1Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan
pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus? 2Atau tidak tahukah kamu,
bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan
kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti? 3Tidak tahukah
kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup
kita sehari-hari. 4Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu
menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat? 5Hal ini kukatakan untuk
memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus
perkara-perkara dari saudara-saudaranya? 6Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang
lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya? 6:1
NASB "suatu kasus"
NKJV "suatu hal"
NRSV "suatu keluhan"
TEV "berselisih"
NJB "suatu keluhan"
Ini digunakan dalam papirus bahasa Yunani Koine yang ditemukan di Mesir untuk (1) "suatu tindakan" atau "suatu perbuatan", (2) "suatu gugatan"; (3) "masalah" atau "kesulitan"; (4) "bisnis" atau "perdagangan" (lih. Moulton dan Milligan, Kosakata dari Perjanjian Baru Yunani, hal 532). Nomor dua paling cocok dengan konteks ini. Kita tahu dari dokumen Athena bahwa orang Yunani secara kultural cenderung suka berperkara. Hal yang sama, sampai batas tertentu, berlaku untuk orang Romawi. Korintus pada zaman Paulus bukanlah orang Yunani, tetapi Romawi (lihat Bruce W. Winter, Setelah Paulus meninggalkan Korintus, Eerdmans, 2001).
101
NASB "sesamanya"
NKJV, NRSV,
NJB "orang lain"
TEV "orang Kristen lainnya"
Ini secara harfiah adalah heteros (lih. 10:24; 14:17; Gal 6:4). Dalam bahasa Yunani klasik ada perbedaan antara alla (yaitu lain dari jenis yang sama) dan heteros (yaitu, yang lain dari jenis yang berbeda). Perbedaan ini dalam bahasa Yunani Koine (seperti halnya banyak dari perbedaan dan penggunaan tata bahasa Yunani Klasik) memudar. Konteks ini adalah contoh yang baik. Penggunaan heteros di sini, yang mengacu pada sesama orang percaya, adalah sejajar dengan Rom 13:8. Dalam Rom 2:1 istilah ini memiliki makna yang lebih luas, mungkin tetangga, sesama warga negara, atau orang Yahudi. Penentu secara kontekstual untuk konotasi dalam ayat ini adalah frasa "di hadapan orang-orang kudus." Seorang sesama yang terhilang mungkin akan tidak setuju untuk menghadap pengadilan gereja (lih. Mat 18:17; Yak 2:1-4) dalam suatu perselisihan dengan orang beriman.
Sangatlah mungkin bahwa Paulus memiliki perbedaan dua tingkat. Adalah suatu masalah bagi seorang percaya yang melawan orang kafir untuk pergi menghadap pengadilan kafir. Bahkan lebih buruk bagi seorang percaya untuk mengajukan orang percaya lain ke hadapan pengadilan kafir. Saya lebih suka penafsiran bahwa "sesama" dalam ayat 1 juga berarti "mitra perjanjian" atau "sesama orang percaya."
"berani" Istilah Yunani ini (yaitu, tolmaō) digunakan beberapa kali dalam surat-surat Korintus dalam arti "untuk menganggap" atau "untuk menjamin keberanian" (lih. 6:1; II Kor 6:2,10.; 11:21; dan Rom 5:7; 15:15,18; Yudas 9).
NASB, NKJV "mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar,"
NRSV "untuk membawanya ke pengadilan di hadapan orang tidak benar"
TEV "pergi ke hadapan hakim kafir"
NJB "untuk mencari pertimbangan dari orang-orang berdosa"
Paulus tidak khawatir tentang orang percaya yang akan diperlakukan tidak adil, tapi tentang mengungkapkan masalah-masalah Orang Kristen di hadapan orang-orang kafir. Roh adalah kunci untuk hubungan antar pribadi di dalam gereja, bukannya hukum kafir. Penginjilan adalah lebih penting daripada keadilan pribadi!
6:2 "tidak tahukah kamu," Lihat catatan pada 5:6.
"orang-orang kudus" Kata "Orang Kudus" (hogioi) berasal dari istilah PL "kudus," (kadosh) yang berarti "dipisahkan untuk pelayanan Allah" (lih. Kel 19:6; Ul 7:6; I Kor 1:2; II Kor 1:1; Rom 1:1; Ef 1:1; Fil 1:1; Kol 1:2). Istilah ini selalu JAMAK dalam PB kecuali satu kali di Filipi (4:21), tetapi bahkan di sana, digunakan untuk kebersamaan. Diselamatkan adalah menjadi bagian dari komunitas perjanjian iman, keluarga orang percaya. Lihat Topik Khusus: Orang Kudus pada 1:2.
Umat Allah adalah kudus karena kebenaran yang diperhitungkan oleh Yesus (yaitu, pernyataan INDICATIVE, lih Rom 4; II Kor 5:21). Adalah kehendak Allah bahwa mereka hidup kudus (yaitu, perintah IMPERATIVE, lih Ef 1:4; 4:1; 5:27; Kol 1:22; 3:12). Orang-orang percaya dinyatakan kudus (pengudusan posisional) dan juga dipanggil untuk kekudusan gaya hidup (pengudusan progresif). Pembenaran dan pengudusan harus dipegang bersama-sama! Lihat Topik Khusus: Pengudusan di 1:2.
"akan menghakimi dunia" Meskipun Yesus telah menyebutkan secara khusus bahwa para Rasul akan bertindak sebagai hakim, perpanjangan logis dari kebenaran itu adalah bahwa orang-orang kudus juga akan menghakimi (lih. Dan 7:22,27; Mat 19:28, Luk 22:28-30, Wah 2:26, 3:21, 20:4). Kapan dan bagaimananya adalah pertanyaan-pertanyaan yang sulit.
"Jika" Ini adalah sebuah KALIMAT FIRST CLASS CONDITIONAL, yang mengasumsikan bahwa orang-orang kudus akan berpartisipasi sebagai hakim di akhir zaman peristiwa.
102
NASB "tidakkah kamu sanggup untuk membentuk pengadilan yang terkecil"
NKJV "tidakkah kamu layak untuk menghakimi hal-hal yang terkecil"
NRSV "tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti"
TEV "tidakkah kamu mampu menghakimi hal-hal kecil"
NJB "tidakkah kamu sanggup untuk kasus-kasus kecil"
Ini adalah sarkasme yang menggigit yang diarahkan kepada mereka yang mengaku memiliki hikmat yang unggul! Istilah yang sama ini (yaitu, anaxios) digunakan untuk perilaku yang tidak tepat dari gereja-gereja Korintus pada Perjamuan Tuhan (lih. 11:27,29). Orang percaya yang tidak dewasa, yang mengaku begitu banyak memiliki wawasan rohani yang khusus ini, pada kenyataannya tidak tahu bagaimana untuk mengevaluasi dengan benar atau bertindak secara benar!
Istilah "terkecil" adalah bentuk superlatif dari mikros. Paulus menggunakan kata ini sebelumnya di dalam 4:3. Penggunaannya mempertinggi sarkasme tersebut.
6:3 "Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat" Tata bahasa ini mengharapkan
jawaban"ya." Orang percaya merupakan tatanan rohani yang lebih tinggi daripada malaikat. Sulitlah bagi orang percaya, yang terjebak dalam dunia yang jatuh ini, untuk menyadari status kerohanian kita yang sebenarnya (lih. 13:12). Malaikat diciptakan sebagai hamba Allah dan hamba manusia yang ditebus (lih. Ibr 1:14). Umat manusialah yang diciptakan dalam gambar dan rupa Allah (lih. Kej 1:26-27), bukan malaikat. Untuk umat manusialah Yesus memberikan nyawa-Nya, bukan untuk malaikat (lih. Ibr 2:14-16). Orang-orang percaya suatu hari nanti akan menghakimi para malaikat (yaitu, para malaikat pemberontak, lih Kej 6; Mat 25:41; II Pet 2:4-9; Yudas 6 atau semua malaikat sebagai suatu metafora tentang dominasi universal, Dan 7:22, 27).
Menurut teologia kerabbian para malaikat selalu cemburu pada kasih, pemeliharaan, dan penyediaan Allah untuk kemanusiaan yang jatuh. Literatur apokaliptik Yahudi bahkan menegaskan bahwa pemberontakan Setan itu berhubungan dengan perintah Allah untuk melayani ras Adam.
"Jadi apa lagi" Ini mencerminkan sebuah ENKLITIC PARTICLE yang kuat (yaitu, ge), yang digunakan untuk menunjukkan penekanan (lih. karya Moulton Leksikon Analitis, Edisi Revisi, hal. 75). Kontras yang sinis jelas terlihat.
6:4 "jika" Ini adalah sebuah KALIMAT THIRD CLASS CONDITIONAL, yang berarti tindakan potensial.
"kamu menyerahkan" Ada beberapa kemungkinan cara menerjemahkan frasa ini. Teori-teorinya adalah 1. INDICATIVE (sebuah pernyataan), "kamu mempersiapkan"
2. INTEROGATIVE (pertanyaan), "apakah kamu mempersiapkan?" 3. EXCLAMATION (lih. NJB, NIV), "kamu mempersiapkan!" 4. IMPERATIVE (perintah), "persiapkanlah"
Intinya adalah bahwa paling tidak orang Kristen harus dapat menghakimi hal-hal duniawi yang sederhana dan biasa. Mencoba untuk lebih banyak menjelaskan pilihannya, ada dua cara untuk melihat naskah ini: (1) ini merujuk pada hakim-hakim kafir atau (2) ini merujuk pada anggota yang paling tidak berarti dari jemaat. Jika demikian, ini adalah kelanjutan dari sarkasme.
NASB, NJB "yang tidak diperhitungkan"
NKJV "mereka yang tidak berarti"
NRSV, TEV "mereka yang tidak memiliki kedudukan"
Istilah ini (yaitu, exoutheneō, PERFECT PASSIVE PARTICIPLE) digunakan oleh Paulus dalam 1:28 untuk menunjukkan bahwa Allah menggunakan "hal-hal yang rendah," "orang hina," "hal-hal yang tidak berarti" untuk memalukan hikmat dunia sehingga Tuhan sendiri yang akan menerima kemuliaan. Di sini tampaknya ini menyiratkan orang-orang di gereja tanpa status atau keterampilan kepemimpinan. Yang terkecil dari umat Allah justru lebih memadai, karena hikmat dan Roh Allah, untuk menangani masalah daripada hakim sekuler berpendidikan dan berpengalaman terbaik yang tidak percaya.
103
6:5 "Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu" Paulus sering menggunakan kata ini (lih. 4:14; 6:5; 15:34; II
Tes 3:14; Titus 2:8). Mempermalukan adalah salah satu alat Roh Kudus untuk membawa penyadaran dan memungkinkan tindakan dan sikap kebenaran dan dapat dipercaya untuk berkembang. Ayat ini melanjutkan sarkasme yang menggigit tersebut.
"Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat," Ini adalah sarkasme menggigit untuk gereja yang sombong secara intelektual ini. Ini merupakan pertanyaan negatif ganda yang tegas, yang mengharapkan jawaban "ya". Lihat catatan pada 4:7.
6:6 "justru pada orang-orang yang tidak percaya" Tidak ada ARTICLE pada kata ini, oleh karena itu,
penekanannya adalah pada kualitas duniawi "kafir" dari para hakim tersebut.