Pertemuan I I Jumlah Rata-rata Kriteria Pengamatan
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA KONSEP EKOSISTEM
Uliyatul Fikriyyah
Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; [email protected]
Nengsih Juanengsih
Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; [email protected]
Hadi Prastyo
SMAN 1 Kota Tangerang Selatan; [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar biologi dengan menerapkan Contextual and Teaching Learning (CTL) pada konsep ekosistem. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), PTK dilaksanakan sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan yang muncul di dalam kelas. Metode ini dilakukan dengan empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Keempat tahapan tersebut merupakan siklus yang berlangsung secara berulang dan dilakukan dengan langkah-langkah yang sama dan difokuskan pada penerapan pendekatan Contextual and Teaching Learning (CTL. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut dapat dilihat melalui siklus yang telah dilakukan. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa 57,5 pada saat pretes dan 67,5 pada saat posttes. Sementara pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa 59,5 pada saat pretes dan 83,5 pada saat posttest. Dan nilai rata-rata N-gain pada setiap siklusnya adalah 0,37 pada siklus I dan 0,53 pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada konsep ekosistem.
Kata kunci: penelitian tindakan kelas, hasil belajar siswa, pendekatan contextual teaching and learning (ctl)
Abstract
This research is aimed to know the improvement of students Biology achievement in applying Contextual Teaching and Learning (CTL) toward ecosystem concept. The research was conducted at SMAN 1 Kota Tangsel used classroom action research (CAR) to overcome the problems in the classroom which is concerned into four phases: planning, acting, observing, and reflecting. These phases are ongoing cycle through the same steps and focused on the learning of Contextual Teaching and Learning (CTL). This research indicated the improvement of students’ outcome. It can be seen in the first cycle that the average of students’ pretes is 57,5 and the average of students’ postes is 67,5. While in the second cycle the average of students’ pretes is 59,5 and the average of students’ postes is 83,5. And on N-Gain value of each cycle is 0,37 in cycle I and 0,53 in cycle II. In conclusion, Contextual Teaching and Learning (CTL) can improve students’ learning outcomes of ecosystem concept.
Keywords: Classroom Action Research, Student achievement, and Contextual Teaching and Learning (CTL) approach.
PENDAHULUAN
Pendidikan nasional pada dasarnya bertujuan mewujudkan manusia yang cerdas dan terampil sehingga mampu menjadi pelaksana pembangunan. Disamping itu tujuan utama pendidikan adalah untuk
menghasilkan manusia yang beriman, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, mau bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, cerdas dan terampil serta memiliki jasmani dan rohani yang sehat.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal, berperan sebagai pusat peningkatan kualitas sumber daya
Uliyatul F. Nengsih J, Hadi P.
|Seminar Nasional Biologi, Lingkungan, dan Pembelajaran, 171-174 Copyright © 2015 | ISBN 978-602-73551-0-1 manusia. Tantangan pendidikan pada jenjang di masa
depan disadari akan semakin berat. Hal ini merupakan konsekuensi kemajuan dari berbagai aspek kehidupan.
Berbagai upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari dua sisi yang sama pentingnya, yakni sisi proses dan sisi hasil belajar. Proses belajar berkaitan dengan pola perilaku siswa dalam mempelajari bahan pelajaran; sedangkan hasil belajar berkaitan dengan perubahan perilaku yang diperoleh sebagai pengaruh dari proses belajar. Hasil belajar merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan proses belajar (Sanjaya, 2011). Ada atau tidak hasil belajar di dalam diri siswa, akan menentukan apakah siswa akan terlibat aktif dalam belajar atau atau bersikap pasif dan tidak peduli. Kondisi yang berbeda ini akan menghasilkan hasil belajar yang berbeda pula. Hasil belajar pada anak merupakan langkah awal yang harus dilakukan guru agar anak memiliki kesiapan dalam belajar.
Berdasarkan informasi data-data dari guru Biologi di SMAN 1 Kota Tangerang Selatan, bahwa hasil belajar siswa belum sepenuhnya mencapai target KKM, dari pelaksanaan ujian tengah semester hanya 30% dari 35 siswa yang mampu lulus diatas KKM. Hal ini diketahui dari nilai siswa pada ujian tengah semester dalam satu kelas belum semuanya mencapai kriteria minimal (KKM), adapun KKM yang ditetapkan yakni 75. Selain itu berdasarkan hasil wawanacara yang dilakukan peneliti dengan guru biologi diketahui bahwa sebagian besar siswa sulit dalam memahami konsep sehingga hasil belajar siswa menjadi rendah. Hal ini karena pemahaman konsep akademik yang mereka peroleh hanyalah merupakan sesuatu yang abstrak, belum menyentuh kebutuhan praktis kehidupan mereka, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan adanya sebuah strategi pembelajaran yang lebih memberdayakan siswa, yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang mampu mendidik siswa dengan pengalaman dan lingkungan sekitar. Sehingga pembelajaran dapat dikontekskan ke dalam situasi dunia nyata dan diharapkan hasil belajar pun dapat meningkat.
Salah satu pendekatan yang dapat mengaitkan pengalaman belajar siswa dengan kehidupan atau situasi dunia nyata siswa adalah pendekatan kontekstual. Penerapan pembelajaran kontekstual ini diharapkan dapat mendorong minat, motivasi, dan keaktifan siswa dalam proses kegaitan belajar mengajar, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal. Pendekatan kontekstual pada proses pendidikan yang holistik bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya. Materi tersebut dikaitkan dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari sehingga siswa memiliki pengetahuan atau keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan untuk ditansfer dari satu permasalahan ke permasalahan lain.
Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) diharapkan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif karena siswa akan belajar lebih aktif dalam berpikir dan memahami materi. Penggunaan sumber belajar yang bervariasi dapat digunakan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran terlebih dalam hal hasil belajar.
Dalam proses pembelajaran interaksi tidak hanya terjadi antara guru dan siswa, melainkan dengan sumber belajar. Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan sumber belajar yang dapat memudahkan siswa untuk berinteraksi dengan materi yang diberikan, meningkatkan penguasaan materi siswa, melatih kemandirian belajar siswa, serta memudahkan pendidik dalam memberikan tugas kepada siswa (Pratiwi, 2013). Peran LKS sangat besar dalam proses pembelajaran karena dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar sehingga mempengaruhi hasil belajar dan penggunaannya dalam pembelajaran dapat membantu guru untuk mengarahkan siswa menemukan konsep-konsep melalui aktivitasnya sendiri Dengan penggunaan LKS melalui pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) diharapkan penguasaan konsep siswa dapat dipahami dengan baik dan hasil belajar siswa dapat meningkat.
METODE
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian ini lebih menekankan pada action atau proses tindakan penelitian oleh sebab itu
berhasil atau tidaknya sesuatu penelitian dapat dilihat dari proses tindakannya. Siklus akan terhenti apabila kriteria keberhasilan telah tercapai (Arikunto, 2006).
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 2 dari SMAN 1 Kota Tangerang Selatan dengan jumlah 29 orang pada Tahun Pelajaran 2014/2015.Harapan intervensi tindakan adalah pencapaian 75% siswa dengan nilai KKM ≥ 75 pada konsep ekosistem. Selain itu, dengan diterapkannya pembelajaran menggunakan pendekatan Contextual
Teaching and Learning (CTL) diharapkan dapat
meningkatkan hasil belajar Biologi siswa pada kelas X SMAN 1 Kota Tangsel.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu tes dan nontes. Instumen tes berupa soal yang diberikan sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakuan (posttes) berupa soal pilihan ganda (PG) pada siklus I dan soal menjodohkan serta essai pada siklus II. Intrumen nontes berupa lembar observasi untuk menilai tingkah laku siswa atau proses terjadinya suatu kegiatan belajar mengajar.
Untuk melihat peningkatan pretest ke posttest maka dilakukan uji N-Gain (normalized gain). Nilai
Penggunaan Metode Diskusi Berbantu Media Video untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi pada Konsep Daur Biogeokimia
|Seminar Nasional Biologi, Lingkungan, dan Pembelajaran, 172-174 Copyright © 2015 | ISBN 978-602-73551-0-1
N-Gain ini dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Hake, 1999).
Analisis tes hasil belajar dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu membandingkan hasil belajar siswa dengan kriteria pencapaian ketuntasan belajar yang telah diterapkan sebelumnya, yaitu siswa dinyatakan tuntas jika tidak ada lagi siswa yang mendapatkan nilai dibawah 75. Untuk mengetahui tingkat ketuntasan belajar dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
Ketuntasan belajar =
X 100% Tabel 1. Kategori Nilai N-Gain
Nilai N-Gain Kategori g > 0.7 Tinggi 0,3 ≤ g ≤ 0,7 Sedang g < 0,3 Rendah
Data dalam penelitian ini diperoleh berdasarkan hasil belajar, observasi pembelajaran, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis dengan cara dideskripsikan sebagai berikut: (1) Analisis hasil pengolahan data observasi, (2) Analisis proses tindakan yang terdiri dari perencanaan, tindakan, mengamati, dan merefleksi, (3) Analisis hasil belajar tiap siklus.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus pada materi ekosistem. Setiap siklus terdiri atas satu kali pertemuan dengan alokasi waktu 3x45 menit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and
Learning (CTL) berbantuan LKS dan video
pembelajaran. Sebelum dilakukan tindakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan
Contextual Teaching and Learning (CTL) siswa
terlihat siswa kurang tertarik terhadap pembelajaran biologi yang diberikan oleh guru. Hal ini berdampak pada kegiatan siswa yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran biologi.
Berdasarkan data pada siklus I diperoleh informasi bahwa terdapat 15 siswa sebesar 52% yang mencapai KKM (75) dan terdapat 14 siswa yang belum mencapai KKM. Adapun hasil refleksi dari tindakan siklus I adalah sebagai berikut:
1. Terdapat beberapa siswa yang terlihat tidak memahami instruksi yang terdapat pada LKS yang diberikan.
2. Masih terdapat siswa yang berisik saat melakukan diskusi kelompok.
3. Hasil nilai pada siklus I ini menunjukan siswa jumlah siswa yang mencapai KKM sebanya 15 siswa dengan persentase 52% dan siswa yang belum mencapai KKM terdapat 14 siswa.
Pada pelaksanaan siklus I berdasarkan tes hasil belajar siswa selama proses pembelajaran siklus I, bahwa hasil belajar siswa pada konsep ekosistem masih perlu dilakukan perbaikan. Hal ini terlihat dengan masih adanya siswa yang belum mencapai KKM (75). Oleh karena itu peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian tindakan kelas ini ke siklus II.
Adapun perbaikan-perbaikan pada siklus II yang dilakukan antara lain:
1. Memperbaiki rancangan pembelajaran yang dapat mengoptimalkan siswa untuk berpikir kritis terhadap suatu permasalahan yang diberikan dan mencari solusi dari permasalahan tersebut.
2. Pembelajaran tetap memperlihatkan kondisi yang menyenangkan bagi siswa yakni dengan menggunakan video dan mengaitkannya dengan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan, sehingga proses belajar siswa menjadi lebih bermakna.
3. Guru harus lebih berinteraksi dengan siswa dan dapat membimbing diskusi secara optimal. Selain itu guru harus mampu mengatur waktu yang tersedia sehingga penggunaan waktu lebih efektif selama proses pembelajaran.
Berdasarkan data siklus II diperoleh informasi bahwa persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus II adalah 87% siswa mencapai KKM (75). Nilai hasil belajar rata-rata kelas pada siklus II mengalami peningkatan yaitu dari 67,5 menjadi 85,3. Dari data tersebut, diketahui adanya peningkatan ketuntasan belajar dari 15 orang (52%) menjadi 27 orang (87%). Hal ini menunjukkan bahwa telah mencapai peningkatan hasil belajar siklus I ke hasil belajar siklus II dan indikator keberhasilan telah tercapai, maka tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya.
Adapun hasil refleksi dari tindakan siklus II adalah sebagai berikut:
1. Dari pertemuan siklus kedua secara keseluruhan siswa berperan aktif selama pembelajaran, hanya
Uliyatul F. Nengsih J, Hadi P.
|Seminar Nasional Biologi, Lingkungan, dan Pembelajaran, 173-174 Copyright © 2015 | ISBN 978-602-73551-0-1
beberapa siswa saja yang masih pasif selama berdiskusi.
2. Siswa sudah aktif menanyakan pertanyaan yang belum dipahaminya.
3. Siswa sudah mulai mengoptimalkan daya pikirnya untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang telah diajukan oleh guru. 4. Guru menggunakan waktu secara optimal selama
pembelajaran.
5. Siswa terbiasa belajar dengan menggunakan LKS dan media video pembelajaran.
6. Hasil belajar pada siklus II ini menunjukkan seluruh siswa mencapai KKM (75) dengan presentase sebesar 87% siswa mencapai KKM. Tabel 2. Rekapitulasi Rata-rata N-Gain pada Siklus I
dan Siklus II
Data Siklus I Siklus II Kategori N-Gain 0.37 0.53 Sedang
Pada siklus I, analisis nilai N-gain diperoleh nilai 0,37, hal ini menunjukkan bahwa peningkatan nilai hasil belajar siswa dari pretest ke posttet termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan pada siklus II, analisis nilai N-gain diperoleh nilai 0,53, hal ini menunjukkan bahwa peningkatan nilai hasil belajar siswa dari pretest ke posttest pada siklus 2 termasuk dalam kategori sedang. Dengan demikian maka terlihat jelas dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan nilai belajar siswa setelah menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Lerning (CTL) dari 0,37 ke 0,53.
Penggunaan pendekatan Contextual Teaching
and Lerning (CTL) berbantuan LKS dan video dalam
penelitian ini telah meningkatkan rasa keingintahuan dan cara berpikir siswa terhadap suatu konsep atau permasalahan yang terjadi dalam dunia nyata dan siswa lebih antuasias dalam mengikuti pembelajaran. Rasa keingintahuan, sikap kritis siswa dan antusias belajar yang tinggi, memberikan pengaruh yang positif terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan rata-rata kelas hasil belajar siswa pada siklus I 67,5 dan perolehan rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II adalah 83,5.
Meningkatnya hasil belajar siswa dikarenakan dengan pendekatan Contextual Teaching and
Learning (CTL) pembelajaran menjadi lebih
bermakna dan riil. Pendekatan Contextual Teaching
and Learning (CTL) merupakan pembelajaran yang
menekankan pada aktivitas siswa secara penuh, baik fisik maupun mental. Atinya dalam pembelajaran dengan pendekatan CTL siswa dituntut untuk terlibat secara aktif, sehingga pembelajaran menjadi lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa. Selain itu, dalam pembelajaran CTL siswa dituntut untuk menangkap hubungan anatara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting, sebab dengan mengaitkan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata, materi yang dipelajarinya akan tertanam dalam memori siswa, sehingga penguasan konsep siswa akan semakin kuat. dan hasil belajar siswa pun dapat meningkat.
PENUTUP Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan Contextual
Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan
hasil belajar siswa pada konsep ekosistem. Hal ini dapat diketahui dari hasil belajar siswa di kelas setelah menggunakan pendekatan Contextual Teaching and
Learning (CTL) berbantuan LKS meningkat dari
siklus I ke siklus II. Berdasarkan data yang diperoleh siswa yang mencapai nilai KKM pada siklus I sebanyak 52% meningkat pada siklus II menjadi 87%. Adapun besarnya peningkatan siklus I sebesar 0,37 meningkat pada siklus II menjadi 0,53 dengan kategori sedang.
Saran
1. Dalam menerapkan pendekatan pembelajaran
Contextual Teaching and Learning (CTL)
hendaknya disediakan alokasi waktu yang cukup agar diperoleh hasil yang optimal sesuai dengan yang diharapkan.
2. Guru hendaknya dapat memperkenalkan berbagai metode atau pendekatan pembelajaran lain agar siswa tidak merasa jenuh pada penggunaan metode atau pendekatan satu model saja, dengan melibatkan siswa dalam pembelajaran yang aktif sehingga kemampuan siswadalam pembelajaran dapat lebih digali dan dikembangkan.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Hake, Richard R. 1999. Analyzing Change/Gain Scores. Dept. of Physics, Indiana University.
Penggunaan Metode Diskusi Berbantu Media Video untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi pada Konsep Daur Biogeokimia
|Seminar Nasional Biologi, Lingkungan, dan Pembelajaran, 174-174 Copyright © 2015 | ISBN 978-602-73551-0-1
Tersedia online:
http://www.physics.indiana.edu/.../AnalyzingC hange-G...
Pratiwi, Wiwin. 2013. Keterampilan Proses Sains Pada LKS Biologi yang Digunakan MAN Se-Jakarta Selatan.
Sanjaya, Wina. 2011. Penelitian Tindakan Kelas.
Seminar Nasional Biologi, Lingkungan, dan Pembelajaran Pendidikan Biologi FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 24 Oktober 2015
Copyright © 2015, ISBN 978-602-73551-0-1
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA KONSEP DAUR