• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN KETERBATASAN Kesimpulan

Dalam dokumen ISSN (Cetak) ISSN (Online ) (Halaman 141-144)

Ida Muliyati 1 , Noor Hikmah 2 , Ayu Oktaviani 3

KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN KETERBATASAN Kesimpulan

Kesimpulan

(1) Hasil pengujian leverage, profitabilitas, dan komisaris independen menunjukkan nilai signifikansi di atas 0,05. Sehingga pengaruh leverage, profitabilitas, dan komisaris independen secara parsial terhadap luas pengungkapan good corporate governance belum bisa disimpulkan;(2) Likuiditas berpengaruh signifikan negatif terhadap luas pengungkapan good

corporate governance; (3) Tipe auditor berpengaruh signifikan positif terhadap luas

pengungkapan good corporate governance.

Implikasi

Secara teoritis, hasil penelitian ini memiliki implikasi bahwa dari lima variabel, penelitian ini berhasil membuktikan teori bahwa dua diantaranya yaitu likuiditas dan tipe auditor terbukti sebagai faktor yang dapat menjelaskan luasnya pengungkapan good corporate governance dalam laporan tahunan perusahaan. Ketika perusahaan mengalami penurunan likuiditas, perusahaan memiliki kecenderungan melakukan pengungkapan good corporate governance lebih luas. Selain itu perusahaan yang menggunakan jasa audit dari KAP yang berafiliasi dengan Big Four melakukan pengungkapan good corporate governance lebih luas.

Secara praktis, data nilai IPGCG telah menunjukkan rata-rata pengungkapan yang cukup tinggi. Walaupun perusahaan belum sepenuhnya melakukan pengungkapan minimal yang diwajibkan oleh BAPEPAM-LK maupun Kementrian BUMN. Perusahaan sampel cenderung memiliki proporsi aset yang tidak seimbang. Dalam sudut pandang investor, perusahaan memiliki risiko yang tinggi. Keyakinan bahwa perusahaan memiliki risiko yang tinggi namun

ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin

132

tetap menerapkan tata kelola perusahaan yang baik harus diberikan kepada investor. Hasil penelitian ini juga mengindikasikan komisaris independen yang tidak sepenuhnya independen. Pemerintah seharusnya mengurangi intervensi dalam manajemen BUMN agar perusahaan lebih transparan.

Keterbatasan

(1) Hasil penelitian tidak dapat digeneralisasi pada seluruh BUMN yang ada di Indonesia.Jumlah BUMN di Indonesia sebanyak 105 perusahaan. Sedangkan populasi penelitian hanya 20 perusahaan yang terdaftar di BEI; (2) Pengukuran indeks pengungkapan dalam penelitian ini menggunakan item pengungkapan tanpa bobot (unweighted item). Dalam hal ini luas pengungkapan hanya menunjukkan kuantitas sedangkan kualitasnya tidak bisa ditentukan; (3) Rasio keuangan dalam penelitian ini menggunakan proksi rasio keuangan yang umum. Hasil penelitian mungkin akan berubah jika menggunakan proksi yang berbeda.

REFERENSI

Algifari. (2015). Analisis Regresi: Untuk Bisnis dan Ekonomi (3nd ed.). Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

Al-Moataz, E., & Hussainey, K. (2012). Determinants of Corporate Governance Disclosure in Saudi Companies. Journal of Economics and Management, 1-24.

Barako, D. G., Hancock, P., & Izan, H. Y. (2006). Factors influencing voluntary corporate disclosure by Kenyan companies. Corporate Governance: An International Review, 14(2), 107-125.

Benardi, Sutrisno, & Assih P. (2009). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan dan Impkasinya Terhadap Asimetri Informasi (Studi Pada Perusahaan-Perusahaan Sektor Manufaktur Yang Go Public di Bursa Efek Indonesia). Simposium Nasional Akuntansi

XII, 1-31. Padang

Chow, C. W., & Wong-Boren, A. (1987). Voluntary financial disclosure by Mexican corporations. Accounting review, 533-541.

Dewi, N. R. (2015). Pengaruh Profitabilitas, Umur Listing Perusahaan, Ukuran Dewan

Komisaris, Independensi Komite Audit Dan Kepemilikan Dispersi Terhadap Luas Pengungkapan Corporate Governance Dalam Laporan Tahunan Perbankan Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2010-2013. Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

http://jurnal.umrah.ac.id/?p=4102

Effendi, M. A. (2009). The Power of Good Corporate Governance: Teori dan Implementasi. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Hanggraeni, D. (2015). Manajemen Risiko Perusahaan (Enterprise Risk Management) dan

Good Corporate Governance. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).

Harahap, S. S. (2012). Teori Akuntansi (Rev. ed.). Jakarta: Rajawali Pers.

Hardiningsih, P. (2008). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Voluntary Disclosure Laporan Tahunan Perusahaan. Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE), 15(1), 67-79Daniri, M.A. (2014). Lead By GCG. Jakarta: Gagas Bisnis Indonesia

Hikmah, N., Chairina, & Rahmayanti, D. (2011). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan Corporate Governance Dalam Laporan Tahunan Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi, (hal. 1-32). Banda Aceh.

Jensen, M.C.& William H. Meckling. (1976). “Theory of The Firm: ManagerialBehaviour, Agency Costs, and Ownership Structure”.Journal of Financial Economics.(3)4, 305-360

ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin

133

Kamal, M. (2010). Corporate Governance and State-owned Enterprises: A Study of Indonesia’sCode of Corporate Governance. Journal of International Commercial Law

and Technology, 5(4), 206-224.

Kasmir. (2012). Analisis Laporan Keuangan (5th ed.). Jakarta: Rajawali Pers

Kusumawati, D. N. (2007). Profitability and Corporate Governance Disclosure: An Indonesian Study.Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, (10) 2, 131-146

Lang, M.H & Lundholm. (1993). Cross Sectional Determinants of Analyst Rating of Behaviour.

Journal of Accounting Research. (2), 246-271

Marston, C. L., & Shrives P. J. (1991). The Use of Disclosure Indices in Accounting Research: A Review Article. British Accounting Review. (23), 195-210

Muhamad, R., Shahimi, S., Yahya, Y., & Mahzan, N. (2009). Disclosure quality on governance issues in annual reports of Malaysian PLCs. International business research, 2(4), 61. Natalia, P., & Zulaikha. (2012). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan

Corporate Governance Pada Laporan Tahunan (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar Dalam LQ-45 Bursa Efek Indonesia). Diponegoro Journal of Accounting, 1(2), 1-10.

Ntim, C. G., Opong, K. K., Danbolt, J., & Thomas, D. A. (2012). Voluntary Corporate Governance Disclosures by Post-Apartheid South African Corporations. Journal of

Applied Accounting Research, 13(2), 122-144.

Putranto, R. J., & Raharja, S. (2013). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan Corporate Governance Dalam Laporan Tahunan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2011. Diponegoro Journal Of Accounting, 2(2), 1-12.

Ridho, N. A., & Sulistiani, D. (2014). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Ukuran Dewan Komisaris, dan Leverage Terhadap Luas Pengungkapan Good Corporate Governance (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008 - 2012). El-Muhasaba, 5(1), 116-132.

Rini, A. K., & Achmad, T. (2010). Analisis Luas Pengungkapan Corporate Governance dalam

Laporan Tahunan Perusahaan Publik di Indonesia (Skripsi, Universitas Diponegoro).

Samaha, K., Dahawy, K., Stapleton, P., & Hussainey, K. (2012). The Extent of Corporate Governance Disclosure and Its Determinants in a Developing Market: The Case of Egypt.

Advances in Accounting, 28(1), 168-178.

Sutedi, A. (2012). Good Corporate Governance. Jakarta: Sinar Grafika

Wallace, R.S.O., & Naser, K. (1995). Firm-Specific Determinants Of The Comprehensiveness Of Mandatory In The Corporate Annual Report Of Firm Listed On The Stock Exchanges Of Hongkong. Journal of Accounting and Public Policy, 14(2), 311-368

Wallace, R.S.O., Naser, K.,&Mora, A. (1994). The Relation Between theComprehensives of Corporate Anual Report and Firm Characteristich in Spain.Accounting and Business

ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin

134

MEMBANGUN KOLABORASI PENGETAHUAN MELALUI

Dalam dokumen ISSN (Cetak) ISSN (Online ) (Halaman 141-144)