1Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata
yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. 2Sebab aku telah
memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang
disalibkan. 3Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. 4Baik
perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan,
tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, 5supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia,
tetapi pada kekuatan Allah.
2:1 "saudara-saudara" Sebutan untuk orang-orang percaya ini sering digunakan oleh Paulus, secara sadar atau
tidak sadar, untuk menunjukkan langkah berikutnya dalam penyajian dari kebenaran atau penyajian dari sebuah kebenaran baru (lih. 2:1; 3:1; 4: 6; 7:24; 10:1; 11:33; 12:1; 14:6, 20, 35; 15:1, 31, 50, 58; 16:15). Istilah ini akan menggambarkan pria dan wanita dari gereja Korintus.
NASB "aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat"
NKJV "tidak datang dengan kata-kata yang sangat bagus atau dengan hikmat"
NRSV "aku tidak datang untuk memberitakan... dalam kata-kata yang tinggi atau hikmat"
TEV "aku tidak menggunakan kata-kata panjang dan belajar yang hebat"
NJB "aku tidak datang dengan kecemerlangan pidato atau argumen yang bijaksana"
Paulus mengungkapkan perbedaan antara dirinya (yaitu, Paulus di Korintus, lih. Kis 18:1-18) dengan beberapa orang Korintus yang menganut ajaran palsu yang menekankan secara berlebihan pengetahuan dan retoris, yang kemudian menjadi pemimpin-pemimpin gereja. Apolos lah, bukan Paulus, yang merupakan ahli seni berpidato dan mereka menginginkan Paulus untuk meniru gaya berbicaranya di depan publik (lihat Bruce W. Winter, Philo dan
49
NASB, NKJV "kesaksian Allah"
NRSV, NJB "misteri Allah"
TEV "rahasia kebenaran Allah"
Ada sebuah variasi naskah Yunani di sini. Istilah Yunani musterion (misteri) muncul dalam MSS P46, *
, A, dan C. Kata marturion (kesaksian) muncul dalam manuskrip kuno 2, B, C, D. Jika ini adalah "misteri," konsep ini dijelaskan di 2:7; Ef 2:11-3:13; dan Kol 1:26-27, yang merupakan gabungan dari orang-orang Yahudi dan Yunani melalui Kristus dalam satu keluarga (yaitu, gereja). Jika ini adalah "kesaksian," ini menghubungkan kembali ke 1:6, yang akan identik dengan"Injil." UBS4 memberikan "misteri" rating B (yaitu, hampir pasti).
Istilah "misteri" sering digunakan dalam papirus Koine abad pertama yang ditemukan di Mesir dalam rujukan kepada pengetahuan rahasia baru yang tersedia hanya untuk suatu kelompok yang khusus (yaitu, agama-agama misteri). Paulus mengambil istilah teknis ini dan menggunakannya dalam hubungan dengan mereka yang memiliki Roh (yaitu, orang percaya) dan mereka yang tidak. Tidak ada perbedaan pada saat ini dalam presentasi Paulus di antara orang percaya (lih. 3:1). Semua dianggap "dewasa" (lih. 2:6).
4. Huperekperissou, lebih dari segala ukuran, Ef 3:20; I Tes 3:10; 5:13
5. Huperlian, derajat tertinggi atau yang terbaik, II Kor 11:5; 12:11
6. Huperochē, menonjol, berkualitas terbaik, I Kor 2:1; I Tim 2:2
7. Huperperisseuō, to super asangat berlimpah, Rom 5:20 (MIDDLE VOICE, terpenuhi secara berlimpah, tumpah ruah, II Kor 7:4)
C. Kata-kata yang digunakan oleh Paulus dan jarang dipakai oleh penulis PB lain. 1. Huperanō, jauh di atas, Ef 1:21; 4:10; dan Ibr. 9:5)
2. Huperechō, kualitas tertinggi, terbaik, Rom 13:1; Flp 2:3; 3:8; 4:7; I Pet 2:13
3.
Huperēphanos, berlagak /angkuh, Rom 1:30; II Tim 3:2 and Luk 1:51; Yak 4:6; I Pet5:5.
Paulus adalah orang yang memiliki hasrat yang besar; ketika segala sesuatu dan orang-orang dalam keadaan baik, mereka sangat baik danketika mereka menjadi buruk, mereka sangat buruk. PREPOSISI ini mengijinkannya untuk menyatakan perasaannya yang paling dalam tentang dosa, diri sendiri, dan Kristus dan Injil.
50
2:2 "aku" Dalam ayat 1-5 Paulus tampaknya membandingkan dirinya sendiri dengan
1. presentasi Injil nya sebelumnya di Athena di mana ia menggunakan logika Yunani, bahkan mengutip penyair mereka (yaitu, pertama kali diusulkan oleh Origen, lih. Kis 17:16-34)
2. presentasi Injilnya versus orang-orang di Korintus yang berbicara dengan hikmat manusia dan retorika manusia tentang hal-hal rohani
"Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan" Ini adalah sebuah PERFECT PASSIVE PARTICIPLE (lih. 1:23). Ada dua aspek teologis yang terungkap dalam PARTICIPLE ini:
1. PERFECT TENSE nya mengungkapkan bahwa Yesus tetap menjadi Yang Disalibkan. Ketika kita melihat-Nya, Dia akan tetap memiliki bekas luka. Bekas-bekas luka tersebut telah menjadi lencana kemuliaan-Nya (lihat catatan pada 1:23).
2. PASSIVE VOICE nyamengungkapkan bahwa kematian Yesus adalah
a. dilakukan oleh Bapa dan merupakan rencana kekal-Nya (lih. Kis 2:23; 3:18; 4:28; 13:29) untuk penebusan (lih. Yes 53:10).
b. oleh dosa dan pemberontakan manusia yang menuntut pengorbanan (lih. Rom 5:14-15,18-19)
Berita tentang kematian Kristus atas nama manusia ini adalah berita utama dari teologia Paulus. Konsep Mesias yang menderita dan sekarat adalah asing bagi pemikiran Yahudi tradisional. Aspek Injil ini pasti pada awalnya telah menyulitkan Paulus. Bagaimana mungkin Yang diurapi oleh YHWH akan dikutuk oleh Allah (lih. Ul 21:23). Namun, ini adalah bagian dari wahyu PL (lih. Kej 3:15; Maz 22, Yes 53; Zak 12:10). Yesus, Anak Allah yang tak berdosa, mati menggantikan kita (lih.Rom 5:18-19; II Kor 5:21). Dia menjadi kutuk bagi kita (lih. Gal 3:13). Kristus yang disalibkan bagi semua orang adalah misteri yang tersembunyi Allah (lih. Kol 1:26-28; 2:2-4).
2:3 "Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar" Ini mungkin
merupakan singgungan kepada Kel 15:16 dalam LXX. Paulus menunjukkan kepada kita kekurangan-Nya. 1. ia takut karena perlakuan kasar di Filipi, Tesalonika, dan Berea (Kis 16-17)
2. dia kecewa pada hasil dan mungkin metodologinya yang digunakan di Athena (yaitu, pandangan Origenes dari Kisah Para Rasul 17:22-34)
3. masalah fisik, mungkin masalah mata, memberikan kesulitan yang besar padanya (lih. II Kor 12:7-9) 4. kurangnya iman Paulus dan kekecewaannya sementara ada di Korintus
Kristus harus muncul beberapa kali kepada Paulus untuk mendorongnya (lih. Kis 18:9-10; 23:11; 27:23). Kata-kata dan kondisi fisiknya bukanlah yang menyebabkan orang berpaling kepada iman di dalam Kristus, namun daya tarik Injil dan kuasa Roh Kudus (lih. ay 4; 1:17; II Kor 10:10).
Sangatlah membantu bagi saya sebagai pelayan Yesus Kristus untuk menyadari bahwa 1. Yesus mempunyai sendiri saat-saat yang mengecilkan hati (yaitu, Getsemani) 2. Rasul sering tidak sepenuhnya memahami ajaran-ajaran Yesus
3. Paulus merasa takut dan lemah.
Kita harus selalu mengakui kelemahan daging namun juga kekuatan luar biasa dari Injil dan kehadiran Roh! Karakter dan ketentuan Allah dibesarkan melalui kelemahan manusia (lih. 1:26-29; II Kor 12).
Kelemahan Paulus adalah hal-hal yang digunakan oleh palsu guru dalam II Kor. 10-13 sebagai dasar menyerang Paulus. Mereka membesarkan kekuatan mereka (yaitu, pendidikan, posisi sosial, karunia rohani, kemampuan berbicara). Tampaknya tulisan-tulisan Paulus disusun secara lebih retoris (yaitu, II Kor 10-13) dan kuat daripada berita lisannya. Lihat Topik Khusus: Kelemahan di II Kor 12:9.
2:4
NASB "tidak dalam kata-kata himat yang meyakinkan"
NKJV "tidak dengan kata-kata meyakinkan dari hikmat manusia"
NRSV "tidak dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan"
TEV "tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan,"
NJB "tidak dimaksudkan untuk meyakinkan dengan argumen filosofis"
Ada banyak variasi dari frasa ini dalam naskah Yunaninya.
1. Masalah pertama berhubungan dengan KATA SIFAT yang langka peithois (lih. MSS P46, , A, B, C, D), yang tidak ditemukan di tempat lain dalam Septuaginta, papirus Koine, atau PB.
2. Beberapa orang berpikir bahwa variasi ini disebabkan oleh juru-juru tulis yang tidak mengenal dengan baik KATA SIFAT ini. Mereka mungkin telah sedikit merubah bentuknya menjadi peithoi, yang berarti "bujukan."
51
3. Beberapa naskah Yunani menambahkan "bujukan manusia" (lih. 2:13 dan MSS 2
, A, C).
4. Dalam beberapa naskah kuno istilah "kata-kata" (yaitu, logois atau logos) hilang (lih. MSS P46, F, G dan naskah Yunani yang digunakan oleh Chrysostom).
Tampaknya yang terbaik dari konteks umumnya untuk menghubungkan frasa ini dengan penolakan Paulus terhadap retorika, logika, dan kebijaksanaan manusia (lih. 1:17; 2:1,13). Namun demikian, arti setepatnya dari kata
peithois masih tetap belum jelas (lihat NIDNTT, vol. 1, pp 588-593).
"tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh" Ini menunjuk pada perubahan hidup dari para petobat di Korintus. Hal ini juga bisa berhubungan dengan adanya tanda-tanda peneguhan yang sering terjadi saat pemberitaan Paulus tentang Injil (lih. Kis 13:11; 14:10; 16:18,28; 19:11-12; 20:10). Lihat catatan pada roh dengan huruf besar atau huruf kecil "r" di 2:11.
2:5 Bagi Paulus, satu-satunya pengharapan umat manusia adalah dalam kasih karunia Bapa, karya paripurna Anak,
dan kuasa Roh. Dengan kata lain, Tuhan sendirilah ang merupakan satu-satunya dasar untuk keselamatan. Wahyu Allah, bukan penemuan bukan manusia; hikmat Allah, bukan kefasihan atau logika manusia, adalah satu-satunya sumber kepercayaan diri.
Bagi Paulus, Injil Allah dan tanggapan perjanjian yang sesuai dari manusia yang jatuh (yaitu, pertobatan, iman, ketaatan, dan ketekunan) adalah kunci untuk hidup yang kekal.