BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.6. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data (data collection) merupakan tahapan proses riset dimana peneliti menerapkan cara dan teknik ilmiah dalam rangka mengumpulkan data sistematis untuk keperluan analisis. Teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan peneliti dalam mengumpulkan data (Kriyantono, 2010: 91).
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain : wawancara, observasi, studi kepustakaan dan dokumentasi.
1. Wawancara Mendalam
Teknik wawancara dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara bebas terpimpin. Arikunto (2006:199)
Universitas Sumatera Utara
menjelaskan bahwa wawancara bebas terpimpin adalah wawancara yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara bebas namun masih tetap berada pada pedoman wawancara yang sudah dibuat. Pertanyaan akan berkembang pada saat melakukan wawancara.
2. Observasi
Menurut Sugiyono (2016:204) observasi merupakan kegiatan pemuatan penelitian terhadap suatu objek. Apabila dilihat pada proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dibedakan menjadi partisipan dan non-partisipan. Jenis observasi yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi non-partisipan. Dalam melakukan observasi, peneliti memilih hal-hal yang diamati dan mencatat hal-hal yang berkaitan dengan penelitian.
3. Dokumentasi
Dokumentasi menurut Sugiyono (2016: 329) adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data kemudian ditelaah.
4. Studi Kepustakaan
Metode studi kepustakaan dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data atau informasi yang berkaitan dengan penelitian ini melalui buku-buku dan jurnal-jurnal ilmiah, serta website yang terpercaya.
3.6.Teknik Analisis Data
Analisis data adalah metode pengolahan data menjadi informasi untuk membuat karakteristik data mudah dipahami, juga dapat digunakan untuk mencari solusi untuk masalah, terutama masalah yang berhubungan dengan penelitian. Analisis data dapat diartikan sebagai aktivitas
Universitas Sumatera Utara
mengubah data dari hasil penelitian menjadi informasi yang nantinya dapat digunakan untuk menarik kesimpulan. Tujuan analisis data adalah untuk mendeskripsikan data agar dapat memahaminya dan menarik kesimpulan atau kesimpulan tentang karakteristik populasi berdasarkan data yang diperoleh dari sampel.
Sugiyono (2016 : 7) dalam bukunya menjelaskan bahwa metode penelitian kualititatif adalah suatu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. Pada penelitian ini, peneliti merupakan sebagai instrumen kunci mulai dari pengambilan sampel sumber data yang dilakukan dengan teknik purposive sampling, selanjutnya melakukan triangulasi data, analisa data yang bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekan pada makna dari generalisasi.
Menurut Miles dan Huberman dalam (Pujileksono, 2015: 152), analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:
1. Reduksi Data
Reduksi data merupakan salah satu dari teknik analisis data kualitatif. Reduksi data adalah bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasi data sedemikian rupa sehingga kesimpulan akhir dapat diambil. Reduksi tidak perlu diartikan sebagai kuantifikasi data.
Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, sehingga perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti telah dikemukakan sebelumnya, semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data yang diperoleh akan semakin banyak, kompleks, dan rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data.
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, serta dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan
Universitas Sumatera Utara
mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya apabila diperlukan. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan, seperti komputer, notebook, dan lain sebagainya.
Peneliti akan dipandu oleh tujuan yang akan dicapai saat melakukan reduksi data. Tujuan utama dari penelitian kualitatif adalah pada temuan. Oleh karena itu, apabila peneliti dalam melakukan penelitian menemukan segala sesuatu yang dipandang asing, tidak dikenal, belum memiliki pola, justru itulah yang harus dijadikan perhatian peneliti dalam melakukan reduksi data.
Reduksi data merupakan proses berpikir sensitif yang memerlukan kecerdasan, keleluasaan, dan kedalaman wawasan yang tinggi. Bagi peneliti yang masih baru, dalam melakukan reduksi data dapat mendiskusikan dengan teman atau orang lain yang dipandang cukup menguasai permasalahan yang diteliti.
Melalui diskusi itu, wawasan peneliti akan berkembang, sehingga dapat mereduksi data-data yang memiliki nilai temuan dan pengembangan teori yang signifikan.
2. Penyajian Data
Penyajian data merupakan salah satu dari teknik analisis data kualitatif. Penyajian data adalah kegiatan ketika sekumpulan informasi disusun, sehingga memberi kemungkinan akan adanya penarikan kesimpulan. Bentuk penyajian data kualitatif berupa teks naratif (berbentuk catatan lapangan), matriks, grafik, jaringan dan bagan.
Dalam penelitian kuantitatif, penyajian data dapat dilakukan dengan menggunakan tabel, grafik, pictogram, dan sebagainya. Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan dan tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah dipahami.
Universitas Sumatera Utara
Miles dan Huberman mengatakan bahwa yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Dengan adanya penyajian data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, dan merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut.
3. Penarikan Kesimpulan/Verifikasi
Penarikan kesimpulan adalah hasil analisis yang dapat digunakan untuk mengambil tindakan. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan mengalami perubahan apabila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya, tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak.
Peneliti akan melakukan teknik triangulasi data untuk menguji keabsahan data. Triangulasi data adalah pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau pembanding data tersebut (Pujileksono, 2015: 141). Triangulasi data pada hakikatnya merupakan pendekatan multi-metode yang dilakukan peneliti pada saat mengumpulkan dan menganalisis data. Ide dasarnya adalah bahwa fenomena yang diteliti dapat dipahami dengan baik sehingga diperoleh kebenaran tingkat tinggi jika didekati dari berbagai sudut pandang (Pujileksono, 2015: 144).
Triangulasi adalah cara terbaik untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan konstruksi kenyataan yang ada dalam konteks suatu studi
Universitas Sumatera Utara
sewaktu mengumpulkan data tentang berbagai kejadian dan hubungan dari berbagai pandangan. Dengan kata lain bahwa dengan triangulasi, peneliti dapat me-recheck temuannya dengan jalan membandingkan dengan berbagai sumber, metode, atau teori.
Penelitian ini akan dimulai dengan terlebih dahulu mengumpulkan seluruh data berdasarkan hasil temuan di lapangan. Data yang diperoleh melalui wawancara, pengamatan, dan catatan di lapangan akan disusun dalam bentuk laporan dan kemudian disajikan pada bab selanjutnya pada bagian pembahasan. Teori yang telah ada sebelumnya akan digunakan untuk mendukung pembahasan, dan kemudian akan dianalisis agar dapat mencapai hasil dari penelitian ini yaitu mengetahui tentang “Strategi Presentasi Diri Pada Media Sosial Facebook Oleh Kaum Ibu Rumah Tangga Kelurahan Sidorame Barat II”. Tahap selanjutnya setelah semuanya telah dilakukan adalah penarikan kesimpulan atas penelitian yang telah dilaksanakan.
39 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.Hasil Penelitian 4.1.1. Proses Penelitian
Bab ini akan membahas mengenai proses peneliti dalam melaksanakan penelitian beserta hasil yang peneliti dapatkan. Penelitian ini dilakukan kepada kaum Ibu Rumah Tangga yang menggunakan media sosial terutama Facebook di Kelurahan Sidorame Barat II, kota Medan. Penelitian ini berlangsung lebih kurang selama 3 (tiga) bulan mulai dari Desember 2019, sampai dengan Februari 2020.
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode wawancara mendalam.
Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi mengenai informan yang akan dijadikan subjek dalam penelitian ini.
Proses awal penelitian ini dimulai dengan melakukan diskusi judul kepada dosen pembibimbing akademik. Dalam proses diskusi, terdapat beberapa saran dan arahan yang diberikan dosen pembimbing akademik kepada peneliti terhadap judul penelitian. Selanjutnya, peneliti melakukan diskusi lebih lanjut mengenai judul penelitian kepada program studi, lalu mengajukan tiga judul yang nantinya akan disetujui oleh program studi. Setelah seminggu, pengajuan judul peneliti telah disetujui dan peneliti diarahkan untuk melakukan bimbingan kepada dosen pembimbing yang telah ditunjuk oleh program studi.
Peneliti selanjutnya menemui dosen pembimbing dengan membawa surat dari program studi. Setelah mendapat persetujuan dari dosen pembimbing skripsi untuk melakukan penelitian sesuai dengan judul yang peneliti ajukan (dalam hal ini judul yang terpilih adalah pengaruh penggunaan media sosial terhadap gaya hidup ibu rumah tangga), maka peneliti melakukan segala persiapan yang berhubungan dengan penelitian. Karena awalnya judul peneliti merupakan penelitian kuantitatif, maka peneliti membuat proposal penelitian yang nantiya didiskusikan lebih lanjut dengan dosen pembimbing.
Universitas Sumatera Utara
Peneliti menyelesaikan proposal dan menemui dosen pembmbing untuk diskusi lebih lanjut, dan akhirnya peneliti diarahkan untuk menspesifikasi penelitian ke arah penelitian kualitatif. Oleh sebab itu, peneliti melakukan persiapan awal dengan melakukan obeservasi mengenai kaum ibu rumah tangga yang berada di Kelurahan Sidorame Barat II, Kota Medan. Selanjutnya, peneliti membuat pedoman wawancara sebagai acuan dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada informan yang berkaitan dengan tujuan penelitian ini.
Langkah selanjutnya yang peneliti lakukan setelah menyelesaikan pedoman wawancara adalah membuat janji temu dengan informan-informan peneliti yang memenuhi kriteria yang sudah peneliti tetapkan di awal. Pada proses ini, peneliti tidak mengalami kendala yang berarti mengingat bahwa informan yang dituju memang sudah peneliti kenal terlebih dahulu dan sesama bertempat tinggal sehingga sering bertemu setiap harinya, sehingga untuk mendekati mereka dan meminta kesediaannya untuk menjadi informan dapat dengan mudah peneliti lakukan.
Ada beberapa hal yang menjadi kendala yaitu kendala internal yang peneliti alami. Hal ini berkaitan dengan kesibukan peneliti yang juga menjabat sebagai ketua persekutuan pemuda di gereja, serta beberapa peristiwa seperti kemalangan dan pernikahan yang menghambat peneliti dalam melakukan wawancara. Oleh karena itu, peneliti harus giat mencari dan mengatur waktu utnuk mewawancarai informan penelitian, inilah yang menyebabkan proses pengumpulan data hasil wawancara dengan setiap informan membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama.
Selama mencari informan, kendala yang dirasakan peneliti yaitu ada informan yang kaget dan bimbang saat ditanya kesediaannya untuk diwawancarai.
Mere menolak untuk menjadi informan dengan alasan takut, tidak mengerti mau menjawab apa bila tanya serta ada yang beranggapan buruk ataupun sentimental dengan judul si peneliti. Setelah peneliti meyakinkan ifnorman tersebut dengan membujuk dan menjelaskan tentang seputar penelitian peneliti, baru informan itu mau menjadi informan peneliti. Selain itu tidak ada kendala lagi yang ditemukan karena informan yang akan dijadikan subjek penelitian ini memang warga
Universitas Sumatera Utara
lingkungan Kelurahan Sidorame Barat II, Kota Medan yang merupakan warga sekitar dari lingkungan tempat tinggal si peneliti.
Peneliti sudah mencari dan menentukan informan sejak awal Januari tahun 2020. Awalnya dari membahas judul penelitian dengan orangtua, lalu muncul informasi-informasi kaum ibu rumah tangga di lingkungan sekitar yang menggunakan media sosial khususnya Facebook dan Whatspp. Saat itu peneliti baru mendapat 3 informan yaitu, Sri, Yuni dan Evi. Namun, peneliti disistu belum langsung melakukan wawancara dengan informan karena peneliti masih dalam proses pembuatan proposal penelitian. Peneliti hanya menemui Ibu Evi serta Sri untuk meminta izin dan menjelaskan maksud dan tujuan wawancara. Peneliti juga menjelaskan sedikit mengenai penelitian yang akan dijadikan skripsi yaitu tentang self-presenting kaum ibu rumah tangga di media sosial Facebook.
Peneliti selanjutnya sudah bisa melanjutkan ke observasi lapangan dan memiliki pedoman wawancara, tanggal 13 Januari 2020 peneliti langsung menghubungi Ibu Sri melalui Whatsapp untuk menentukan janji, lokasi dan waktu wawancara. Wawancara pertama dilakukan pada hari Rabu, 15 Januari 2020.
Peneliti saat itu melakukan wawancara di rumah informan yakni informan 1.
Informan pertama adalah Ibu Sri yang berusia 45 tahun. Wawancara dilakukan pukul 20.30 WIB di rumah informan, tepatnya di Jalan Pelita II Gang Kelapa. Wawancara dilaksanakan di ruang tamu dari rumah si informan. Saat itu Ibu Sri berpenampilan santai, mengenakan daster dan kondisi badan yang kurang fit, terdengar dari suaranya yang sedang serak. Selama wawancara, informan tidak bingung ataupun ragu dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan peneliti.
Informan juga membantu peneliti dengan memberikan saran beberapa orang yang mungkin dapat menjadi informan penelitian.
Peneliti merasa tidak sulit untuk mengetahui maksud dari setiap jawaban yang diberikan oleh Ibu Sri sebagai informan selama wawancara. Selama proses wawancara tidak ada kendala yang peneliti alami kepada Sri. Peneliti dan informan cukup menikmati dan lancar dalam melakukan tanya jawab. Waktu yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan berdasarkan pedoman wawancara hanya
Universitas Sumatera Utara
sebentar yaitu sekitar 30 menit, namun kedalaman makna yang harus dipahami si peneliti berkembang sepanjang obrolan yang mencapai 2 jam lebih.
Informan 1 memberikan saran untuk informan lainnya yang nantinya dihubungi oleh peneliti. Berlanjut dengan informan kedua yakni Yuni yang berusia 40 tahun. Wawancara dilakukan pada hari berbeda yakni pada hari Selasa, 21 Januari 2020. Wawancara dengan informan 2 dilakukan di rumah si peneliti dikarenakan informan yang sibuk sehingga dirinya yang menyempatkan untuk datang ke rumah peneliti agar fokus. Informan kedua ini sangat ramah, akrab dan sangat mandiri. Ibu Yuni menepati janjinya untuk hadir pukul 14.30 dan peneliti yang membuat informan menunggu lebih kurang setengah jam karena sedang mengurus persiapan pernikahan dari kakak peneliti.
Peneliti memiliki alasan yang kuat untuk memilih Ibu Yuni sebagai salah satu informan penelitian. Bila dilihat dari media sosial Ibu Yuni, informan sangat aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Jumlah teman Facebook informan kedua ini juga sekitar 4000 orang, dan jumlah orang yang merespon aktivitasnya di media sosial sekitar ratusan orang. Kolom komentar dari setiap aktivitasnya juga selalu terisi dengan berbagai orang yang berbeda. Karena alasan inilah peneliti membulatkan tekad untuk mewawancarai Ibu Yuni sebagai salah satu informan.
Pengalaman selama membuat izin dan janji dengan informan, peneliti tidak kesulitan karena hubungan informan kedua dengan keluarga peneliti termasuk baik. Jadi informan bersikap flexible dengan peneliti dan tidak ada tuntutan selama proses wawancara. Saat itu informan berpenampilan rapi, memakai kaus dan celana jeans, dengan rambut pendek yang memberikan kesan mandiri atas diri Ibu Yuni.
Wawancara berlangsung cukup lama, sekitar 1 jam lebih, karena informan membuka dirinya untuk diwawancarai mendalam bahkan menceritakan beberapa kisah kelam yang dia lalui selama menggunakan Facebook. Peneliti sangat puas dengan jawaban informan 2 karena Ibu Yuni bersikap terbuka, jujur dan selalu berusaha menjawab selengkap mungkin. Selesai melakukan wawancara informan
Universitas Sumatera Utara
kedua langsung buru-buru berangkat untuk kerja di salah satu kafe. Pekerjaan informan kedua adalah penyanyi di live music beberapa kafe.
Informan ketiga adalah Elfa yang berusia 53 tahun. Peneliti membuat janju wawancara dengan informan ketiga melalui perantara anak perempuannya pada akhir Januari 2020. Namun karena banyak kendala waktu, peneliti akhirnya melakukan wawancara pada tanggal 17 Februari 2020 pukul 16.00 WIB di rumah informan. Karena kondisi fisik informan ketiga yang kurang fit setelah mengalami stroke, maka selama wawancara informan didampingi oleh anak perempuannya.
Alasan peneliti memilih informan ketiga adalah karena Ibu Elfa selalu aktif menggunakan Facebook setiap harinya, dan disarankan oleh informan 1. Jadi peneliti memutuskan Ibu Elfa untuk dijadikan subjek penelitian ini. Saat itu informan 3 berpenampilan sederhana, dan sedang duduk santai di teras rumahnya bersama suami dan ibunya.
Sebelum melangsungkan wawancara, peneliti berbincang dengan informan dahulu membahas seputar perkembangan skripsi peneliti. Karena informan dan peneliti memiliki hubungan keluarga, serta anak perempuan informan ketiga merupakan alumni dari FISIP USU angkatan 2013. Peneliti juga menjelaskan terkait judul penelitian yang sedang dikerjakan peneliti. Karena keluarga informan ketiga yang sangat hangat, maka selama wawancara peneliti dan informan berbincang dengan santai sambil minum teh susu di teras rumah informan.
Informan keempat, yaitu Ibu Lastina yang berusia 31 tahun. Alasan peneliti memilih Ibu Lastina karena peneliti mendapatkan informasi dari orangtua penelit.
Informan ketiga sering me-like, comment status di Facebook dan aktif menampilkan kegiatan anak-anaknya di sekolah. Jadi peneliti langsung menghubungi informan keempat untuk mengonfirmasi tersebut dan meminta izin agar Ibu Lastina mau menjadi subjek penelitian ini.
Peneliti selanjutnya menemui informan keempat yang memang membuka usaha kedai di rumahnya. Peneliti akhirnya melakukan wawancara dengan informan keempat pada tanggal 17 Februari 2020 pukul 19.00 WIB. Sebelum melakukan wawancara, seperti biasa peneliti menjelaskan seputar judul skripsi
Universitas Sumatera Utara
peneliti. Tidak lupa peneliti menyiapkan perekam suara dan pedoman wawancara.
Awalnya wawancara berlangsung agak canggung antara informan dan peneliti, karena peneliti tidak terlalu dekat dengan informan, hanya mengenal biasa.
Namun seiring berjalannya percakapan, peneliti akhirnya mendapatkan suasana yang nyaman dengan informan. Informan yang awalnya menjawab singkat, pada akhirnya mau memberikan contoh dari setiap jawaban singkat yang ia berikan.
Informan kelima yaitu Ibu Eva yang berusia 38 tahun. Peneliti awalnya sangat kesulitan untuk menemui dan meminta izin informan, karena memang peneliti tidak dekat dengan informan. Peneliti hanya dekat dengan mertua dari informan kelima. Informan kelima ini disarankan oleh informan keempat yakni Ibu Lastina. Setelah berbincang dengan beberapa ibu yang duduk di kedai Ibu Lastina, peneliti selanjutnya melihat akun media sosial informan kelima dan memutuskan untuk mewawancarai informan. Informan keempat membantu peneliti untuk bertemu dengan Ibu Eva dan turut mendampingi hingga akhirnya peneliti dan melakukan wawancara dengan informan kelima.
Peneliti melakukan wawancara dengan informan kelima pada tanggal 18 Februari 2020 pukul 18.00 WIB. Pada awalnya memang terasa canggung, segan namun lama-kelamaan peneliti menyadari sifat informan kelima yang sangat terbuka dengan semua orang, ramah sehingga peneliti lebih santai untuk melakukan tanya-jawab. Setiap pertanyaan yang ditanya peneliti dengan mudah dijawab oleh informan kelima, dan dari keseluruhan wawancara peneliti menghabiskan waktu sekitar 15 menit dengan informan kelima.
Selanjutnya informan keenam yaitu Ibu Evilidia yang berusia 59 tahun.
Peneliti dari awal sudah merencanakan Ibu Evilidia sebagai salah satu informan penelitian ini. Namun, karena keterbatasan waktu peneliti serta informan yang pada awalnya tidak siap untuk diwawancarai, setelah beberapa kali melakukan pendekatan dan penjelasan tujuan wawancara ini adalah sebagai skripsi akhirnya peneliti dapat melakukan wawancara dengan catatan harus didampingi oleh suami si informan keenam. Awalnya peneliti akan mewawancarai informan pada tanggal 18 Februari pukul 20.00 WIB, namun karena kondisi informan kurang sehat,
Universitas Sumatera Utara
maka wawancara dimundurkan ke tanggal 19 Februari 2020 pukul 09.00 WIB di rumah informan.
Wawancara diawali dengan berbincang-bincang dengan tujuan dari penelitian si peneliti. Beberapa kali suami dari informan keenam yang kebetulan seorang wartawan dan alumni magister Ilmu Komunikasi memberikan saran dan masukan dalam penyusunan skripsi peneliti ini. Setelah berdiskusi sekitar 10 menit, akhirnya peneliti dapat melakukan wawancara dengan informan keenam dengan lancar.
Wawancara yang keenam ini, tidak ada hambatan karena informan keenam serta suaminya memiliki pemikiran yang terbuka akan setiap pertanyaan yang diajukan peneliti. Menurut peneliti, sangat mudah untuk memancing informan keenam untuk bercerita pengalamannya menggunakan Facebook. Kadangkala bila informan bingung mengutarakan maksudnya, dia meminta bantuan suaminya untuk menjawab. Wawancara berlansung sekitar 1 jam lebih 30 menit, dan hasil jawaban yang diberikan cukup memuaskan untuk dijadikan hasil observasi penelitian ini.
Peneliti sebelumnya sudah mengetahui kalau Ibu Evilidia yang merupakan informan keenam merupakan pengguna aktif media sosial Facebook. Bahkan, informan keenam beserta suaminya adalah pengguna aktif media sosial yang saling mendukung satu sama lain. Melihat dari aktivitas like, comment di media sosial serta jumlah teman yang ribuan membuat peneliti semakin yakin bahwa Ibu Evilidia adalah salah satu informan yang tepat untuk penelitian ini. Orangtua serta informan 1, 2 dan 3 juga turut menyarankan nama informan keenam untuk diwawancarai.
Informan utama terakhir dalam penelitian ini adalah Ibu Nova yang berusia 31 tahun. Dirinya diwawancarai informan di rumah sang peneliti atas permintaan informan. Informan ketujuh ini menjadi target peneliti karena dirinya merupakan salah satu ibu rumah tangga yang aktif di media sosial Facebook. Informan ketujuh ini aktif dalam mempromosikan jualannya yakni ulos, kain ulos, serta songket. Peneliti menghabiskan waktu sekitar 20 menit untuk mewawancarai
Universitas Sumatera Utara
informan. Peneliti juga tidak susah untuk mewawancarai informan, karena
informan. Peneliti juga tidak susah untuk mewawancarai informan, karena