• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.2. Hasil Wawancara

4.1.2.3. Informan 3

Nama : Elfa M

Usia : 53 tahun

Status : Menikah / Pensiunan

Usia Pernikahan : 25 tahun

Jumlah Anak : 3 orang (1 perempuan, 2 laki-laki)

Informan ketiga bernama Ibu Elfa yang berusia 53 tahun. Informan ketiga ini merupakan pensiunan salah satu bank swasta di Kota Medan. Informan ketiga ini sudah menjalani kehidupan rumah tangga selama 25 tahun hingga saat ini dan dikaruniai 3 orang anak yakni yang paling sulung perempuan. Informan tinggal bersama suaminya yang sedang stroke, ketiga anaknya dan ibunya. Peneliti melakukan wawancara di teras rumah dari informan.

Secara fisik, informan ketiga ini memiliki tinggi badan sekitar 158cm, warna kulit sawo matang dan rambut yang pendek dan keriting. Pada saat wawancara, kondisi informan sedang lumpuh setengah badang karena stroke mendadak tahun lalu.

Informan ketiga ini juga kurang berani saat berkomunikasi sehingga dia meminta anak perempuannya untuk mendampingi dirinya saat diwawancarai peneliti. Hal

Universitas Sumatera Utara

ini bertujuan apabila ada kata-kata yang kurang jelas disampaikan oleh informan karena kondisinya yang kurang sehat, dapat dijelaskan oleh putrinya.

Informan ketiga ini sebelumnya sudah diamati oleh peneliti melalui media sosial.

Informan ketiga mengatakan bahwa dirinya sejak dulu semasa bekerja sudah aktif menggunakan media sosial. Ibu ini memiliki beberapa media sosial seperti Facebook, Whatsapp, Instagram, Messanger dan Line. Media sosial yang paling sering dia gunakan dari dahulu hingga sekarang adalah Facebook.

Bou ada Facebook, IG, WA, Messanger sama Line. Dari dulu pas masi bekerja sampai sekarang Bou udah pake Facebook. Dari tahun 2009 kalau ga salah,. dari pakai hape Android disitulah Bou main Facebook dibuat kakakmu.

Informan ketiga memiliki alasan karena memilih Facebook sebagai media sosial yang paling sering dia gunakan. Dirinya mengakui bahwa dia dapat bertukar informasi dengan teman-temannya melalui Facebook. Sering juga teman dari teman informan ketiga mengetahui informasi informan ketiga karena Facebook.

Informan juga dapat mengetahui kegiatan teman-temannya walaupun dia di rumah.

Kalau pakai Facebook kita bisa tau informasi teman-teman. Kadang temannya teman kita bisa tau karena Facebook itu kan luas, bisa kita lihat status orang lain jadi tau kita mereka lagi ngapain. Apalagi kalau ibu-ibu suka posting foto lagi jalan-jalan, hebring jadi bisa lihat tempat baru juga.

Informan ketiga menjelaskan beragam aktivitas yang sudah pernah dia lakukan di Facebook. Informan ketiga sering membuat status, foto, berbagi lokasi, memunculkan ulang kenangan serta mengucapkan selamat ulang tahun. Informan ketiga mengatakan selalu aktif apabila ada momen, acara atau peristiwa. Informan ketiga suka mengabadikan momen dan membagikannya ke Facebook agar teman-temannya juga melihat momen tersebut.

Bou sering update momen seperti status, foto kalau lg ada acara gitu.

Berbagi lokasi, sama kenangan, ucapan selamat ulang tahun juga.

Universitas Sumatera Utara

Setiap kegiatan yang dilakukan informan ketiga di Facebook ini dilandaskan atas suasana hati dan momen. Informan ketiga ini tidak segan untuk mengambil foto, bahkan sering meminta tolong orang lain untuk memfoto agar dirinya masuk ke dalam foto pada acara atau momen yang sedang ia hadiri. Foto yang diambil bisa beberapa kali, lalu nanti dipilih yang bagus untuk langsung dinaikkan.

kalau mau posting-posting itu pas ada momennya, seperti wisuda, natal, ulangtahun, pokoknya acara gitu la. Nanti bou fotokan, bou buat ucapan gitu, bou tandai ke orangnya. Atau mau gereja ada acara apa gitu, bou minta si lisa memfoto biar bou naikkan ke facebook... engga foto nya ada beberapa kali gitu, nanti bou lihat dulu mana yang bagus baru bou naikkan. Ganti DP juga sekalian.

Informan ketiga menceritakan bahwa dirinya mengambil pensiun dini karena harus menjaga suaminya yang stroke. Karena itu, dirinya yang awalnya aktif bermain Facebook semakin aktif karena aktivitas nya sudah berkurang. Karena sudah jarang untuk keluar, maka informan ketiga dapat mengetahui kabar teman-teman di kantornya melalui Facebook. Informan ketiga sering mengomentari, menyukai status, foto-foto teman-temannya karena seperti berkomunikasi secara langsung.

Semenjak bou pensiun dini karena amangborumu sakit, uda mulai bou aktif main facebook karena ga ada kegiatan. Bou suka lihat-lihat, apalagi kawan-kawan kantor bou ada berteman, jadi bou masi tau gimana kabar di kantor.

Situasi yang berbeda semasa kerja dan setelah pensiun dini tidak membuat informan untuk membuat kebohongan di media sosial.

Enak kalau komentari, like karena kayak tetap berkomunikasi gitu.

Apalagi bou sakit kayak gini ga bisa kemana-mana jadi bou bolak-balik buka, komen nanti sambung-sambungan komennya jadi seru nanti.

Walaupun sering di rumah, melihat teman-teman kantor berkegiatan diluar, informan ketiga tidak pernah mau membuat aktivitas palsu untuk membanggakan dirinya. Informan ketiga menanamkan pada dirinya sendiri agar tidak berbohong.

Ga pernah. Ngapain harus bohong.

Universitas Sumatera Utara

Informan ketiga ini aktif menanggapi aktivitas teman-temannya di media sosial, begitu juga sebaliknya. Karena informan ketiga ini lebih dahulu ramah, bersahabat, maka teman-temannya juga demikian terhadapnya. Walaupun sudah lama pensiun dini, informan ketiga tetap akrab dan selalu berkomunikasi dengan teman-teman kantornya. Hal ini karena Facebook.

suka. kalau misalnya komen-komen nanti bisa jadi berlanjut sahut-sahutan gitu. Dari like juga, tapi paling sering komentar pakai stiker lagi jadi seru. Ada stiker lucu-lucu yang bisa kita buat di komentar.

Informan ketiga ini dahulu pernah mengalami permasalah di Facebook. Hal ini terjadi saat dirinya menunggah foto dengan seorang laki-laki yang merupakan keluarganya, namun terdapat komentar dari temannya yang negatif. Karena hal itu, informan ketiga langsung menghapus komentar temannya yang negatif itu, lalu menghubungi temannya untuk menyelesaikan permasalahan secara langsung.

Informan ketiga berusaha menghindari perdebatan panjang di media sosial terutama pada akun miliknya.

Ada tapi ga sampai bertengkar. Jadi ada bou upload foto, lalu datang komentar negatif gitu, tapi karena status bou jadi bou hapus la komentar negatif itu, soalnya ga enak nanti dibaca-baca orang kan, fotonya sampai sekarang masih ada kok. uda bou hapus komentarnya, bou chatting la kawan bou itu (japri) bilang supaya jangan ngomong gitu soalnya aneh orang berpikir nantinya.

Selama menggunakan Facebook, informan mengatakan bahwa dirinya selalu menghindari terlibat permasalahan, perang komentar ataupun respon negatif dari teman-temannya di media sosial khususnya Facebook. Karena sifat ini juga, informan ketiga tidak pernah memblokir orang selama menggunakan Facebook.

Salah satu alasannya adalah karena informan ketiga ini memang tidak pandai memblokir orang, namun di lain sisi dia tidak mau memicu perkelahian.

engga pernah bou block. Lagian bou tidak pande block orang.

Informan ketiga juga mudah akrab dengan orang baru. Informan ketiga menjelaskan bahwa dirinya sering menerima permintaan pertemanan sama orang

Universitas Sumatera Utara

baru yang dia temui di pesta, acara-acara tertentu. Sebelum menerima permintaan tersebut, informan ketiga ini selalu melihat foto profil, sama jumlah teman yang sama. Kalau tidak jelas, akan dia hapus.

Bou kalau kenal bou terima. Bou jarang add si, seringan diadd karena banyak yang kenal bou. Nanti kalau diadd bou lihat dulu orangnya gimana, baru nanti bou terima atau bou hapus permintaan bertemannya.

Situasi yang dihadapi oleh informan ketiga ini membuat dirinya sering menggunakan Facebook. Informan ketiga ini mengatakan bahwa Facebook sebagai jendela bagi dirinya karena dirinya hanya di rumah. Mulai dari berita sukacita hingga dukacita sering dia ketahui lewat Facebook. Apabila tidak bisa hadir, maka informan dapat mengatakannya melalui Facebook. Inilah yang membuat informan ketiga sangat senang dan sangat harus menggunakan Facebook.

Bou senang. Bou bukannya bisa kemana-mana atau ngapain kan, jadi facebook yang ngasih informasi ke Bou. Bou bisa lihat si anu kesana, lagi makan dia. atau ada yang meninggal, menikah juga kalau diupload ke Facebook kan bisa kita tahu. Kalaupun ga bisa bou datang atau tidak diundang Bou bisa ucapin lewat kolom komentar di Facebook. Pokoknya bou suka sekali, karena ini yang ngisi waktu Bou yang dirumah terus.

Sehari-hari informan selalu menggunakan Facebook. Dia mengatakan bahwa dirinya sekali-sekali membuka Facebook, tetapi sering. Informan ketiga juga mengakui bahwa setiap dirinya bermain Facebook sering terlalu fokus sampai tidak menyadari bila dipanggil oleh keluarganya.

Sekali-sekali bou buka tapi sering. Maksud bou mungkin per setengah jam, tapi rutin. Kalau lagi main facebook ya enak, tapi sering ga sadar kalau dipanggil.

Peneliti selanjutnya menanyakan tentang gangguan yang pernah dialami oleh informan. Informan ketiga mengatakan bahwa dirinya tidak pernah diganggu karena dia berteman dengan orang-orang yang dia kenal sebelumnya. Kalaupun

Universitas Sumatera Utara

ada teman baru, setelah melihat foto profil, aktivitas Facebook, sama jumlah teman yang sama baru diterima jadi teman. Selama menggunakan Facebook informasi-informasi yang dibagikan maupun diterima baik dan positif.

sejauh ini tidak ada diganggu. Karena bou terima berteman dengan orang yang bou kenal. Jadi mereka sharenya yang bagus-bagus gitu.

Informan ketiga memiliki pendapat yang positif mengenai Facebook. Dirinya mendukung apabila keluarganya menggunakan Facebook, karena bisa tahu kabar, berita. Keluarga yang jauh juga dapat bertukar kabar dengan keluarganya yang menghabiskan hampir seluruh waktunya di rumah karena kondisi kesehatan.

Untuk yang masih anak-anak, apabila bisa mendewasakan diri, bagi informan ketiga boleh menggunakan Facebook.

Bou mendukung si kalau keluarga bou pake Facebook. Kalau Facebook kita bisa liat keluarga lagi dimana, lagi ngapain. Yang jauh pun kita bisa tahu, jadi Facebook kalau bisa dewasa dalam menggunakannya, silahkan bagi anak-anak untuk menggunakan.

Dalam dokumen STRATEGI PRESENTASI DIRI PADA MEDIA SOSIAL (Halaman 79-84)