• Tidak ada hasil yang ditemukan

pada Siswa Kelas VI.B SD Negeri 1 Sekayu Taftazan

36 | ISSN : 2459-9743

Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar

dalam Mata Pelajaran IPA Materi Tata Surya

Melalui Penggunaan Alat Peraga Model Tata Surya

pada Siswa Kelas VI.B SD Negeri 1 Sekayu

Taftazani

Guru SD Negeri 1 Sekayu, Kab. Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan Diterima: 29 Mei 2015 Disetujui: 12 Juni 2015

ABSTRAK

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA materi tata surya di SD Negeri 1 Sekayu. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Sekayu Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI.B SD Negeri 1 Sekayu. Penelitian yang terdiri atas 2 siklus ini menggunakan teknik pengumpulan observasi dan tes. Dari pelaksanaan penelitian diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan ketuntasan belajar siswa dari sebesar 57% pada siklus I menjadi 89% pada siklus II. Dari data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga model tata surya efektif meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA materi tata surya.

Kata kunci : aktivitas belajar, hasil belajar, alat peraga model tata surya

A. Pendahuluan 1. Latar Belakang

Mata pelajaran Iilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah salah satu mata pelajaran penting yang diajarkkan di bangku Sekolah Dasar (SD). Mengingat pentingnya pembelajaran IPA bagi siswa sekolah dasar maka diperlukan cara-cara yang efektif dan efesien dalam proses pembelajaran sehingga nantinya diperoleh hasil yang memuaskan. Agar pembelajaran tersebut berjalan efektif dan efesien, guru perlu mengupayakan penggunaan media atau alat peraga yang kongkrit yang dapat melibatkan siswa. Hal ini sesuai dengan Permen Diknas No. 41/2007 tentang Standar Proses, yang

berbunyi: standar proses mencakup

perencanaan proses pembelajaran,

pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, pembelajaran yang efektif dan efisien.

Untuk mengetahui tercapainya

pembelajaran yang diharapkan dapat dilakukan upaya berupa evaluasi baik proses maupun hasil belajar siswa, penilaian tersebut dapat melalui proses maupun test. Dari hasil test dapat menggambarkan apakah pembelajaran tersebut telah menunjukan keberhasilan atau belum. Sesuai dengan Permen Diknas No 20/2007 tentang Standar Penilaian, yang berbunyi: penilaian hasil belajar peserta didik

pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan berdasarkan standar penilaian.

Tujuan pembelajaran yang telah

ditetapkan guru telah tercapai jika siswa memiliki aktivitas yang baik. Sebaliknya jika tidak ada atau kurangnya aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA maka akan mengakibatkan tujuan pembelajaran IPA tidak berhasil dan prestasi belajar siswa berpotensi untuk menurun.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: apakah penggunaan alat peraga model tata surya dapat meninggkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA materi tata surya?

3. Tujuan Penelitian

Untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA materi tata surya di SD Negeri 1 Sekayu.

4. Manfaat Penelitian

a. Untuk guru: guru dapat mengoptimalkan

aktivitas siswa dalam proses

pembelajaran tentang tata surya di kelas VI B di SD Negeri 1 Sekayu.

ISSN : 2459-9743 | 37

b. Bagi siswa: siswa dapat meningkatkan aktivitas dan minat siswa terutama dalam pembelajaran IPA.

c. Bagi Sekolah: mengoptimalkan

penggunaan alat peraga yang sesuai dengan konsep pembelajaran di SD Negeri 1 Sekayu.

B. Kajian Teori 1. Hasil Belajar

Menurut Nasution S (2000:89), aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat jasmani atau rohani. Dalam peroses pelajaran kedua aktivitas tersebut harus selalu terkait agar dapat tercipta suatu pembelajaran yang optimal. Dalam peroses pembelajaran aktivitas

siswa sangat diperlukan karena akan

bepengaruh terhadap hasil yang aka di capai.

2. Tata Surya

Tata surya adalah matahari beserta planet-planet yang membentuk gugusan. Adapun anggota tata surya adalah Matahari, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Matahari sebagai pusta tata surya, planet berputar mengelilingi matahari dengan jalur edar yang tetap. Jalur peredaran planet ini disebut orbit. Orbit planet berbentuk eplips dan bidang orbitnya disebut eliptika. Jarak planet dari matahari tidak selalu sama. Ada kalanya planet dekat dengan matahari, tetapi ada kalanya jauh dengan matahari.

Semua planet bergerak dalam orbit yang saling sejajar sehingga tidak akan saling berpotongan. Arah peredaran planet-planet dalam tata surya berlawanan dengan arah jarum jam. Peredaran planet mengelilingi matahari disebut revolusi. Waktu yang dibutuhkan planet untuk melakukan satu kali revolusi disebut kala revolusi. Semakin jauh letak planet dari matahari semakin lama kala revolusinya.

Orbit planet yang sudah tetap dipengaruhi oleh gaya gravitasi matahari, antara matahari dan planet terjadi gaya tarik-menarik. Adanya gaya gravitasi menyebabkan planet tetap mengelilingi matahari.

3. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori di atas maka dapat dikemukakan hipotesis tindakan sebagai berikut: penggunaan alat peraga model tata surya dapat meningkatkana aktivitas dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA materi tata surya.

C. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. Hasil Penelitian

a. Siklus I

Hasil pengolahan data siklus I

berdasarkan hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa dan hasil evaluasi yang dilakukan dalam pembelajaran IPA di kelas VI.B SD Negeri 1 Sekayu Kecamatan Sekayu, dapat dijelaskan dengan tabel 1 berikut:

Tabel 1

Hasil Belajar Siswa pada Siklus I

Berdasarkan tabel pada siklus I diatas terlihat bahwa prosentase siswa yang terlibat aktif hanya 12 Siswa (57%) dan belum aktif berjumlah 16 siswa (43%). Persentase keaktifan siswa siklus I pada peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam mata pelaharan IPA materi tata surya dengan alat peraga model tata surya di kelas VI.B SD Negeri 1 Sekayu dapat dijelaskan dengan grafik 1 berikut:

Grafik 1

Prosentase Keaktifan Siswa Pada Siklus I

Hal ini berarti bahwa aktivitas siswa kelas VI.B Sekolah Dasar Negeri 1 Sekayu belum mencapai ketuntasan dan dapat dilakukan perbaikan pada siklus II.

Taftazani | Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar dalam Mata Pelajaran IPA

38 | ISSN : 2459-9743

b. Siklus II

Hasil pengolahan data siklus II

berdasarkan hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa dan hasil evaluasi yang dilakukan dalam pembelajaran IPA di kelas VI.B SD Negeri 1 Sekayu Kecamatan Sekayu, dapat dijelaskan dengan tabel 2 berikut:

Tabel 2

Hasil Belajar Siswa pada Siklus II

Berdasarkan tabel pada siklus II diatas terlihat bahwa prosentase siswa yang terlibat aktif mencapai 25 Siswa (89%) dan belum aktif berjumlah 3 siswa (11%). Persentase keaktifan siswa pada siklus II telah mengalami peningkatan dalam Peningkatan Aktivitas dan Hasil belajar Siswa Konsep IPA Tentang Tata Surya Dengan Alat Peraga Model Tata Surya di Kelas VI.B SD Negeri 1 Sekayu dapat dijelaskan dengan grafik 2 berikut:

Grafik 2

Persentasi Keaktifan Siswa Pada Siklus II

2. Pembahasan Dari Setiap Siklus

Hasil evaluasi yang dilakukan guru pada siklus pertama dan siklus kedua tersaji dalam tabel berikut .

Tabel 3

Nilai Rerata Ketuntasan Per-Siklus

Berdasarkan data dari tabel di atas, terlihat bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA menunjukkan adanya peningkatan dari satu siklus 1 dan siklus II. Persentase keaktifan siswa siklus I pada Peningkatan Aktifitas dan Hasil belajar Siswa Konsep IPA Tentang Tata Surya Dengan Alat Peraga Model Tata Surya di Kelas VI.B SD Negeri 1 Sekayu pada siklus I diatas terlihat bahwa prosentase siswa yang terlibat aktif hanya 12 Siswa (57%) dan belum aktif berjumlah 16 siswa (43%).Pada siklus II terlihat bahwa prosentase siswa yang terlibat aktif mencapai 25 Siswa (89%) dan belum aktif berjumlah 3 siswa (11%).

Peningkatan ketuntasan belajar siswa dari Siklus I dan Siklus II dapat dilihat lebih jelas pada grafik 3 berikut:

Grafik 3

Perbandingan Presentase Keaktifan Siswa Pada Siklus I dan Siklus II

Dari dari diagram diatas peningkatan ketuntasan belajar siswa kelas VI.B Sekolah Dasar Negeri 1 Sekayu Kecamatan Sekayu dalam siklus pertama dan siklus kedua. Berdasarkan evaluasi hasil pembelajaran, sebelum perbaikan pembelajaran tampak jelas secara rinci jumla siswa yang memperoleh nilai pada tabel hasil perbaikan pembelajaran dari hasil observasi dan diskusi dengan teman sejawat serta pembimbing pembelajaran sudah menunjukkan kemajuan.

Sebelum perbaikan pemelajaran IPA yang terjadi dalam pembelajaran adalah guru tidak banyak melibatkan siswa saat memerikan contoh kongrit dari materi pembelajaran dengan alasan kekurangan waktu. Maka proses pembelajaran berikutnya perbaikan sesuai dengan analisis pemasalahn. Proses perbaikan

ISSN : 2459-9743 | 39

pembelajaran ini dilakukan dengan PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus.

Pada pembelajaran siklus pertama

dilakukan perbaikan dengan menggunakan metode pengamatan, diskusi dan tanya jawab langsung dalam pemecahan masalah, hasil observasi dan hasil evaluasi pada siklus pertama menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar dan hasil pembelajaran. Hal ini dapat diketahui dengan adanya peningkatan pada jumlah siswa yang terlibat dalam pembelajaran.

Hasil observasi terdapat pembelajaran siklus I diperoleh termuan bahwa siswa belum dapat menjelaskan menyelesaikan soal yang berkaitan dengan Susunan Tanah Surya.

Motivasi siswa pun dalam mengikuti

pembelajaran masih rendah. Pada siklus II, dengan metode pengamatan alat peraga berupa planetarium, keterlibatan siswa secara aktif meningkat, Berdasarkan hasil observasi terdapat temuan bahwa siswa telah mampu menyebutkan dan mengurutkan nama-nama planet secara berurutan.

D. Kesimpulan

Dari hasil penelitian di atas amaka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran maka akan semakin tinggi pula penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran yang pada akhirnya akan meningkatkan ketuntasan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Hal ini terbukti dari peran aktif siswa siklus I yang-

belum diterapkan media alat peraga model tata surya.

Pada siklus pertama nilai hasil belajar (57%), diadakan perbaikan siklus kedua nilai hasil belajar meningkat menjadi (89%). Hal ini berarti setelah siklus kedua ketuntasan belajar siswa kelas VI.b Sekolah Dasar 1 Sekayu sudah tuntas, karena ketuntasan belajar siswa minimal 75% dari jumlah siswa. Nilai ketuntasan ini melalui rapat dewan guru SD Negeri 1 Sekayu.

Berdasarkan hasil dan pembahasan serta penelitian ini, maka dapat di simpulkan hal-hal sebagai berikut:

1. Dengan metode diskusi dan tanya jawab adanya peningkatkan siswa bersemangat mengikuti proses pembelajaran.

2. Dengan alat peraga gambar dan

planetarium peningkatan siswa mencapai 89%.

Dari nilai tes dapat dilihat adanya peningkatan peserta didik di Kelas VI.B SD Negeri 1 Sekayu Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin.

Daftar Pustaka

Depdiknas. 2003. Dasar-dasar Didektik dan Penerapannya dalam Pembelajaran. Jakarta: Pustaka Ilmu

Depdiknas. 2006. Kurikulum Berbasis

Kompetensi. Jakarta: Erlangga

Nasution, S. 2000. Aktivitas Belajar adalah Aktivitas yang bersifat jasmani atau rohani.

Nurdilah | Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Pecahan

40 | ISSN : 2459-9743