BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.2. Hasil Wawancara
4.1.2.5. Informan 5
Nama : Eva R
Usia : 38 tahun
Status : Menikah / Ibu Rumah Tangga
Usia Pernikahan : 13 tahun
Jumlah Anak : 3 orang (1 laki-laki, 2 perempuan)
Informan kelima bernama Eva. Informan ini merupakan seorang ibu rumah tangga yang berusia 38 tahun dan memiliki 3 orang anak. Informan ini memiliki paras yang cantik. Secara fisiki, informan kelima ini memiliki tinggi badan sekitar 150cm, warna kulit sawo cerah, rambut lurus yang berwarna pirang dan tidak berkacamata. Informan kelima ini tinggal bersama suami dan anaknya di rumah ibu mertuanya. Suami informan berusia 45 tahun dan merupakan seorang wirausaha topi.
Informan kelima ini tidak memiliki pekerjaan di luar rumah, sehingga dirinya fokus sebagai ibu rumah tangga. Wawancara yang dilakukan peneliti kepada
Universitas Sumatera Utara
informan kelima ini bertempat di kedai informan keempat. Hal ini dikarenakan informan kelima selalu duduk diluar karena menunggu anak-anaknya pulang les.
Waktu yang digunakan peneliti dalam mewawancarai informan cukup singkat, yakni sekitar 30 menit. Saat awal wawancara, informan kelima mengatakan bahwa dirinya memiliki beberapa media sosial yakni: Facebook, Whatsapp, Instagram. Media sosial yang sering dia gunakan adalah Facebook.
Facebook, WA, Instagram. Yang paling sering Facebook la.
Informan kelima ini menjelaskan alasan mengapa dirinya bermedia sosial dan mengapa paling sering menggunakan Facebook. Informan kelima ini mengatakan bahwa Facebook yang paling mudah digunakan dibanding media sosial lainnya.
Dirinya mengatakan bahwa Facebook yang pertama kali muncul, jadi informan kelima ini sudah ikut sejak lama menggunakan Facebook. Informan mengatakan bahwa Facebook sangat praktis untuk digunakan.
Karena facebook lebih gampang.. Kan dari awal Facebook, dan yang paling praktis juga Facebook.
Informan tidak mengigat dengan pasti tanggal dia pertama kali menggunakan Facebook. Dirinya sempat bingung dan berpikir lama untuk mengingat kembali tanggal dirinya mulai menggunakan Facebook. Pada akhirnya informan mengingat bahwa dirinya mulai menggunakan Facebook saat handphone yang bisa mengakses internet keluar untuk pertama kalinya. Saat itulah informan kelima mulai menggunakan Facebook hingga saat ini.
Uda lama. Awal-awal Facebook ada disitu aku ikut main. Keluar hape la dek, disitu kakak main facebook.
Selama menggunakan Facebook, informan mengatakan bahwa dirinya sering membuat status, mengunggah foto, video. Kadangkala informan juga melakukan siaran langsung di Facebook, serta selalu berbagi lokasi saat membagikan foto di Facebook. Informan menjelaskan bahwa dirinya selalu menggunakan Facebook karena menyenangkan dan mengisi waktu kosong dalam aktivitasnya sehari-hari.
Informan juga mengatakan bahwa dirinya ikut dalam beberapa grup di Facebook.
Universitas Sumatera Utara
Seringan update status, update foto, live facebook, share lokasi. Tapi beberapa hari ini engga ada. Ada ikut grup juga, grup saat teduh jadi ada bacaan untuk renungan setiap harinya... pernah update status, lalu statusnya dihapus karena dobel. Tapi bukan karena aneh-aneh kok.
Informan kelima ini mengakui dirinya suka beraktivitas di Facebook. Membuat status sering dia lakukan sesuai dengan suasana hatinya saat itu. Mengunggah foto juga sering dia lakukan, tanpa memiliki pertimbangan yang detail sebelum menggunggah foto. Informan mengatakan asal tidak aneh-aneh, porno tidak apa-apa. Informan beraktivitas di Facebook miliknya sesuai dengan yang dia inginkan.
pas mau pergi-pergi kita ngupdate la dek. Atau lagi suntuk, lagi emosi itu kita lampiaskan ke facebook.... kalau pertimbangan si, ga ada kakak buat aja suka hati dek. Lagi marah kakak buat lagi marah, foto yang jelek kakak naikkan.
Informan kelima ini selanjutnya menjelaskan bahwa rutinitas dirinya mengurus rumah membuat dia kadangkala jenuh. Maka, dengan bermain Facebook dirinya dapat terhibur atau menghilangkan rasa bosan. Informan mengatakan sangat terhibur melihat kegiatan-kegiatan orang lain, menanggapi cerita orang lain.
Begitu juga dia merasa senang bila orang-orang menanggapi status, foto atau video atau apapun yang dia unggah di Facebook miliknya.
Karena itu hiburan. Enak kalau liat-liat orang lagi ngapain, dilike lalu komen-komen. Nanti kakak update status mereka komen, jadi gantian kan...
macam lagi ngobrol-ngobrol jadinya dek, padahal ga jumpa kan, jadi enak la main facebook ini.
Rutinitas mengurus anak dan rumah tidak pernah membuat informan kelima ini berbohong di media sosial. Informan kelima ini mengatakan bahwa dirinya tidak pernah berbuat atau kepikiran untuk membuat status, atau berbagi lokasi yang tidak dia alami. Hanya beberapa kali dia pernah mengunggah foto lama dengan mencantumkan keterangan terlambat atau sering kita sebut “latepost”.
Ga pernah. Alasannya ga ada si, tapi ngapain bohong-bohong kan. Tapi paling naikkan foto yang uda lama atau latepost.
Universitas Sumatera Utara
Informan memiliki sifat yang ramah dan humoris. Dirinya sangat menghargai setiap orang yang menanggapi aktivitas dia di media sosial, namun apabila tidak direspon informan mengakui bahwa itu tidak menyusahkan dirinya. Informan menjelaskan bahwa dirinya cuek atau tidak terlalu fokus apabila teman-temannya tidak merespon status atau fotonya di Facebook.
Senang. Baca-baca komentar mereka, ataupun lihat mereka like status kita... kalaupun ada kawan yang ga like, yaa gapapa.
Informan kelima juga mengatakan bahwa dirinya pernah beberapa kali ditandai dalam unggahan foto temannya di Facebook. Apabila akun miliknya ditandai tidak apa-apa, tapi kalau tidak ditandai walaupun wajahnya ada dalam foto tersebut juga tidak apa-apa. Informan mengakui bahwa dirinya juga suka mengunggah foto-foto teman-temannya yang belum siap berpose. Hal ini dikarenakan informan merasa terhibur karena foto tersebut lucu.
Suka aja... ga ada marah atau kesal. Kalau memang ditag ya kakak like, kalau ga ditag gapapa juga.. kakak juga sering tandai mereka, foto-fotonya lagi jelek, cantik. Kalau marah pun mereka, biarin saja
Hingga saat ini informan mengatakan bahwa dirinya tidak pernah terlibat pertengkaran dengan siapapun. Hal ini dikarenakan sifat informan yang cuek dan tidak ingin memperpanjang apabila ada permasalahan. Namun, informan mengatakan bahwa dirinya beberapa kali suka terpancing emosi karena status atau postingan yang berbau SARA khususnya keagamaan. Informan mengakui dia sangat sering emosi apabila terdapat informasi mengenai perang antara satu agama dengan agama lain, namun emosi tersebut selalu dipendam sendiri dan tidak dia utarakan. Informasi yang demikian selanjutnya diabaikan oleh informan atau dihapus dari kronologi Facebook miliknya.
kalau bertengkar ga pernah si. Paling terpancing emosi karena membaca status orang lain. Atau pesan yang dishare gitu, kalau singgung-singgung soal agama, sering terbawa emosi pas bacanya. Tapi ga ada kakak komen, like kakak biarin saja.
Universitas Sumatera Utara
Selama bertahun-tahun menggunakan Facebook, informan tidak pernah memblokir orang di Facebook. Informan menjelaskan apabila ada akun yang mengganggu, maka informan akan menghapus atau menyembunyikan akun tersebut dari Facebooknya. Informan mengatakan bahwa dirinya berusaha untuk tidak memblokir akun orang lain. Hal ini dikarenakan apabila diblokir, maka selamanya akun tersebut tidak akan bisa dibuka lagi blokirnya.
kakak belum pernah block orang, paling kakak hapus aja dek.
Informan kelima ini memiliki teman Facebook yang lumayan banyak. Informan kelima berbeda dengan informan lainnya. Sifatnya terbuka dengan semua orang, sehingga dirinya juga sering lebih dulu meminta pertemanan dengan orang di Facebook. Apabila informan kelima kenal dengan orang baru, informan akan mencari dan mengajukan permintaan pertemanan dengan orang tersebut. Hanya saja hal itu dilakukan apabila informan sudah kenal dekat atau sering ketemu dengan orang tersebut.
Selanjutnya, bila informan diajukan permintaan berteman, maka informan akan terlebih dahulu melihat profil dan jumlah teman yang sama dengan orang tersebut.
Informan sering mempertimbangkan terlebih dahulu, agar nantinya tidak ada masalah. Karena informan aktif di Facebook, informan menghindari orang asing yang mencurigakan berteman dengan akun miliknya.
kalau misalnya kukenal, kakak add. Tapi itu kalau kenal kali yaa. Kalau misalnya diadd duluan, dilihat-lihat dulu profilnya, fotonya atau kawannya.
Kadang ada yang asal nambah teman gitu kan. Jadi dilihat dulu beberapa waktu, baru nanti kakak terima, atau kakak hapus. Kadang kawannya kawan tapi belum juga ketemu uda diadd.
Hingga saat ini, informan mengatakan bahwa dirinya sangat suka menggunakan Facebook. Karena informan selalu menghabiskan banyak waktunya di rumah, Facebook menjadi salah satu media hiburan bagi dirinya. Selain itu, informan juga bisa mendapatkan informasi mengenai teman-temannya, bisa saling berkomentar dimana perasannya seperti sedang berkumpul langsung dan ngobrol dengan teman-teamnnya.
Universitas Sumatera Utara
Suka lah pakai facebook. Pakai facebook ini jadi hiburan, apalagi kakak ga kemana-mana jadi siap beresin rumah, masak, anak-anak sekolah, main Facebook la. Kita bisa tau orang lain lagi dimana, lagi ngapain. Lalu bisa komen-komen, lalu like jadi seru la dengan teman-teman.
Facebook sehari-hari digunakan informan hanya pada waktu senggang. Informan selalu menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga, lalu setelahnya bermain Facebook.
Kadang juga jadi bisa komunikasi sama keluarga yang jauh, atau kawan lama. Kalau pake hape kan ada pulsa dulu sama nomor telepon, kalau ini tinggal cari namanya saja, lalu pake internet kalau mau chatting atau video call.”
Hal inilah yang terkadang membuat informan kelima saat main Facebook bisa berjam-jam hingga anak-anaknya pulang sekolah, lalu melanjutkan tugasnya sebagai ibu rumah tangga.
Itu tadi la dek. Kalau uda siap bereskan rumah, masak, selagi nunggu anak-anak pulang sekolah buka facebook. Liat-liat status sama baca komentar orang... pagi, siang, sore engga si karena kan anak-anak pulang sekolah jadi main sama anak-anak. Paling malam sebelum tidur juga main.
Informan kelima ini juga menyatakan bahwa dirinya tidak pernah diganggu di Facebook. Hal ini dikarenakan teman-teman Facebook miliknya adalah orang yang memang dia kenal dekat. Apabila ada yang kurang pas, informan kelima akan menghapus komentar atau apabila belum sempat berteman, informan akan langsung menghapus permintaan berteman tersebut. Hal ini membuat informan tetap nyaman menggunakan Facebook.
Engga pernah... soalnya kakak berteman sama yang dikenal aja dek, jadi mereka memang ga ada share yang aneh-aneh. Kalau yang add mencurigakan, kakak hapus biar ga sempat berteman.
Dari seluruh pengalaman informan menggunakan Facebook, informan mengakui bahwa dirinya mendukung apabila keluarganya, atau orang-orang disekitarnya menggunakan Facebook. Alasannya adalah karena Facebook memiliki berbagai
Universitas Sumatera Utara
hal yang menyenangkan. Informan juga sangat suka karena Facebook sering menawarkan kenangan foto, video atau pertemanan. Hal ini membuat informan merasa senang, bahagia. Tetapi apabila orang beranggapan buruk atau tidak mau menggunakan Facebook juga tidak masalah bagi dirinya.
Kalau kakak mendukung kok. Dari facebook ini bisa ada kenangan gitu.
Lalu bisa mudah terhubung kan. Tapi kalau ga pake facebook juga tidak masalah.