• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG (Halaman 48-53)

II. 5.1.2.2.6 Indikator Keberhasilan RSUD Bangkinang

II.5.1.12 Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

Indikator capaian kinerja penyelenggaraan urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera adalah sebagai berikut.

} Prevalensi peserta KB aktif pada tahun 2010 meningkat 4,38% dibanding tahun 2008. Pada tahun 2010 dari 116.605 jumlah pasangan usia pasangan subur di Kabupaten Kampar, sebanyak 90.956 pasangan merupakan peserta KB aktiff.

} Keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera I pada tahun 2010 menurun 11,76% dibanding tahun 2008. Pada tahun 2010 dari 190.273 jumlah keluarga di Kabupaten Kampar, 49.928 keluarga diantaranya merupakan Keluarga prasejahtera dan sejahtera I.

Tabel 63 Jumlah Akseptor Menurut Jenis Alat Kontrasepsi Tahun 2006-2009

NO ALAT KONTRASEPSI 2006 2007 2008 2009 2010 1 IUD 2,363 2,475 2,475 496 1,295 2 Kondom 876 892 892 1,845 7,493 3 Pill 24,163 26,562 26,562 12,412 37,032 4 Vasektomi 309 304 304 0 1,046 5 Tubektomi 741 746 746 374 1,046 6 Susuk 4,256 5,202 5,202 2,879 10,461 7 Suntik 37,181 40,241 40,241 24,495 73,061 Jumlah PA 69,889 76,422 76,422 42,501 131,434 Jumlah PUS 105,839 107,082 107,082 120,564 123,564 % PA Terhadap PUS 66,03% 71,37% 71,37% 35,25% 106,5%

Sumber: LPPD Kabupaten Kampar, 2011

Dilihat dari jenis alat kontrasepsi yang digunakan oleh pasangan Usia Subur di Kabupaten Kampar didominasi dengan penggunaan alat suntik KB dan Pil KB, sampai dengan tahun 2010 persentase penggunaan alat kontrasepsi menurut jenisnya yaitu penggunaan Jenis Alkon Suntik 55,59%, PIL KB 28,18%, Susuk 7,96%, Kondom 5,7%, IUD 0,99% dan Vasektomi serta Tubektomi masing-masing 0,8%.

Jumlah pengguna / peserta KB aktif pada tahun 2007 dan 2008 mengalami peningkatan sebanyak 6.533 peserta (9,35%), namun pada tahun 2009 mengalami penurunan tajam sebesar 33.921 peserta (44,38%) dan pada tahun 2010 kembali bertambah sebanyak 88.933 peserta (209,25%) dibanding tahun 2009

Penurunan jumlah peserta KB tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah PUS yang pada tahun 2009 meningkat 14.725 PUS (13,91%) dibanding tahun 2006, namun pada tahun 2010, jumlah peserta KB meningkat tajam hingga melampaui jumlah PUS yang ada dengan perbandingan 106,5%.

II.5.1.13 Sosial

Salah satu penyebab timbulkan masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Kampar diantaranya adalah Bencana Alam. Pada tahun 2010 jumlah PMKS dari korban bencana alam mencapai 23,47% dari seluruh jenis PMKS yang ada. Tingginya jumlah PMKS yang berasal dari korban bencana alam disebabkan karena seringnya kejadian bencana alam di wilayah Kabupaten Kampar. Data perkembangan kejadian Bencana Alam di Kabupaten Kampar tahun 2006 - 2010 dapa dilihat pada tabel berikut.

Tabel 64 Jumlah Kejadian Bencana Alam Menurut Jenis Bencana Tahun 2006-2010

NO BENCANA 2006 2007 2008 2009 2010

1 Banjir 72 69 9 74 1 2 Kebakaran 0 9 10 31 37 3 Angin Topan 1 0 2 19 3 4 Tanah Longsor 1 0 0 0 0

Sumber: LPPD Kabupaten Kampar, 2011

Sejak tahun 2006 - 2010 jumlah kejadian bencana alam Banjir di Kabupaten Kampar telah terjadi sebanyak 224 kejadian, kebakaran 87 kejadian, angin topan sebanyak 25 kejadian dan tanah longsor 1 kejadian.

Berdasarkan informasi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kab. Kampar, korban bencana banjir pada tahun 2007 sebanyak 72 desa dari 15 kecamatan, tahun 2008 sebanyak 9 desa dari 3 kecamatan, tahun 2009 sebanyak 74 desa dari 14 kecamatan dan tahun 2010 hanya 1 kecamatan Tapung.

Korban Bencana Banjir pada tahun 2007 sebanyak 9 rumah, tahun 2008 sebanyak 10 unit rumah, tahun 2009 sebanyak 31 rumah dan tahun 2010 sebanyak 37 unit rumah. Bencana alam putting beliung tahun 2007 tidak ada, tahun 2008 2 desa, tahun 2009 sebanyak 19 desa dan tahun 2010 sebanyak 3 desa.

Masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Kampar yang semakin kompleks dan luas perlu diikuti oleh berfungsinya mekanisme pencegahan dan penanggulangan masalah yang cepat, tepat, dan berkelanjutan dengan cara menggali dan mendayagunakan modal sosial dalam masyarakat. Sampai dengan tahun 2010 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (MPKS) yang tertangani di Kabupaten Kampar disajikan pada tabel berikut.

Tabel 65 Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (MPKS) yang Tertangani Tahun 2010Kabupaten Kampar

NO JENIS PMKS L JENIS KELAMIN P JUMLAH (JIWA)

1 Anak balita terlantar - - - 2 Anak terlantar 3,650 3,765 7,415 3 anak Nakal 30 37 67 4 Anak Jalanan 22 25 47 5 Anak Cacat 207 230 437 6 Wanita Rawan Sosial Ekonomi - 5,701 5,701 7 Wanita Korban Tindak Kekerasan - 17 17 8 Lanjut Usia terlantar 2,182 2,303 4,485 9 Penyandang cacat 1,122 1,324 2,446 10 Tuna Susila - 50 50

11 Pengemis 18 10 28

12 Gelandangan 11 8 19 13 Bekas warga binaan Lembaga Kemasyarakatan (BWBLK) 40 7 47 14 Korban penyalahgunaan NAPZA 77 13 90 15 Keluarga Fakir Miskin 4,331 7,337 11,668

NO JENIS PMKS L JENIS KELAMIN P JUMLAH (JIWA)

16 Keluarga yang tinggal di rumah tak layak huni 2,365 2,750 5,115 17 Keluarga bermasalah sisial psikologi 13 14 27 18 Komunitas adat terpencil - - - 19 Korban Bencana Alam 5,941 5,945 11,886 20 Korban Bencana Sosial - - - 21 Pekerja Migran Bermasalah Sosial 311 104 415 22 Penyandang HIV/ AIDS (ODHA) - - - 23 Keluarga Rentan 351 323 674

Jumlah 20,671 29,963 50,634

Sumber: LPPD Kabupaten Kampar, 2011

Dari 50.634 jiwa PMKS yang ditangani, sebanyak 20.671 jiwa (40,82%) adalah laki-laki dan 29.963 jiwa (59,18%) adalah perempuan.

Dilihat dari jenis PMKS yang ditangani, PMKS korban Bencana Alam yang paling banyak ditangani yakni sebesar 23,47%, diikuti dengan PMKS Keluarga Fakir Miskin sebesar 23,04%, anak terlantar 14,64%, Wanita rawan sosial ekonomi 11,26%, Keluarga yang tinggal di rumah tak layak huni 10,10%, Lanjut Usia terlantar 8,86% dan penyandang cacat 4,85%.

Peran masyarakat dan lembaga sosial kemasyarakatan sangat dibutuhkan dalam penanangan masalah-masalah sosial di masyarakat. Sampai dengan tahun 2010, data masyarakat dan lembaga sosial yang ada di kabupaten Kampar adalah sebagai berikut : (1)Pekerja Sosial Kemasyarakatan Berjumlah 214 Orang; (2) Organisasi Sosial (lembaga) berjumlah 32 Lembaga; (3) Karang taruna 42 lembaga; (4) Wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat 8 lembaga; (5) Keperintisan dan Kepahlawanan 22 orang ; (6) Taruna Siaga Bencana (TAGANA) 65 orang dan Relawan satuan penanggulangan bencana 160 orang. Selain masyarakat dan lembaga sosial kemasyaratan diatas, jumlah panti asuhan dan tempat penampungan sosial di Kabupaten Kampar juga belum memadai guna penanganan dan penampungan PMKS yang ada di Kabupaten Kampar. Jumlah panti asuhan yang ada di Kabupaten Kampar sampai dengan tahun 2010 sebanyak 14 panti asuhan dengan jumlah anak panti 590 orang sedangkan asrama SDLB 1 asrama dengan jumlah 20 anak.

Semakin tingginya tingkat keterlibatan masyarakat dan organisasi sosial kemasyarakat terhadap penyelenggaraan urusan Sosial, maka semakin berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah keluarga sejahtera di Kabupaten Kampar.

Tabel 66 Jumlah Keluarga Prasejahtera dan Keluarga Sejahtera Tahun 2006 dan 2010 Kabupaten Kampar

NO TAHAP KELUARGA SEJAHTERA 2006 2010

1 Keluarga Prasejahtera 15.148 13.879 2 Keluarga Sejahtera I 36.134 33.112 3 Keluarga Sejahtera II 47.233 61.881 4 Keluarga Sejahtera III 28.288 32.777 5 Keluarga Sejahtera III+ 8.119 14.668

Jumlah 134.922 156.317

II.5.1.14 Ketenagakerjaan

II.5.1.14.1 1. Capaian Kinerja dalam Penyelenggaraan Urusan Ketenagakerjaan Tabel 67 Jumlah Pencari Kerja yang Mendaftar di Kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Tahun

2006-2010

NO TINGKAT PENDIDIKAN 2006 2007 2008 2009 2010

1 Sekolah Dasar 186 31 111 64 146 2 Sekolah Menengah Pertama 118 63 108 68 128 3 Sekolah Menengah Atas 4,957 1,612 2,698 2,306 2,672 4 Sarjana Muda (Diploma) 421 670 1,919 3,435 3,390 5 S1/S2/S3 993 811 2,179 3,208 3,557 Jumlah 6,675 3,187 7,015 9,081 9,893

Sumber: LPPD Kabupaten Kampar, 2011

Jumlah pencari kerja pada tahun 2007 sempat mengalami penurunan dibanding tahun 2006, yaitu sebesar 3.488 orang (52,25%). Namun di tahun 2008, 2009 dan 2010 jumlah pencari kerja terus mengalami peningkatan. Sampai pada tahun 2010, jumlah pencari kerja meningkat 6.706 (210,4%) orang dibanding tahun 2007 atau rata-rata peningkatan 1.676 orang (52,6%) tiap tahunnya.

Sampai dengan tahun 2010 berdasarkan tingkat pendidikan, jumlah pencari kerja yang mendaftar di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja didominasi oleh Tamatan S1/S2/S3 yaitu 3.557 orang (35,95%), berpendidikan Sarjana Muda 34,27%, berpendidikan SLTA 27,01%, berpendidikan SLTP dan SD masing-masing 1,29% dan 1,48%.

Tabel 68 Jumlah Kesempatan Kerja, Angkatan Kerja, Tenaga Kerja dan Pengangguran Terbuka Tahun 2007-2010 Kabupaten Kampar NO INDIKATOR 2007 2008 2009 2010 1 Kesempatan Kerja 187,275 196,443 205,026 215,916 2 Angkatan Kerja 219,193 227,193 240,647 254.590 3 Tenaga Kerja 439,770 453,842 468,364 483,586 4 Pengangguran Terbuka (%) 17.00 15.50 16.75 16.10

Sumber: LPPD Kabupaten Kampar, 2011

Penduduk Kabupaten Kampar pada tahun 2007 berjumlah 567.895 jiwa. Jumlah penduduk yang berusia 10 tahun ke atas atau juga yang disebut dengan tenaga kerja sebesar 439.770 orang, sedangkan jumlah angkatan kerja yaitu penduduk berusia 10 tahun ke atas yang sedang bekerja atau yang sedang mencari pekerjaan berjumlah 219.193 orang. Dari jumlah angkatan kerja yang sedemikian itu, jumlah kesempatan kerja yang tersedia sebanyak 187.275 orang yang terdiri dari sektor pertanian sebanyak 105.272 orang atau 56,12 %, sektor industri sebanyak 4.624 orang atau 2,47 %, sektor perdagangan sebanyak 20.502 orang atau 10,95 %, dan sektor jasa sebanyak 36.442 orang atau 19,46 %.

Jumlah kesempatan kerja yang tersedia pada 4 sektor adalah 89,0 % dan sisanya 5 sektor lagi kesempatan kerja hanya sebesar 11,0 %. Jika dibandingkan jumlah angkatan kerja sebesar 219.193 orang dan kesempatan kerja 187.275 orang, maka pada tahun 2007 terdapat pengangguran terbuka sebesar 17,00 %.

Jumlah pengangguran terbuka bervariasi sesuai dengan perkembangan ekonomi nasional, provinsi dan kabupaten. Tahun 2008 dengan pertumbuhan ekonomi 7,00 % dan jumlah investasi sebanyak Rp 6.113,79 miliar telah berhasil meningkatkan PDRB atas dasar harga berlaku menjadi Rp 9.968,28 miliar. Dengan kondisi itu telah pula meningkatkan kesempatan

kerja menjadi 196.704 orang, sedangkan angkatan kerja 196.704 orang, sehingga pengangguran terbuka turun dari 17,00 % tahun 2007 menjadi 15,50 % tahun 2008.

Pada tahun 2009 walaupun PDRB atas dasar harga berlaku naik menjadi Rp 11.914,53 miliar dan jumlah investasi Rp 7.346,26 miliar, juga dapat meningkatkan kesempatan kerja menjadi 206.122 orang, tetapi peningkatan jumlah angkatan kerja lebih besar dari peningkatan kesempatan kerja sehingga mencapai 240.647 orang maka pengangguran terbuka sedikit meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu sebesar 16,75 %. Meningkatnya jumlah pengangguran terbuka pada tahun 2009 disebabkan beberapa kebijakan nasional yang berpengaruh pada perluasan kesempatan kerja. Yaitu pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan illegal loging, yang menyebabkan berhentinya secara total kegiatan ekonomi di sub sektor kehutanan, sehingga terjadi pengangguran secara besar-besaran di sub sektor ini, yang biasanya kegiatan di sub sektor ini dapat membuka kesempatan kerja khususnya di daerah perdesaan. Dampak dari pelarangan illegal loging ini berpengaruh pula pada sektor industri yang mengolah hasil-hasil hutan seperti pabrik kertas, playwood dan saw mill. Akibatnya jumlah pengangguran meningkat tajam. Sedangkan usaha untuk menanggulangi bertambahnya pengangguran ini berjalan lambat, sehingga jumlah pengangguran yang demikian besar itu belum dapat ditanggulangi.

Kondisi pada tahun 2010 telah dapat diatasi secara bertahap. Dengan meningkatnya jumlah investasi pada tahun 2010, juga meningkatkan produksi dan kesempatan kerja. Peningkatan kesempatan kerja sebanyak 213.914 orang dan jumlah angkatan kerja dapat ditekan menjadi 248.889 orang maka pengangguran terbuka pada tahun 2010 menjadi 16,35 %, sedikit lebih rendah dari tahun 2009.

Tabel 69 Persentase Penduduk Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007-2010 Kabupaten Kampar

NO LAPANGAN USAHA 2007 2008 2009 2010

1 Pertanian/Perkebunan/Kehutanan 61,15 62,86 65,10 64,11 2 Pertambangan dan galian 1,02 1,10 1,57 1,58 3 Industri pengolahan 2,85 2,22 5,38 5,42 4 Listrik, gas dan air 0,21 0,16 0,42 0,43 5 Konstruksi 4,72 3,57 5,54 5,56 6 Perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi 12,35 14,47 8,77 8,77 7 Angkutan pergudangan dan komunikasi 5,29 4,64 2,53 2,53 8 Lembaga keuangan, real estate, usaha persewaan, jasa perusahaan 0,95 1,38 0,34 1,03 9 Jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan 11,40 9,60 10,15 10,34 10 Lainnya 0,06 - 0,20 0,23

Sumber: LPPD Kabupaten Kampar, 2011

Berdasarkan tabel diatas, penduduk yang bekerja menurut lapangan usaha sejak tahun 2007 s/d 2010 didominasi pada sektor pertanian/perkebunan/kehutanan dengan kisaran 55,6%– 65,1%. Adapun dari 230 perusahaan yang mendaftar di Dinas Sosial dan tenaga kerja, jenis perusahaan yang mendominasi adalah Perusahaan Kelapa Sawit sebanyak 59 perusahaan (25,6%), pabrik kelapa sawit 40 unit (17,4), HTI 22 perusahaan (9,6%), kontraktor dan SPBU masing –masing 14 unit (6,1%), pengisian gas elpiji dan moulding masing-masing 6 unit (2,6%), perbankan dan dealer honda masing-masing 5 unit (2,2%), lain-lain 65 (13%).

Sektor yang terus mengalami peningkatan sejak tahun 2007 s/d 2010 adalah sektor industri pengolahan dimana rata-rata peningkatan sebesar 0,64% setiap tahunnya. Hal ini disebabkan

semakin bertambah dan berkembangnya industri-industri pengolahan di Kabupaten Kampar sehingga mampu menyerap tenaga kerja cukup besar. Sampai dengan tahun 2010, perusahaan-perusahaan yang mendaftar pada Dinas Sosial dan tenaga kerja sebanyak 230 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 46.474 orang terdiri dari 40.300 laki-laki (86,7%) dan 6.174 (13,3%) perempuan.

Sektor lain yang cenderung mengalami peningkatan yaitu sektor pertambangan dan galian rata-rata peningkatan 0,14%/tahun, sektor listrik, gas dan air 0,06% per tahun, konstruksi 0,21% pertahun, sektor Lembaga keuangan, real estate, usaha persewaan 0,02% pertahun, sedangkan sektor yang cenderung mengalami penurunan adalah sektor Perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi 0,9% pertahun, sektor Angkutan, pergudangan dan komunikasi 0,69% pertahun, dan Jasa kemasyarakatan. sosial dan perorangan 0,27% pertahun.

II.5.1.14.2 Capaian Kinerja Lainnya dalam Penyelenggaraan Urusan Ketenagakerjaan

Dalam upaya peningkatan capaian kinerja penyelenggaraan Urusan Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja telah melakukan hal-hal sebagai berikut :

} Pengembangan kelembagaan produktivitas dan pelatihan kewirausahaan melalui pelatihan pembuatan kue pada tahun 2009 10 orang dan 2010 sebanyak 10 orang.

} Pendidikan dan pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja diantaranya pelatihan Montir Sepeda Motor pada tahun 2009 16 orang, tahun 2010 sebanyak 15 orang. Pelatihan teknisi handphone 15 orang, pelatihan teknik elektronik 15 orang dan pelatihan lanjuta montir sepeda motor 15 orang.

} Penyelesaian Kasus PHI menurut tingkat penyelesaiannya pada tahun 2009 dan 2010 adalah sebagai berikut :

Tabel 70 Rekapitulasi Penyelesaian kasus PHITahun 2009-2010 Kabupaten Kampar

TAHUN TINGKAT PENYELESAIAN KASUS

ANJURAN PB MEDIASI PB BIPARTIT

2009 19 9 10

2010 10 10 8

Sumber: LPPD Kabupaten Kampar, 2011

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG (Halaman 48-53)