Ida Muliyati 1 , Noor Hikmah 2 , Ayu Oktaviani 3
METODE PENELITIAN Ruang Lingkup Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kausal. Objek penelitian ini adalah variabel leverage, profitabilitas, likuiditas, tipe auditor, komisaris independen, dan luas pengungkapan good corporate governance. Unit analisis dalam penelitian ini adalah laporan tahunan BUMN yang terdaftar di BEI.
Populasi dan Ukuran Sampel
Populasi pada penelitian ini adalah BUMN yang terdaftar di BEI sebanyak 20 BUMN. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. BUMN yang terpilih sebagai sampel sebanyak 11 perusahaan dengan penjelasan sebagai berikut.
Tabel 1
Penentuan Sampel Penelitian
Kriteria Jumlah
BUMN yang terdaftar di BEI hingga tahun 2015 20
Dikeluarkan dari sampel karena:
1. Terdaftar di BEI (privatisasi) di atas tahun 2012 2. Mengalami kerugian selama periode 2012-2015 3. Jasa asuransi dan keuangan
Jumlah perusahaan yang tidak memenuhi kriteria
(1) (4) (4) 9
Jumlah BUMN yang memenuhi kriteria sampel 11
Jumlah seluruh pengamatan sampel selama 4 tahun 44
Sumber: Data diolah oleh peneliti dari www.idx.co.id (2016)
Definisi Operasional Variabel
Tabel 2
Definisi Operasional Variabel
Variabel Indikator Variabel Skala
Luas pengungkapan GCG (Y) Rasio Leverage (X1) Rasio Profitabilitas (X2) Rasio Likuiditas (X3) Rasio
Tipe Auditor (X4) KAP yang tidak berafiliasi dengan Big Four = 0
KAP yang berafiliasi dengan Big Four = 1 Dummy
Komisaris Independen (X5) Rasio
Sumber: Diolah peneliti (2016)
ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin
129
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, yaitu mengumpulkan dan mempelajari data dan dokumen yang diperlukan. Adapun dokumen yang digunakan untuk memperoleh data penelitian ini yaitu laporan tahunan dan laporan keuangan yang diperoleh dari situs resmi BEI.
Teknik Analisis Data
Model yang digunakan untuk menguji pengaruh variabel-variabel independen terhadap pengungkapan good corporate governance dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut:
Keterangan:
IPGCG = indeks pengungkapan good corporate governance DER = debt to equity ratio
ROE = return of equity ratio CURRENT = current ratio
BIGFOUR = tipe auditor
COMIND = dewan komisaris independen
α = konstanta
e = standar erorr
HASIL PENELITIAN Uji Asumsi Klasik
Uji normalitas dengan uji Kolmogorov Smirnov Z menunjukkan probabilitas sebesar 0,200 di atas tingkat signifikansi 0,05. Uji multikolinearitas menunjukkan tidak ada variabel independen yang memiliki nilai tolerance kurang dari 0,10 (10%) dan tidak ada variabel independen yang memiliki nilai VIF lebih dari 10. Uji heteroskedastisitas dengan uji Glejser menunjukkan bahwa koefisien parameter seluruh variabel independen tidak ada yang signifikan (> 0.05). Uji autokorelasi memperoleh nilai Durbin Watson sebesar 2,525 yang berada pada daerah hasil kesimpulan tanpa keputusan. Menurut Algifari (2015) jika pada penelitian terjadi hasil uji autokorelasi tanpa keputusan, maka tidak dapat dipastikan apakah persamaan regresi mengandung masalah autokorelasi atau tidak. Langkah untuk memastikan adalah melakukan pengujian nonparametrik terhadap residual persamaan regresi estimasi. Statistika nonparametrik yang digunakan untuk memastikan pengujian Durbin Watson tanpa keputusan adalah run test. Hasil run test terhadap data residual menunjukkan probabilitas sebesar 0,446 di atas tingkat signifikansi 0,05. Berdasarkan pengujian tersebut diketahui bahwa model penelitian ini telah lolos uji asumsi klasik.
Pengujian Hipotesis dan Intepretasi Hasil Penelitian Tabel 3
Hasil Analisis Regresi Berganda
Variabel Independen B t Sig. Hasil
Pengujian Hipotesis
Konstanta 0,811 7,457 0,000
Leverage -0,011 -0,852 0,400 Tidak signifikan H1 ditolak Profitabilitas 0,389 1,756 0,087 Tidak signifikan H2 ditolak Likuiditas -0,052 -2,747 0,009 Signifikan
negatif
H3 diterima
Tipe Auditor 0,167 3,888 0,000 Signifikan positif
H4 diterima
Komisaris Independen -0,264 -0,976 0,335 Tidak signifikan H5 ditolak
ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin
130
F = 9,964
Signifikansi = 0,000
Sumber: Output SPSS (2016)
Pengaruh Leverage Terhadap Luas Pengungkapan Good Corporate Governance
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pengaruh variabel leverage terhadap luas pengungkapan good corporate governance belum bisa disimpulkan. Hasil ini menolak H1dan belum berhasil membuktikan teori serta memperkuat hasil penelitian Muhammad, Shahimi, Yahya, & Mahzan (2009) dan Ridho & Sulistiani (2014). Menurut Kasmir (2012) semakin besar tingkat debt to equity ratio (DER) suatu perusahaan maka akan semakin besar risiko yang ditanggung atas kegagalan yang mungkin terjadi di perusahaan. Diduga karena tingkat risikonya yang lebih besar, ada kemungkinan perusahaan menggunakan metode lain untuk menyelesaikan masalah konflik kepentingan sebagai pendekatan lebih mendalam. Chow & Wong Boren (1987) menjelaskan bahwa pengungkapan informasi hanya salah satu dari mekanisme untuk menyelesaikan masalah konflik kepentingan. Selain itu dalam hubungannya dengan leverage, kreditur jangka panjang memberikan perhatian lebih banyak daripada pemangku kepentingan yang lain. Karakteristik kreditur jangka panjang bisa saja mempengaruhi jenis pendekatan yang dipilih oleh manajemen. BUMN di Indonesia diduga menggunakan mekanisme alternatif lain untuk menyelesaikan konflik agensi antara pemegang saham, kreditur jangka panjang, dan manajemen.
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Luas Pengungkapan Good Corporate Governance
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pengaruh variabel profitabilitas terhadap luas pengungkapan good corporate governance belum bisa disimpulkan.Hasil ini menolak H2dan belum berhasil membuktikan teori serta memperkuat hasil penelitian Ridho & Sulistiani (2014).Benardi, Sutrisno, & Assih (2009) serta Hikmah, Chairina, & Rahmayanti (2011) dalam penelitiannya menyatakan bahwa tingginya kinerja keuangan sudah merupakan suatu keharusan karena kondisi keuangan dengan profitabilitas yang baik akan memudahkan perusahaan menjalankan operasional sehari-hari. Selain itu Hardiningsih (2008) menyatakan bahwa informasi berupa laba positif sebagaimana yang diperoleh perusahaan dalam sampel penelitian ini sudah cukup informatif sebagai sinyal good news bagi investor.
Pengaruh Likuiditas Terhadap Luas Pengungkapan Good Corporate Governance
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel likuiditas berpengaruh signifikan terhadap luas pengungkapan good corporate governance.Hasil ini menolak H0 dan menerima H3. Hasil penelitian ini berhasil membuktikan teori dan memperkuat hasil penelitian Al-Moataz & Hussainey (2012) walaupun pengaruhnya berlawanan arah. Penelitian ini memiliki koefisien regresi bernilai negatif -0,052 menunjukkan bahwa semakin rendah likuiditas perusahaan maka semakin besar luas pengungkapan good corporate governance dalam laporan tahunan. Ketika perusahaan memiliki tingkat likuiditas rendah maka manajemen dituntut untuk menjelaskan penyebab rendahnya likuiditas tersebut (Wallace, Naser, & Mora, 1994; Barako, 2006; Al-Moataz & Hussainey, 2012). Manajemen perusahaan akan memberikan penjelasan dengan cara melakukan pengungkapan informasi yang lebih luas. Pengungkapan dapat dilakukan dengan mengungkapkan informasi keuangan dalam laporan keuangan dan dapat pula dengan melakukan pengungkapan informasi non keuangan dalam laporan tahunan. Pengungkapan informasi keuangan akan menjelaskan penyebab menurunnya likuiditas jika dilihat dengan angka. Pengungkapan good corporate governance dilakukan sebagai upaya meyakinkan pemangku kepentingan bahwa perusahaan telah dikelola sesuai peraturan dan penurunan likuiditas bukan disebabkan oleh tata kelola perusahaan yang buruk. Hal ini menjelaskan hubungan negatif (berlawanan arah) dalam pengujian.
ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin
131
Pengaruh Tipe Auditor Terhadap Luas Pengungkapan Good Corporate Governance
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel tipe auditor berpengaruh signifikan terhadap luas pengungkapan good corporate governance.Hasil ini menolak H0 dan menerima H4. Hasil penelitian iniberhasil membuktikan teori serta memperkuat hasil penelitian Ntim, Opong, Danbolt, &Thomas (2012). Salah satu upaya perbaikan good corporate
governance yaitu peningkatan peran auditor independen sehingga mengurangi risiko perusahaan
publik dari tindakan yang dapat merugikan para pemodal (Daniri, 2014). Selain itu auditor independen dianggap dapat secara signifikan mempengaruhi jumlah informasi yang diungkapkan (Barako, 2006).KAP Big Four dengan ukuran lebih besar, sumber daya manusia memadai, dan kecenderungan mempertahankan reputasinya, memiliki kemampuan untuk mempengaruhi perusahaan melakukan pengungkapan good corporate governance lebih luas sebagai upaya peningkatan transparansi.
Pengaruh Komisaris Independen Terhadap Luas Pengungkapan Good Corporate
Governance
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pengaruh variabel komisaris independen terhadap luas pengungkapan good corporate governance belum bisa disimpulkan.Hasil ini menolak H5dan belum berhasil membuktikan teori serta memperkuat penelitian Al-Moataz & Hussainey (2012).
Berdasarkan data laporan tahunan perusahaan sampel diketahui bahwa sebagian besar komisaris independen berasal dari latar belakang militer, politisi, dan birokrat. Sedangkan posisi pemerintah bagi BUMN tidak hanya sebagai regulator namun juga pemegang saham pengendali. Hal ini mengindikasikan penunjukkan komisaris independen yang terindikasi alasan politis dan kemungkinan adanya kecenderungan keputusan komisaris independen yang bias dan lebih memihak pada kepentingan pemegang saham pengendali. Masalah utama dalam konflik agensi di BUMN karena politisi dan birokrat sebagai agen cenderung tidak melaksanakan pekerjaan mereka sesuai dengan kepentingan masyarakat sebagai pemilik BUMN yang sebenarnya. Agen dengan latar belakang politisi dapat menggunakan wewenangnya mengeluarkan kebijakan unprofitable bagi BUMN (Kamal, 2010).