• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISSN : 2459-9743 | 51 mempelajari materi pembagian disebabkan

karena siswa tidak memiliki kemampuan prasyarat atau tidak dipelajari secara berurutan. Berdasarkan temuan tersebut, maka peneliti berinisiatif untuk melakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengurangi kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari pembagian. Dan pemecahan masalah yang dilaksanakan oleh peneliti adalah dengan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran pembagian. 2. Perumusan Masalah

Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: apakah metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SD Negeri 3 Kayuara dalam mata pelajaran Matematika materi pembagian?

3. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika materi pembagian pada siswa kelas II SD Negeri 3 Kayuara Kabupaten Musi Banyuasin melalui penggunaan metode demonstrasi.

4. Manfaat Hasil Penelitian

a. Bagi siswa: siswa dapat memahami konsep dasar pembagian, dapat mengembangkan pengetahuan, dan membuka cakrawal berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah secara luas dengan alat bantu Matematika.

b. Bagi guru: guru menjadi tahu teknik- teknik yang dapat dilaksanakan dalam pembelajaran supaya pembelajaran dapat berhasil dengan baik.

c. Bagi sekolah: tercapainya standarisasi pembelajaran khususnya kelas yang dijadikan subjek penelitian.

B. Tinjauan Pustaka 1. Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Sudjana (2009:3) mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, efektif dan psikomotorik. Dimyati dan Mudjiono (2006:3-4) juga menyebutkan hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru,tindak belajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil

belajar merupakan berakhirnya pengajaran dari puncak proses belajar.

Bloom (dalam Dimyati dan mudjiono, 2006:26–12) menyebutkan ada 6 Jenis perilaku ranah kognitif sebagai berikut:

a. Pengetahuan, mencapai kemampuan ingatan tentang hal yang telah dipelajari dan tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan itu berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian kaidah, teori, prinsip, atau metode.

b. Pemahaman , mencakup kemampuan menangkap arti dan makna tentang hal yang dipelajari.

c. Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan metode dan kaidah untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru. Misalnya, menggunakan prinsip.

d. Analisis, mencakup kemampuan merinci suatu kesatuan ke dalam bagian – bagian sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami dengan baik. Misalnya mengurangi masalah menjadi bagian yang telah kecil.

e. Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru. Misalnya kemampuan menyusun suatu program. f. Evaluali, mencakup kemampuan

membentuk pendapat tentang beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu. Misalnya, kemampuan menilai hasil ulangan.

2. Materi Pembagian

Menurut Sutrisno dalam Buku Matematika Kelas II, Terampil Berhitung Matematika untuk SD Kelas II, dijelaskan bahwa pembagian adalah pengurangan berulang. Menurut Buku Referensi, Pembagian yang Mempesona Karangan Lynette Long disebutkan bahwa pembagian adalah proses membagi sesuatu menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok mempunyai nilai yang sama. Pembagian juga merupakan pengurangan berulang adalah proses yang pengerjaannya dilakukan dengan berulang kali mengurangi bilangan yang dibagi dengan bilangan pembagi sampai memperoleh 0. Selain itu menurut Long, pembagian sebagai kebalikan perkalian yang berarti perkalian merupakan penjumlahan yang berulang, sedangkan pembagian merupakan pengurangan berulang. Pembagian adalah konsep matematika utama yang seharusnya dipelajari oleh anak-anak setelah mereka mempelajari operasi penambahan, pengurangan dan perkalian. Pembagian adalah pengurangan berulang.

Zunaini | Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Pembagian

52 | ISSN : 2459-9743

contohnya 12: 4 artinya 12-4-4-4 = 0 maka

hasilnya 12: 4 = 3.

3. Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan. Dengan metode demonstrasi, proses pernerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Siswa juga dapat mengamati dan memperhatikan apa yang diperlihatkan selama pelajaran berlangsung.

Metode demonstrasi baik digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal–hal yang berhubungan dengan proses mengatur sesuatu, proses membuat sesuatu, proses bekerjanya sesuatu, proses mengerjakan atau menggunakannya, komponen-komponen yang membentuk sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain, dan untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu.

C. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. Hasil Penelitian

a. Siklus 1

1) Perencanaan

Pada siklus I ini peneliti memberikan tindakan berupa:

a) Peneliti melakukan 3 kali pertemuan dalam siklus I b) Sebelum pelaksanaan

pembelajaran, peneliti bersama kolaborator membuat rencana pembelajaran matematika sebagai berikut:

(1) Materi perkalian pada pertemuan I

(2) Materi pembagian pada pertemuan II

(3) Materi operasi hitung pada pertemuan III

c) Selama pelaksanaan

pembelajaran, peneliti diamati oleh 2 orang kolabulator. d) Waktu pembelajaran selama 2 x

35 menit.

2) Pelaksanaan/ Tindakan

Pada pertemuan pertama peneliti memberikan pembelajaran dengan materi perkalian. Pada pertemuan ini peneliti melaksanakan pembelajaran

sesuai dengan pelaksanaan pembelajran yang telah dibuat. Selama pembelajaran peneliti diamati oleh dua orang kolaborator. Kegiatan yang telah dilakukan siswa dan peneliti ditulis dalam bentuk terstruktur yang telah dibuat bersama-sama. Pada pertemuan kedua, peneliti membarikan pembelajaran dengan materi pembagian siswa membuat sola dengan media dan alat pemeblajaran yang telahdisediakan. Apabila siswa meras kesulitan, peneliti selaku pemberi materi langsung memberikan bimbingan secara individual.

Pada pertemuan ketiga, pembelajran dilaksanakn dengan materi operasi hitung campuran pada peremuan ketiga ini, peneliti memberikan evaluasi siklus kepada masing- masing siswa. Hasil pengamatan dan evalusi siklus I ini akan dijadikan bahan reflksi peneliti untuk menentukan langkah selanjutnya. 3) Pengamatan

Pengamatan dilaksanakan selama evaluasi siklus berlangsung. Pengamatan ini dibantu oleh teman sejawat. Data tentang keberhasilan siswa atau aktivitas siswa dalam pembelajaran diperoleh dari lembar observasi aktivitas belajar siswa. Setelah dilaksanakan pembelajaran siklus I diperoleh data pada tabel 1:

Tabel 1

Aktifitas Belajar Siswa

4) Refleksi

Pada siklus I ini sebanyak 2 orang siswa mendapat nilai 70, 3 siswa mendapat nilai 60, dan 7 orang siswa mendapat nilai 50. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pemberian tindakan pembelajaran matematika dengan menggunakan metode demonstrasi belum dapat

ISSN : 2459-9743 | 53