tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Mini- mal.
Permendagri No.24/2006, tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Atap.
Permen PAN No. PER/20/01.PAN/04/2006, tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Publik.
Robbins, Stephen P. 2003. Perilaku Organisasi, Indeks. Kelompok Grameda, Jakarta.
Strauss, George, dan Leonard, Sayles. 1999. Manajemen Personalia; Segi Manusia dalam Organisasi. PT Pustaka Binama Pressindo, Jakarta.
Tasmara, Toto. K.H.2002. Membudayakan Etos Kerja Islam. Jakarta : Penerbit Gema Insansi.
KENDALA DALAM MERUMUSKAN LATAR BELAKANG PENELITIAN I 169
Tim. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Balai Pustaka.
Tim Rrima Pena.2006. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Penerbit Cita Media Press. Jakarta.
Winaardi.1982. Organisasi Perkantoran dan Motivasi, Alumni Bandung.
Yukl, Gary. 1998. Kepemimpinan dalam Organisasi (Edisi Bahasa Indonesia). Prenhallindo, Jakarta.
Yukl, Gary 2005. Kepemimpinan dalam Organisasi (Edisi Bahasa Indonesia) PT Indeks, Jakarta.