• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fitriyanti 1) , Fitriasuri 2) , Citra Indah Merina 3)

5. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Pengaruh Kemudahan Pengisian SPT Terhadap Tingkat kepatuhan Wajib Pajak

Variabel kemudahan pengisian SPT tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi variabel kemudahan pengisian SPT sebesar 0,359 dengan t hitung sebesar 0,923 hal ini terlihat lebih besar dari standar nilai signifikansi sebesar 0,05.

Dalam penelitian ini kemudahan pengisian SPT secara parsial tidak mempengaruhi tingkat kepatuhan wajib pajak. Kesederhanaan formulir SPT, petunjuk pengisian SPT yang mudah dipahami pada dasarnya sangat diperluakan oleh wajib pajak dalam penyampaian SPT. Akan tetapi hal ini tidak mempengaruhi tingkat kepatuhan wajib pajak karena penyampaian SPT adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh para wajib pajak.

Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

Variabel kualitas pelayanan berpengaruh terhadap variabel kepatuhan wajib pajak. Hal ini terlihat dari nilai Signifikasi variabel kualitas pelayanan sebesar 0.007 dengan t hitung sebesar 3,511 lebih kecil dari nilai standar signifikasi 0,05.

Dalam hal ini kualitas pelayanan yang sopan dan ramah, petugas pajak yang cepat tanggap akan keluhan dan kesulitan yang dialami wajib pajak, keamanan dan kenyamanan yang diberikan petugas pajak kepada wajib pajak sangat diperlukan oleh wajib pajak, karena hal ini dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajaknya.

Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak

Variabel kesadaran wajib pajak mempunyai memiliki pengaruh terhadap variabel kepatuhan wajib pajak. Hal ini terlihat dari nilai Signifikasi variabel kesadaran wajib pajak sebesar 0.001 dengan t hitung sebesar 3,599 lebih kecil dari nilai standar signifikasi 0,05.

Tingkat kepatuhan itu juga harus di dukung oleh beberapa hal meliputi pentingnya kesadaran wajib pajak dalam membayar pajak, menyampaikan SPT dengan benar dan tepat waktu dan kesadaran wajib pajak dalam mengikuti perkembangan peraturan perpajakan. Kesadaran merupakan unsur dalam manusia dalam memahami realitas dan bagaimana cara bertindak atau menyikapi terhadap realitas.

Sehingga kesadaran perpajakan adalah keadaan mengetahui atau mengerti perihal pajak.

Pengaruh Pengetahuan, Sanksi Pajak, Kemudahan Pengisian SPT, Kualitas Pelayanan dan Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

Pengaruh kepatuhan, sanksi pajak, kemudahan pengisian SPT, kualitas pelayanan dan kesadaran wajib pajak secara bersama-sama berpengaruh signifikansi terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan nilai F hitung sebesar 116,126 lebih kecil dari nilai standar signifikansi sebesar 0,05.

Dalam meningkatkan kepatuhan, wajib pajak harus membayar kewajiban perpajaknnya dengan benar dan tepat waktu, dalam pengisian SPT pun harus benar dan jelas, wajib pajak juga harus jujur dan siap diperiksa sesui laporan SPT yang di sampaikannya. Karena kepatuhan wajib pajak adalah hal yang sangat diharapkan agar tercapai semua realisasi pajak yang telah di tentukan

5. SIMPULAN DAN SARAN

0,05. Hal ini mencerminkan, responden berpendapat bahwa pengetahuan wajib pajak sangat penting.

b) Variabel sanksi pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak karena terlihat bahwa signifikansi variabel sanksi pajak sebesar 0,000 dengan t hitung 3,783 lebih kecil dari standar nilai signifikansi sebesar 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa sanksi pajak sangat diperlukan dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

c) Variabel kemudahan pengisian SPT tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi variabel kemudahan pengisian SPT sebesar 0,359 dengan t hitung sebesar 0,923 hal ini terlihar lebih besar dari standar nilai signifikansi sebesar 0,05.

d) Variabel kualitas pelayanan pengaruh terhadap variabel kepatuhan wajib pajak. Hal ini terlihat dari nilai Signifikasi variabel kualitas pelayanan sebesar 0.007 dengan t hitung sebesar 3,511 lebih besar dari nilai standar signifikasi 0,05.

e) Variabel kesadaran wajib pajak mempunyai memiliki pengaruh terhadap variabel kepatuhan wajib pajak. Hal ini terlihat dari nilai Signifikasi variabel kesadaran wajib pajak sebesar 0.001 dengan t hitung sebesar 3,599 lebih kecil dari nilai standar signifikasi 0,05.

f) Pengaruh kepatuhan, sanksi pajak, kemudahan pengisian SPT, kualitas pelayanan dan kesadaran wajib pajak secara bersama-sama berpengaruh signifikansi terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan nilai F hitung sebesar 116,126 lebih kecil dari nilai standar signifikansi sebesar 0,05.

Saran

a) Sebaiknya KPP Pratama Palembang Seberang Ulu dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak secara berkala melakukan sosialisasi perpajakan dengan rutin dan melakukan kerjasama baik dengan pihak perguruan tinggi maupun pihak intansi pemerintah dan swasta lainnya.

b) Dalam meningkatkan penerimaan perpajakan KPP Pratama Palembang Seberang Ulu diharapkan dapat menerapkan sanksi yang tegas dan berat bagi wajib pajak yang melakukan pelanggaran dalah hal melunasi kewajibannya dalam membayar pajak.

c) Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas objek penelitian dan menambahkan variabel – variabel lain yang mungkin berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak.

Diharapkan penelitian selanjutnya akan menjadi lebih baik dari penelitian ini.

6. REFERENSI

[1] Arum, Harjanti Puspa. 2012. Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pelayanan Fiskus, Dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Usaha Dan Pekerjaan Bebas (Studi di Wilayah KPP Pratama Cilacap). Diponegoro Journal Of Accounting Vol 1, No. 1, Tahun 2012 Halaman 1-8.

[2] Aryani, Titik. 2012. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Badan. Jurnal Media Ekonomi Dan Manajemen Vol 25. No 1 Januari 2012.

[3] Doli, Dominicus. 2009. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Untuk Wajib Pajak Badan (Studi Kasus Pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Malang Selatan). Jurnal Universitas Brawijaya.

[4] Julianti, Murni. 2014. Analisis Faktor-Faktor Yank Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Untuk Membayar Pajak Dengan Kondisi Keuangan Dan Preferensi Risiko Wajib Pajak Sebagai Variabel Moderating ( Studi Kasus Pada Wajib Pajak yang Terdaftar di KPP Pratama Candisari Semarang). Skripsi Universitas Diponegoro Semarang.

[5] Mardiasmo, 2011. Pepajakan. Edisi Revisi. Penerbit ANDI Yogyakarta.

[6] Ramadhan, Fajar. 2010. Pengaruh Manfaat Dan Kemudahan E-SPT Terhadap Penggunaaan

ISBN : 978-602-74335-0-2 Page 131

Fasilitas E-SPT Oleh Wajib Pajak Pribadi (Studi Kasus Pada KPP Pratama Kebon Jeruk Satu Jakarta Barat). Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

[7] Roseline, Riessa. 2012. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi kepatuhan Wajib Pajak Dalam Mengukuhkan Diri sebagai Pengusaha Kena Pajak. Jurnal Program Studi Akuntansi Universitas Brawijaya. Malang

[8] Rustiyaningsih, Sri. 2011. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak.

Jurnal Widya Warta No. 02 tahun XXXV / Juli 2011. ISSN 0854-1981 [9] Sanusi, Anwar. 2014. Metodologi Penelitian Bisnis. Salemba Empat.

[10] Trisnawati, Ni Luh Mika. 2015. Analisis faktor-Faktor Yang Mempengaruhi kepatuhan Wajib Pajak Membayar Pajak Hotel, Pajak Restoran dan pajak Hiburan di Kota Denpasar.

Skripsi Universitas Udayana Denpasar.

[11] Undang-Undang Perpajakan. 2014. Penerbit Salemba Empat

[12] Utami, Andi, Soerono. 2012. Pengaruh Faktor-Faktor Eksternal Terhadap Tingkat Kepatuhan wajib Pajak Di Lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Semarang. Jurnal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

[13] Waluyo. 2014. Perpajakan Indonesia. Edisi 11. Buku 1. Penerbit Salemba Empat

[14] Widayati dan Nurlis. 2010. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Untuk Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Pekerjaan Bebas (Studi Kasus Pada KPP Pratama Gambir Tiga). Simposium Nasional Akuntansi XIII Purwokerto 2010.

Universitas Jendral Soedirman Purwokerto.

ISBN : 978-602-74335-0-2 Page 132

PENGARUH KOMISARIS INDEPENDEN, KOMITE AUDIT, PROFITABILITAS, LEVERAGE TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI

(Study Kasus Perusahaan Sektor Perkebunan di BEI)

Okta Ariska1), Siti Nurhayati Nafsiah2), Andrian Noviardy3)

1,2,3

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Darma

1[email protected]

2[email protected]

3[email protected]

Abstract

This study aimed to determine the effect of independent commissioner, audit committee, profitability and leverage of the level accounting conservatism. The population were the entire plantation sector companies. Technique in taking sampling was a sampling purposive method and abtoined 13 companies. The data sources used was secondary data. The anaysis used was multiple regression analysis.The results shows the independent commissioner significant and positive effect of the level accounting conservatism, audit committee doesn’t significantly on the level accounting conservatism, profitability significant and positive effect of the level accounting conservatism, and leverage doesn’t significantly on the level accounting conservatism.

Keywords : independent commissioner, audit committee, profitability and leverage,

1. PENDAHULUAN

Bagi pihak manajemen prinsip akuntansi yang bersifat berlaku umum akan memberikan fleksibilitas dalam menentukan metode maupun estimasi akuntansi yang dapat digunakan. Fleksibilitas tersebut akan mempengaruhi perilaku manajer dalam melakukan pencatatan akuntansi dan pelaporan keuangan perusahaan. Selain prinsip akuntansi yang bersifat umum (Generally Accepted Accounting Principles) salah satu prinsip akuntansi yang gunakan dalam proses pelaporan keuangan yaitu prinsip konservatisme. Menurut prinsip konservatisme, ketika kerugian terjadi maka kerugian tersebut akan diakui meskipun belum terealisasi, akan tetapi ketika keuntungan terjadi maka keuntungan yang belum terealisasi tidaklah akan diakui. Konservatisme, jika diaplikasikan secara tepat akan menyediakan pedoman yang rasional, jangan menyajikan angka laba bersih dan aktiva yang terlalu tinggi (Hery, 2013:34). Konservatisme merupakan prinsip dalam laporan keuangan yang dimaksudkan agar pengakuan dan pengukuran aktiva serta laba dilakukan dengan penuh kehati-hatian oleh karena ekonomi dan bisnis dilingkupi ketidakpastian.

Konservatisme merupakan prinsip akuntansi yang kontroversial. Dikalangan peneliti pun, prinsip konservatisme akuntansi masih dianggap kontroversial terdapat banyak kritikan yang muncul, namun ada pula yang mendukung penerapan prinsip konservatisme. Kritikan terhadap penerapan prinsip konservatisme tersebut antara lain konservatisme dianggap sebagai kendala yang akan mempengaruhi laporan keuangan. Apabila metode yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan berdasarkan prinsip akuntansi yang sangat konservatif, maka hasilnya cenderung bias dan tidak mencerminkan kenyataan. Akan tetapi bila dilihat lebih lanjut prinsip konservatisme ini bermanfaat untuk menghindari perilaku oportunistik manajer berkaitan dengan kontrak-kontrak yang menggunakan laporan keuangan sebagai media kontrak. Komisaris independen adalah komisaris yang tidak ada hubungan keluarga atau hubungan bisnis dengan direksi maupun dengan pemegang saham.

Dengan adanya komisaris yang independen, pengawasan yang dilakukan oleh dewan komisaris akan lebih ketat. komite audit mempunyai fungsi membantu dewan komisaris untuk melakukan tugasnya seperti meningkatkan kualitas laporan keuangan,, Sutedi (2015:145). Selain itu juga,

ISBN : 978-602-74335-0-2 Page 133

perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi akan cenderung untuk memilih akuntansi yang konservatif untuk mengatur laba agar terlihat rata dan tidak terlalu mengalami fluktuasi. Rasio leverage dipergunakan untuk mengukur sampai sejauh apa perusahaan menggunakan pendanaan melalui hutang. Perusahaan yang memiliki hutang yang relatif tinggi akan menerapkan akuntansi yang konservatif agar laba yang disajikan relatif rendah.

Pada penelitian ini, perusahaan sektor perkebunan yang dipilih sebagai objek penelitian karena pada tahun 2013 kinerja emiten perkebunan masih belum baik hingga Sembilan bulan pertama.

Sehingga permintaan yang masih lemah mempengaruhi harga Crude palm oil/CPO. Dari sejumlah emiten perkebunan yang sudah dirilis laporan keuangan kuartal ketiga 2013, sekitar enam emiten perkebunan mencatatkan penurun laba dari 45%-86% untuk periode januari-september 2013. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh komisaris independen, komite audit, profitabilitas, leverage terhadap tingkat konservatisme akuntansi pada perusahaan sektor perkebunan di BEI.

2. KAJIAN LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS