II. 5.1.2.2.6 Indikator Keberhasilan RSUD Bangkinang
II.5.1.8 Lingkungan Hidup
II.5.1.8.1 Capaian Indikator Kinerja Urusan Lingkungan Hidup
Tabel 54 Tingkat Capaian Penyelenggaraan Urusan Lingkungan Hidup Tahun 2008-2010Kabupaten Kampar
NO INDIKATOR CAPAIAN KINERJA PERSENTASE CAPAIAN KINERJA ( % ) 2008 2009 2010
1 Penanganan Sampah 88.13 86.02 86.02 2 Cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan Amdal 100.00 100.00 100.00 3 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) per satuan penduduk 33.45 40.24 0.73 4 Penegakan hukum lingkungan 100.00 0.00 0.00
Sumber: LPPD Kabupaten Kampar, 2011
Tingkat capaian kinerja penyelenggaraan urusan Lingkungan Hidup mulai tahun 2008 s/d 2010, sebagai berikut . Penanganan sampah pada tahun 2010 mengalami penurunan 2,11% dibanding tahun 2008, pada tahun 2010 volume produksi sampah di Kabupaten Kampar mencapai 29.880 M3 namun valume sampah yang ditangani 25.709 M3. Kondisi ini dapat disebabkan akibat tidak sebandingnya jumlah sarana kebersihan dengan pertumbuhan penduduk / rumah tangga yang semakin pesat.
Cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan Amdal 100%, artinya dari seluruh perusahaan yang wajib AMDAL, seluruhnya telah dilakukan pengawasan. Tempat Pembuangan Sampah (TPS) per satuan penduduk dengan capaian 0,73%. Jumlah kasus lingkungan yang diselesaikan oleh Pemerintah Daerah pada tahun 2010 tidak ada.
II.5.1.8.2 Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian Pengelolaan Lingkungan Hidup (PLH)
Dalam kurun waktu 2007-2011, telah banyak kegiatan yang direalisasikan dan cukup strategis terutama dalam program pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan disertai penegakan peraturan perundang-undangan/hukum lingkungan. Output kegiatan dari program antara lain berbentuk dokumen AMDAL beserta UPL dan UKL merupakan persyaratan yang harus dipenuhi dalam proses perizinan beroperasionalnya perusahaan-perusahaan yang berpotensi membuat perubahan dan pengrusakan lingkungan, yaitu : • Perusahaan industri pengolahan (besar dan menengah);
• Perusahaan besar swasta/negara perkebunan (karet, kelapa dan sawit), perusahaan besar industri perkayuan dan lain-lain;
• Perusahaan pertambangan/penggalian sumber daya tambang termasuk pasir, kerikil, dan air tanah.
Tabel 55 Jumlah Perusahaan Yang Telah Memiliki Dokumen AMDAL/UKL/UPL Tahun 2007-2010
NO TAHUN JUMLAH PERUSAHAAN
1 2007 32
2 2008 34
3 2009 47
4 2010 74
Sumber: LPPD Kabupaten Kampar, 2011
Dari 74 perusahaan yang telah memiliki Dokumen AMDAL/ UKL/UPL, terdiri dari 31 Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS), 17 Perusahaan Penambangan Pasir dan Batu, 5 Pabrik Karet, 3 Pabrik penambangan/ penglahan Baru dan stone crusher, 2 SPBU dan sisanya 16 perusahaan bergerak di berbagai jenis kegiatan. Sedangkan berdasarkan lokasi perusahaan, 10 perusahaan di Kecamatan Tapung Hulu, masing-masing 9 perusahaan di Kecamatan Tapung dan Bangkinang Seberang, 7 perusahaan di Kecamatan Siak Hulu, masing-masing 5 perusahaan di Kecamatan XIII Koto Kampar, Tapung Hilir dan Tambang, masing-masing 3 perusahaan di Kecamatan Gunung Sahilan, Bangkinang, Kampar Kiri Tengah, masing-masing 2 perusahaan di Kecamatan Kampar Kiri, Salo, Perhentian Raja, Bangkinang Barat dan Kampar serta Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kampar Utara dan Kampar Kiru Hulu masing-masing 1 perusahaan.
Dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kampar, jumlah perusahaan yang berpotensi mencemarkan lingkungan adalah sebagai berikut :
Tabel 56 Jumlah Perusahaan Yang Berpotensi Mencemarkan Lingkungan Tahun 2006-2010
NO TAHUN JUMLAH PERUSAHAAN
1 2006 26
2 2007 32
3 2008 34
4 2009 36
5 2010 36
Sumber: LPPD Kabupaten Kampar, 2011
Berdasarkan lokasinya, perusahaan yang berpotensi mencemarkan lingkungan sejak tahun 2006 s/d 2010, terbanyak berada di Kecamatan Tapung Hulu dan Kecamatan Tapung.
II.5.1.8.3 3. Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan
Pengendalian kebakaran dan hutan dilakukan dengan membentuk Satuan Pengendalian Kebakaran Hutan dan lahan (SATLAKDALKARHUTLA) yang terdiri dari instansi terkait yaitu, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian TPH, Polres Kampar, Batalyon Infantri 132, Kejaksaan Negeri Bangkinang, Pengadilan Negeri Bangkinang dan Tim Pemadam Kebakaran.
Hasil pemantauan jumlah titik api di wilayah Kabupaten Kampar adalah sebagai berikut:
Tabel 57 Jumlah Titik Api menurut Kecamatan Tahun 2006-2010
NO KECAMATAN 2006 2007 2008 2009 2010
1 Kampar Kiri 18 10 34 41 27 2 Kampar Kiri Hulu - - 18 9 12 3 Kampar Kiri Hilir - 13 10 27 9 4 Kampar Kiri Tengah - 2 1 1 5 5 Gunung Sahilan - 7 6 6 4 6 XIII Koto Kampar 16 11 27 41 37 7 Bangkinang Barat 5 5 - 2 2 8 Salo - 5 16 - 1 9 Tapung 39 1 2 13 13 10 Tapung Hulu - 6 18 21 12 11 Tapung Hilir - - 22 24 11 12 Bangkinang 6 2 6 4 4 13 Bangkinang Seberang - 6 - 2 2 14 Kampar 4 5 - 1 - 15 Kampar Timur - 2 - - 2 16 Rumbio Jaya - - - 1 - 17 Kampar Utara - 1 - - - 18 Tambang 6 4 4 9 3 19 Siak Hulu 2 2 6 10 7 20 Perhentian Raja - 1 2 - 2 Jumlah 96 83 172 212 153
Sumber: LPPD Kabupaten Kampar, 2011
Berdasarkan tabel dapat dilihat jumlah titik api terbanyak ditemukan pada tahun 2009 dan yang paling sedikit pada tahun 2007. Pada Tahun 2010 jumlah titik api menurun 59 titik dari tahun 2009. Berdasarkan sebaran lokasi titik api, secara rata-rata 5 Kecamatan terbanyak ditemukan titik api adalah Kecamatan XIII Koto Kampar dan Kampar Kiri 26 titik api, Kecamatan Tapung 14 titik api, Kecamatan kampar Kiri Hilir 12 titik api dan Kecamatan Tapung Hulu dan Tapung Hilir masing-masing 11 titik api. Data yang diperoleh dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar, pada tahun 2009 lokasi kejadian kebakaran yang
terjadi di wilayah Kabupaten Kampar berada di lahan perkebunan masyarakat seluas + 139,35 Ha (55%).
II.5.1.9 Pertanahan
Penyelenggaraannya Urusan Pertanahan sampai saat ini pelaksanaannya belum diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kabupaten dan masih ditangani oleh Instansi vertikal di Kabupaten. Berdasarkan data BPS dibawah dapat dilihat data perkembangan penyelenggaraan Urusan Pertanahan sebagai berikut.
Tabel 58 Jumlah Penerbitan Sertifikat Hak Atas Tanah Tahun 2006-2009
NO KEPEMILIKAN 2006 2007 2008 2009
1 Hak Milik 5,172 6,207 5,148 1,489
2 Hak Pakai 0 1 0 9
3 Hak Guna Bangunan 525 312 227 0 4 Hak Guna Usaha 0 0 0 12
Jumlah 5,697 6,520 5,375 1,510
Sumber: LPPD Kabupaten Kampar, 2011
Tabel 59 Jumlah Peralihan Hak Atas Tanah Tahun 2006-2009
NO KEPEMILIKAN 2006 2007 2008 2009 1 Jual 3,936 3,713 4,743 5,384 2 Hibah 9 22 54 13 3 Warisan 131 132 146 169 4 Wakaf 0 0 1 12 Jumlah 4,076 3,867 4,944 5,578
Sumber: LPPD Kabupaten Kampar, 2011
Tabel 60 Jumlah Penghapusan Hak Atas Tanah Tahun 2006-2009
NO KEPEMILIKAN 2006 2007 2008 2009
1 Hak Milik 0 1,356 1,753 811
2 Hak Pakai 0 0 0 0
3 Hak Guna Bangunan 0 165 170 0 4 Hak Guna Usaha 0 6 1 0
Jumlah 0 1,527 1,924 811
Sumber: LPPD Kabupaten Kampar, 2011
Adapun hal lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan Urusan Pertanahan adalah Kegiatan Pengadaan dan Pembebasan Lahan/ tanah untuk kepentingan umum dan Pemerintah. Sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2010 data tentang ganti rugi tanah disajikan pada tabel berikut.
Tabel 61 Rekapitulasi Data Pembebasan Tanah /Lahan Untuk Kepentingan Umum dan Pemerintah Tahun 2007 s/d 2010 Kabupaten Kampar
JENIS GANTI RUGI TAHUN 2007 TAHUN 2008
LUAS TANAH (M2) NILAI GANTI RUGI (RP) LUAS TANAH (M2) NILAI GANTI RUGI (RP)
Kepentingan Pemerintah 257.093 3.815.339.925 632.879 12.104.092.064 Kepentingan Umum 263.414 23.815.442.816 170.854 14.692.332.475
Jumlah 520.507 27.630.782.741 803.733 26.796.424.539 JENIS GANTI RUGI TAHUN 2009 TAHUN 2010
LUAS TANAH (M2) NILAI GANTI RUGI (RP) LUAS TANAH (M2) NILAI GANTI RUGI (RP)
Kepentingan Pemerintah 1.311.679 12.127.854.970 105.198,41 6.990.036.250 Kepentingan Umum 177.297 19.109.433.379 139.313,70 6.628.658.893
Jumlah 1.488.976 31.237.288.349 244.512,11 13.618.695.143
Sumber: LPPD Kabupaten Kampar, 2011
Sampai dengan tahun 2010 luas tanah yang telah diganti rugi oleh Pemerintah Kabupaten Kampar adalah 2.813.216 M2 dengan menghabiskan dana sebesar Rp. 99.283.190.772. Luas tanah yang diganti rugi untuk kepentingan pemerintah yaitu 2.201.651 M2 (78,26%) dengan
menghabiskan dana Rp. 35.037.323.209,- (35,29%) sedangkan luas tanah yang diganti rugi untuk kepentingan umum adalah 611.565 M2 (21,74%), yang menghabiskan dana Rp. 64.245.867.563,- (64,71%).