• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran dalam Kaitan Praktis

Dalam dokumen STRATEGI PRESENTASI DIRI PADA MEDIA SOSIAL (Halaman 140-192)

BAB V KESIMPULAN

5.4. Saran dalam Kaitan Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pada penelitian selanjutnya.

Diharapkan kepada peneliti selanjutnya yang tertarik dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis, agar dapat melanjutkan penelitian yang serupa dengan sudut pandang yang berbeda secara lebih mendalam, ataupun membuat subjek penelitian yakni kaum bapak. Peneliti juga menyarankan agar peneliti selanjutnya dapat memahami kasus yang ada di lapangan mengenai strategi presentasi diri di media sosial.

124

Afrizal. (2016). Metode Penelitian Kualitatif:Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif dalam Berbagai disiplin Ilmu. Jakarta:

PT. Grafindo Perkasa.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi VI. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Astagini, N. (2016). Presentasi Diri Pekerja Rumah Tangga Pada Situs Jejaring Sosial Facebook. Jurnal Aristo, 57.

Cresswell, J. W. (Research Design: Pendekatan Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan Campuran). 2016. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Denzin and Lincoln. (1994). Handbook of Qualitative Research. London: Sage Publication.

Dini Rosiana Dewi, d. (2016). Impression Management Mahasiswa Di Media Sosial Instagram. e-Proceeding of Management, 2321.

Flew, T. (2002). New Media: An Introduction. New York: Oxford University Press.

Hidayat, Syarifudin dan Sedarmayanti. (2002). Metodologi Penelitian. Bandung:

Mandar Maju.

Hovland, C. I. (1953). Communication and Persuassion. New Have, CT: Yale University Press.

Iskandar. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Gaung Persada Press.

Kriyantono, R. (2010). Teknik praktis riset komunikasi: disertai contoh praktis riset media, public relation, advertising, komunikasi organisaso, komunikasi pemasaran. Jakarta: Kencana.

Kuhn, T. S. (2002). The Structure of Scientific Revolution. Leiden: Instituut Voor Theoretische Biologie.

Lister, M. (2009). New Media: A Critical Introduction. London & New York:

Routledge.

LittleJohn, S. W. (2005). Theories of Human Communication. United States:

Thompson Wadsworth.

Manovich, L. (2003). The New Media Reader. Cambridge, Massachusetts: The MIT Press.

McLuhan, M. (2003). Understanding Media. NewYork: Gingko Press.

McQuail, D. (2011). Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Salemba Humanika.

Moleong, L. J. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyana. (2015). Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyana, D. (2013). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mutia, T. (2018). Generasi Milenial, Instagram Dan Dramaturgi:Suatu Fenomena Dalam Pengelolaan Kesan. Komunikasiana, 1.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Nurudin. (2014). Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Rajawali Pers.

Patria, K. Y. (2017). Manajemen Kesan Dalam Media Sosial. Surakarta:

Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pratiwi, I. W. (2017). Psychology For Daily Life. Jakarta: RajaGrafindo Perkasa.

Pujileksono, S. (2015). Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif. Malang:

Kelompok Intrans Publishing.

Ruslan, R. S. M. (2010). Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi.

Jakarta: RajaGrafindo Perkasa.

Rusmana, A. (2015). Penipuan Dalam Interaksi Melalui Media Sosial. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 3.

Salim, A. (2006). Teori dan Paradigma Penelitian Sosia. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:

PT Alfabet.

Tamburaka, A. (2013). Literasi Media:Cerdas Bermedia Khalayak Media Massa.

Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Wahyuningsih, A. P. (2017). Impression Management Identitas Pengguna Media Sosial Facebook. Makassar: UIN Alauddin Makassar.

Wibowo. (2011). Manajemen Kinerja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Dari Internet:

https://tirto.id/facebook-ditinggalkan-yang-muda-dipertahankan-yang-tua-cMvV (diakses pada tanggal 02 Desember 2019, pukul 17.20 WIB)

https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/orang-tua-milenial-sangat-tergantung-pada-media-sosial (diakses pada tanggal 02 Desember 2019 pukul 23.20 WIB)

https://www.gatra.com/detail/news/425153/teknologi/pengguna-facebook-di-indonesia-terbesar-keempat-dunia (diakses pada tanggal 28 Desember 2019 pukul 15.40 WIB)

LAMPIRAN

Narasumber Utama :

- Ibu Rumah Tangga Pengguna Aktif Media Sosial Di Kelurahan Sidorame Barat II

Tujuan :

- Untuk mengetahui karakteristik kaum ibu rumah tangga di kelurahan Sidorame Barat II.

- Untuk mengetahui self-presenting kaum ibu rumah tangga di media sosial, serta hambatan-hambatan yang mereka alami karena menggunakan media sosial dan cara mengatasi hambatan tersebut.

Pertanyaan Panduan :

Ditujukan kepada Kaum Ibu Rumah Tangga Pengguna Aktif Media Sosial di Kelurahan Sidorame Barat II

 Identitas Diri

- Nama Lengkap :

- Alamat :

- Usia :

- Status :

- Usia Pernikahan : - Jumlah Anak :

 Pertanyaan Penelitian

1. Apa saja akun media sosial yang dipakai?

2. Mengapa menggunakan media sosial khususnya Facebook?

3. Berapa lama menggunakan Facebook?

4. Apa saja aktivitas di media sosial?

6. Mengapa informan mau merespon aktivitas media sosial teman-temannya?

7. Apakah informan pernah berbohong di media sosial? Mengapa?

8. Bagaimana respon informan apabila teman-teman merespon aktivitasnya di media sosial?

9. Bagaimana respon informan saat informan ditandai di status atau foto dari teman-teman informan?

10. Apakah pernah mengalami pertengkaran atau masalah dengan teman di Facebook? Bagaimana penyelesaiannya?

11. Mengapa pernah block?

12. Bagaimana cara informan berteman di Facebook?

13. Bagaimana perasaan informan dalam menggunakan media sosial khusunya Facebook?

14. Bagaimana informan mengelola waktu dalam menggunakan media sosial setiap hari?

15. Apakah informan mendukung keluarganya menggunakan Facebook?

Mengapa?

 Identitas Diri

- Nama Lengkap : Sri Rezeky Hutapea (S.R. Hutapea)

- Usia : 45 tahun

- Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga - Usia Pernikahan : 16 tahun (mau jalan 17)

- Jumlah Anak : 3 orang (2 perempuan, 1 laki-laki)

 Pertanyaan Penelitian

E : Apa saja akun media sosial yang dipakai?

I :Saya menggunakan Facebook, Whatsapp, Messanger, Instagram, Line E : Mengapa menggunakan media sosial khususnya Facebook?

I : Saya menggunakan Facebook karena lebih enak. Informasi yang disebarkan di Facebook itu lebih luas, berita-berita nya banyak. Kita bisa kasih berita sama keluarga yang jauh, sama teman-teman juga. Selain itu, tampilannya juga menarik dan banyak aplikasi sama gru-grup, jadi bisa juga sekalian jualan kue, online shop.

E : Berapa lama menggunakan Facebook?

I : Saya sudah 5 (lima) tahun pakai Facebook. Kalau tidak salah, dari yang kita buka Facebook dari komputer, lalu ke tablet, sampai sekarang sudah bisa kita buka di handphone.

E : Apa saja aktivitas di media sosial?

I : Banyak si yang sudah saya buat. Saya sudah pernah update foto, update status, comment status teman-teman...

Saya juga pernah melakukan siaran langsung pas acara-acara. Chatting dari messanger. Sama kalau mau jualan kue, saya posting jualan saya di

Facebook.

E : Bagaimana informan update foto, status, siaran langsung ataupun aktivitas lainnya?

I : Kalau soal foto, saya pilih yang bagus-bagus gambarnya. Padahal sebenarnya fokus melihat mana muka saya yang bagus. Jadi nanti kami fotonya berkali-kali, beberapa pose, nah itu nanti saya pilih mana paling bagus, lalu saya upload.

Foto selfie juga saya buat, selfie sendiri sama selfie ramai-ramai.

Kalau untuk update status yaa, saya buat yang bagus-bagus lah. Kalau ga bagus, pernah sih berapa kali, tapi saya hapus biar tidak menimbulkan masalah-masalah.

Kalau siaran langsung saya lakukan pas lagi ada pesta, jadi selagi menunggu atau lagi ada penampilan gitu saya bikin live jadi bisa dilihat teman-teman saya. Macam yosefin nyanyi kemarin, saya live. Lalu kadang sama keluarga kalau liburan..

Kalau commen dan like, menurutu saya kalau statusnya bagus saya like, kalau engga saya lewatkan saja. Kadang kalau bagus, saya mau share juga biar bisa dilihat sama teman-teman saya yang lainnya.

E : Mengapa informan mau merespon aktivitas media sosial teman-temannya?

I : Karena mereka teman saya, jadi enak lihatnya. Kadang saya like atau comment punya mereka pakai stiker. Mereka juga sering comment status saya, ataupun like...

Yang mereka posting juga bagus-bagus, cantik jadi saya suka dan saya like...

tapi kalau yang kurang bagus, saya jarang comment. Lalu hal yang kurang

E : Apakah informan pernah berbohong di media sosial? Mengapa?

I : Emm, kalau berbohong memang untuk mengecoh. Paling pas lagi malas keluar, saya coba bilang saya lagi sama keluarga gitu. Atau pas jalan-jalan keluarga, saya sengaja uploadnya terlambat, biar ga ketahuan... lokasi la paling, kadang lagi dirumah tapi saya buat di tempat lain gitu.. tapi jarang kok, karena saya memang sering di rumah jadi teman-teman pada tau kegiatan saya.

E : Bagaimana respon informan apabila teman-teman merespon aktivitasnya di media sosial?

I : Saya senang, berarti postingan saya dilihat sama teman-teman. Kadang ada orang luar (asing) temannya saya juga ikut like postingan saya... Yaa kalau tidak direspon juga tidak apa-apa... tapi kalau memang sering tidak direspon mungkin ada masalah, jadi saya mau coba tanya ke teman saya itu langsung, atau saya tanya di grup apakah ada masalah antara saya dengan mereka. Tapi itu jarang, sejauh ini baik-baik saja.

E : Bagaimana respon ibu saat ibu ditandai di status, atau foto dari teman-teman ibu?

I : Saya lihat, ya kalau bagus saya like, kalau engga yaa saya paling chat di grup kenapa foto saya jelek... tapi bercanda-bercanda kok, tetap saya like.

Cuma kadang kalau ada yang ga bagus saya hapus ditandai, kadang ga penting gitu.

E : Apakah pernah mengalami pertengkaran atau masalah dengan teman di Facebook? Bagaimana penyelesaiannya?

I : Kalau pertengkaran tidak pernah. Tapi pernah dulu, karena status saya, memang saya disitu curhat mengenai emosi saya karena suatu hal. jadi teman saya mungkin merasa dan ikutan update. Gara-gara itu, banyak yang

membilangkan agar menghapus status karena statusnya kurang baik.

E : Mengapa pernah block?

I : Kalau block memang jarang. Tapi dulu sering orang asing ganggu saya, kadang chatting dari messanger yang kurang pantas. Memang saya tidak kenal, dan mereka yang menambahkan saya jadi teman, akhirnya saya block supaya tidak berkelanjutan... Kadang penipu yang mau mesan kue juga, saya pernah block. Temannya teman saya yang saya tidak kenal, tapi mencurigakan, saya tolak konfirmasi pertemanannya, tapi karena bolak-balik ingin berteman akhirnya saya block... kalau teman-teman yang saya kenal, saya tidak pernah block, ya kalaupun ada masalah tidak sampai kesitula saya buat.

E : Bagaimana cara informan berteman di Facebook?

I : Kalau saya kenal, atau kenal dekat saya mau meminta berteman.

Misalnya temannya teman dekat, tapi sudah sering jumpa saya mau add. Tapi kalau kenal-kenal saja, atau jumpa sesekali, saya tidak mau add duluan, tunggu mereka yang add. Jadi kalau mereka sudah add, mungkin tunggu beberapa hari lalu saya terima... kalau uda diterima/konfirmasi yaa dibiarkan begitu saja, saya ga pala mau tulis status di wall-nya.

E : Bagaimana perasaan informan dalam menggunakan media sosial khusunya Facebook?

I : Saya senang, suka, karena Facebook ini sangat bagus. Saya bisa kasi kabar ke teman-teman saya. Saya juga bisa dapat informasi dari teman-teman saya. Misalnya ada yang berpesta, atau meninggal yang jauh saya jadi tau.

Kalaupun ga bisa datang, saya kan bisa ucapin langsung di Facebook jadi sudah tersampaikanlah. Jadi praktis karena adanya Facebook ini... Saya pun juga bisa berjualan dari rumah, karena kan saya kerjanya ibu rumah tangga, jaga orangtua juga, suami, anak-anak jadi saya tidak mungkin keluar rumah.

E : Bagaimana informan mengelola waktu dalam menggunakan media sosial setiap hari?

I : Saya menggunakan Facebook saat waktu kosong. Pagi misalnya setelah anak-anak berangkat sekolah sekitar jam 10.00. Kalau siang jarang karena jemput anak-anak, makan siang, sama antar les. Paling sore ke malam saya buka Facebook.

E : Apakah informan mendukung keluarganya menggunakan Facebook?

Mengapa?

I : Tidak. Gimana ya, anak-anak masih muda sekali takut salah nantinya.

Karena saya sering dapat hoax, lalu konten negatif gitu, jadi anak-anak pun bisa saja nanti liat jadi salah langkah. Selain itu juga, nanti kenalan dengan orang asing, diculik pula kan. Mungkin tunggu-tunggu kuliah la baru orang ini pakai, tapi memang kalau anakku laki-laki lebih main game, yang gadis dua itu la paling Instagram mereka pakai.

- Nama Lengkap : Yuni Siahaan

- Alamat : Jalan Pelita II Gg. Natio - Usia : jalan 41 tahun

- Status : menikah / seniman - Usia Pernikahan : ± 17 tahun

- Jumlah Anak : 2 orang laki-laki (kelas SMA dan 6 SD)

 Pertanyaan Penelitian

E : Apa saja akun media sosial yang dipakai?

I : Facebook, WA, Instagram. Yang paling sering Facebook karena teman kakak lebih banyak disitu, simpel, tampilannya juga bagus.

E : Mengapa menggunakan media sosial khususnya Facebook?

I : Kakak gunakan Facebook karena bisa berkomunikasi dengan kawan-kawan. Memang Facebook kakak pake tujuannya ke teman-teman kakak, tapi kalau WA kakak fokuskan untuk keluarga kakak misalnya anak, mertua, keluarga la dek. Jadi yaa Facebook ini jadi kebutuhan la menurut kakak.

E : Berapa lama menggunakan Facebook?

I : Sudah lama ya. Dulu soalnya kan friendster, lalu pindah ke Facebook...

Kawan kakak di Facebook sekitar 4000an orang, tapi yang aktif sekitar 2500 orang. Dari dulu sampai sekarang uda lumayan lama.

E : Apa saja aktivitas di media sosial?

I : Semua lah dek. Update foto, status, itu mendengarkan lagu. Lalu siaran langsung, berbagi lokasi juga... Sering ditandai orang gitu, komen-komen sama like status orang lain.

E : Bagaimana pertimbangan informan saat update foto, status, siaran lansgung ataupun aktivitas lainnya?

kakak naikkan juga, tergantung mood. Kakak suka selfie sampai berkali-kali berbagai gaya, tapi ga semua kakak naikkan beberapa aja yang lucu, sisanya kakak simpan di memori telepon. Kadang uda lewat waktunya, baru kakak naikkan... Foto selfie kalau mau nampil juga kakak naikkan, jadi orang bisa tau kakak mau nyanyi.

E : Mengapa informan mau merespon aktivitas media sosial teman-temannya?

I : Karena memang suka berkomunikasi. Mereka juga sering merespon status kakak, jadi saling chatting-chatting, komen, like... Gara-gara itu kakak bisa kenal bahkan dekat juga. Kadang awalnya Cuma berteman karena temannya teman, tapi karena sering like, komen jadi rasanya uda berteman dekat, sampai sekarang masih akrab walaupun jarang bertemu.

E : Apakah informan pernah berbohong di media sosial? Mengapa?

I : Tidak pernah. Yaa untuk apa berbohong, karena kakak memang maunya apa adanya. Mungkin beberapa orang uda tau kondisi keluarga kakak saat ini, tapi kakak memang gamau nutup-nutup ataupun membuka ke publik. Kalau update memang kakak upayakan tidak mengundang pertanyaan sehingga kakak tidak susah menjawab.

E : Bagaimana respon informan apabila teman-teman merespon aktivitasnya di media sosial?

I : Yaa suka. Kakak senang, berarti status kakak itu dilihat orang lain.

Kalau kakak upload foto hendak nyanyi, mereka komentar “semangatt” atau like itu jadi penyemangat atau dukungan bagi diri kakak... Tapi kadangkala sedikit yang merespon, tapi ya biarin aja, ga aku pikirin. Anak-anak kakak juga demikian kok.

E : Bagaimana respon informan saat informan ditandai di status atau foto dari teman-teman informan?

makin banyak yang kenal kakak, karena diposting kawannya kakak. Saya senang, kadang karena kakak divideokan nyanyi, lalu diupload kawan jadi makin dikenal orang baru kan, karena dilihat dari postingan kawan kakak itu. Jadi kalau kakak senang.

E : Apakah pernah mengalami pertengkaran atau masalah dengan teman di Facebook? Bagaimana penyelesaiannya?

I : Iya pernah. Dulu pas masa-masa abangmu sama kakak dulu, sering sekali ada pertengkaran atau masalah. Mungkin karena status, atau kakak curhat di status sehingga orang-orang yang baca jadi beranggapan aneh-aneh... Kalau berantam atau sakit hati karena abang, kakak curhat di status, lalu mertua komentar gimana gitu, hingga akhirnya kakak hapus. Tapi itu sekali aja, sisanya kakak ga hapus karena memang itu pelampiasan kakak karena permasalahan rumah tangga... Kalaupun ada keributan di komentar, kakak berupaya tidak melanjutkan atau hapus status aja agar tidak diperpanjang.. Tapi setelah tahun 2016, kakak sudah memutuskan untuk fokus bernyanyi. Jadi postingan kakak yang bernyanyi, pasti banyak yang komentar karena kakak nyanyi di klub, malam-malam, tapi yaa kakak hiraukan saja. Karena ini kan kakak yang ngejalani.

E : Mengapa pernah block?

I : puji Tuhan sampai detik ini belum pernah memblock, tapi sudah pernah diblock salah satunya abangmu... Jadi Facebook kakak yang lama itu, abangmu yang block, tapi Facebook yang baru ini, memang kakak yang hide abangmu...

bukan diblock, tapi kakak buat dia ga bisa lihat status atau postingan kakak, tapi masih berteman gitu... kakak rasa cukup biasa saja, tidak usah ada kontak jadi biar biasa-biasa aja dengan abangmu itu.

E : Bagaimana cara informan berteman di Facebook?

I : Kalau saya kenal, saya add. Kalau di add, saya lihat dulu manatau ada mutual dengan kawan lainnya. Kadang direkomendasikan juga dari

pertemanannya.

E : Bagaimana perasaan informan dalam menggunakan media sosial khusunya Facebook?

I : Bagi saya Facebook ini penting sekali ya. Aku bisa siaran langsung, jadi orang-orang bisa lihat saya saat bernyanyi. Atau saat lagi jalan-jalan, saya bisa update lagi dimana. Facebook ini juga buat saya aktivitas teman-teman. Jadi kakak suka sekali dengan ini... kalaupun Facebook dihapus, kalau bisa dibuat penggantinya yang mirip karena enak memakai Facebook.

E : Bagaimana informan mengelola waktu dalam menggunakan media sosial setiap hari?

I : kakak menggunakan Facebook ini untuk mempromosikan pekerjaan kakak, jadi pas aku sedang nyanyi, aku live. Atau saya buat status kalau nanti kakak akan manggung dimana gitu, supaya orang tau. Jadi asal ada waktu kosong mungkin kakak lihat-lihat status orang, komen-komen. Tapi pas kerja, kakak live.. kalau dibilang candu, tidak kecanduan. Aku dulu pernah berhenti main Facebook berbulan-bulan, tidak stress. Itu karena dulu bermasalah sama abangmu itu, lalu sekarang sudah normal.

E : Apakah kakak pernah diganggu oleh orang lain dalam menggunakan Facebook?

I : Yahh kalau digangguin si ada aja. Seringan dari messanger, mungkin baru di add atau pakai nomor telepon di add. Tapi kakak hiraukan saja.

E : Apakah informan mendukung keluarganya menggunakan Facebook?

Mengapa?

I : Kalau saya sih tidak ada masalah. Siapapun bisa pake Facebook. Saya tidak terlalu mencampuri mereka posting apa, komen apa, mereka juga demikian.

Jadi mungkin sudah makin dewasa jadi terserah mereka...

- Nama Lengkap : Elfa Marina

- Alamat : Jalan Pelita II No. 63 - Usia : 53 tahun (bulan 10 nanti)

- Status : menikah / pensiunan / Ibu Rumah Tangga - Usia Pernikahan : 26 tahun (bulan 12 nanti)

- Jumlah Anak : 3 orang (1perempuan, 2 laki-laki)

 Pertanyaan Penelitian

E : Apa saja akun media sosial yang dipakai?

I : Facebook, IG, WA.

E : Mengapa menggunakan media sosial khususnya Facebook?

I : Kalau pakai Facebook kita bisa tau informasi teman-teman. Kadang temannya teman kita bisa tau karena Facebook itu kan luas, bisa kita lihat status orang lain jadi tau kita mereka lagi ngapain. Apalagi kalau ibu-ibu suka posting foto lagi jalan-jalan, hebring jadi bisa lihat tempat baru juga.

E : Berapa lama menggunakan Facebook?

I : dari tahun 2009 kalau ga salah. Dari pakai hape Android disitulah Bou main Facebook dibuat kakakmu.

E : Apa saja aktivitas di media sosial?

I : update momen seperti status, foto kalau lg ada acara gitu. Berbagi lokasi, sama kenangan, ucapan selamat ulang tahun juga.

E : Bagaimana pertimbangan informan saat update foto, status, siaran lansgung ataupun aktivitas lainnya?

I : kalau mau posting-posting itu pas ada momennya, seperti wisuda, natal, ulangtahun, pokoknya acara gitu la. Nanti bou fotokan, bou buat ucapan gitu, bou

nanti bou lihat dulu mana yang bagus baru bou naikkan. Ganti DP juga sekalian.

E : Mengapa informan mau merespon aktivitas media sosial teman-temannya?

I : itulah semenjak bou pensiun dini karena amangborumu sakit, uda mulai bou aktif main facebook karena ga ada kegiatan. Bou suka lihat-lihat, apalagi kawan-kawan kantor bou ada berteman, jadi bou masi tau gimana kabar di kantor. Enak kalau komentari, like karena kayak tetap berkomunikasi gitu.

Apalagi bou sakit kayak gini ga bisa kemana-mana jadi bou bolakbalik buka, komen nanti sambung-sambungan komennya jadi seru nanti.

E : Apakah informan pernah berbohong di media sosial? Mengapa?

I : Ga pernah. Ngapain harus bohong.

E : Bagaimana respon informan apabila teman-teman merespon aktivitasnya di media sosial?

I : suka. kalau misalnya komen-komen nanti bisa jadi berlanjut sahut-sahutan gitu. Dari like juga, tapi paling sering komentar pakai stiker lagi jadi seru. Ada stiker lucu-lucu yang bisa kita buat di komentar.

E : Apakah pernah mengalami pertengkaran atau masalah dengan teman di Facebook? Bagaimana penyelesaiannya?

I : Ada dulu tapi ga sampai bertengkar. Jadi ada bou upload foto, lalu datang komentar negatif gitu, tapi karena status bou jadi bou hapus la komentar negatif itu, soalnya ga enak nanti dibaca-baca orang kan, fotonya sampai sekarang masih ada kok... uda bou hapus komentarnya, bou chatting la kawan bou itu (japri) bilang supaya jangan ngomong gitu soalnya aneh orang berpikir nantinya. Selebihnya ga pernah, Cuma sering lihat kawan-kawan bertengkar di kolom komentar.

E : Mengapa pernah block?

I : Bou kalau kenal bou terima. Bou jarang add si, seringan diadd karena banyak yang kenal bou. Nanti kalau diadd bou lihat dulu orangnya gimana, baru nanti bou terima atau bou hapus permintaan bertemannya.

E : Bagaimana perasaan informan dalam menggunakan media sosial

E : Bagaimana perasaan informan dalam menggunakan media sosial

Dalam dokumen STRATEGI PRESENTASI DIRI PADA MEDIA SOSIAL (Halaman 140-192)