BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.2. Hasil Wawancara
4.1.2.2. Informan 2
Nama : Yuni S
Usia : 40 tahun
Status : Menikah / Penyanyi Usia Pernikahan : 17 tahun
Jumlah Anak : 2 orang (2 laki-laki)
Informan kedua adalah Ibu Yuni yang berusia 40 tahun. Usia rumah tangga informan hingga saat ini adalah 17 tahun dan informan dikaruniai 2 orang anak laki-laki. Namun selama wawancara peneliti mendapatkan realita bahwa informan kedua sudah pisah tinggal dengan suaminya mulai 2 tahun lalu karena alasan
Universitas Sumatera Utara
rumah tangga. Walaupun permasalahan rumah tangga terjadi, hubungan antara anak dan orangtua tetap berlangsung baik hingga saat ini.
Informan kedua ini memiliki paras yang manis. Dia memiliki tinggi badan yang cukup tinggi, yakni sekitar 175cm, warna kulit coklat tua dan rambut hitam yang dipotong pendek layaknya laki-laki. Informan kedua ini memiliki pekerjaan yakni penyanyi baik solo, duet, trio di beberapa kafe di Kota Medan. Informan kedua ini juga pernah mengikuti ajang pencarian bakat Golden Memories dan masuk di tahap 10 besar. Karena pengalamannya itu, informan kedua selalu melanjutkan publikasi atas dirinya melalui media sosial khususnya Facebook.
Informan kedua ini merupakan target utama peneliti sejak awal penelitian. Selama observasi media, informan kedua ini sangat aktif menggunakan media sosial Facebook hingga saat ini. Saat diwawancarai informan kedua mengatakan bahwa dirinya memiliki banyak media sosial, seperti Facebook, Whatsapp, Instagram, Messanger. Media sosial yang paling sering digunakan adalah Facebook karena jumlah temannya lebih banyak dan Facebook memiliki cakupan yang luas.
Kakak punya Facebook, WA, Instagram. Yang paling sering Facebook karena teman kakak lebih banyak disitu, simpel, tampilannya juga bagus.
Informan kedua ini mengatakan bahwa dirinya selalu menggunakan Facebook karena simpel dan karena Facebook informan dapat berkomunikasi dengan teman-temannya. Informan kedua ini juga menjelaskan bahwa Facebook dia gunakan untuk berkomunikasi yang sifatnya lebih luas dan umum, tetapi untuk berkomunikasi dengan orang-orang terdekat khususnya keluarga, informan kedua cenderung menggunakan Whatsapp.
Kakak gunakan Facebook karena bisa berkomunikasi dengan kawan-kawan. Memang Facebook kakak pake tujuannya ke teman-teman kakak, tapi kalau WA kakak fokuskan untuk keluarga kakak misalnya anak, mertua, keluarga la dek.
Informan mengatakan bahwa dirinya sudah sangat lama menggunakan Facebook.
Dari awal Facebook hadir, bahkan sebelum Facebook ada informan sudah ikut
Universitas Sumatera Utara
menggunakan Friendster. Karena pengalamannya ini, informan kedua ini sudah memiliki teman Facebook hinggan 4000 orang, dimana setengah lebih dari jumlah temannya adalah akun yang aktif dan sering menanggapi kegiatannya di Facebook.
Kakak sudah lama pakai Facebook. Kawan kakak sekarang di Facebook sekitar 4000an orang, tapi yang aktif sekitar 2500 orang.
Informan kedua ini selanjutnya menjelaskan bahwa dirinya selalu menggunakan Facebook. Dia mengatakan bahwa semua hal sudah dia lakukan seperti mengunggah foto, status, mendengarkan lagu, berbagi lokasi. Yang paling sering dia lakukan saat ini adalah membuat siaran langsung. Apabila dia melakukan siaran langsung, maka dirinya akan aktif bercerita, menyapa orang-orang yang menyaksikan siaran langsungnya tersebut.
Semua lah dek. Update foto, status, itu mendengarkan lagu. Lalu siaran langsung, berbagi lokasi juga... Sering ditandai orang gitu, komen-komen sama like status orang lain.
Dalam beraktivitas di Facebook, informan kedua mengatakan bahwa dirinya tidak begitu ada pertimbangan. Informan menjelaskan bahwa dirinya selalu bersikap normal, aman sehingga apabila melakukan siarang langsung juga yang aman, sopan dan normal. Untuk mengunggah foto juga yang normal akan dipilih untuk diunggah, tetapi kadangkala foto-foto yang lucu, baik seorang diri maupun ramai-ramai akan dinaikkan oleh informan. Informan pernah mengunggah foto muka yang sengaja dibuat pose jelek, karena sesuai dari suasana hati informan saat itu.
Ga ada pertimbangan si dek. Yang aman, yang normal. Kadang kalau foto lucu, kakak naikkan. Foto rame-rame kakak naikkan. Foto muka jelek gitu kakak naikkan juga, tergantung mood.
Informan kedua ini juga mengatakan bahwa dirinya sering melakukan selfie. Hal ini sering dia lakukan untuk mengisi waktunya yang kosong. Kalau sedang selfie, informan dapat berkali-kali dengan berbagai gaya. Nantinya akan dia pilih beberapa agar dinaikkan ke Facebook atau hanya disimpan pribadi. Foto tersebut
Universitas Sumatera Utara
kadangkala mau diunggah beberapa waktu setelahnya, tergantung mood atau suasana hati dari dirinya.
Kakak suka selfie sampai berkali-kali berbagai gaya, tapi ga semua kakak naikkan beberapa aja yang lucu, sisanya kakak simpan di memori telepon.
Kadang uda lewat waktunya, baru kakak naikkan... Foto selfie kalau mau nampil juga kakak naikkan, jadi orang bisa tau kakak mau nyanyi.
Informan kedua ini selalu menampilkan dirinya saat hendak bekerja. Hal tersebut dimaksudkan agar teman-teman atau orang lain tahu akan dirinya. Informan kedua ini memiliki sifat yang ramah, mudah bergaul. Jadi, setiap status, foto atau siaran langsung yang dibuat informan kedua ini selalu ditanggapi oleh banyak orang baik teman dekat, teman baru bahkan orang asing. Begitu juga dirinya aktif menanggapi aktivitas dari teman-temannya di Facebook.
Karena memang suka berkomunikasi. Mereka juga sering merespon status kakak, jadi saling chatting-chatting, komen, like... Gara-gara itu kakak bisa kenal bahkan dekat juga. Kadang awalnya Cuma berteman karena temannya teman, tapi karena sering like, komen jadi rasanya uda berteman dekat, sampai sekarang masih akrab walaupun jarang bertemu.
Informan kedua ini tidak pernah melakukan kebohongan di media sosial miliknya.
Dia mengatakan bahwa dia selalu beraktivitas apa adanya. Informan kedua mengatakan bahwa dirinya memiliki pengalaman rumah tangga yang kurang baik, dan mungkin banyak orang luar mengetahui hal tersebut. Oleh karena itu, informan kedua ini tidak pernah mau membuat kebohongan agar tidak terjadi pertikaian kepada dirinya maupun kedua anaknya.
Informan kedua ini juga mengatakan bahwa Facebook ini dia fokuskan untuk mengembangkan karir dan publikasi dirinya seorang, sehingga dirinya sangat jarang menampilkan keluarga maupun anak-anaknya mulai dari tahun 2016 silam.
Informan mengatakan bahwa anak-anaknya juga mendukungnya dan turut bersikap dewasa menghadapi situasi kedua orangtuanya.
Universitas Sumatera Utara
Tidak pernah. Yaa untuk apa berbohong, karena kakak memang maunya apa adanya. Mungkin beberapa orang uda tau kondisi keluarga kakak saat ini, tapi kakak memang gamau nutup-nutup ataupun membuka ke publik. Kalau update memang kakak upayakan tidak mengundang pertanyaan sehingga kakak tidak susah menjawab.
Setiap aktivitas informan kedua di Facebook ini sering ditanggapi oleh orang-orang dan komentar tersebut sering bersifat postif. Seringkali juga orang-orang asing menyapa dirinya lewat kolom komentar sehingga lama-kelamaan informan dapat berteman dengan orang baru melalui Facebook. Misalnya saat informan membuat status akan bernyanyi di salah satu kafe, maka teman-temannya akan memberikan kata-kata dukungan, pujian sehingga hal ini memotivasi dirinya semakin semangat dalam bernyanyi.
Yaa suka. Kakak senang, berarti status kakak itu dilihat orang lain. Kalau kakak upload foto hendak nyanyi, mereka komentar “semangatt” atau like itu jadi penyemangat atau dukungan bagi diri kakak... Tapi kadangkala sedikit yang merespon, tapi ya biarin aja, ga aku pikirin. Anak-anak kakak juga demikian kok.
Sifat informan kedua ini yang ramah membuat dirinya dikenal banyak orang, musisi khususnya beberapa daerah di Kota Medan. Banyak penyanyi, pemusik yang berfoto bersama dirinya dan selalu mengunggah foto tersebut di Facebook dan menandai dirinya. Hal ini diakui informan kedua sangat menyenangkan.
Sering juga teman-teman informan merekam video saat dia bernyanyi dan mengunggahnya di Facebook lalu menandai dirinya, sehingga semakin banyak orang melihat dan memberikan respon positif atas dirinya.
Sering memang saya difoto dan ditandai karena saat manggung teman-teman mau maju kedepan untuk foto kakak. Karena itu jadi makin banyak yang kenal kakak, karena diposting kawannya kakak. Saya senang, kadang karena kakak divideokan nyanyi, lalu diupload kawan jadi makin dikenal orang baru kan, karena dilihat dari postingan kawan kakak itu. Jadi kalau kakak senang.
Dahulu informan kedua ini mengakui sangat membuat Facebook sebagai wadah dia untuk mengadu setiap permasalahan yang dia hadapi. Setiap kali ada masalah
Universitas Sumatera Utara
baik dari pihak luar maupun dalam rumah tangga, informan kedua akan mencurahkan isi hatinya melalui status di Facebook. Hal ini membuat dirinya lebih baik, ditambah beberapa orang yang berkomentar memberikan kata-kata yang menenangkan hatinya. Namun, tetap ada orang yang merespon negatif atas statusnya itu.
Iya pernah. Dulu pas masa-masa abangmu sama kakak dulu, sering sekali ada pertengkaran atau masalah. Mungkin karena status, atau kakak curhat di status sehingga orang-orang yang baca jadi beranggapan aneh-aneh..
Apabila semakin terjadi pertanyaan oleh orang-orang karena status dari informan kedua, informan pada akhirnya akan menghapus status tersebut. Informan kedua ini mengatakan bahwa ada saja yang suka memperkeruh suasana sehingga akhirnya bertambah masalah atas dirinya. Karena masalah semakin luas, keluarganya ikut menegur karena statusnya itu, sehingga informan akhirnya menghapus curahan isi hatinya itu.
Kalau berantam atau sakit hati karena abang, kakak curhat di status, lalu mertua komentar gimana gitu, hingga akhirnya kakak hapus. Tapi itu sekali aja, sisanya kakak ga hapus karena memang itu pelampiasan kakak karena permasalahan rumah tangga... Kalaupun ada keributan di komentar, kakak berupaya tidak melanjutkan atau hapus status aja agar tidak diperpanjang..
Saat ini sudah 3 tahun dari masa yang kelam bagi informan kedua pada penelitian ini. Setelah beberapa waktu kelam dia lalui karena permasalahan rumah tangga, mulai dari tahun 2016, informan ini sudah membangun kembali jati diri dan hidupnya. Awalnya informan memiliki usaha soundsystem dengan suaminya yang merupakan seorang pianis, tapi akhirnya informan berjalan sendiri hingga saat ini.
Mulai tahun 2016, informan mengubah Facebook yang awalnya tempat dia mencurahkan isi hati, menjadi media untuk mempromosikan dirinya yang seorang penyanyi.
Tapi setelah tahun 2016, kakak sudah memutuskan untuk fokus bernyanyi.
Jadi postingan kakak yang bernyanyi, pasti banyak yang komentar karena kakak
Universitas Sumatera Utara
nyanyi di klub, malam-malam, tapi yaa kakak hiraukan saja. Karena ini kan kakak yang ngejalani.
Setelah bertahun-tahun menggunakan Facebook, sampai saat ini informan kedua tidak pernah memblokir akun siapapun dari Facebook miliknya. Namun, suaminya yang memblokir dirinya, serta beberapa orang yang mendukung suaminya ikut memblokir dirinya. Hal itu dia ketahui karena informan tidak dapat mencari akun Facebook suami maupun teman-temannya melalui akun informan, tetapi bisa melalui akun orang lain. Informan saat ini juga memiliki satu akun Facebook yang baru, yang fungsinya khusus untuk berbagi lagu-lagu. Di akun baru ini, informan mengakui bahwa dirinya menyembunyikan akun Facebook suaminya agar tidak muncul, tetapi tidak memblokir.
puji Tuhan sampai detik ini belum pernah memblock, tapi sudah pernah diblock salah satunya abangmu... Jadi Facebook kakak yang lama itu, abangmu yang block, tapi Facebook yang baru ini, memang kakak yang hide abangmu...
bukan diblock, tapi kakak buat dia ga bisa lihat status atau postingan kakak, tapi masih berteman gitu... kakak rasa cukup biasa saja, tidak usah ada kontak jadi biar biasa-biasa aja dengan abangmu itu.
Dalam menambah teman, informan mengatakan bahwa dirinya tidak terus-menerus menambahkan teman ataupun mendapat permintaan pertemanan.
Informan menjelaskan bahwa apabila dirinya kenal, dia akan meminta berteman lebih dahulu. Apabila ada yang meminta pertemanan, informan mempertimbangkan foto profil serta jumlah teman yang sama. Apabila tidak mencurigakan, informan akan menerima permintaan berteman, tetapi kalau tidak jelas akan dibiarkan informan, lebih parahnya apabila mencurigakan informan akan menghapus permintaan tersebut.
Kalau saya kenal, saya add. Kalau di add, saya lihat dulu manatau ada mutual dengan kawan lainnya. Kadang direkomendasikan juga dari Facebooknya, awal-awal aku belum add, tapi setelah lama baru saya add.... Tapi kalau yang ga jelas mukanya, atau namanya langsung kakak hapus permintaan pertemanannya.
Universitas Sumatera Utara
Informan kedua ini mengakui bahwa Facebook sangat penting bagi hidupnya.
Dirinya dapat mempromosikan dirinya melalui status, foto. Informan juga dapat membuktikan kualitas bernyanyinya melalui siaran langsung di Facebook.
Informan sudah menganggap media ini sebagai salah satu kebutuhan dalam hidupnya, sehingga apabila Facebook hilang, harus ada pengganti yang menyamai fungsi media ini.
Bagi saya Facebook ini penting sekali ya. Aku bisa siaran langsung, jadi orang-orang bisa lihat saya saat bernyanyi. Atau saat lagi jalan-jalan, saya bisa update lagi dimana. Facebook ini juga buat saya aktivitas teman-teman. Jadi kakak suka sekali dengan ini... kalaupun Facebook dihapus, kalau bisa dibuat penggantinya yang mirip karena enak memakai Facebook.
Informan kedua juga menerangkan pengelolaan waktunya dalam menggunakan media sosial khususnya Facebook. Dia mengatakan bahwa dia menggunakan Facebook setiap saat dia sedang santai dan saat bekerja. Informan selalu menggunakan Facebook di setiap kegiatannya. Namun informan kedua mengatakan bahwa dirinya tidak kecanduan, karena sebelumnya dia pernah berhenti bermain Facebook hingga 3 bulan.
kakak menggunakan Facebook ini untuk mempromosikan pekerjaan kakak, jadi pas aku sedang nyanyi, aku live. Atau saya buat status kalau nanti kakak akan manggung dimana gitu, supaya orang tau. Jadi asal ada waktu kosong mungkin kakak lihat-lihat status orang, komen-komen.
Informan kedua selanjutnya mengatakan bahwa dirinya beberapa kali pernah mendapat gangguan dari Facebook. Gangguan tersebut sering datang melalui pesan pribadi dari orang-orang asing yang baru berteman dengan dirinya.
Tapi pas kerja, kakak live.. kalau dibilang candu, tidak kecanduan. Aku dulu pernah berhenti main Facebook berbulan-bulan, tidak stress. Itu karena dulu bermasalah sama abangmu itu, lalu sekarang sudah normal.
Universitas Sumatera Utara
Kadang juga datang dari orang asing yang tidak berteman dengan dirinya. Jadi, informan sering mengabaikan pesan-pesan tersebut hingga akhirnya berhenti diganggu.
Yahh kalau digangguin si ada aja. Seringan dari messanger, mungkin baru di add atau pakai nomor telepon di add. Tapi kakak hiraukan saja.
Peneliti pada akhirnya menanyakan pendapat informan apabila keluarganya menggunakan Facebook. Informan mengatakan bahwa dirinya tidak memihak agar keluarganya memakai Facebook atau tidak. Bagi informan kedua, siapapun dapat menggunakan Facebook karena itu hak mereka.
Kalau saya sih tidak ada masalah. Siapapun bisa pake Facebook. Saya tidak terlalu mencampuri mereka posting apa, komen apa, mereka juga demikian.
Jadi mungkin sudah makin dewasa jadi terserah mereka..