• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fitriyanti 1) , Fitriasuri 2) , Citra Indah Merina 3)

5. SIMPULAN Simpulan

1. Secara parsial dengan nilai signifikan 0,05 dan 0,1 (5% & 10%) ukuran perusahaan dengan nilai sebesar 0,007 dan kepemilikan saham publik dengan nilai sebesar 0,080 berpengaruh secara signifikan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan sedangkan leverage, dan

ISBN : 978-602-74335-0-2 Page 103

reputasi KAP tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. Serta secara simultan variabel independen yaitu leverage, ukuran perusahaan, kepemilikan saham publik, danreputasi KAP menghasilkan Fhitung3,205 dengan tingkat signifikan 0,025 < 0,05 yang berarti bahwa leverage, ukuran perusahaan, kepemilikan saham publik, dan reputasi KAP secara bersama-sama berpengaruh terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan.

2. Tingkat pengungkapan laporan keuangan dalam penelitinan ini masih dikatakan kurang baik yaitu sebesar 85%, karena dalam penelitian ini pengungkapan yang digunakan adalah pengungkapan wajib (mandotary) yang seharusnya perusahaan perbankan dapat mengungkapan secara penuh yaitu 100%. Hal ini menunjukan bahwa pengungkapan yang diatur OJK belum sepenuhnya diungkapkan oleh perusahaan.

3. Berdasarkan Uji Koefisien Determinasi (R2) dibuktikan bahwa leverage, ukuran perusahaan, kepemilikan saham publik, dan reputasi KAP sebesar 19,2 % sedangkan sisanya 80,8 % dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian.

Saran

1. Untuk kedepannya agar perusahaan perbankan yang telah go public dalam penelitian ini dapat mempertahankan pengungkapan untuk ukuran perusahaan dan kepemilikan saham publik serta lebih meningkatan pengungkapan untuk leverage dan reputasi KAP agar dapat menarik lebih banyak para investor untuk menanamkan modal di perusahaan tersebut.

2. Untuk tahun selanjutnya perusahaan perbankan dapat melakukan pengungkapan secara penuh 100% dan dalam menentukan jumlah dan penilaian item pengungkapan sebaiknya dilakukan oleh para ahli dibidangnya sehingga dapat menunjukan kelengkapan pengungkapan laporan keuangan secara tepat.

3. Penelitian berikutnya dapat menambahkan variabel lain yang berperan dalam mempengaruhi kelengkapan pengungkapan laporan keuangan, seperti likuiditas, profitabilitasdan basis perusahaan. Ditambahkan juga periodepengamatan sehingga dapat memberikan akurasi perusahaan yang lebih baik.

6. REFERENSI

[1] Amelinda, Eza. 2013. F a k t o r - F a k t o r Y a n g M e m p e n g a r u h i K e l e n g k a p a n Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Dibursa Efek Indonesia, Jurnal Akuntansi

[2] Kartika, Andi Dan Hersugondo. 2009. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, Jurnal Akuntansi Eksplanasi Volume 4 Nomor 7. Universitas Stikubank.

Semarang.

[3] Marwata, 2001. Hubungan Antara Karakteristik Perusahaan Dan Kualitas Ungkapan Sukarela Dalam Laporan Tahunan Perusahan Publik Di Indonesia, Simposium Nasional Akuntansi IV.

[4] Sanusi, Anwar. 2011. Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

[5] Saputro, Ivan Dibyo. 2012. Pengaruh Leverage, Ukuran Perusahaan Dan Umur Perusahaan Terhadap Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei), Jurnal Kajian Pendidikan Dan Akuntansi Indonesia Edisi Iii Volume 1.

[6] Tristanti, Leony Lovancy. 2012. Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Kelengkapan Pengungkapan Sukarela (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang

ISBN : 978-602-74335-0-2 Page 104

Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2010), Skripsi, Universitas Diponegoro.

Semarang

[7] Yunita, Frischa. 2012. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan, Jurnal Akuntansi, Fakultas Ekonomi. Universitas Dian Nuswantoro.

ISBN : 978-602-74335-0-2 Page 105

PENGARUH FAKTOR AKUNTANSI DAN NON AKUNTANSI TERHADAP PREDIKSI PERINGKAT OBLIGASI

Ike Pitriani1), Poppy Indriani2), Andrian Noviardy3)

1,2,3

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Darma

1[email protected]

2[email protected]

3[email protected]

Abstract

Bond rating is something condition that should be considered before investors make an investment bond. This is because bond rating provides an informative statement and provide signals about the probability of failure of a company's debt. In a process of bond rating valuation, rating agent evaluate a company from many aspects, including financial and non financial factor. The purpose of this study was to determine the effect of liquidity ratio, leverage ratio, coverage ratio, cash flow to debt ratio, profitability ratio, bond maturity towards the bond rating from PT. PEFINDO in Indonesia Stock Exchange (IDX)2013-2014. This study used a non-participant observation method by analyzing financial statements and corporate bond data which published on the official website of the Stock Exchange (www.idx.co.id). The sample was 15 companies which are taken by purposive sampling method. The data analysis technique used is logistic regression. The results of this study indicate that leverage partially negative and significant, while simultaneously liquidity ratio, leverage ratio, coverage ratio, cash flow to debt ratio, profitability ratio, bond maturity significant effect impact on the ratings of bonds issued by PT. PEFINDO on the Indonesia Stock Exchange 2013-2014.

Keywords: Bond rating, accounting factor, non accounting factor

1. PENDAHULUAN

Di era globalisasi ini, pasar modal (capital market) merupakan jantung perekonomian suatu negara. Pasar modal menjadi suatu yang penting dan sangat berharga karena pasar modal adalah ujung yang paling awal tersentuh globalisasi dunia keuangan. Hampir semua negara menaruh perhatian besar terhadap pasar modal karena pasar modal memiliki peranan strategis bagi penguatan ketahanan ekonomi suatu negara. Perkembangan pasar modal yang pesat memiliki peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian karena pasar modal memiliki fungsi, yaitu sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat/pemodal (investor) dan sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana dan lain-lain. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrumen.

Salah satu instrumen pasar modal yang banyak diminati oleh perusahaan emiten maupun masyarakat/pemodal (investor) adalah obligasi. Hal ini dikarenakan obligasi dinilai memiliki keunggulan dibanding saham. Bagi emiten, obligasi merupakan sekuritas yang aman karena biaya emisinya lebih murah dari pada saham. Selain itu, penerbitan obligasi juga untuk menghindari penilaian jelek investor dibandingkan jika perusahaan menerbitkan saham baru. Sedangkan bagi pemodal, obligasi merupakan investasi yang memiliki pendapatan yang bersifat tetap dan juga relatif aman. Meskipun begitu obligasi juga memiliki berbagai macam risiko, salah satunya yaitu risiko gagal bayar. Oleh sebab itu calon investor memerlukan informasi yang cukup tentang obligasi agar bisa menganalisis dan memperkirakan risiko yang ada dalam investasi pada obligasi. Salah satu yang dapat dijadikan acuan dalam mencari informasi tersebut ialah peringkat obligasi.

ISBN : 978-602-74335-0-2 Page 106

Di Indonesia terdapat dua lembaga pemeringkat efek yaitu PT Kasnic Cresit Rating dan PT Pefindo. Namun, perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia lebih banyak yang menggunakan jasa Pefindo untuk memeringkat obligasi yang akan diterbitkan. Aspek penilaian obligasi yang dilakukan PT Pefindo berdasarkan pada tiga hal, yaitu aspek bisnis, aspek industri dan aspek keuangan.

Beberapa penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa faktor akuntansi dan non akuntansi mampu memprediksi peringkat obligasi yang dilakukan oleh PT Pefindo. Namun, hasil penelitian menunjukkan hasil yang bervariasi dan tidak konsisten antara penelitian yang satu dengan lainnya, mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prediksi peringkat obligasi. Selain itu, permasalahan yang masih sering terjadi sampai sekarang ini ialah masih ada perusahaan yang awalnya memperoleh peringkat investment grade tapi masih mengalami gagal bayar. Khususnya perusahaan swasta yang bukan lembaga keuangan. Penulis tertarik untuk meneliti kembali, dimana penelitian ini hanya difokuskan pada perusahaan yang bukan lembaga keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013-2014.

2. KAJIAN LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS