Fitriyanti 1) , Fitriasuri 2) , Citra Indah Merina 3)
4. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Penelitian
Cara pengujian validitas pada penelitian ini dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor masing-masing pernyataan dan total dengan menggunakan rumus korelasi product momen dengan bantuan software Statistical Product and Service Solution (SPSS). Valid tidaknya suatu instrumen dapat diketahui dengan membandingkan indeks korelasi product momen atau r-hitung dengan nilai kritisnya (nilai r-tabel). Hasil uji validitas data kuesioner sebagai instrumen penelitian dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1
Hasil Uji Validitas Variabel Kualitas Layanan Dari Persepsi Customer Service dan Nasabah
No
Pernyataan Hasil Keterangan
Dimensi Tangibles X1 Kebersihan, kerapian,
dan kenyamanan ruangan.
Pearson
Correlation 0,718
Valid Sig. (2-tailed) 0,003
X2 Penataan ruangan bagian luar dan bagian dalam.
Pearson
Correlation 0,787
Valid Sig. (2-tailed) 0,000
X3 Kelengkapan dan peralatan modern yang dipakai.
Pearson
Correlation 0,687
Valid Sig. (2-tailed) 0,005
X4 Kerapian dan kebersihan penampilan Customer
service.
Pearson
Correlation 0,874
Valid Sig. (2-tailed) 0,000
Dimensi Reliability X5 Prosedur antrian nasabah
yang cepat dan tepat.
Pearson
Correlation 0,789
Valid Sig. (2-tailed) 0,000
X6 Perhatian customer service yang cepat dan tepat.
Pearson
Correlation 0,616
Valid Sig. (2-tailed) 0,014
X7 Jadwal pelayanan customer service.
Pearson
Correlation 0,789
Valid Sig. (2-tailed) 0,000
X8 Prosedur pelayanan yang tidak berbelit-belit.
Pearson
Correlation 0,871
Valid Sig. (2-tailed) 0,000
Dimensi Responsiveness X9 Kemampuan customer
service untuk memberikan pelayanan.
Pearson
Correlation 0,874
Valid Sig. (2-tailed) 0,000
ISBN : 978-602-74335-0-2 Page 171
X10 Customer service memberikan informasi yang
jelas.
Pearson
Correlation 0,528
Valid Sig. (2-tailed) 0,043
X11 Tindakan cepat customer service terhadap nasabah yang memberikan keluhan.
Pearson
Correlation 0,551
Valid Sig. (2-tailed) 0,033
Dimensi Assurance X12 Pengetahuan dan
kemampuan customer service memberikan informasi dan pelayanan.
Pearson
Correlation 0,776
Valid Sig. (2-tailed) 0,001
X13 Keterampilan customer service menanggapi keluhan
pelanggan.
Pearson
Correlation 0,600
Valid Sig. (2-tailed) 0,018
X14 Pelayanan yang ramah dan sopan dari customer
service.
Pearson
Correlation 0,758
Valid Sig. (2-tailed) 0,001
X15 Jaminan keamanan saat mendapatkan pelayanan
Pearson
Correlation 0,758
Valid Sig. (2-tailed) 0,001
Dimensi Empathy X16 Adanya perhatian
customer service terhadap keluahan nasabah.
Pearson
Correlation 0,779 Valid
Sig. (2-tailed) 0,001 X17 Pelayanan yang adil dari
customer service terhadap semua nasabah.
Pearson
Correlation 0,837 Valid
Sig. (2-tailed) 0,000 X18 Adanya kepedulian
customer service terhadap semua nasabah.
Pearson
Correlation 0,776 Valid
Sig. (2-tailed) 0,001 (Sumber: data primer diolah, 2016)
Melalui Tabel r dengan tingkat kemaknaan 5% dan jumlah sample uji coba 15, didapatkan angka rtabel yaitu 0,482. Maka berdasarkan Tabel 4.1 di atas, diketahui bahwa hasil uji validitas yang dilakukan terhadap kuesioner penelitian tersebut menunjukkan bahwa semua variabel kualitas pelayanan mempunyai nilai korelasi product momen atau r-hitung yang lebih besar dari nilai r-tabel (0,482). Jadi, dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan yang digunakan pada penelitian ini adalah valid.
Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas pada penelitian ini dihitung dengan bantuan software Statistical Product and Service Solution (SPSS). Jika koefisien korelasi lebih besar dari nilai kritis (0,6), maka alat ukur tersebut dikatakan reliabel.
ISBN : 978-602-74335-0-2 Page 172
Tabel 4.2 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Koefisien Korelasi Keterangan
Kualitas Layanan 0,945 Reliabel
(Sumber: data primer diolah, 2016) Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah kelompok rata-rata populasi data terdistribusi normal. Untuk mendeteksi kelompok rata-rata populasi terdistribusi normal atau tidak dalam penelitian ini dilakukan dengan Uji Shapiro Wilk. Uji Shapiro Wilk dilakukan dengan membuat hipotesis:
H0: Rata-rata populasi terdistribusi normal Ha: Rata-rata populasi tidak terdistribusi normal
Jika hasil pengujian normalitas Shapiro Wilk menunjukkan nilai signifikansi < α (5%), maka hipotesis nol ditolak atau rata-rata populasi terdistribusi tidak normal. Begitu juga sebaliknya bahwa jika nilai signifikansi menunjukkan angka > α (5%), maka hipotesis nol diterima yang berarti bahwa rata-rata populasi terdistribusi secara normal. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada Tabel 4.3
Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas Variabel
Factor
Shapiro-Wilk
Statistic df Sig.
Kualitas pelayanan Customer service 0,714 10 0,001
Nasabah 0,879 10 0,128
(Sumber: data primer diolah, 2016)
Tabel 4.3 di atas menunjukkan bahwa nilai signifikan kelompok Customer service 0,001 <
0,05, maka hipotesis nol ditolak yang berarti bahwa rata-rata kelompok populasi kualitas pelayanan penyedia layanan tidak terdistribusi secara normal. Sedangkan kelompok nasabah 0,128 > 0,05 maka hipotesis nol diterima yang berarti bahwa rata-rata kelompok populasi kualitas pelayanan nasabah terdistribusi secara normal.
4.2 Pembahasan
Hasil Uji Beda Wilcoxon
Berdasarkan hasil uji normalitas data, diketahui bahwa salah satu kelompok populasi yaitu kualitas pelayanan penyedia layanan tidak terdistribusi secara normal, maka untuk uji hipotesis penelitian ini dilakukan dengan Wilcoxon signed Rank test. Uji beda Wilcoxon signed Rank test digunakan untuk menganalisis hasil-hasil pengamatan yang berpasangan dari dua data apakah berbeda atau tidak. Wilcoxon signed Rank test ini digunakan hanya untuk data bertipe interval atau ratio, namun datanya tidak mengikuti distribusi normal. Hasil Wilcoxon signed Rank test dapat dilihat pada Tabel 4.4 dan 4.5
Tabel 4.4 Hasil Peringkat Pada Uji Wilcoxon
N Mean Rank Sum of Ranks Kualitas_Layanan_
Nasabah -
Kualitas_Layanan_CS
Negative Ranks 1a 3.00 3.00
Positive Ranks 9b 5.78 52.00
Ties 0c
Total 10
(Sumber: data primer diolah, 2016)
ISBN : 978-602-74335-0-2 Page 173
Melalui analisis data yang dilakukan dengan Wilcoxon Signed rank Test pada Tabel 4.4 di atas, didapatkan hasil Negatif ranks artinya sampel dengan nilai kelompok kedua (kualitas pelayanan nasabah) lebih rendah dari nilai kelompok pertama (kualitas pelayanan penyedia layanan) yaitu 1 kelompok. Positive ranks adalah sampel dengan nilai kelompok kedua (kualitas pelayanan nasabah) lebih tinggi dari nilai kelompok pertama (kualitas pelayanan penyedia layanan), yaitu 9. Sedangkan ties adalah nilai kelompok kedua (kualitas pelayanan nasabah) sama besarnya dengan nilai kelompok pertama (kualitas pelayanan penyedia layanan) yaitu 0. Simbol N menunjukkan jumlah sampel berpasangan yaitu 10 pasang, Mean Rank adalah peringkat rata-ratanya yaitu 3 dan 5,78 dan sum of ranks adalah jumlah dari peringkatnya yaitu 3 dan 52.
Tabel 4.5 Hasil Statistik Uji Wilcoxon
Kualitas_pelayanan _Nasabah - Kualitas_pelayanan _CS
Z -2,501a
Asymp. Sig. (2-tailed) 0,012
(Sumber: data primer diolah, 2016)
Hipotesis :
H0 : Tidak ada perbedaan persepsi kualitas pelayanan yang diberikan customer service dengan kualitas pelayanan yang diterima nasabah
H1 : Ada perbedaan persepsi kualitas pelayanan yang diberikan customer service dengan kualitas pelayanan yang diterima nasabah
Kriteria pengujian:
Jika nilai signifikan < 0,05, maka H0 ditolak dan sebaliknya jika nilai signifikan > 0,05, maka H0
diterima.
Tabel 4.5 di atas menunjukkan hasil Wilcoxon Signed Rank Test, dengan nilai p value (Asymp.
Sig 2 tailed) sebesar 0,012. Nilai signifikan 0,012 < 0,05 sehingga keputusan hipotesis adalah menolak H0 dan menerima H1 atau ada perbedaan persepsi kualitas pelayanan yang diberikan customer service dengan kualitas pelayanan yang diterima nasabah.
5. SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulakn bahwa tanggapan responden mengenai kualitas pelayanan (dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy, diperoleh hasil rata-rata tanggapan responden penyedia layanan (customer sevice) berada pada skala netral, sedangkan tanggapan responden nasabah berada pada skala puas. Berdasarkan hasil uji hipotesis, juga didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan persepsi antara kualitas layanan yang diberikan oleh customer service (penyedia layanan) dengan kualitas layanan yang dirasakan nasabah dengan nilai signifikan 0,012 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan signifikan antara kualitas layanan yang diberikan oleh customer service (penyedia layanan) dengan kualitas layanan yang dirasakan nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Lemabang Palembang.
6. REFERENSI
[1] Achlam, Steffi Melati; Nasir Widha Setyanto dan Oke Oktavianty (2014); Analisis Pengaruh Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Nasabah Dan Loyalitas Nasabah
ISBN : 978-602-74335-0-2 Page 174
Menggunakan Structural Equation Modeling (Studi Kasus di PT. Bank Rakyat Indonesia Kanca Malang Martadinata); Universitas Brawijaya, Malang.
[2] Krisni, Dina Novita (2014); Peranan Customer Service Dalam Meningkatkan Loyalitas Nasabah Penabung Pada Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Tulungagung; Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Tulungagung.
[3] Kotler, Philips (2008); http://pelangimarkting.blogspot.com/2011/11/pemasaran-jasa.html;
di akses hari sabtu tanggal 14 november 2015.
[4] Maryana, Rita Dkk (2011); Efektivitas Penggunaan Active Learning Dalam Mengembangkan Critical Thinking Pada Anak Usia Dini; Bandung,
[5] Melindawati, Elvi (2014); Pengaruh Kualitas Customer Service Terhadap Kepuasan Nasabah Pada PT Bank Mandiri kantor Cabang Cipanas; Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ISM (Indonesia School Of Management), Jakarta.
[6] Rakhman, Arif (2015); Studi Komparatif Layanan terhadap Kepuasan Pelanggan (Studi Kasus pada Klinik Kecantikan dr. Ve Medical Dermatic dan Gerai Kecantikan Lubuklinggau di Kota Lubuklinggau; Universitas Bina Darma, Palembang.
[7] Riyanto, Samsuri (2014); Analisis Kepuasan Pasien Yang Berhubungan Dengan Prosedur Pendaftaran Dan Pelayanan Pasien Jamkesmas Di Poliklinik Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang; Universitas Bina Darma, Palembang.
[8] Saleh, A. Muwafik (2010); Public Service Communication; UMM press, Malang.
[9] Sugiyono (2013); Metodologi Penelitian Manajemen; Alfabeta, Bandung (2003); Statistik Non Parametris Untuk Penelitian; Alfabeta, Bandung.
[10] Tanty, Heruna; Rokhana Dwi Bekti dan Anita Rahayu (2010); Metode Nonparametrik Untuk Analisis Hubungan Perilaku Dan Pengetahuan Masyarakat Tentang Kode Plastik; Binus University, Jakarta
[11] Tjiptono, Fandy; Gregorius Chandra (2011); Servive, Quality, dan Satisfaction Edisi 3; Andi Offset, Yogyakarta.
[12] Trisnawati, Komang; Sumarni dan Achmad Fudholi (2015); Analisis Kepuasan Pasien Rawat Jalan PNS Pada Masa Pelaksanaan Askes Dan JKN; Universitas Gadjah Mada, Yoyakarta.
[13] http://bri.co.id/; di akses tanggal 21 oktober 2015.
ISBN : 978-602-74335-0-2 Page 175
PENGARUH PENILAIAN PRESTASI KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT PELINDO II
PALEMBANG
Ari Fajri Rahmat1), Hardiyansyah2), Amirudin Syarif3)
1,2,3
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Binadarma
1Email : [email protected]
2Email : [email protected]
3Email : [email protected]
Abstract
Formulation of the problem Is there any influene of performance appraisal on employee performance in PT Pelindo II Palembang. Is there an effect of compensation to employees performance in PT Pelindo II Palembang. The purpose of this study wast determine and analyze the influence of performance appraisal and compensation to employees performance at PT Pelindo II Palembang. The method used in this study the observation, questionnaire, literature study. This method of data analysisis multiple linear regression. The population is all employees of PT Pelindo II Palembang using a 90 percent confidence level and total sample of 55 employees.
Results of research on the hypothesis of this study is that Ho is rejected while Ha accepted, performance appraisal and compensation significantly influence employee performance. The conclusion in this study were 1) partial work performance ratings have a significant effect on employee performance. 2) compensation significant influence on employee performance. 3) Simultane test performance appraisal and compensation significant influence on employee performance.
Keywords: Job Performance Assessment, Compensation, Performance
1. PENDAHULUAN