Penelitian dilakukan di perpustakaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (FEB ULM), Jalan Brigjend. H. Hasan Basry. Waktu penelitian dilakukan selama 15 hari kerja.
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah anggota atau pengguna Perpustakaan FEB ULM yang datang langsung ke perpustakaan. Pengguna Perpustakaan FEB ULM terdiri dari civitas akademika (mahasiswa, dosen, dan staf administrasi FEB Unlam), dan bukan civitas akademika FE ULM (mahasiswa non FE, dosen non FEB, peneliti). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode Accidental Sampling, dimana pengunjung yang datang pada hari dilakukan penelitian dan telah minimal tiga kali mengunjungi perpustakaan FEB yang akan dijadikan sebagai sampel.
Jenis dan Sumber Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan sumber data primer.
Variabel Penelitian
Terdapat empat dimensi dalam LibQual+TM, yang dapat dijadikan indikator penilaian, yaitu: (1) Access to information, menyangkut: a) Kelengkapan koleksi (buku, majalah, jurnal, surat kabar), b) Kemutakhiran koleksi (currency), c) Relevansi koleksi dengan kebutuhan pengguna, d) Kemudahan akses internet/dokumen elektronik, dan lain-lain. (2) Affect of service, menyangkut sikap petugas dalam melayani pengguna, meliputi: a) Suka membantu pengguna yang kesulitan, b) Selalu ramah dan sopan, c) Dapat diandalkan menangani kesulitan yang dihadapi pengguna, d) Memberikan perhatian (care) kepada setiap pengguna, e) Mempunyai wawasan yang cukup untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pengguna, f) Selalu siap siaga merespon permintaan pengguna, g) Dapat meyakinkan pengguna, h) Mengerti kebutuhan pengguna; dan lain-lain. (3) Personal Control, yaitu suatu kondisi yang diciptakan perpustakaan agar pengguna secara individu (personal) dapat melakukan sendiri apa yang diinginkannya ketika mencari informasi di perpustakaan (tanpa bantuan petugas perpustakaan). Hal ini meliputi: a) Adanya katalog (kartu/online) yang mudah digunakan oleh pengguna, b) Adanya petunjuk-petunjuk yang jelas di perpustakaan, c) Adanya peralatan modern yang memudahkan pengguna untuk mengakses informasi, d) Adanya tatanan/urutan/klasifikasi yang memudahkan pengguna dalam menemukan buku-buku di rak, dan sebagainya. (4) Library as place (perpustakaan sebagai sebuah tempat), yaitu: a) Tempat yang nyaman untuk belajar, b) Tempat yang tenang untuk berkonsentrasi, c) Tempat yang merefeleksikan diri dan merangsang tumbuhnya kreatifitas, d) Tempat yang nyaman dan mengundang (inviting location) kepada siapa saja untuk masuk, dan e) Tempat yang kondusif untuk berkontempelasi/merenung
(contempelative environment).
Teknik Analisis Data
Statistik Deskriptif. Menurut Hasan (2003), statistik deskriptif atau statistik deduktif adalah bagian dari statistic yang mempelajari cara pengumpulan dan penyajian data sehingga mudah dipahami. Penarikan kesimpulan pada statistik deskriptif (jika ada) hanya ditujukan pada kumpulan data yang ada. Berdasarkan ruang lingkup bahasannya, statistik deskriptif mencakup hal-hal sebagai berikut: (1) distribusi frekuensi beserta bagian-bagiannya, seperti (a) grafik distribusi (histogram, poligon frekuensi, dan ogif), (b) ukuran nilai pusat (rata-rata, median, modus, kuartil, dan sebagainya), (c) ukuran disperse (jangkauan, simpangan rata-rata, variasi,
ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin
51
simpangan baku, dan sebagainya), (d) kemencengan dan kemiringan kurva; (2) angka indeks; (3) Time series data; (4) korelasi dan regresi sederhana.
Importance Performance Analysis. Importance-Performance Analysis (IPA) merupakan
suatu metode statistik dengan corak deskriptif, yang pertama kali diperkenalkan oleh John A. Martilla dan John C. James tahun 1977. Martilla dan James (1977) mengungkapkan bahwa
Importance Performance Analysis merupakan teknik yang sangat berguna untuk mengevaluasi
elemen elemen pemasaran. Fitur yang menarik dari Importance Performance Analysis (IPA) adalah hasil / output yang dihasilkan dapat diperlihatkan dalam bentuk grapik pada bentuk dua dimensi, yang mudah untuk diinterpretasikan. Analisis ini juga mengaitkan antara tingkat kepentingan (importance) suatu atribut yang dimiliki obyek tertentu dengan kenyataan (performance) yang dirasakan oleh pengguna.
Diagram IPA terdiri dari empat kuadran seperti dapat dilihat pada gambar 1, yaitu: (1) Kuadran I, wilayah yang memuat indikator-indikator dengan tingkat kepentingan yang relatif tinggi tapi kenyataannya belum sesuai dengan pengguna harapkan. Indikator-indikator yang masuk kuadran ini harus segara ditingkatkan kinerjanya. (2) Kuadran II, wilayah yang memuat indikator-indikator dengan tingkat kepentingan yang relatif tinggi dengan tingkat kepuasan yang relatif tinggi pula. Indikator-indikator yang masuk kuadran ini harus tetap dipertahankan kinerjanya karena semua indikator ini menjadikan produk atau jasa tersebut unggul dimata pengguna. (3) Kuadran III, wilayah yang memuat indikator-indikator dengan tingkat kepentingan yang relatif rendah dan kenyataannya kinerjanya tidak terlalau istimewa dengan tingkat kepuasan yang relatif rendah. Indikator-indikator yang termasuk kuadran ini memberikan pengaruh sangan kecil terhadap manfaat yang dirasakan pengguna. (4) Kuadran IV, wilayah yang memuat indikator-indikator dengan tingkat kepentingan yang relatif rendah dan dirasakan oleh pengguna terlalu berlebihan dengan tingkat kepuasan yang relatif tinggi. Biaya yang digunakan untuk menunjang indikator yang masuk kuadran ini dapat dikurangi agar perusahaan dapat menghemat pengeluaran.
Indeks Kepuasan Pengguna. Indeks Kepuasan Pengguna (IKP) merupakan analisis kuantitatif berupa persentase pengguna yang senang dalam suatu survei kepuasan pengguna. IKP diperlukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna secara menyeluruh dengan memperhatikan tingkat kepentingan dari atribut-atribut produk atau jasa. Pada penelitian ini karena nilai Skor tertinggi pada skala pengukuran yang dipakai adalah 7 maka rumus IKP menjadi:
IKP x
7 Y
Perhitungan keseluruhan IKP menurut Bhote (1996) adalah nilai rata-rata tingkat kepentingan (I) dijumlahkan sehingga diperoleh Y, P adalah jumlah nilai rata-rata kinerja sesungguhnya, hasil kali I dengan P dijumlahkan dan diperoleh T. Nilai maksimum IKP adalah 100%, dengan ketentuan nilai IKP 50% atau lebih rendah menandakan kinerja layanan yang kurang baik dimata pengguna, nilai IKP 80% atau lebih tinggi mengindikasikan pengguna merasa puas terhadap kinerja pelayanan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tingkat Kesesuaian Per Dimensi dalam Penelitian
Tabel Perbandingan Rata - Rata Kinerja dan Tingkat kepentingan
Dimensi Penelitian Rata -Rata Tingkat kepentingan Rata - Rata Kinerja Gap Rata - Rata (Kinerja dan Tingkat kepentingan) Tingkat Kepuasan (Kesesuaian Per Dimensi) Gap Tingkat Kepuasan Akses Terhadap Informasi (Access 5.66 4.07 -1.59 71.89 % 28.11 %
ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin
52
To Information)
Sikap Petugas dalam Melayani (Affect Of Service) 5.63 4.18 -1.46 74.15 % 25.85 % Kemudahan Pengguna dalam Pencarian Informasi Tanpa Bantuan Petugas (Personal Control) 5.65 3.84 -1.81 68.01 % 31.99 % Perpustakaan sebagai Sebuah Tempat (Library As Place) 5.77 4.91 -0.86 85.08 % 14.92 %
Rata rata untuk
LibQual 5.68 4.25 -1.43 74.78 % 25.22 %
Berdasarkan tabel di atas, dari sisi rata-rata LIBQUAL yang merupakan gabungan dari dimensi Akses Terhadap Informasi, Sikap Petugas dalam Melayani, Kemudahan Pengguna dalam Pencarian Informasi Tanpa Bantuan Petugas dan Perpustakaan sebagai Sebuah Tempat, terlihat bahwa kesenjangan / gap bernilai negatif, hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan masih dinilai “baik” dan berada di antara tingkat minimum yang dapat diterima dan tingkat kepentingan / harapan ideal (desired). Hal ini juga berarti bahwa kepuasan pengguna terhadap kualitas pelayanan perpustakaan FEB ULM masih berada pada tingkat minimum yang dapat diterima dan tingkat harapan / kepentingan ideal. Penilaian pengguna ini membuktikan bahwa perpustakaan FEB ULM pun fokus terhadap pengembangan kualitas pelayanan yang berkelanjutan.
Berdasarkan Dimensi Akses Terhadap Informasi (Access To Information) : Secara keseluruhan terlihat tingkat kinerja yang dilaksanakan oleh para karyawan perpustakaan FEB ULM terkait dengan Akses Terhadap Informasi (Access To Information) masih belum memenuhi tingkat kepentingan dari para pengguna perpustakaan, sehingga persentase kepuasan berada pada angka 71,89 %. Pada perbandingan antara kinerja dan tingkat kepentingan dari dimensi ini terlihat bahwa terdapat gap antara kinerja pelayanan dari perpustakaan FEB ULM dengan tingkat kepentingan dari para pengguna layanan perpustakaan sebesar -1,59. Hasil dari persentase nilai kepuasan dan gap untuk dimensi Akses Terhadap Informasi (Access To
Information) tersebut juga memberikan arti bahwa perpustakaan FEB ULM masih perlu untuk
meningkatkan kinerja layanan terkait akses terhadap informasi yang dimiliki oleh perpustakaan FEB ULM agar dimasa yang akan datang dapat memenuhi keinginan yang diharapkan oleh para pengguna perpustakaan. Hasil tersebut juga memberikan gambaran bahwa sebaiknya perpustakaan FEB ULM dapat menjaga agar akses terhadap informasi yang dimiliki perpustakaan jangan sampai mengalami penurunan kualitas kinerja, karena jika terjadi penurunan kinerja seperti terbatasnya akses pengguna terhadap informasi yang ada pada perpustakaan dapat memunculkan ketidakpuasan terhadap layanan dari perpustakaan FEB ULM.
Hasil dari Dimensi Sikap Petugas dalam Melayani (Affect Of Service) : Terlihat bahwa tingkat kinerja yang dilaksanakan oleh para karyawan perpustakaan FEB ULM terkait dengan sikap petugas dalam melayani para pengguna layanan perpustakaan FEB ULM masih belum memenuhi tingkat kepentingan dari para pengguna perpustakaan tersebut, sehingga persentase kepuasan berada pada angka 74,15 %. Pada perbandingan antara kinerja dan tingkat kepentingan dari dimensi ini terlihat bahwa terdapat gap antara kinerja pelayanan dari perpustakaan FEB ULM dengan tingkat kepentingan dari para pengguna layanan perpustakaan sebesar -1,46. Hasil dari persentase nilai kepuasan dan gap untuk dimensi Sikap Petugas dalam
ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin
53
Melayani (Affect Of Service) tersebut juga memberikan arti bahwa perpustakaan FEB ULM masih perlu untuk meningkatkan kinerja para karyawannya terkait sikap dalam melayani para pengguna perpustakaan, agar dimasa yang akan datang dapat memenuhi keinginan yang diharapkan oleh para pengguna perpustakaan.
Berdasarkan Dimensi Kemudahan Pengguna dalam Pencarian Informasi Tanpa Bantuan Petugas (Personal Control) : Secara keseluruhan terlihat tingkat kinerja yang dilaksanakan oleh para karyawan perpustakaan FEB ULM terkait dengan Akses Terhadap Informasi (Access To
Information) masih belum memenuhi tingkat kepentingan dari para pengguna perpustakaan,
sehingga persentase kepuasan berada pada angka 68.01 %. Pada perbandingan antara kinerja dan tingkat kepentingan dari dimensi ini terlihat bahwa terdapat gap antara kinerja pelayanan dari perpustakaan FEB ULM dengan tingkat kepentingan dari para pengguna layanan perpustakaan sebesar -1.81. Hasil dari persentase nilai kepuasan dan gap untuk dimensi Kemudahan Pengguna dalam Pencarian Informasi Tanpa Bantuan Petugas (Personal Control) tersebut juga memberikan arti bahwa perpustakaan FEB ULM masih perlu untuk meningkatkan fasilitas pendukung dan pelayanan perpustakaan FEB ULM agar lebih memberikan kemudahan pengguna sehingga dapat mencari informasi maupun data yang diperlukan secara mandiri walaupun tanpa adanya bantuan petugas atau karyawan perpustakaan.
Hasil dari Dimensi Perpustakaan sebagai Sebuah Tempat (Library As Place): Secara keseluruhan terlihat tingkat kinerja yang dilaksanakan oleh para karyawan perpustakaan FEB ULM terkait dengan Perpustakaan sebagai Sebuah Tempat (Library As Place) telah memenuhi tingkat kepentingan dari para pengguna perpustakaan, sehingga persentase kepuasan berada pada angka 85.08 % yang terkategori tinggi. Pada perbandingan antara kinerja dan tingkat kepentingan dari dimensi ini terlihat bahwa terdapat gap antara kinerja pelayanan dari perpustakaan FEB ULM dengan tingkat kepentingan dari para pengguna layanan perpustakaan juga rendah yaitu sebesar -0.86. Hasil dari persentase nilai kepuasan dan gap untuk dimensi Perpustakaan sebagai Sebuah Tempat (Library As Place), tersebut juga memberikan arti bahwa perpustakaan FEB ULM adalah tempat yang menyenangkan bagi pemustaka. Perpustakaan dinilai telah mampu menjadi sebuah sebagai tempat yang nyaman untuk belajar, berkonsentrasi, berdiskusi hingga berkomtemplasi.
Berdasarkan perhitungan Indeks Kepuasan Pengguna (IKP) diperoleh hasil sebagai berikut:
IKP x
7 Y
IKP 509.48x
7 (119.12)
= 61.1 %
Dari hasil tersebut telihat bahwa nilai indeks kepuasan pengguna (IKP) dari perpustakaan FEB ULM adalah 61.1 %. Angka tersebut menggambarkan bahwa kinerja yang telah diberikan belum maksimal secara keseluruhan karena nilai IKP yang didapatkan masih kurang dari 80%. Para pengguna perpustakaan FEB ULM hanya merasa “cukup puas” dengan kinerja pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan FEB ULM.
Kinerja pelayanan yang diberikan karyawan perpustakaan FEB ULM memang cukup memuaskan sebagian pengguna, namun ada juga sebagian pengguna perpustakaan lain yang masih belum merasa bahwa kinerja pelayanan perpustakaan telah sesuai dengan tingkat kepentingan pengguna, dengan begitu kinerja pelayanan perpustakaan FEB ULM harus terus diperbaiki dan ditingkatkan dengan titik berat dari perbaikan pada item item indikator kuadran I
ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin
54
diagram hasil IPA yang belum sesuai dengan tingkat kepentingan para pengguna perpustakaan FEB ULM.
Importance Performance Analysis (IPA)
Gambar Diagram IPA Pelayanan Perpustakaan FEB ULM
Gambar 2 di atas memberikan gambaran mengenai hasil mapping dari semua item pertanyaan penelitian dalam bentuk diagram peta Importance Performance Analysis. Berdasarkan gambar tersebut dapat dilihat atribut-atribut yang masuk ke dalam kuadran I, II, III hingga kuadran IV.
Atribut-atribut yang masuk kuadran I adalah: (1) Kelengkapan koleksi (buku, skripsi/tesis/disertasi, jurnal, surat kabar, koleksi digital) (AI1), (2) Mengerti kebutuhan pengguna (AS8). Atribut yang masuk kuadaran I ini dianggap oleh pengguna perpustakaan memiliki tingkat kepentingan yang relatif tinggi tetapi dinilai memiliki kinerja yang relatif rendah. Pengelola perpustakaan FEB ULM harus segera melakukan perbaikan sehingga kinerja atribut yang ada dalam kuadran ini akan meningkat. Beberapa langkah yang telah dilakukan pihak pengelola yaitu berupaya maksimal untuk melengkapi koleksi minimal 10 eksemplar untuk tiap judul buku dengan berkoordinasi dengan pihak pembuat anggaran pengadaaan buku tiap tahunnya.
Atribut yang masuk kuadran II sebagai berikut : (1) Selalu siap siaga merespon permintaan pengguna (AS6), (2) Selalu ramah dan sopan (AS2), (3) Adanya susunan buku di rak yang memudahkan pengguna dalam pencariannya (PC4), (4) Tempat yang nyaman dan mengundang kepada siapa saja untuk masuk (LP4), (5) Tempat yang nyaman untuk belajar
ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin
55
(LP1), (6) Tempat yang tenang untuk berkonsentrasi (LP2). Atribut yang masuk kuadaran II ini dianggap oleh pengguna perpustakaan memiliki tingkat kepentingan yang relatif tinggi dan ternyata dibarengi oleh kinerja yang juga relatif tinggi sehingga menghasilkan kepuasan pengguna yang relatif tinggi pula. Pengelola perpustakaan FEB ULM harus sebisa mungkin mempertahankan kinerja atribut yang ada dalam kuadran ini dengan menjaga tingkat kepuasan pengguna sehingga pengguna perpustakaan akan terus memanfaatkan layanan perpustakaan FEB ULM. Beberapa hal yang terus dilakukan adalah memelihara kenyamanan ruangan perpustakaan dengan udara yang sejuk, susunan buku yang selalu ditata dengan rapi, hingga karyawan yang dengan senang hati melayani setiap pengguna perpustakaan
Atribut yang masuk kuadran III sebagai berikut : 1) Adanya katalog (kartu/komputer) yang mudah digunakan (PC1), 2) Adanya rambu rambu yang jelas (PC2), 3) Adanya peralatan modern yang memudahkan pengguna dalam mengakses informasi (PC3), 4) Kemutakhiran koleksi (AI2), 5) Relevansi koleksi (AI3), 6) Kemudahan akses internet / koleksi digital (AI4), 7) Suka membantu pengguna yang kesulitan (AS1), 8) Dapat diandalkan menangani kesulitan yang dihadapi pengguna (AS3), 9) Memberikan perhatian kepada setiap pengguna (AS4), 10) Mempunyai wawasan yang cukup untuk menjawab pertanyaan pengguna (AS5), 11) Dapat meyakinkan pengguna (AS7).
Atribut yang masuk kuadaran III ini dianggap oleh pengguna perpustakaan memiliki tingkat kepentingan yang relatif rendah dan pada kenyataannya kinerjanya juga tidak istimewa dengan tingkat kepuasan yang relatif rendah. Pengelola perpustakaan FEB ULM sebaiknya tetap memperhatikan Item item atribut kuadran ini namun jangan memberikan fokus daya upaya yang berlebihan pada kuadran ini, karena sebaik apapun item item pada kuadran ini ternyata memberikan pengaruh yang relatif kecil terhadap manfaat yang dirasakan pengguna perpustakaan FEB ULM.
Atribut yang masuk kuadran IV adalah sebagai berikut: 1) Tempat yang merangsang tumbuhnya kreatifitas (LP3), dan 2) Tempat yang kondusif untuk berkomtemplasi / merenung (LP5). Atribut yang masuk kuadaran IV ini dianggap oleh pengguna perpustakaan memiliki tingkat kepentingan yang relatif rendah namun dirasakan pengguna terlalu berlebihan dengan tingkat kepuasan relatif tinggi. Memang Pengelola Perpustakaan FEB ULM sebaiknya tetap memperhatikan item item kuadran ini, namun karena dianggap berlebihan, maka biaya yang digunakan untuk menunjang terciptanya item item kuadran ini dapat dikurangi untuk menghemat pengeluaran perpustakaan, dengan batasan tidak sampai mengganggu (tidak membuat) item item kuadran ini menurun kinerjanya.
Matriks IPA tersebut juga memberikan gambaran mengenai posisi dimensi – dimensi yang digunakan dalam penelitian yaitu : dimensi Akses Terhadap Informasi (Access To
Information) – AI, dimensi Sikap Petugas dalam Melayani (Affect Of Service)- AS, dimensi
Kemudahan Pengguna dalam Pencarian Informasi Tanpa Bantuan Petugas (Personal
Control)-PC, dan dimensi Perpustakaan sebagai Sebuah Tempat (Library As Place)-LP.
Adapun posisi dimensi dimensi dalam penelitian sebagai berikut : a) Dimensi Sikap Petugas dalam Melayani (Affect Of Service)- AS, berada pada kuadran III yang menggambarkan dimensi tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah bagi para pengguna perpustakaan, dan kinerja yang dirasakan oleh para pengguna perpustakaan pun dirasakan rendah. b) Dimensi Akses Terhadap Informasi (Access To Information) – AI, berada dalam kuadran I yang menggambarkan dimensi tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi bagi para pengguna, namun kinerja yang dirasakan oleh pengguna perpustakaan masih rendah atau belum sesuai dengan harapan. c) Dimensi Kemudahan Pengguna dalam Pencarian Informasi Tanpa Bantuan Petugas (Personal Control)-PC, berada dalam kuadran III yang menggambarkan dimensi tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah bagi para pengguna perpustakaan, dan ternyata kinerjanya pun dirasakan rendah oleh para pengguna perpustakaan. d) Dimensi Perpustakaan sebagai Sebuah Tempat (Library As Place)-LP, berada dalam kuadran II yang menggambarkan bahwa dimensi tersebut memiliki tingkat kepentingan yang tinggi bagi para pengguna perpustakaan, dan ternyata kinerja yang dirasakan oleh pengguna perpustakaan pun tinggi.
ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin
56
Secara keseluruhan LIBQUAL yang terdiri dari dimensi AS, AI, PC, dan LP, berada pada kuadran II (tingkat kepentingan 5,68 dan kinerja 4,25) yang menggambarkan bahwa LIBQUAL dari perpustakaan FEB ULM memiliki tingkat kepentingan yang tinggi, dan diiringi kinerja relatif tinggi pula yang dirasakan oleh pengguna perpustakaan.
KESIMPULAN
Secara keseluruhan LIBQUAL yang terdiri dari dimensi Affect Of Service, Access To
Information, Personal Control dan Library As Place berada pada kuadran II yang
menggambarkan bahwa LIBQUAL dari perpustakaan FEB ULM, memiliki tingkat kepentingan yang tinggi bagi para pengguna perpustakaan, dan diiringi kinerja yang relatif tinggi pula yang dirasakan oleh pengguna perpustakaan. Hal ini berarti kualitas pelayanan di perpustakaan FEB ULM adalah baik/bagus.
Nilai indeks kepuasan pengguna (IKP) dari perpustakaan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (FEB ULM) adalah 61.1 %. Angka tersebut menggambarkan bahwa para pengguna perpustakaan FEB ULM “cukup puas” terhadap kinerja pelayanan perpustakaan FEB ULM.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, ada beberapa hal yang dapat disarankan sebagai berikut : (1) Pengelola perpustakaan FEB ULM harus segera melakukan perbaikan atas Dimensi Akses Terhadap Informasi khususnya ketersediaan koleksi yang lengkap baik buku, skripsi, tesis, disertasi, jurnal, surat kabar, maupun koleksi digital sehingga kinerja atribut yang ada dalam kuadran I ini akan meningkat. Perbaikan bisa dilakukan dengan secara periodik tiap semester meng-up to date buku-buku teks yang dipergunakan dalam perkuliahan terutama dari sisi kuantitas. Demikian juga buku-buku rusak, perlu diperbaiki secara rutin agar kembali layak digunakan, sehingga kuantitas buku tidak berkurang. (2) Pihak pengelola perpustakaan FEB ULM perlu bekerjasama dengan berbagai pihak untuk membantu meningkatkan pelayanan demi pemenuhan kebutuhan pengguna FEB ULM. Misalnya kerjasama rutin dengan perpustakaan daerah dalam bentuk bantuan menambah kelengkapan koleksi. Bisa juga dengan perusahaan-perusahaan swasta yang memiliki program CSR dalam bidang pendidikan ( BNI, Sampoerna dan lain-lain ) untuk meningkatkan teknologi informasi dalam perpustakaan. (3) Pengelola perpustakaan mengakomodir secara rutin maksimal dua bulan sekali atas masukan-masukan baik berupa kritik, keluhan dan saran dari para pemustaka terkait dengan kualitas pelayanan perpustakaan. (4) Atasan langsung melakukan pengawasan/ atau inspeksi mendadak setidaknya sebulan sekali untuk memastikan staff perpustakaan menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak melakukan pelanggaran yang tidak perlu ( merokok dalam ruangan, membunyikan musik yang dapat mengganggu ketenangan perpustakaan ). (5) Pihak pengelola sebaiknya melakukan upaya-upaya luar biasa untuk menarik lebih banyak mahasiswa memanfaatkan layanan perpustakaan seperti pemberian hadiah bagi mahasiswa yang paling sering mengunjungi perpustakaan.
DAFTAR PUSTAKA
Bhote, K. R. 1996. Beyond Customer Satisfaction to Customer Loyalty: The Key to Greater
Profitability. American Management Association, New York.
Cook, Collen, Michael Maciel. 2010. A Decade of Assesment at a Research-Extensive University Library Using LibQUAL+®, Research Library Issues 271 : A Bimonthly
From ARL, CNI, AND SPARC, (AUGUST 2010), hlm. 4-12.
Fatmawati, Endang. 2011. Kajian Teoritis Mengenai Metode LibQUAL+™ untuk Mengevaluasi Kualitas Layanan Perpustakaan. Libraria, Vol. 1 No.1 Juli 2011, hlm. 66. Hasan, Iqbal. 2003. Pokok-pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif). Ed. Kedua. Jakarta.
ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin
57
Martilla, John A. dan James, John. C. 1977. Importance Performance Analysis. Journal Of Marketing January 1977
Saleh, Abdul Rahman. 2004. Standar Kompetensi dan Masa Depan Pustakawan Indonesia.
dalam Dinamika Perpustakaan IPB Menuju Universitas Riset. Bogor : IPB Press
Sulistiyo, Basuki. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Xi, Shi, Sarah Levy. 2005. A Theory-guided Approach to Library Services Assessment. College
ISSN : ISSN 2541-6014 (Cetak) ISSN 2541-6022 (Online) Hak Penerbitan Politeknik Negeri Banjarmasin