BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.2. Hasil Wawancara
4.1.2.4. Informan 4
Nama : Lastina S
Usia : 31 tahun
Status : Menikah / Wiraswasta Usia Pernikahan : 8 tahun
Jumlah Anak : 2 orang (1 perempuan, 1 laki-laki)
Informan keempat adalah Ibu Lastina yang berusia 31 tahun. Informan ini sudah menjalani kehidupan rumah tangga selama delapan tahun dikaruniai 2 orang anak yakni 1 perempuan dan 1 laki-laki. Informan keempat ini memiliki usaha warung atau kedai di rumahnya. Suami dari informan ini memiliki pekerjaan tidak tetap dan saat ini menjadi pengemudi dari transportasi daring.
Secara fisik, informan keempat ini memiliki paras yang cantik. Informan keempat ini memiliki kulit sawo cerah, rambut panjang yang selalu diikat dan berkacamata.
Dari semua informan, informan keempat ini merupakan informan yang paling
Universitas Sumatera Utara
muda dari segi usia, usia pernikahan dan jumlah anak. Media sosial yang selalu dipakai adalah Facebook, Whatsapp serta Messanger.
Kalau media sosial yang sering kakak pakai itu Facebook, WA sama messanger.
Setiap harinya, apabila informan selesai mengurus anak-anak, dia akan membuka kedai nya dan sembari menunggu pelanggan, informan bermain media sosial.
Informan mengatakan bahwa dirinya lebih mudah untuk menggunakan Whatsapp untuk berkomunikasi, namun secara keseluruhan informan keempat ini lebih sering menggunakan Facebook karena dia dapat berkomunikasi dengan lebih banyak orang.
Lebih suka WA karena lebih gampang. Kalau facebook banyak kenal kawan lama, kawan SD, kawan sekolah dulu. Kalau mereka buat status gitu, enak lihat-lihatnya, disukai, komentari jadi enak kita ngobrol.
Informan keempat menjelaskan bahwa dirinya sudah menggunakan Facebook sebelum dirinya menikah. Informan keempat sudah menggunakan Facebook lebih dahulu dibandingkan Whatsapp karena Whatsapp mulai populer pada tahun 2015 silam.
Kalau tidak salah dari tahun 2008, itu sebelum aku menikah. Berarti sekitar 12 tahun la dek.
Informan keempat ini menjelaskan bahwa dirinya sudah melakukan berbagai aktivitas di Facebook. Dia sudah pernah membuat status, mengunggah foto, berbagi lokasi dan juga berbagi kenangan di Facebook. Informan keempat ini juga mengatakan bahwa dirinya sering melihat aktivitas teman-temannya yang di Facebook, mengomentari dan bermain beberapa permainan di Facebook.
Update status, upload foto, share lokasi sama share kenangan gitu. Oh iya, lihat-lihat status orang, komentari, sama kadang main game itu la.
Saat diwawancarai mengenai pertimbangan yang dia miliki sebelum beraktivitas di media sosial, informan keempat menjelaskan bahwa dirinya menggunakan
Universitas Sumatera Utara
Facebook untuk berbagi informasi seputar acara, peristiwa dan yang paling sering kegiatan anak-anaknya saat beracara di sekolah. Informan keempat ini mengakui bahwa dirinya suka memfoto dan mengunggahnya di Facebook agar dapat dilihat oleh teman-temannya.
kalau update status, atau upload foto di facebook itu pada saat ada acara.
Entah acara di gereja, acara di sekolah si cinta, atau fio. Partangiangan, pokoknya kalau ada acara kakak suka upload biar dilihat orang.
Aktivitas sosial informan di media sosial sering ditanggapi oleh teman-temannya di Facebook. Informan juga mengatakan bahwa dirinya suka untuk menanggapi aktivitas temannya, serta beberapa kali ikut ditandai dalam foto yang diunggah oleh kawannya di Facebook. Informan senang apabila dirinya ikut ditandai dalam status temannya sehingga dia semakin semangat untuk memberi tanggapan atau respon yang positif.
karena mereka kadang menandai kakak di foto, jadi ada foto kakak di tempat mereka. Kakak suka la, jadi dilike, atau kakak komen.
Informan juga mengatakan bahwa dirinya senang apabila setiap aktivitasnya direspon oleh teman-temannya. Respon tersebut dapat berupa like, komentar.
Informan merasa bahwa hal yang dia lakukan bersifat baik untuk orang-orang, sehingga dia akan melanjutkan kegiatan tersebut. Apabila tidak direspon informan keempat ini juga tidak terlalu memikirkan hal tersebut.
yaa suka. baguslah kalau mereka kayak gitu, berarti bagus yang kakak buat itu kan.
Sampai saat ini, informan keempat mengatakan bahwa dirinya belum pernah mendapat gangguan dari orang asing maupun teman-temannya di Facebook.
Informan mengatakan bahwa teman-temannya di Facebook adalah orang yang dia kenal baik, dimana aktvitas teman-temannya di media sosial juga bersifat positif.
Oleh karena itu, informan mengatakan bahwa dirinya tidak pernah memblokir siapapun. Kalaupun ada yang mengganggu, informan mengatakan bahwa dia akan memberitahukan suaminya agar diperingatkan.
Universitas Sumatera Utara
Kakak juga belum pernah block orang. Sejauh ini aman semua, karena teman-teman kakak yang di Facebook itu memang kakak kenal. Kalau ada yang add kakak, kakak lihat dulu orangnya. Kadang bisa karena berteman dengan teman kakak, jadi kakak terima. Kalau ga jelas kakak ga terima karena takut bakal aneh-aneh. Abangmu juga kakak tanya dek, biar aman kan
Informan keempat menjelaskan bahwa dirinya masuk dalam grup sekolahnya saat SD, SMP. Dia jadi bisa mengetahui kabar teman-teman lamanya, bisa melihat informasi yang disebarkan teman-temannya. Setiap hari ada informasi baru yang bisa dia ketahui lewat Facebook. Informan mengatakan bahwa dirinya sangat senang menggunakan Facebook dan karena Facebook dia bisa betah untuk menjaga kedai miliknya tanpa ada rasa bosan.
Senang sekali. Karena facebook jadi bisa berkomunikasi dengan kawan lama. Ada grup-grup juga kan, atau komunitas jadi bisa nimbrung melihat-lihat.
Facebook inilah yang buat kakak betah jaga kede. Sambil nunggu orang membeli, buka facebook la kita, nnti anak-anak pulang sekolah istirahat dulu.
Informan keempat ini juga menjelaskan waktu bagi dirinya menggunakan Facebook. Dia menjelaskan bahwa Facebook selalu dia akses setiap harinya, namun saat seluruh tugas rumah tangganya selesai.
Pokoknya facebook ini hiburan la, ada nanti kita dapat video lucu jadi ga bosan. kalaupun belum ada yang update, liat-liat yang lama kan juga bisa.
Setiap pagi informan mempersiapkan anak-anaknya untuk sekolah serta suaminya yang akan menarik ojek, lalu dia belanja, memasak dan mulai membuka kedainya.
Pada umumnya kedai buka jam 8 pagi dan disitulah informan mulai menggunakan Facebook selagi menunggu pelanggan.
Setelah anaknya pulang sekolah, informan memberi makan siang dan menidurkan anaknya di kedai ataupun rumahnya. Lokasi kedai berada di halaman depan rumahnya. Saat waktu kosong di sore hari, informan kembali membuka Facebook, karena kalau menonton televisi biaya listrik akan bertambah dan takut
Universitas Sumatera Utara
membangunkan anak-anaknya. Begitu juga di malam hari, apabila senggang dia bermain Facebook sampai sebelum tidur.
Habis belanja la dek, anak-anak sudah sekolah. Jadi buka toko sambilan main facebook. Lalu sore pas anak tidur siang, sekalian jaga toko main facebook... kalau batere habis, kakak cas gitu aja ga sambil dimainkan. Pokoknya saat waktu kosong la dek, tunggu semua pekerjaan selesai dulu.
Kehadiran Facebook sangat berarti bagi diri informan keempat ini. Informan mengatakan bahwa dirinya sangat senang dan terhibur karena adanya Facebook.
Oleh karena itu, informan mengatakan bahwa dirinya mendukung keluarganya untuk menggunakan Facebook. Lewat Facebook informan dapat bertukar kabar dengan keluarganya, serta dapat mengisi waktu kosong.
Mendukung. Biar tahu keseharian orang lain, misalnya lagi galau, lagi marah, lagi senang. Karena upload tulisan gitu, enak kita bacanya untuk mengisi waktu.”