• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Lokasi Penelitian

Dalam dokumen prosiding jilid1 bkl2016 (Halaman 79-83)

MAKALAH PENUNJANG

HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Lokasi Penelitian

Lahan penelitian banyak ditumbuhi berbagai jenis gulma rumput berdaun lebar. Rata-rata suhu udara dan kelembaban udara pada bulan Agustus, September, Oktober dan November secara berturut-turut adalah 27,10C, 26,60C, 27,60C dan 270C; 82%, 83%, 83% dan 86%. Rata-rata suhu udara pada saat penelitian tergolong kedalam suhu tinggi dengan rata-rata suhu udara 27,10C. Sumarno et al. (2007) menyatakan suhu di atas 270C kurang optimal untuk kualitas biji sebagai benih, berkaitan dengan laju pengisisan dan pemasakan biji yang kurang optimal. Kelembaban udara sudah tergolong optimal dengan rata-rata kelembaban udara 83,5%. Selama pelaksanaan penelitian, curah hujan pada bulan Agustus - Desember 2015 bervariasi. Curah hujan pada bulan Agustus, September, Oktober, dan November secara berturut-turut adalah 148 mm, 69 mm, 0 mm, dan 415 mm, dengan rata-rata curah hujan 158 mm/bulan yang merupakan kondisi yang cukup bagi pertumbuhan kedelai.

Jenis tanah di lokasi percobaan adalah Podsolik Merah Kuning (Ultisol) yang memiliki pH (H2O) 4,00 (masam) dengan kandungan unsur hara N-Total 0,14 %, C-Total 3,97 %, N-Total 0,14 %, P 3,0 ppm, K-dd 0,12 me/100 g, Na-dd 0,15 me/100 g, Ca-dd 0,86 me/100 g, Mg-dd 0,53 me/100 g, KTK 7,26 me/100 g, Al-dd 4,80 me/100 g, H-dd 0,48 me/100 g. Kurangnya kandungan unsur hara tersebut merupakan masalah tidak suburnya tanah di lokasi percobaan.

Selama penelitian berlangsung banyak terjadi serangan hama diantaranya pada fase vegetatif terdapat serangan ulat grayak (Spodoptera litura) pada umur 5 mst (minggu setelah tanam) dan belalang pada umur 4-9 mst. Pada fase generatif juga terdapat serangan penggerek polong (Etiella zinckenella) dan kepik penghisap polong (Nezara viridula).

Sifat Kualitatif Galur-Galur Harapan Kedelai

Analisis pengelompokan terhadap karakter kualitatif dari 13 galur harapan dan 2 varietas pembanding kedelai menghasilkan dendrogram dengan koefisien ketidakmiripan berkisar antara 5 sampai 20 (Gambar 1). Kemiripan maupun ketidakmiripan antar galur/varietas yang diuji dapat dilihat menggunakan Cluster Analysis (analisis kelompok) yang berupa pohon filogenetik atau disebut dendogram (Widodo, 2010)

63

Gambar 1. Dendrogram berdasarkan kemiripan karakter kualitatif 13 galur harapan dan 2 varietas pembanding kedelai

Berdasarkan hasil analisis kelompok terlihat bahwa 13 galur harapan dan 2 varietas pembanding memiliki tingkat ketidakmiripan rendah, karena mempunyai nilai koefisien mendekati 20. Pada koefisien ketidakmiripan 20 hanya dapat dibentuk dua cluster (kelompok). Kelompok pertama (I) memiliki bentuk daun oval meruncing dan warna hilum coklat tua dimiliki oleh semua galur/varietas yang diuji kecuali G511H/Anj-1-3. Kelompok kedua (II) yaitu galur G511H/Anj-1-3 memiliki tingkat kemiripan yang paling berbeda dibanding yang galur/varietas yang lain, memiliki bentuk daun oval membulat dan warna hilum coklat muda. Menurut Jantje (2011), dari analisis cluster dapat diinterpretasikan bahwa tingkat kemiripan ditentukan oleh koefisien. Semakin tinggi koefisien yang diperoleh maka semakin dekat kekerabatannya karena memiliki sifat-sifat yang hampir sama. Galur G511H/Anj-1-3 berbeda dengan galur yang lain terutama galur yang sejenis yaitu galur G511H/Anj//Anj-2-10 karena galur G511H/Anj//Anj-2-10 telah dilakukan persilangan sebanyak dua kali sedangkan galur G511H/Anj-1-3 hanya dilakukan persilangan satu kali. Oleh karena itu galur G511H/Anj//Anj-2-10 memiliki sifat kualitatif yang sama dengan galur yang lain dan berbeda dengan galur G511H/Anj-1-3.

Pertumbuhan dan Hasil Galur-Galur Harapan Kedelai

Hasil analisis varians memperlihatkan bahwa antar genotipe berbeda nyata pada variabel umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, jumlah buku subur, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji dan bobot biji per petak. Sedangkan pada variabel bobot brangkasan kering dan bobot biji per tanaman memperlihatkan bahwa antar genotipe berbeda tidak nyata (Tabel 1.).

64

Tabel 1. Hasil analisis varians semua variabel pengamatan kuantiatif

Variabel pengamatan Kuadrat tengah F hitung

Galur/Varietas Galat

Umur berbunga (hst) 40,75 4,23 9,62*

Bobot berangkasan kering (g) 49,38 47,64 1,04tn

Umur panen (hst) 159,71 6,55 24,40*

Tinggi tanaman (cm) 412,63 27,63 14,94*

Jumlah buku subur 94,15 16,33 5,76*

Jumlah cabang produktif 2,03 0,52 3,94*

Jumlah polong per tanaman 1477,15 267,79 5,52*

Bobot biji per tanaman (g) 4,72 2,77 1,70tn

Bobot 100 biji (g) 27,48 1,41 19,45*

Bobot biji per petak (g) 13255,33 4421,16 3,00*

Keterangan : * = Berbeda nyata pada taraf α 5%

tn = Berbeda tidak nyata Sumber : Pengamatan sendiri tahun 2015

Pertumbuhan Galur-Galur Harapan Kedelai

Untuk membandingkan variabel pertumbuhan galur-galur harapan dan varietas kedelai dapat diketahui dari uji lanjut Scott-Knott yang disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2. Rata-rata umur berbunga (UB), umur panen (UP), tinggi tanaman (TT), jumlahbuku subur (JBS) dan jumlah cabang produktif (JCP) pada 13 galur harapankedelai dan 2 varietas pembanding di lahan masam

Galur/Varietas UB (hst) UP (hst) TT (cm) JBS (buah) JCP (buah)

G4AB 37,33 a 109,7 c 42,8 c 18,09 d 1,38 b G2BB 36,67 a 94,3 a 43,7 c 19,40 d 2,69 b G3CB 36,67 a 110,0 c 48,6 c 21,58 d 1,89 b G5EB 36,00 a 109,7 b 48,9 c 25,09 c 2,11 b G1DB 37,00 a 111,0 c 38,5 d 16,87 d 2,62 b 11 AB 36,67 a 93,3 a 46,0 d 21,96 d 2,67 b 13 ED 40,67 b 98,7 a 43,7 c 26,62 c 3,29 a 14 DD 39,33 b 105,0 b 41,6 c 26,13 c 3,40 a 19 BE 35,67 a 95,3 a 33,6 d 21,04 d 3,33 a 25 EC 39,00 b 103,7 b 40,7 c 28,27 c 4,56 a G115/Kaba//Kaba///Kaba-8-6 36,67 a 102,7 b 51,8 c 19,18 d 2,60 b G511H/Anj//Anj-2-10 35,67 a 93,0 a 47,4 c 17,11 d 2,64 b G511H/Anj-1-3 36,67 a 103,3 b 33,7 d 17,51 d 2,56 b Tanggamus 47,00 d 112,7 d 71,6 a 35,85 a 4,07 a Demas 46,67 c 113,3 e 67,2 b 31,07 b 3,56 a

Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan berbeda tidak

nyata pada uji Scott-Knott α 5%

Sumber : Pengamatan sendiri tahun 2015

Umur berbunga dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok berbunga sangat awal, awal, sedang, dan lambat. Kelompok berbunga sangat awal ditunjukkan oleh 10 galur harapan kedelai (G4AB, G2BB, G3CB, G5EB, G1DB, 11 AB, 19 BE, G115/Kaba//Kaba///Kaba-8-6, G511H/Anj//Anj-2-10, dan G511H/Anj-1-3) yaitu berkisar antara 35,67 – 37,33 hst. Kelompok berbunga awal ditunjukkan oleh 3 galur harapan kedelai (13 ED, 14 DD, dan 25 EC) yaitu berkisar antara 39,00 – 40,67 hst. Kelompok berbunga sedang hanya dimiliki varietas Demas yaitu 46,67 hst dan kelompok berbunga lambat juga hanya dimiliki varietas Tanggamus yaitu 47,00 hst. Tanaman kedelai sangat peka terhadap panjangnya hari (fotoperiod). Perpindahan dari periode vegetatif ke periode reproduktif sangat dipengaruhi oleh lamanya penyinaran. Tanaman kedelai tergolong tanaman hari pendek yang berarti tidak akan berbunga apabila periode gelap yang diterimanya tiap hari kurang dari 10 jam. Periode ini tidaklah sama bagi tiap galur dan kultivar (Hidajat, 1985). Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perbedaan umur berbunga.

Untuk umur panen dibedakan menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok sangat genjah, genjah, medium, dalam dan, sangat dalam. Kelompok umur panen sangat genjah ditunjukkan oleh 5 galur harapan kedelai (G2BB, 11 AB, 13 ED, 19 BE, dan G511H/Anj//Anj-2-10) yaitu berkisar antara 93,0

– 98,7 hst. Kelompok umur panen genjah ditunjukkan oleh 5 galur harapan kedelai (G5EB, 14 DD, 25 EC, G115/Kaba//Kaba///Kaba-8-6, dan G511H/Anj-1-3) yaitu berkisar antara 102,7 – 109,7 hst.

65

Kelompok umur panen medium ditunjukkan oleh 3 galur harapan kedelai (G4AB, G3CB, dan G1DB) yaitu berkisar antara 109,7 – 111,0 hst. Kelompok umur panen dalam hanya dimiliki varietas Tanggamus yaitu 112,7 hst dan kelompok umur panen sangat dalam hanya dimiliki varietas Demas yaitu 113,3 hst. Umur berbunga dan umur panen dipengaruhi oleh fase vegetatif, jika fase pertumbuhan vegetatif baik akan menyebabkan umur berbunga dan umur panen lama. Fase vegetatif dipengaruhi oleh ukuran biji, biji yang berukuran besar mempengaruhi kecepatan pertumbuhan benih karena banyak memiliki cadangan makanan (Damanik et al., 2013). Perbedaan umur berbunga ini diduga juga karena perbedaan genetik dari masing-masing galur dan varietas. Menurut Sumarno et al. (2007), varietas yang sama jika ditanam dengan iklim yang berbeda maka umur berbunga dan umur panennya berbeda. Suhu berinteraksi dengan panjangnya penyinaran dalam menentukan waktu pembungaan dan waktu panen pada suhu optimal (23-260C), tanaman kedelai membentuk pertumbuhan organ vegetatif dan generatif maksimal, dan pada suhu rendah atau suhu tinggi terjadi penghambatan. Hal tersebut terbukti karena pada suhu rata-rata penelitian ini yaitu 27,10C terjadi penghambatan umur berbunga dan umur panen menjadi lebih dalam dibanding deskripsi varietas yang telah ada.

Tinggi tanaman merupakan ukuran pertumbuhan yang mudah dilihat dan diamati sehingga sering digunakan sebagai parameter untuk mengukur pengaruh lingkungan atau perlakuan yang diterapkan. Dari hasil analisis data, tinggi tanaman terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, dan rendah. Kelompok sangat tinggi hanya dimiliki varietas Tanggamus yaitu 71,6 cm. Kelompok tinggi juga hanya dimiliki varietas Demas yaitu 67,2 cm. Kelompok sedang ditunjukkan oleh 9 galur harapan kedelai ( G4AB, G2BB, G3CB, G5EB, 13 ED, 14 DD, 25 EC, G115/Kaba//Kaba///Kaba-8-6, dan G115H/Anj//Anj-2-10) yaitu berkisar antara 40,7 – 48,9 cm. Kelompok rendah ditunjukkan oleh 4 galur harapan kedelai (G1DB, 11 AB, 19 BE, dan G511H/Anj-1-3) yaitu berkisar antara 33,6 – 46,0 cm.

Jumlah buku subur terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu sangat banyak, banyak, sedang, dan sedikit. Kelompok jumlah buku subur sangat banyak dimiliki varietas Tanggamus yaitu 35,85. Kelompok banyak dimiliki varietas Demas yaitu 31,07. Kelompok sedang ditunjukkan oleh 4 galur harapan kedelai (G5B, 13 ED, 14 DD, dan 25 EC) yaitu berkisar antara 25,09 – 26,62. Kelompok sedikit ditunjukkan oleh 9 galur harapan kedelai (G4AB, G2BB, G3CB, G1DB, 11 AB, 19 BE, G115/Kaba//Kaba///Kaba-8-6, G511H/Anj//Anj-2-10, dan G511H/Anj-1-3) yaitu berkisar antara 17,11

– 21,96. Untuk jumlah cabang produktif dibagi menjadi 2 kelas, yaitu banyak dan sedikit. Kelas banyak ditunjukkan oleh 4 galur harapan kedelai (13 ED, 14 DD, 19 BE, dan 25 EC) dan 2 varietas pembanding (varietas Tanggamus dan Demas) yaitu berkisar antara 3,29 – 4,56. Sedangkan kelompok sedikit ditunjjukan oleh 9 galur harapan kedelai (G4AB, G2BB, G3CB, G5EB, G1DB, 11 AB, G115/Kaba//Kaba///Kaba-8-6, G511H/Anj//Anj-2-10, dan G511H/Anj-1-3) yaitu berkisar antara 1,38

– 2,69. Hal ini sejalan dengan penelitian Minarti (2006), galur 25 EC mempunyai jumlah cabang produktif dan buku subur tertinggi dibandingkan galur lainnya.

66

Dalam dokumen prosiding jilid1 bkl2016 (Halaman 79-83)