KELAS X MIA MAN YOGYAKARTA III Sri Lestari1), Dias Idha Pramesti1)
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskriptif Hasil Analisis data
1. Konsep Diri
Data tentang konsep diri memiliki rentang teoritik 30 – 120. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa adalah 117 dan skor terendah adalah 78. Skor rata-rata sebesar 95.82; median sebesar 96.00; modus sebesar 98; dan standar deviasi sebesar 7,14. Distribusi frekuensi dan persentase konsep diri siswa SMA di Kota Makassar dapat dilihat pada Tabel 5 berikut ini:
Dari Tabel 5 tentang distribusi frekuensi tersebut dapat diketahui bahwa skor konsep diri pada kategori sangat tinggi sebanyak 111 siswa, ini berarti
Kontribusi Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi terhadap Hasil Belajar ....
| Seminar Nasional Biologi, Lingkungan, dan Pembelajaran, 114-117 Copyright © 2015 | ISBN 978-602-73551-0-1
Tabel 5. Distribusi Frekuensi dan Persentase Konsep Diri Siswa SMA di Kota Makassar
Kategori Nilai Skor Frekuensi Persentase Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 98.5 – 120 76 – 97.5 53.5 - 75 30 – 52.5 111 150 0 0 42.2 57.8 0 0 Jumlah 261 100
bahwa terdapat 111 siswa yang sudah memenuhi 100% dari keseluruhan dimensi konsep diri yang ditentukan. Hal ini terlihat dari angket siswa yang menunjukkan bahwa siswa tersebut memiliki tingkat konsep diri yang sangat tinggi. Kategori tinggi sebanyak 150 siswa ini berarti bahwa terdapat 150 siswa yang sudah memenuhi 75% dari keseluruhan dimensi konsep diri yang ditentukan. Hal ini terlihat dari angket siswa yang menunjukkan bahwa siswa tersebut memiliki tingkat konsep diri yang tinggi.
Kategori rendah dan sangat rendah tidak ada. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum hasil konsep diri siswa SMA di Kota Makassar termasuk kategori tinggi.
2. Motivasi Berprestasi
Data tentang motivasi berprestasi memiliki rentang teoritik 30 – 120. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh responden adalah 115 dan skor terendah adalah 65. Skor rata-rata sebesar 91.65; median sebesar 92.00; modus sebesar 90; dan standar deviasi sebesar 7,14. Distribusi frekuensi dan persentase motivasi berprestasi siswa SMA di Kota Makassar dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Distribusi Frekuensi dan Persentase Motivasi Berprestasi Siswa SMA di Kota Makassar
Kategori Nilai Skor Frekuensi Persentase Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 98.5 – 120 76 – 97.5 53.5 - 75 30 – 52.5 62 196 3 0 23,6 75,2 1,2 0 Jumlah 261 100
Sumber pendistribusian variabel: Sugiyono (2011:93) Dari tabel distribusi frekuensi tersebut dapat diketahui bahwa skor motivasi berprestasi pada kategori sangat tinggi sebanyak 62 siswa, ini berarti bahwa terdapat 62 siswa yang sudah memenuhi 100% dari keseluruhan dimensi motivasi berprestasi yang
ditentukan. Hal ini terlihat dari angket siswa yang menunjukkan bahwa siswa tersebut memiliki tingkat motivasi berprestasi yang sangat tinggi. Kategori tinggi sebanyak 196 siswa, ini berarti bahwa terdapat 196 siswa yang sudah memenuhi 75% dari keseluruhan dimensi motivasi berprestasi yang ditentukan. Dimana angket siswa yang menunjukkan bahwa siswa tersebut memiliki tingkat motivasi berprestasi yang tinggi. Kategori rendah sebanyak 3 siswa, ini berarti bahwa terdapat 3 siswa yang sudah memenuhi 50% dari keseluruhan dimensi motivasi berprestasi yang ditentukan. Hal ini terlihat dari angket siswa yang menunjukkan bahwa siswa tersebut memiliki tingkat motivasi berprestasi yang rendah, sedangkan kategori sangat rendah tidak ada. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum hasil motivasi berprestasi siswa SMA di Kota Makassar termasuk kategori tinggi.
3. Hasil Belajar Biologi
Data tentang hasil belajar Biologi memiliki rentang teoritik 0 – 100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh responden adalah 86.6 dan skor terendah adalah 50,00. Skor rata-rata sebesar 64.5; median sebesar 63.30; modus sebesar 60,00; dan standar deviasi sebesar 7,13. Distribusi frekuensi dan persentase hasil belajar Biologi siswa SMA di Kota Makassar dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7. Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Belajar Biologi Siswa SMA di Kota Makassar
Kategori Nilai Skor Frekuensi Persentase Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah 90 – 100 75 - 90 51 - 74 40 - 50 0 – 39 0 29 228 4 0 0 11,1 87,4 1,5 0 Jumlah 261 100
Fatimah A, Ulfa T, A. Latif
| Seminar Nasional Biologi, Lingkungan, dan Pembelajaran, 115-117 Copyright © 2015 | ISBN 978-602-73551-0-1
Dari tabel 7 tentang distribusi frekuensi tersebut dapat diketahui bahwa skor hasil belajar pada kategori sangat rendah tidak ada, kategori rendah sebanyak 4 siswa, kategori sedang sebanyak 228 siswa, kategori tinggi sebanyak 29 siswa dan kategori sangat tinggi tidak ada. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum hasil belajar Biologi siswa SMA di Kota Makassar termasuk kategori sedang. Untuk lebih jelasnya distribusi frekuensi hasil belajar Biologi siswa SMA di Kota Makassar.
B. Uji Hipotesis
Sebelum melakukan uji hipotesis, dilakukan uji normalitas sebagai prasyarat dengan menggunakan SPSS 17.0 (hasil pengolahan dapat dilihat pada lampiran 6 hal 145), diperoleh hasil bahwa nilai probabilitas sebesar 0,2 lebih besar dari α = 1%. Hasil ini menunjukkan bahwa populasi data yang akan diuji sudah memenuhi syarat normalitas, sehingga uji dapat dilanjutkan.
Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan analisis regresi ganda. Adapun hipotesis statistik dirumuskan sebagai berikut: HO: ρ= 0 (tidak terdapat kontribusi positif konsep diri
dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar Biologi).
H1: ρ ≠ 0 (terdapat kontribusi positif konsep diri dan
motivasi berprestasi terhadap hasil belajar Biologi). Setelah data hasil konsep diri dan motivasi berprestasi dalam kaitannya dengan hasil belajar Biologi diolah dengan menggunakan SPSS 17.0 (hasil
pengolahan dapat dilihat pada lampiran 7 hal 146) diperoleh hasil analisis regresi ganda dengan koefisien regresi “b” sebesar 50,1 dan 22,4 dengan konstanta “a” sebesar -3,992, sehingga garis regresinya adalah
Ŷ = -3,992 + 50,1X1 + 22,4X2.Untuk lebih jelasnya
dapat dilihat pada Tabel 8.
Pada Tabel 9 juga dapat menunjukkan kontribusi konsep diri (X1) terhadap hasil belajar (Y) sebesar 50,2% dan kontribusi motivasi berprestasi (X2) terhadap hasil belajar (Y) sebesar 22,5%. Hasil
belajar bersifat konstan sebesar -3.992 menunjukkan bahwa kontribusi konsep diri dan motivasi berprestasi sangat penting dalam menentukan hasil belajar siswa. Untuk mengetahui signifikan koefisien regresi dapat dilihat pada Tabel 9.
Pengujian pada Tabel 9 menunjukkan bahwa nilai F hitung = 114,798 dengan tingkat signifikan (probabilitas) 0,000 jauh lebih kecil dari α 0,01. Hasil ini berarti bahwa regresi dengan persamaan Ŷ = -3,992 + 0,501X1 + 0,224X2 signifikan (bersifat
positif). Persamaan regresi tersebut di atas memberikan gambaran bahwa setiap kenaikan satu skor pada konsep diri (X1) dan motivasi berprestasi
(X2) akan menyebabkan kenaikan sebesar 0,725 skor
hasil belajar Biologi (Y) pada konstanta -3,992. Besarnya kontribusi konsep diri dan motivasi berprestasi secara bersama-sama terhadap hasil belajar Biologi diketahui dengan membaca Tabel 10.
Tabel 8. Koefisien hubungan Konsep Diri (X1) dan Motivasi Berprestasi ( X2) terhadap Hasil Belajar Biologi (Y) Siswa SMA di Kota Makassar
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized
Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -3.992 4.552 -.877 .381 X1 .501 .068 .502 7.347 .000 X2 .224 .068 .225 3.294 .001 a. Dependent Variable: Y Sumber: Hasil analisis regresi
Tabel 9 Anova Hubungan Konsep Diri (X1) dan Motivasi Berprestasi (X2) terhadap Hasil Belajar Biologi (Y) Siswa SMA di Kota Makassar
ANOVA
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 6233.250 2 3116.625 114.798 .000a
Residual 7004.387 258 27.149
Total 13237.637 260
Kontribusi Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi terhadap Hasil Belajar ....
| Seminar Nasional Biologi, Lingkungan, dan Pembelajaran, 116-117 Copyright © 2015 | ISBN 978-602-73551-0-1
Sumber: Hasil Analisis Regresi
Tabel 10. Uji Signifikansi Kontribusi Konsep Diri, Motivasi Berprestasi terhadap Hasil Belajar secara Bersama-sama. Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
dimension0 1 .686a .471 .467 5.2104
a. Predictors: (Constant), X2, X1 b. Dependent Variable: Y
Berdasarkan Tabel 10 menunjukkan bahwa kontribusi konsep diri dan motivasi berprestasi secara bersama-sama terhadap hasil belajar Biologi diketahui dengan membaca koefisien (r2) sebesar 47,1%.
C. Pembahasan Hasil Penelitian
Pada penelitian ini diperoleh fakta bahwa hasil belajar sedang, padahal konsep diri dan motivasi berprestasi siswa masuk kategori tinggi. Data ini menurut pengamatan peneliti menunjukkan bahwa meskipun konsep diri dan motivasi berprestasi siswa tinggi, tetapi jika tidak ditunjang oleh faktor lain misalnya kompetensi guru dalam mengajar, sarana dan prasarana sekolah khususnya mata pelajaran Biologi (menyangkut kenyamanan siswa dalam belajar dan memahami setiap bab yang diajarkan). Ditambah lagi dengan banyaknya hari libur dan kegiatan sekolah yang membuat jadwal pelajaran terganggu. Sehingga pembelajaranpun tidak berlangsung sesuai dengan jadwal. Hal ini menyebabkan ada kelas yang kurang mendapatkan pendalaman materi. Fenomena ini membuktikan keterkaitan antara faktor internal dan eksternal sangat mempengaruhi hasil belajar. Data hasil belajar siswa yang masuk kategori sedang, sedangkan konsep diri dan motivasi berprestasi siswa tinggi, tetap membuktikan bahwa konsep diri dan motivasi berprestasi secara bersama-sama memberikan kontribusi positif terhadap hasil belajar. Jika seseorang memiliki konsep diri dan motivasi berprestasi yang tinggi, maka hasil belajarnya akan semakin tinggi tentunya tetap ditunjang dengan faktor eksternal.
Pada proses pembelajaran di sekolah sering ditemukan siswa yang tidak dapat meraih hasil belajar yang setara dengan kemampuan inteligensinya. Ada siswa yang memiliki kemampuan inteligensi tinggi tetapi memperoleh hasil belajar yang relatif rendah. Namun ada siswa yang walaupun kemampuan inteligensinya relatif rendah, dapat meraih prestasi belajar yang relatif tinggi. Hal ini menunjukkan
bahwa inteligensi bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang.
Proses pembelajaran akan semakin efektif jika konsep diri dan motivasi berprestasi siswa menjadi perhatian guru. Tentunya kedua faktor internal harus dibarengi dengan faktor eksternal yang mendukung. Hal ini menjadi tugas bersama para pelaku pendidikan tinggi guru, siswa, sekolah dan masyarakat agar pendidikan yang berkualitas, mampu membentuk generasi penerus yang survive dalam berbagai kompetensi.
PENUTUP Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Terdapat kontribusi positif konsep diri dan motivasi berprestasi secara bersama-sama terhadap hasil belajar Biologi siswa SMA di Kota Makassar sebesar 47,1%.
2. Terdapat kontribusi positif konsep diri terhadap hasil belajar Biologi siswa SMA di Kota Makassar sebesar 50,2%.
3. Terdapat kontribusi positif motivasi berprestasi terhadap hasil belajar Biologi siswa SMA di Kota Makassar sebesar 22,5%.
Saran
Berdasarkan kesimpulan penelitian yang telah dikemukakan di atas, saran yang dikemukakan peneliti sebagai berikut:
1. Sebaiknya guru sebagai pendidik menyadari sepenuhnya akan tanggung jawabnya, sehingga hak siswa terpenuhi dalam menimba ilmu dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia. 2. Adanya inisiatif dari guru untuk memberikan motivasi
Fatimah A, Ulfa T, A. Latif
| Seminar Nasional Biologi, Lingkungan, dan Pembelajaran, 117-117 Copyright © 2015 | ISBN 978-602-73551-0-1 konsep diri dan motivasi berprestasi khususnya pada
pembelajaran Biologi.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Awan, NR, Noureen, G & Naz, A. 2011. Sebuah
Studi Hubungan Antara Motivasi Berprestasi, Self Konsep dan Prestasi dalam Bahasa inggris dan Matematika pada Tingkat Menengah.
Jurnal, 4 (3), Agustus 2011, Pakistan:
Universitas Sargodha.
Azwar, S. 2005. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Utama.
_______. 2010. Tes Prestasi (Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belaar).
Yogyakarta: Pustaka Utama.
Bachkirova, T. 2004. Berurusan dengan Masalah Konsep Diri dan Perbaikan Diri Strategi Dalam Pembinaan dan Mentoring. Jurnal, 2 (2), Inggris: Universitas Oxford Brookes.
Depdiknas. 2006. Standar Isi. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan
Seminar Nasional Biologi, Lingkungan, dan Pembelajaran Pendidikan Biologi FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 24 Oktober 2015
Copyright © 2015, ISBN 978-602-73551-0-1
MODEL SAINS TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT UNTUK MENGEMBANGKAN