• Tidak ada hasil yang ditemukan

Informan Tambahan Pertama

Dalam dokumen STRATEGI PRESENTASI DIRI PADA MEDIA SOSIAL (Halaman 106-110)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.2. Hasil Wawancara

4.1.2.8. Informan Tambahan Pertama

Usia : 47 tahun

Pekerjaan : LSM

Usia Pernikahan : 16 tahun (mau jalan 17)

Jumlah Anak : 3 orang (2 perempuan, 1 laki-laki)

Informan tambahan pertama adalah Bapak D.C. Sipahutar yang merupakan suami dari informan pertama yakni ibu Sri. Informan ini berusia 47 tahun dan bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat. Informan ini mengakui bahwa dirinya sering

Universitas Sumatera Utara

bekerja sama dengan media, polisi sehingga dirinya lebih pendiam, enggan untuk membuka dirinya.

Informan tambahan pertama ini sebelumnya menggunakan Facebook setelah mengikuti ajakan istrinya. Informan tambahan pertama ini mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu uptodate dan aktif dalam bermedia sosial. Dirinya lebih nyaman menggunakan media telepon seluler daripada media baru, tetapi seiring berjalannya waktu dan dalam dunia pekerjaannya pun membuat dia untuk menggunakan media baru.

Kalau saya pakai whatsapp, facebook sama telegram. Kalau istri saya kayaknya banyak itu.

Informan tambahan pertama ini mengatakan bahwa dirinya menggunakan media sosial untuk mencari informasi, mencari berita, berkomunikasi untuk pekerjaan.

Tetapi istrinya lebih mengarah untuk berkomunikasi baik dengan teman-teman istrinya, dengan keluarga. Informan tambahan pertama ini tidak terlalu aktif seperti istrinya di media sosial.

Kalau saya ya untuk tau kabar, berita. Istri saya untuk berkomunikasi, seperti posting foto juga, siaran langsung jadi komunikasi sama keluarga sama teman-temannya.

Informan tambahan pertama ini mengatakan bahwa dirinya selalu memperhatikan aktivitas istrinya di media sosial. Informan ini mengatakan bahwa istrinya sering mengunggah foto, video bersama keluarga, ataupun teman-teman istrinya. Istrinya aktif mengunggah aktivitas mereka melalui akun Facebook istrinya.

Memang istri saya itu sering update foto dia, foto sama anak-anak, foto saat lagi kumpul keluarga gitu. Jadi nanti dia tag yang lainnya. Sering juga siaran langsung kalau ada acara kayak kemarin pesta, atau lagi liburan keluar.

Mungkin update status ya, lagi masak, lagi buat kue.

Informan tambahan pertama ini juga mengatakan bahwa istrinya sering mempromosikan kue buatan istrinya dan pada waktu tertentu dijual. Informan ini mengatakan bahwa dirinya membiarkan istrinya untuk berkreasi, tidak

Universitas Sumatera Utara

mengekang. Kalaupun ada yang mau ditanyakan, informan ini langsung menanyakan melalui telepon.

Kalau saya pasti lihat postingan dia, namanya istri saya kan.

Postingannya selalu saya like, tapi tidak komentari memang. Kalau ada yang mau saya tanggapi biasa saya langsung telepon atau chat dari whatsapp.

Informan tambahan pertama ini juga mengatakan bahwa istrinya senang apabila melakukan interaksi di Facebook. Informan ini melihat bahwa setiap hal yang diunggah istrinya di Facebook banyak mendapat tanggapan dari teman-temannya seperti like, komentar ataupun stiker. Tanggapan tersebut juga positif, sehingga istrinya senang dan bahagia.

Memang karena rajin mama Yosefin ini posting, banyak yang respon.

Kalau lagi baca-baca komen senang dia itu, malah sampai ga berkedip kalau uda main Facebook. Saya juga senang kalau misalnya hubungannya bagus dengan teman-temannya di Facebook. Asal jangan yang jelek tanggapannya, saya rasa dia senang.

Informan tambahan pertama ini juga mengatakan bahwa istrinya sering berfoto dengan berbagai gaya, lalu diupload ke Facebook. Kalau bukan istrinya yang mengunggah, teman-teman istrinya yang mengunggah akan menandai istrinya.

Informan ini juga menjelaskan hal tersebut tidak apa-apa asalkan bagus dan sopan.

Kalau ditandai juga kayaknya sering, karena istri saya ini sering berfoto dengan berbagai gaya. Jadi teman-temannya yang upload foto, mau tag dia.

Kalau yang bagus, sopan sejauh ini tidak masalah.

Informan tambahan pertama ini enggan untuk membahas mengenai permasalahan seperti yang dikatakan istrinya (informan pertama) sebelumnya dalam wawancara.

Informan ini menjelaskan bahwa dirinya selalu mengingatkan istrinya agar tidak terlibat masalah terutama di media sosial. Karena latar belakang pekerjaan dan pengalaman di lingkungan kerja, informan ini selalu mengingatkan istrinya untuk santun dalam menggunakan media sosial.

Universitas Sumatera Utara

Dulu ada memang, langsung saya tegur karena saya yang diluar sana mengingatkan orang, tiba istri saya terlibat begitu kan saya malu. Jadi saya ingatkan jangan ada terlibat marah, pertengkaran, perdebatan pokoknya yang sifatnya emosional la di Facebook itu, mau sama siapapun itu, dihindari la. Sama teman-temannya juga saya ingatkan melalui dia.

Informan tambahan pertama ini mengatakan bahwa dirinya sering lebih dahulu mengajukan pertemanan Facebook kepada orang-orang yang dia kenal. Namun istrinya tidak demikian. Informan ini mengatakan bahwa istrinya lebih pemilih dan berhati-hati untuk menerima pertemanan. Informan juga sering mengingatkan agar tidak sampai berteman dengan orang-orang yang jahat di Facebook.

Kalau saya, saya sering untuk mengajukan pertemanan lebih dahulu.

Kalau istri saya ini memang tunggu diajukan, tunggu betul-betul kenal. Karena takut orang-orang jahat kan, saya juga mengingatkan lihat-lihat orang yang minta pertemanan di Facebook itu.

Informan tambahan pertama ini mengatakan bahwa dirinya senang menggunakan Facebook. Media sosial ini sangat mendukung kegiatannya dalam bekerja maupun berkomunikasi. Begitupula dengan istrinya yang dia katakan bahwa sangat menyukai Facebook.

Saya merasa senang la menggunakan Facebook ini. Karena kerja saya pun bisa berjalan karena saya dapat informasi juga dari Facebook. Kalau istri saya memang sangat suka dengan Facebook itu.

Informan tambahan pertama ini lebih konstan menggunakan media sosial Facebook, namun istrinya hanya menggunakan Facebook pada waktu luang.

Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, istrinya akan mulai fokus menghabiskan waktunya dengan bermain Facebook.

Kalau saya saat kerja, perlu informasi saya buka. Saat santai saya buka.

Kalau istri saya memang saya lihat main Facebook saat bersantai. Jadi memang sudah selesai tugas rumahnya baru nanti main Facebook. Atau hari libur, hari

Universitas Sumatera Utara

Minggu pulang gereja misalnya. Karena ada berfoto nanti diupload la, lalu mulai baca-baca komen, like gitu.

4.1.2.9. Informan Tambahan Kedua

Dalam dokumen STRATEGI PRESENTASI DIRI PADA MEDIA SOSIAL (Halaman 106-110)