Ida Muliyati 1 , Noor Hikmah 2 , Ayu Oktaviani 3
KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN KETERBATASAN Kesimpulan
Kesimpulan
(1) Hasil pengujian leverage, profitabilitas, dan komisaris independen menunjukkan nilai signifikansi di atas 0,05. Sehingga pengaruh leverage, profitabilitas, dan komisaris independen secara parsial terhadap luas pengungkapan good corporate governance belum bisa disimpulkan;(2) Likuiditas berpengaruh signifikan negatif terhadap luas pengungkapan good
corporate governance; (3) Tipe auditor berpengaruh signifikan positif terhadap luas
pengungkapan good corporate governance.
Implikasi
Secara teoritis, hasil penelitian ini memiliki implikasi bahwa dari lima variabel, penelitian ini berhasil membuktikan teori bahwa dua diantaranya yaitu likuiditas dan tipe auditor terbukti sebagai faktor yang dapat menjelaskan luasnya pengungkapan good corporate governance dalam laporan tahunan perusahaan. Ketika perusahaan mengalami penurunan likuiditas, perusahaan memiliki kecenderungan melakukan pengungkapan good corporate governance lebih luas. Selain itu perusahaan yang menggunakan jasa audit dari KAP yang berafiliasi dengan Big Four melakukan pengungkapan good corporate governance lebih luas.
Secara praktis, data nilai IPGCG telah menunjukkan rata-rata pengungkapan yang cukup tinggi. Walaupun perusahaan belum sepenuhnya melakukan pengungkapan minimal yang diwajibkan oleh BAPEPAM-LK maupun Kementrian BUMN. Perusahaan sampel cenderung memiliki proporsi aset yang tidak seimbang. Dalam sudut pandang investor, perusahaan memiliki risiko yang tinggi. Keyakinan bahwa perusahaan memiliki risiko yang tinggi namun
ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin
132
tetap menerapkan tata kelola perusahaan yang baik harus diberikan kepada investor. Hasil penelitian ini juga mengindikasikan komisaris independen yang tidak sepenuhnya independen. Pemerintah seharusnya mengurangi intervensi dalam manajemen BUMN agar perusahaan lebih transparan.
Keterbatasan
(1) Hasil penelitian tidak dapat digeneralisasi pada seluruh BUMN yang ada di Indonesia.Jumlah BUMN di Indonesia sebanyak 105 perusahaan. Sedangkan populasi penelitian hanya 20 perusahaan yang terdaftar di BEI; (2) Pengukuran indeks pengungkapan dalam penelitian ini menggunakan item pengungkapan tanpa bobot (unweighted item). Dalam hal ini luas pengungkapan hanya menunjukkan kuantitas sedangkan kualitasnya tidak bisa ditentukan; (3) Rasio keuangan dalam penelitian ini menggunakan proksi rasio keuangan yang umum. Hasil penelitian mungkin akan berubah jika menggunakan proksi yang berbeda.
REFERENSI
Algifari. (2015). Analisis Regresi: Untuk Bisnis dan Ekonomi (3nd ed.). Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Al-Moataz, E., & Hussainey, K. (2012). Determinants of Corporate Governance Disclosure in Saudi Companies. Journal of Economics and Management, 1-24.
Barako, D. G., Hancock, P., & Izan, H. Y. (2006). Factors influencing voluntary corporate disclosure by Kenyan companies. Corporate Governance: An International Review, 14(2), 107-125.
Benardi, Sutrisno, & Assih P. (2009). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan dan Impkasinya Terhadap Asimetri Informasi (Studi Pada Perusahaan-Perusahaan Sektor Manufaktur Yang Go Public di Bursa Efek Indonesia). Simposium Nasional Akuntansi
XII, 1-31. Padang
Chow, C. W., & Wong-Boren, A. (1987). Voluntary financial disclosure by Mexican corporations. Accounting review, 533-541.
Dewi, N. R. (2015). Pengaruh Profitabilitas, Umur Listing Perusahaan, Ukuran Dewan
Komisaris, Independensi Komite Audit Dan Kepemilikan Dispersi Terhadap Luas Pengungkapan Corporate Governance Dalam Laporan Tahunan Perbankan Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2010-2013. Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
http://jurnal.umrah.ac.id/?p=4102
Effendi, M. A. (2009). The Power of Good Corporate Governance: Teori dan Implementasi. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Hanggraeni, D. (2015). Manajemen Risiko Perusahaan (Enterprise Risk Management) dan
Good Corporate Governance. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).
Harahap, S. S. (2012). Teori Akuntansi (Rev. ed.). Jakarta: Rajawali Pers.
Hardiningsih, P. (2008). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Voluntary Disclosure Laporan Tahunan Perusahaan. Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE), 15(1), 67-79Daniri, M.A. (2014). Lead By GCG. Jakarta: Gagas Bisnis Indonesia
Hikmah, N., Chairina, & Rahmayanti, D. (2011). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan Corporate Governance Dalam Laporan Tahunan Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi, (hal. 1-32). Banda Aceh.
Jensen, M.C.& William H. Meckling. (1976). “Theory of The Firm: ManagerialBehaviour, Agency Costs, and Ownership Structure”.Journal of Financial Economics.(3)4, 305-360
ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin
133
Kamal, M. (2010). Corporate Governance and State-owned Enterprises: A Study of Indonesia’sCode of Corporate Governance. Journal of International Commercial Law
and Technology, 5(4), 206-224.
Kasmir. (2012). Analisis Laporan Keuangan (5th ed.). Jakarta: Rajawali Pers
Kusumawati, D. N. (2007). Profitability and Corporate Governance Disclosure: An Indonesian Study.Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, (10) 2, 131-146
Lang, M.H & Lundholm. (1993). Cross Sectional Determinants of Analyst Rating of Behaviour.
Journal of Accounting Research. (2), 246-271
Marston, C. L., & Shrives P. J. (1991). The Use of Disclosure Indices in Accounting Research: A Review Article. British Accounting Review. (23), 195-210
Muhamad, R., Shahimi, S., Yahya, Y., & Mahzan, N. (2009). Disclosure quality on governance issues in annual reports of Malaysian PLCs. International business research, 2(4), 61. Natalia, P., & Zulaikha. (2012). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan
Corporate Governance Pada Laporan Tahunan (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar Dalam LQ-45 Bursa Efek Indonesia). Diponegoro Journal of Accounting, 1(2), 1-10.
Ntim, C. G., Opong, K. K., Danbolt, J., & Thomas, D. A. (2012). Voluntary Corporate Governance Disclosures by Post-Apartheid South African Corporations. Journal of
Applied Accounting Research, 13(2), 122-144.
Putranto, R. J., & Raharja, S. (2013). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan Corporate Governance Dalam Laporan Tahunan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2011. Diponegoro Journal Of Accounting, 2(2), 1-12.
Ridho, N. A., & Sulistiani, D. (2014). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Ukuran Dewan Komisaris, dan Leverage Terhadap Luas Pengungkapan Good Corporate Governance (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008 - 2012). El-Muhasaba, 5(1), 116-132.
Rini, A. K., & Achmad, T. (2010). Analisis Luas Pengungkapan Corporate Governance dalam
Laporan Tahunan Perusahaan Publik di Indonesia (Skripsi, Universitas Diponegoro).
Samaha, K., Dahawy, K., Stapleton, P., & Hussainey, K. (2012). The Extent of Corporate Governance Disclosure and Its Determinants in a Developing Market: The Case of Egypt.
Advances in Accounting, 28(1), 168-178.
Sutedi, A. (2012). Good Corporate Governance. Jakarta: Sinar Grafika
Wallace, R.S.O., & Naser, K. (1995). Firm-Specific Determinants Of The Comprehensiveness Of Mandatory In The Corporate Annual Report Of Firm Listed On The Stock Exchanges Of Hongkong. Journal of Accounting and Public Policy, 14(2), 311-368
Wallace, R.S.O., Naser, K.,&Mora, A. (1994). The Relation Between theComprehensives of Corporate Anual Report and Firm Characteristich in Spain.Accounting and Business
ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin