Daftar dari keburukan dan kebaikan adalah lazim di PB. Sering mereka mencerminkan dadftar baik kerabian dan budaya (Helenistik). Daftat karakteristik yang kontras dalam PB dapat dilihat dalam:
Keburukan Kebaikan 1. Paulus Rom 1:28-32 --- Rom 13:13 Rom 2:9-21 I Kor 5:9-11 --- I Kor 6:10 I Kor 6:6-9 II Kor 12:20 II Kor 6:4-10 Gal 5:19-21 Gal 5:22-23 Ef 4:25-32 --- Ef 5:3-5 --- --- Flp 4:8-9 Kol 3:5,8 Kol 3:12-14 I Tim 1:9-10 --- I Tim 6:4-5 ---
II Tim 2:22a, 23 II Tim 2:22b,24
97
5:10 Surat Paulus telah disalahpahami. Paulus mendesak orang-orang percaya yang baru untuk menjauhkan diri
dari amoralitas. Namun demikian, beberapa menafsirkan ini sebagai "tidak pernah bergaul dengan." Paulus harus menjelaskan maksudnya. Orang percaya hidup di dunia yang sudah jatuh; maka mustahillah untuk tidak memiliki hubungan dengan orang-orang tidak bermoral (terutama jika kita menganggap serius Mat 28:19). Apa yang Paulus maksudkan adalah jangan biarkan orang-orang kafir aktif menjadi saudaramu seperjanjian, sesama anggota gereja, atau bahkan sahabat. Ini adalah sebuah PRESENT MIDDLE INFINITIVE dari istilah sunanamignumi, yang berarti "bercampur bersama" (lih. 5:9,11; II Tes 3:6,14). Ayat 10-11 memberikan gambaran yang jelas tentang latar belakang budaya gereja di Korintus.
5:11
NASB "orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara"
NKJV "siapa saja yang menamakan diri saudara"
NRSV "siapa saja yang menyandang nama saudara atau saudari"
TEV "orang yang menyebut dirinya orang beriman"
NJB "siapa saja yang menggunakan nama saudara"
Frasa ini adalah sebuah PRESENT PASSIVE PARTICIPLE, yang dihubungkan dengan dengan KALIMAT THIRD
CLASS CONDITIONAL. Hal ini merujuk pada seseorang yang mengakui nama Kristus (lih. Ef 5:3) Atau memanggil
nama Kristus (lih. Rom 10:9-13; Flp 2:11). Mengambil nama Kristus berarti mengambil karakter-Nya. Sangatlah jelas bahwa Paulus (seperti Yesus) percaya bahwa gaya hidup seseorang mengungkapkan diri sejati orang tersebut (lih. Mat 7:15-23). Pengakuan harus disesuaikan dengan pengetahuan tentang Injil, Roh yang berdiam, kepatuhan pribadi, dan ketekunan.
"seorang pemfitnah" Lihat catatan pada 4:12.
"Sekalipun… adalah" Ini adalah sebuah KALIMAT THIRD CLASS CONDITIONAL, yang berarti tindakan yang mungkin. Ada beberapa daftar dalam tulisan-tulisan Paulus tentang dosa-dosa daging (lih. Rom 1:29-37; I Kor 5:10-11; 6:9-10; II Kor 12:20; Gal 5:19-21; Ef 4:31; 5:3-4; Kol 3:5-9).
"dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama" Ini mungkin menunjuk pada Perjamuan Tuhan, tetapi bisa merujuk pada kontak sosial (lih. 10:27). Dalam budaya Romawi makan malam sering merupakan peluang untuk amoralitas.
5:12 Paulus dan gereja harus berurusan dengan para anggota (ay 12 mengharapkan jawaban "ya"), tetapi orang
percaya harus membiarkan Allah berurusan dengan non-anggota. Orang percaya tidak boleh menghakimi satu sama lain (lih. Mat 7:1 dst; Rom 14:1-15:13), namun
1. kita harus memeriksa buah masing-masing untuk posisi kepemimpinan (lih. 6:1-3; Matius 7) 2. kita harus menjalankan disiplin gereja ketika reputasi gereja ada dalam bahaya
Ini sering merupakan garis yang halus! Implikasinya Paulus menegaskan bahwa orang berdosa dari ay 1 harus ditempatkan dalam alam penghakiman Allah (yaitu, di luar gereja).
Orang bertanya-tanya bagaimana konteks ini berhubungan dengan masyarakat modern di mana orang percaya dan non-orang percaya memiliki kesempatan melalui pemungutan suara untuk mengatur norma-norma sosial. Haruskah percaya dengan penuh semangat berpartisipasi dalam proses politik? Konteks ini terbatas pada penghakiman yang berkaitan dengan disiplin gereja dan bukannya demokrasi barat, modern. Orang percaya adalah warga negara dari dua alam dengan kewajiban dan hak istimewa di keduanya! Roh Allah, kehendak Allah, dan Kitab Allah membantu kita sebagai orang percaya menemukan jalan kita di dunia yang telah jatuh ini, tetapi orang-orang kafir dieksploitasi dan dimanipulasi oleh dosa, diri sendiri, dan setan. Mereka membutuhkan kesaksian dan belas kasih kita, bukan kebenaran diri kita yang bersifat menghakimi. Mereka tidak mampu memahami motivasi, tujuan, dan tindakan kita.
2. Yakobus Yak 3:15-16 Yak 3:17-18
3. Petrus I Pet 4:3 I Pet 4:7-11
II Pet 1:9 II Pet 1:5-8
98
Masalah kapan dan bagaimana orang Kristen harus "menghakimi" satu sama lain menyebabkan beberapa naskah kuno Yunani untuk mengubah beberapa naskah ini.
1. Naskah papirus sangat awal P46 (sekitar tahun 200) serta terjemahan Koptik Bahairic (abad ke-3) dan terjemahan Peshitta Syria (abad ke-5) hanya menghilangkan negatifnya dan menerjemahkan kalimat ini sebagai IMPERATIVE, "Kamu hakimilah orang-orang yang berada di dalam [gereja]" (lih. Bruce M. Metzger, Sebuah Komentari Kenaskahan terhadap Perjanjian Baru Yunani, hal 551).
2. Terjemahan Koptik Sahidic (abad ke-3) menempatkan negatif dengan kalimat sebelumnya, "Sebab apa urusan saya untuk menghakimi mereka yang berada di luar dan bukan mereka yang di dalam? Hakimilah mereka yang berada di dalam "(Metzger, hal. 51).
3. Naskah UBS4 bahkan tidak mengakui kemungkinan variasi ini sebagai asli.
5:13 Paulus memegang argumennya dari sudut pandang Yahudi dengan menyinggung tulisan-tulisan Musa (lih. Ul
13:5; 17:7,12; 19:19, 21:21, 22:21,24; 24:7). Jika gereja mentolerir (bahkan berjaya dalam) anggota amoral mereka hal-hal ini akan mempengaruhi seluruh gereja (lih. ay 11).
PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI
Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator.
Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan definitif.
1. Mengapa gereja tidak mempraktekkan disiplin gereja saat ini?
2. Bagaimana kita menghubungkan wewenang rasuli Paulus dengan otoritas gereja lokal? 3. Apa artinya menyerahkan seseorang kepada Iblis untuk kehancuran dagingnya? 4. Berapa banyak surat-surat yang ditulis Paulus kepada Korintus?
99
I KORINTUS 6
PEMBAGIAN PARAGRAF DARI TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN
UBS4 NKJV NRSV TEV NJB
Pergi ke Hukum dihadapan Orang Kafir
Jangan Menuntut Saudaramu
Tuntutan Hukum di Pengadilan Kafir
Tuntutan Hukum terhadap Sesama Orang Kristen
Meminto Tolong Pengadilan Kafir
6:1-11 6:1-11 6:1-6 6:1-6 6:1-8
6:7-8 6:7-11
6:9-11 Muliakan Allah dalam
Tubuhnu Muliakan Allah dalam Tubuh dan Roh Peringatan terhadap Kelalaian Gunakan Tubuhmu untk Kemuliaan Allah Amoralitas Seksual 6:9-11
6:12-20 6:12-20 6:12-20 6:12-14 6:12-17
6:15-17
6:18-20 6:18-20
SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. vii)
MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF
Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator.
Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja.
1. Paragraf pertama 2. Paragraf kedua 3. Paragraf ketiga 4. Dst.