GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
III. 1.2 3.1.2 Permasalahan dan Solusi
III.4 KERANGKA PENDANAAN
III.4.1 Kebijakan Umum Keuangan Daerah
Dalam penyusunan APBD, Pemerintah Kabupaten Kampar bersama DPRD Kabupaten Kampar menetapkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) sebagai dasar penetapan program prioritas dan target-target umum yang akan dicapai selama tahun anggaran, untuk selanjutnya dijadikan sebagai landasan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan APBD.
Kebijakan-kebijakan yang ditetapkan dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD dari Tahun 2006 sampai dengan Tahun 2011, khususnya menyangkut Belanja Daerah adalah sebagai berikut:
1. Pengelolaan belanja daerah agar efisien dan efektif, dapat dimanfaatkan bagi peningkatan kinerja pemerintah dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat dan menyelenggarakan pembangunan agar hasilnya benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
2. Agar pengelolaan belanja daerah benar-benar dapat terwujud secara efisien dalam arti dapat terhindar dari pemborosan anggaran dan efektif dalam arti benar-benar dapat mencapai sasaran yang telah direncanakan, maka pengalokasiannya harus berdasarkan kemampuan ataupun kinerja dari para pengguna anggaran, terutama dalam merumuskan rencana penggunaan anggaran yang konsisten dan responsif terhadap perkembangan situasi dan permasalahan daerah.
3. Belanja Tidak Langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Kelompok belanja tidak langsung dianggarkan untuk membiayai belanja pegawai, bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial, belanja bagi hasil, bantuan keuangan dan belanja tidak terduga. 4. Guna mengefisiensikan penggunaan dana dalam Belanja Tidak Langsung (BTL)
kebijakan diarahkan kepada: 1. Belanja Pegawai
} Kebijakan Belanja Pegawai diarahkan kepada :
} Untuk mengantisipasi kenaikan gaji dan tunjangan PNS yang diperkirakan sebesar rata-rata 10%.
} Pengalokasian adanya kenaikan gaji berkala, tunjangan keluarga, mutasi dan penambahan PNSD diperhitungkan accres 2,5 % dari jumlah Belanja (gaji pokok dan Tunjangan).
} Iuran Asuransi Kesehatan terhadap seluruh PNS sebesar 20% dari iuran Wajib Pegawai (IWP) dimana IWP sebesar 10% dari gaji pokok dan tunjangan keluarga.
} Pengalokasian tambahan tunjangan perbaikan penghasilan pegawai negeri sipil, yang mengacu pada Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, yang terdiri dari beban Kerja, tempat bertugas, kondisi kerja, kelangkaan profesi, prestasi kerja dan atau pertimbangan objektif lainnya.
2. Belanja Bunga diarahkan kepada pembayaran bunga hutang pemerintah daerah; 3. Belanja Subsidi hanya diberikan kepada Perusahaan/ lembaga tertentu agar
produksinya terjangkau oleh masyarakat yang daya belinya terbatas. Produk yang diberi subsidi merupakan kebutuhan dasar dan menyangkut hajat hidup orang banyak serta terlebih dahulu dilakukan pengkajian agar tepat sasaran dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
4. Belanja Hibah diarahkan kepada penunjang peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan atau meningkatkan partisipasi penyelenggaraan pembangunan daerah atau secara fungsional terkait dengan dukungan penyelenggaraan pemerintahan daerah;
5. Belanja Bantuan Sosial diarahkan kepada bantuan yang bersifat sosial kemasyarakatan kepada kelompok/anggota masyarakat, dan partai politik; 6. Belanja bagi hasil diarahkan untuk menganggarkan dana bagi hasil yang
bersumber dari pendapatan kabupaten kepada pemerintahan Desa. Alokasi belanja ini bertujuan untuk memotivasi desa dalam meningkatkan penerimaan daerah yang bersumber dari pajak daerah dan retribusi daerah.
7. Bantuan keuangan diarahkan kepada bantuan Pemerintah Desa berupa Alokasi Dana Desa (ADD) dalam rangka pemerataan dan/atau peningkatan kemampuan keuangan, serta Penguatan Otonomi Desa.
8. Kebijakan dalam pengelolaan dana ADD yaitu telah diterbitkan Peraturan Bupati Kampar Nomor 19 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Alokasi Dana Desa.
} Jumlah ADD minimal 10 % dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah (tidak termasuk DAK) setelah dikurangi dengan Belanja Pegawai yang diterima oleh Pemerintah Daerah;
} Dalam penetapan besaran dana ADD untuk masing masing Desa ditentukan dengan pendekatan azas Merata yaitu besarnya bagian ADD yang sama untuk setiap desa/kelurahan yang disebut ADD minimum, dan azas Adil yaitu bagian ADD yang dibagi secara proporsional untuk setiap desa/kelurahan berdasarkan nilat bobot desa yang dihitung dengan rumus dan variable tertentu yang dsebut ADD Proporsional.
} Dana ADD digunakan untuk Belanja rutin dan operasional Kepala Desa beserta perangkat desa, BPD dan Lembaga Desa yang diakui dan dibentuk desa, dan Kegiatan pemberdayaan masyarakat dan publik. 9. Belanja Tidak Terduga diarahkan kepada belanja untuk kegiatan yang sifatnya
tidak biasa atau tidak diharapkan berulang seperti penanggulangan bencana alam dan bencana sosial yang tidak diperkirakan sebelumnya, termasuk pengembalian atas kelebihan penerimaan daerah tahun-tahun sebelumnya yang telah ditutup.
10. Belanja Langsung merupakan belanja yang dianggarkan dan berhubungan secara langsung dengan kegiatan, yang terdiri dari belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa serta Belanja Modal. Belanja Lansung digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan yang menjadi tugas dan kewajiban daerah.
III.4.2 Target dan Realisasi Belanja
Realisasi belanja Pemerintah Kabupaten Kampar pada Tahun Anggaran 2011 sampai dengan bulan Juni 2011 adalah sebesar Rp 218.776.821.283,27 atau 12,57 persen dari anggarannya sebesar Rp 1.739.802.023.549,41. Realisasi belanja Tidak Langsung sebesar Rp.
170.193.513.514,00 atau 19,08 persen dari anggarannya sebesar Rp. 892.131.625.886,00 sedangkan realisasi Belanja Langsung sebesar Rp. 48.583.307.769,27 atau 5,73 persen dari anggaran sebesar Rp. 847.670.397.663,41
Serapan/realisasi Belanja Pegawai pada Belanja tidak langsung sebesar sebesar Rp 156.628.322.914,00 atau 22,01 persen sedangkan anggarannya Rp 711.692.371.265,00. Belanja Subsidi pada Belanja Tidak Langsung belum adanya realisasi sampai pada Juni 2011. Serapan/realisasi belanja Hibah pada Belanja tidak langsung sebesar Rp. 2.950.565.600,00 atau 4,01 persen dari anggaran sebesar Rp. 73.523.818.000,00. Serapan/realisasi Belanja Bantuan Sosial pada Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 5.320.375.000,00 atau 15,51 persen dari anggaran Rp. 34.298.880.000,00. Belum adanya serapan/realisasi Belanja bagi Hasil pada belanja tidak langsung sampai dengan Juni 2011. Serapan/realisasi Belanja Bantuan Keuangan pada belanja tidak langsung sebesar Rp. 5.294.250.000,00 atau 8,17 persen dari anggaran sebesar Rp. 64.772.828.621,00. Belum adanya realisasi belanja tidak terduga pada belanja langsung sampai dengan Juni 2011.
Serapan/ realisasi Belanja Pegawai pada belanja langsung sebesar Rp. 13.197.568.700,00 atau 10,89 persen dari anggaran sebesar Rp. 121.151.153.979,00. Serapan/realisasi belanja barang dan jasa pada belanja langsung sebesar Rp. 25.136.609.667,64 atau 8,79 persen dari anggaran Rp. 285.820.813.850,06. Serapan/realisasi belanja modal pada belanja langsung sebesar Rp. 10.249.129.511,63 atau 2,33 persen dari anggaran Rp. 440.698.429.834.35.
Tabel 5 Target dan Realisasi Belanja Daerah Tahun 2011
URAIAN REKENING TAHUN ANGGARAN 2011 REALISASI 2010
ANGGARAN REALISASI % LEBIH/KURANG
BELANJA 1,739,802,023,549.41 218,776,821,283.27 12.57 80,748,949,159.12 154,575,213.76
BELANJA TIDAK LANGSUNG 892,131,625,886.00 170,193,513,514.00 19.08 55,791,317,554.00 798,830,614,021.80
Belanja Pegawai 711,692,371,265.00 156,628,322,914.00 22.01 555,064,048,351.00 644,456,185,876.80 Belanja Subsidi 2,519,728,000.00 0.00 0.00 2,519,728,000.00 2,476,089,000.00 Belanja Hibah 73,523,818,000.00 2,950,565,600.00 4.01 70,573,252,400.00 36,328,996,525 Belanja Bantuan Sosial 34,298,880,000.00 5,320,375,000.00 15.51 28,978,505,000.00 51,724,079,500.00 Belanja Bagi Hasil 3,824,000,000.00 0.00 0.00 3,824,000,000.00 3,720,000,000.00 Belanja Bantuan Keuangan 64,772,828,621.00 5,294,250,000.00 8.17 59,478,578,621.00 60,075,078,120.00 Belanja Tidak Terduga 1,500,000,000.00 0.00 0.00 1,500,000,000.00 50,185,000.00 BELANJA LANGSUNG 847,670,397,663.41 48,583,307,769.27 5.73 799,087,089,894.14 676,317,607,558.96
BELANJA PEGAWAI 121,151,153,979.00 13,197,568,700.00 10.89 107,953,585,279.00 28,150,831,182.00 BELANJA BARANG DAN JASA 285,820,813,850.06 25,136,609,557.64 8.79 260,684,204,292.42 202,734,422,879.50 BELANJA MODAL 440,698,429,834.35 10,249,129,511.63 2.33 430,449,300,322.72 445,432,353,497.46
Sumber: LPPD Kab Kampar, 2011
Tabel 6 Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Kampar 2012-2016
URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PENDAPATAN 2012 2013 2014 2015 2016 Urusan Wajib 1,684,068,049,164.28 1,939,743,036,838 2,118,077,440,086 2,302,666,176,052 2,493,509,244,735 Urusan Pilihan 17,859,036,660.00 24,492,867,151 37,179,437,755 52,558,167,921 70,629,057,649 Total Pendapatan 1,701,927,085,824.28 1,964,235,903,989 2,155,256,877,841 2,355,224,343,973 2,564,138,302,384
Sumber: Data Olahan,Proyeksi
Beradasarkan tabel diatas, diperkirakan pendapatan kabupaten Kampar dilihat dari urusan wajib dan pilihan pada tahun 2012 meningkat sebesar Rp. 1,701,927,085,824.28.
Diperkirakan pada tahun 2016 pendapatan daerah akan meningkat sebesar Rp. 2,564,138,302,384.
Tabel 7 Proyeksi Belanja Daerah Kabupaten Kampar 2012-2016
URUSAN PEMERINTAHAN BELANJA 2012 2013 2014 2015 2016 Urusan Wajib 1,593,210,282,334.71 1,799,090,051,600 1,901,060,770,759 2,012,729,443,004 2,134,096,068,334 Urusan Pilihan 90,206,309,804.00 85,470,662,638 78,345,115,628 70,599,169,379 62,232,823,891 Total Belanja 1,683,416,592,138.71 1,884,560,714,238 1,979,405,886,387 2,083,328,612,383 2,196,328,892,225
Sumber: Data Olahan,Proyeksi
Beradasarkan tabel diatas, diperkirakan belanja kabupaten Kampar dilihat dari urusan wajib dan pilihan pada tahun 2012 meningkat sebesar Rp. 1,683,416,592,138.71. Diperkirakan pada tahun 2016 pendapatan daerah akan meningkat sebesar Rp. 2,196,328,892,225.
III.4.3 PEMBIAYAAN
Pembiayaan Daerah diperlukan untuk menutupi defisit anggaran dan atau untuk menampung surplus anggaran. terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Penerimaan pembiayaan sepenuhnya masih mengandalkan saldo lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya. Dari sisi pengeluaran pembiayaan selain untuk mengangsur beban utang yang masih ada, dialokasikan juga untuk menumbuh kembangkan perusahaan daerah melalui penyertaan modal.
Rencana pembiayaan Daerah Kabupaten Kampar Tahun Anggaran 2011 yaitu sebesar Rp 272.045.072.586,00. Sampai dengan bulan Juni 2011 realisasi penerimaan pembiayaan dari anggaran sisa lebih perhitungan anggaran daerah tahun sebelumnya sebesar Rp. 269.045.072.586,17 dan hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan belum terealisasi. Pengeluaran pembiayaan daerah untuk Tahun Anggaran 2011 tidak di anggarkan.
Tabel 8 Rencana dan Realisasi Pembiayaan Tahun 2011
URAIAN REKENING TAHUN ANGGARAN 2011 REALISASI
2010
ANGGARAN REALISASI % LEBIH/KURANG
PEMBIAYAAN 272.045.072.586,17 0 0 272.045.072.586,17 220.030.767.828,71 PENERIMAAN DAERAH 272.045.072.586,17 0 0 272.045.072.586,17 226.476.308.143,21 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun
Sebelumnya
269.045.072.586,17 0 0 269.045.072.586,17 51.476.308.143,21 Penerimaan Kembali Pernyertaan Modal
(Investasi) Daerah
3.000.000.000,00 0 0 3.000.000.000,00 175.000.000.000,00 PENGELUARAN DAERAH 0,00 0,00 0 0,00 6.445.540.314,50 Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah
Daerah
0,00 0.00 0 0,00 6.434.648.000,00 Pembayaran Pokok Utang 0,00 0,00 0 0.00 10.892.314,50 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun
Berkenaan
(49.318.718.000,-) 150.972.255.216,4 306,2 (2.940.160.127.316,1) 45.071.723.999,41