BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.2. Hasil Wawancara
4.1.2.9. Informan Tambahan Kedua
Usia : 31 tahun
Pekerjaan : Guru
Usia Pernikahan : 1 tahun Jumlah Anak : -
Informan tambahan kedua ini adalah ibu Anggriana yang merupakan ibu rumah tangga baru yang sebelumnya sudah lama berdomisili di Kelurahan Sidorame Barat II. Informan tambahan kedua ini berusia 31 tahun dan baru menikah selama satu tahun. Informan tambahan kedua ini sudah lama berinteraksi dengan beberapa informan utama penelitian sejak sebelum menikah hingga saat ini.
Informan tambahan kedua ini memiliki pekerjaan sebagai guru SMP dan mengakui bahwa dirinya aktif menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Informan tambahan kedua ini sudah menggunakan Facebook, Whatsapp, Instagram serta Telegram.
Saya pakai Whatsapp, Facebook, Instagram, Telegram.
Informan tambahan kedua ini menggunakan media sosial terkhususnya Whatsapp untuk berkomunikasi. Selain itu informan kedua juga mencari tahu informasi lainnya melalui Telegram, seperti informasi di sekolah tempat dia mengajar dan melalui Facebook, informan ini sering melakukan interaksi dengan para informan utama dalam penelitian ini.
Untuk komunikasi, bertukar informasi. Kalau Facebook memang banyak hal, tapi paling sering untuk upload foto sama update status. Lalu teman-teman nanggapin, jadi komunikasi kan.
Universitas Sumatera Utara
Informan tambahan kedua dalam penelitian ini mengatakan bahwa dirinya berteman dengan para informan utama di Facebook, setelah dia menerima permintaan pertemanan dari para informan. Informan ini mengakui bahwa dirinya sudah lama menggunakan Facebook, namun segan untuk mengajukan pertemanan terlebih dahulu karena sebelumnya dia masih muda.
Berteman. Mereka duluan yang add saya, tapi ada juga yang saya add Informan tambahan kedua ini juga memiliki pengalaman yang banyak dengan para informan utama dalam penelitian. Informan ini mengatakan bahwa dirinya sering melihat aktivitas mulai dari informan 1 hingga informan 6 di Facebook.
Informan tambahan kedua ini juga pernah ditandai dalam postingan dari informan kedua, namun dia lebih sering menjadi juru foto bagi para informan utama penelitian.
Iyaa memang ibu-ibu disini aktif kali main Facebook. Dari dulu mulai booming Facebook mereka buat akun. Jadi sering kalau ada kegiatan lingkungan, nanti mereka foto lalu diupload. Saya sering itu diajak berfoto tapi ujung-ujungnya jadi memfoto mereka dengan berbagai gaya.
Informan tambahan kedua dalam penelitian ini menjelaskan bahwa dirinya dulu sering membagikan kegiatannya di Facebook, namun sekarang setelah menikah dia sudah berkurang untuk posting. Informan ini mengatakan bahwa informan pertama hingga informan keenam tetap aktif melakukan postingan di Facebook dan saling merespon satu sama lain.
Saya memang jarang posting, tapi belakangan ini mungkin update status. Tapi saya sering liat postingan ibu-ibu itu. Nanti ada postingan mereka saling berkomentar. Ada yang pakai emoticon, ada yang Cuma like aja. Mereka karena memang aktif di Facebook jadi paling cepat itu merespon satu sama lain.
Informan tambahan kedua ini mengatakan bahwa dirinya pernah melihat status dari informan yang marah-marah di Facebook lalu mengundang respon
Universitas Sumatera Utara
ingin tahu dari teman-teman lainnya. Selanjutnya informan tersebut merespon, namun kenyataannya tidak benar sesuai yang dikatakan. Informan tambahan kedua ini merasa kalau ibu rumah tangga tersebut berbohong dan membela diri.
Kayaknya pernah. Salah satu ibu-ibu itu ada yang bermasalah dan ngamuk-ngamuk di Facebook. Dia buat status, tetapi saya dengar bohong statusnya itu. Tapi saya sudah lupa isinya apa, karena statusnya itu sudah dihapus.
Informan tambahan kedua ini mengatakan bahwa dirinya senang melihat respon dari teman-temannya di media sosial. Informan ini juga senang mencari informasi baru, melihat foto, video dan siaran langsung khususnya yang dibuat oleh informan kedua. Informan tamabahan kedua ini tertarik dan senang melihat postingan yang bagus-bagus dari informan pertama hingga informan ketujuh.
Saya senang ya lihat-lihat kabar mereka. Pas kakak Yuni itu live atau posting dia nyanyi, saya sering itu nonton. Nanti pas kak yuni itu live, saya nimbrung dan dia selalu nyapa itu. Kakak Nova juga, jadi bisa cuci mata liat jualan kain-kainnya kan. Kalau ibu-ibu yang lainnya memang saya sering baca status mereka karena kadang lucu-lucu, kadang tentang masakan jadi bisa tau resep.
Informan tambahan kedua ini menjelaskan bahwa dirinya merasa biasa saja apabila ditandai dalam peristiwa atau foto di Facebook. Informan ini menjelaskan bahwa dirinya sudah biasa demikian, karena sebenarnya dia sering menjadi juru foto bagi para ibu rumah tangga Kelurahan Sidorame Barat II apabila ada acara di lingkungan. Oleh karena itu, dia tidak merasa terkejut atau senang.
Kalau saya ditandai saya biasa saja si. Karena saya memang jarang ditandai sama mereka, karena saya sering mengambil foto mereka. Tetapi, ibu-ibu disini memang lomba itu berfoto sendiri, lalu rame-rame, lalu dinaikkan. Jadi orang-orang bisa tau aktivitas mereka apa.
Universitas Sumatera Utara
Informan tambahan kedua ini juga menjelaskan bahwa salah satu informan yakni Ibu Evi memang galak di Facebook. Informan ini sering melihat aktivitas dari Ibu Evi yang mencurahkan segalanya di Facebook, tanpa memerhatikan siapa saja yang akan membaca status, atau melihat foto maupun video yang dibuatnya.
Sering si saya lihat. Inang Evi itu sering marah-marah lewat statusnya. Nanti mati lampu dia ngomel ke PLN. Lalu air mati dia ribut di Facebook. Itu paling sering saya lihat memang, sisanya normal-normal aja di Facebook.
Informan tambahan kedua dalam penelitian ini senang menggunakan Facebook karena dirinya jadi bisa tahu banyak informasi. Informan ini juga dapat berkomunikasi, berinteraksi dengan keluarga maupun tetangga di lingkungan Kelurahan Sidorame Barat II, karena kebetulan banyak ibu rumah tangga di Kelurahan Sidorame Barat II aktif menggunakan Facebook.
Saya pribadi senang menggunakan Facebook. Jadi saya bisa tahu banyak informasi, banyak cerita. Lalu saya juga bisa berkomunikasi dengan tetangga, bisa canda-candaan di Facebook. Jadi saya senang.