BAB II MEDIA SOSIAL
C. Platform Youtube
3. Keunggulan Youtube
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, Youtube merupakan situs berbagi video terbesar dan terpopuler di dunia.
65Edy Chandra, “Youtube, Citra Media Informasi Interaktif atau Media Penyampaian Aspirasi Pribadi,” h. 408.
66Edy Chandra, “Youtube, Citra Media Informasi Interaktif atau Media Penyampaian Aspirasi Pribadi,” h. 408.
67Edy Chandra, “Youtube, Citra Media Informasi Interaktif atau Media Penyampaian Aspirasi Pribadi,” h. 408.
Popularitas tersebut diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan jumlah pengguna. Meningkatnya popularitas Youtube didukung oleh meningkatnya nilai guna platform tersebut bagi para penggunanya.68
Ada ragam pendapat mengenai keunggulan atau kelebihan yang dimiliki Youtube hingga dapat menjadi salah satu platform besar dunia.
Di antara pendapat tersebut adalah bahwa Youtube sebagai situs video sharing mampu menarik perhatian masyarakat dari semua kalangan umur.
Berbagai kalangan umur tertarik untuk menggunakan situs Youtube karena terpenuhinya tema yang sesuai dengan masing-masing umur. Konten-konten video yang ada semakin berkembang variannya.69
Pendapat lain dikemukakan oleh Gannes. Ia menyatakan bahwa Youtube dapat bertahan karena tersedianya rekomendasi video melalui daftar related videos, link email untuk berbagi link ke konten Youtube, komentar dari pengguna lain, dan video player yang telah tertanam ke dalam websitenya.70
Dalam buku Youtube: Online Video and Participatory Culture, Burgess dan Green juga menjelaskan mengapa Youtube lebih unggul dibanding platform video online lainnya. Dalam buku tersebut dituliskan bahwa Youtube merupakan salah satu jasa/media yang menyingkirkan rintangan terkait teknis dalam penyebaran video online. Youtube dapat digunakan dengan mudah oleh pengguna untuk mengunggah, mempublikasikan, dan menonton video tanpa perlu memiliki pengetahuan teknis yang tinggi.71
Di dalam Youtube semua begitu mudah dengan tampilan yang dibuat sederhana dan menarik, dengan berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan oleh setiap pengguna. Youtube memberikan pelayanan fitur yang menjadi kelebihannya, seperti memudahkan pengguna untuk mengunggah maupun melihat video tanpa membutuhkan keahlian khusus, hanya memerlukan web browser (situs penjelajah) sederhana dengan internet. Pengguna Youtube juga dapat mengunggah video tanpa batasan durasi dan jumlah video. Selain itu, Youtube juga memberikan akses kemudahan untuk membagikan dan menampilkan link situs Youtube pengguna di web lainnya.72
68Haryadi Mujianto, “Pemanfaatan Youtube sebagai Media Ajar dalam Meningkatkan Minat dan Motivasi Belajar,” h. 136.
69Edy Chandra, “Youtube, Citra Media Informasi Interaktif atau Media Penyampaian Aspirasi Pribadi,” h. 407.
70Karman, “Media Sosial: Antara Kebebasan dan Eksploitasi,” h. 82.
71Margaret Holland, “How Youtube Developed into a Successful Platform for User-Generated Content,” h. 53.
72Ririn Puspita Tutiasri, Niko Kurniawan Laminto, dan Karim Nazri, “Pemanfaatan Youtube sebagai Media Pembelajaran bagi Mahasiswa di Tengah Pandemi Covid-19,” dalam
Selain mudah digunakan, Youtube juga tidak memerlukan biaya tinggi dan dapat diakses di mana pun, tentunya dengan gadget yang kompatibel. Hal itu membuat pembuat video amatir dapat dengan bebas mengunggah konten-konten video mereka untuk dipublikasikan. Jika video mereka mendapat sambutan baik, jumlah viewers akan bertambah. Viewers banyak akan mengundang pengiklan untuk memasang iklan dalam video-video mereka selanjutnya. Senada dengan televisi, konten program televisi yang disukai masyarakat, dalam hal ini ratingnya tinggi, akan menarik pengiklan secara otomatis.73 Selain itu, Youtube juga akan memberikan honorarium kepada pengguna pemilik video jika memenuhi syarat yang ditetapkan.74
Kepopuleran Youtube juga menyentuh Indonesia, bahkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna Youtube terbanyak.75 Dari segi kuantitas penonton, Youtube sudah menyaingi televisi sebagai media yang paling sering diakses masyarakat Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Google bersama Kantar TNS Indonesia, dari 1.500 responden yang terlibat penelitian, 53 % menyatakan mengakses Youtube setiap hari, dan 57 % menyatakan menonton televisi setiap hari.76
Secara umum pengguna di Indonesia berpendapat bahwa ketertarikan mengakses Youtube sebagai platform penyedia video online adalah karena Youtube memudahkan mereka dalam mencari konten yang menarik dengan topik yang beragam.77
Kepopuleran Youtube yang luar biasa di berbagai belahan dunia dengan dukungan ragam konten yang menarik dan informative, akhirnya memiliki pengaruh yang besar bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Di
Jurnal Komunikasi, Masyarakat, dan Keamanan (KOMASKAM) II, no. 2, Oktober 2000, h.
5.
73Eribka Ruthellia David, Mariam Sondakh, dan Stefi Harilama, “Pengaruh Konten Vlog dalam Youtube terhadap Pembentukan Sikap Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi,” h. 7.
74Ririn Puspita Tutiasri, Niko Kurniawan Laminto, dan Karim Nazri, “Pemanfaatan Youtube sebagai Media Pembelajaran bagi Mahasiswa di Tengah Pandemi Covid-19,” h. 5.
75Data dari ComScore menunjukkan ada lebih dari 93 juta penonton unik di Indonesia (berusia di atas 18 tahun) yang menonton video di Youtube setiap bulannya selama setahun terakhir. Lihat Tesalonica, “Jumlah Pengguna Unik Youtube di Indonesia Capai 93 Juta,” artikel diakses pada tanggal 23 Maret 2021 dari https://www.tek.id/tek/jumlah-pengguna-unik-youtube-di-indonesia-capai-93-juta-b1ZT79iPE
76Erik Fahron Setiadi, Alia Azmi, dan Junaidi Indrawadi, “Youtube sebagai Sumber Belajar Generasi Milenial,” dalam Journal of Civil Education II, no. 4, 2019, h. 314.
77Ismojo Herdono dan Arinda Wahyu Ningtyas, “Pengaruh Terpaan Tayangan Youtube “Londokampung” terhadap Tingkat Pengetahuan Bahasa Suroboyoan pada Subscribers di Surabaya,” dalam Jurnal Sprektum Komunikasi VII, no. 1, Juni 2019, h. 95.
antara bentuk pengaruh tersebut seperti dalam pembentukan opini,78 pembentukan sikap atau perilaku,79 dan pembentukan gaya hidup.80
4. Motif Penggunaan Yotube
Motif pengguna dalam menggunakan Youtube ada beragam. Di antara motif tersebut adalah adalah sebagai berikut:81
a. Motif Hiburan
Penggunaan Youtube sebagai motif hiburan seperti menonton video musik, film, dan video lucu yang dapat menghilangkan kebosanan.
b. Media Informasi
Pengguna dapat memperoleh infomasi yang sesuai dengan kebutuhan pribadi atau sekadar menonton berita atau tayangan lainnya yang dapat membantu menambah pengetahuan dan memperluas wawasan.
c. Motif Indentitas Pribadi
Contoh dari motif ini adalah menonton video tutorial yang berguna bagi pribadi pengguna seperti tutorial menggunakan hijab, dan sebagainya.
d. Motif Integrasi dan Interaksi Sosial
Pengguna juga kadang menggunakan Youtube untuk memperoleh pengetahuan tentang keadaan orang lain atau empati sosial seperti menonton video kondisi sosial masyarakat tertentu atau keadaan daerah tertentu.
Dalam satu penelitian, ditemukan bahwa di antara motif pengguna, baik sebagai youtuber ataupun subscriber, dalam menggunakan Youtube adalah sebagai berikut:82
a. Hiburan dan Relaksasi
Hal ini karena pada platform Youtube terdapat beragam konten atau video yang menarik dan informatif, juga dapat dinikmati secara gratis.
b. Hubungan antar Pribadi
Hal ini karena melalui Youtube para pengguna dapat berinteraksi dengan orang baru, mendapat sudut pandang baru, dan memberi komentar.
78Lihat Muhammad Qadri, “Pengaruh Media Sosial dalam Membangun Opini Publik,” dalam Qaumiyyah: Jurnal Hukum Tata Negara, h. 59.
79Lihat Eribka Ruthellia David, Mariam Sondakh, dan Stefi Harilama, “Pengaruh Konten Vlog dalam Youtube terhadap Pembentukan Sikap Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi,” dalam Jurnal Acta Diurna VI, no. 1, 2017, h. 16.
80Lihat Rizky Amanda Putri, “Pengaruh Tayangan Beauty Vlogger dan Perubahan Gaya Hidup Mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP USU dan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FIS UIN SU,” (Tesis S2 Ilmu Komunikasi, UMSU Medan, 2019), h. 111.
81Lihat Fransiska Timoria Samosir, Dwi Nurina Pitasari, Purwaka, dan Purwadi Eka Tjahjono, “Efektivitas Youtube sebagai Media Pembelajaran Mahasiswa (Studi di Fakultas FISIP Universitas Bengkulu), h. 87.
82Lihat Husnun Azizah, “Konten Kreatif Youtube sebagai Sumber Penghasilan Ditinjau dari Etika Bisnis Islam (Studi Kasus Youtuber Kota Metro),” (Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAIN Metro, 2020), h. 20-21.
Dalam pandangan lain diuraikan bahwa penggunaan atau pemanfaatan Youtube lebih nyata dan langsung aplikatif terhadap berbagai keperluan dan kebutuhan pengguna. Di antara penggunaan atau pemanfaatan tersebut seperti pada poin-poin berikut:83
a. Memberikan Layanan Gratis
Secara umum, Youtube menawarkan layanan gratis, khususnya untuk mengakses video-video yang masuk dalam sistemnya. Karena itu, untuk mengakses video apapun, seorang pengguna tidak perlu memiliki akun premium atau membayar sejumlah uang dalam skala waktu tertentu.
Pengguna cukup hanya menggunakan kuota untuk mengakses video-video tersebut. Ketentuan yang sama juga berlaku pada layanan mengunggah atau menampilkan video dan membuatnya accessible oleh pengguna dan khalayak ramai.
b. Mengunduh Video
Youtube memungkinkan pengguna untuk mengunduh video-video tertentu. Video yang demikian biasanya berukuran HD (High Definition).
Jika seorang pengguna hendak menonton suatu video berkali-kali, ia hanya perlu mengunduh video tersebut. Video yang terunduh dapat dinikmati kapan pun tanpa menggunakan sambungan internet.
c. Mengakses dan Berbagi Informasi seputar Hal-Hal Teknis
Banyak pengguna yang mengakses Youtube untuk mengetahui cara-cara melakukan hal-hal tertentu, seperti demo memasak, cara-cara menggunakan aplikasi di gadget, meracik jamu dan obat herbal, mendaur ulang sampah, dan berbagai hal lainnya. Tidak hanya mendapatkan informasi dasar, video-video di Youtube tersebut juga banyak yang menunjukkan cara praktis melakukan berbagai hal yang awalnya rumit atau tidak efektif, mengasah berbagai skill, dan selainnya.
d. Mengakses Video Streaming
Mengakses video streaming, baik live atau tidak, merupakan manfaat lain yang ditawarkan Youtube. Siaran yang ditayangkan di televisi lokal, nasional, bahkan internasional, bisa diakses melalui Youtube, baik siaran tersebut sedang atau telah disiarkan.
e. Mengenalkan dan Memasarkan Produk
Sebagian pengguna Youtube juga menggunakan platform ini untuk menguatkan dan memajukan bisnis yang tengah dikelola. Memasarkan sebuah produk di dunia daring seperti membuka gerai baru yang dapat melayani pelanggan dan konsumen dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini utamanya cocok untuk para pebisnis online yang memasarkan dan mengenalkan produknya bermodal gadget dan sambungan internet.
83Fatty Faiqah, Muh. Nadjib, Andi Subhan Amir, “Youtube sebagai Sarana Komunikasi bagi Komunitas Makassarvidgram,” h. 261.
f. Mengakses Video Informatif
Acara dan siaran televisi akhir-akhir ini sering menggunakan Youtube sebagai referensi dalam menyusun konten acaranya. Ini menandakan bahwa ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan hanya dengan mengakses Youtube, seperti video tentang berita terkini, bahkan berita lawas atau sejarah, video dokumenter, dari yang amatir hingga profesional, video tematik, video ensiklopedik, dan sebagainya.
g. Mendukung Industri Hiburan
Youtube membantu pengguna untuk mengakses video yang mereka inginkan, termasuk video bergenre hiburan seperti video musik, film, dan sebagainya. Karena itu, kehadiran Youtube sangat berperan penting dalam memajukan industri dunia hiburan. Hal ini akhirnya mendorong para insane industri hiburan memanfaatkan keadaan demikian dengan mengiklankan siarannya di Youtube.
h. Menguatkan Branding Lembaga/Institusi
Selain rutin dikunjungi oleh para pebisnis yang ingin memasarkan produk, siswa yang ingin melihat video ilmiah terkait pelajaran di sekolah, pengguna yang ingin mengetahui informasi terkait hobi dan gaya hidup, Youtube juga digunakan sebagai media branding lembaga atau organisasi.
Hal ini utamanya terkait dengan penguatan profil lembaga serta ekspansi untuk mendapatkan peluang kerjasama atau suntikan dana dari lembaga penyandang dana. Dengan merekam aktivitas rutin yang terjadi di dalam suatu lembaga, khalayak dapat memiliki gambaran lebih utuh mengetahui lembaga tersebut.
i. Mengetahui Respon dan Komentar Khalayak
Fitur ‘komentar’ dan ‘suka’ pada Youtube sangat memudahkan pengguna yang mengunggah dan membagi video tertentu untuk mengetahui respon dan pendapat konsumen terhadap kualitas konten videonya. Ini tentu sangat bermanfaat sebagai bahan evaluasi dan referensi dalam membuat video berikutnya.
j. Memfasilitasi Pengguna Menguasai Skill Dasar Membuat Video
Youtube memungkinkan pengguna –secara otodidak- belajar mengutak-atik video dan menambah kualitasnya. Ini misalnya dapat dilihat pada fitur Youtube Editor. Meskipun fitur yang ditawarkan jauh lebih sederhana dibanding aplikasi edit video khusus, layanan ini sangat cocok untuk pengguna. Mereka minimal dapat mengetahui cara menggabungkan, memutar, dan memangkas video, juga dapat menemukan hak cipta musik gratis untuk ditambahkan ke video tersebut.
Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa motif pengguna dalam menggunakan Youtube ada bermacam-macam. Di antara motif tersebut adalah motif hiburan, motif informasi, motif integrasi, motif interaksi sosial, motif pemasaran produk, dan motif branding lembaga.
38 BAB III
TAFSIR DAN TOLERANSI A. Pengertian, Sejarah, dan Metode Tafsir
1. Pengertian Tafsir
Kata tafsir (ريسفتلا) merupakan wazn taf’il dari kata رسفلا (al-fasr).1 Kata ini bermakna فشكلا و ةنابلاا (penjelasan dan keterangan),2 sedang dalam Maqayis al-Lughah, kata ini dimaknai dengan هحاضيإو ٍءيش نايب (menjelaskan sesuatu dan menerangkannya).3 Dari makna tersebut, kata tafsir (ريسفتلا) kemudian dimaknai denganنييبتلا و حاضيلاا (keterangan dan penjelasan).4
Suatu pendapat mengatakan bahwa tafsir adalah kata yang maqlub (terbalik) dari kata رفس (safara) yang juga berarti فشكلا (keterangan/penyingkapan). Contoh penggunaan kata ini dalam kalimat seperti اروفس ةأرملا ترفس, jika dia menyingkap cadar dari wajahnya, dan dia disebut ةرفاس (safirah).5
Penggunaan kata tafsir secara bahasa digunakan untuk menerangkan penyingkapan sesuatu yang dapat dicapai dengan panca indera dan penyingkapan makna-makna rasional. Penggunaan dalam bentuk kedua lebih sering dibanding penggunaan bentuk pertama.6
Dalam al-Qur’an terdapat contoh penggunaan kata ‘tafsir’, yaitu pada QS al-Furqan/25: 33,7
اًيرمسْفَ ت َنَسْحَأَو ِّقَْلْامب َكاَنْ ئمج الَمإ ٍلَثَمبِ َكَنوُتْأَي َلََو
1Musa’id bin Sulaiman bin Nashir al-Thayyar, Tafsir Lughawi li Qur’an al-Karim, (Dar Ibnu al-Jauzi, t.th.), h. 19. Muhammad bin Luthfi al-Shibag, Lamhat fi ‘Ulum al-Qur’an wa Ittijahat al-Tafsir, (Cet. III; Bairut: al-Maktab al-Islami, 1990), h. 87.
2Muhammad Husain al-Dzahabi, al-Tafsir wa al-Mufassirun Juz 1, (Kairo:
Maktabah Wahbah, t.th.), h. 12.
3Ahmad bin Faris bin Zakariyya, Maqayis al-Lugah Juz 4, (Ittihad Kitab
al-‘Arab, 2002), h. 402.
4Mushthafa Dib al-Bugha dan Muhyiy al-Din Dib Mistu, Wadhih fi ‘Ulum al-Qur’an, (Cet. II; Damaskus: Dar al-Kalam al-Thayyib, 1998), h. 213. Lihat juga Muhammad
‘Abd al-‘Adzim al-Zarqani, Manahil al-‘Urfan fi ‘Ulum al-Qur’an Juz 2,(Cet. I; Bairut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, 1995), h. 6.
5Fahd bin ‘Abd al-Rahman bin Sulaiman al-Rumi, Buhuts fi Ushul al-Tafsir wa Manahijuh, (Riyadh: Maktabah al-Taubah, t.th.), h. 7. Lihat juga Fahd bin ‘Abd al-Rahman bin Sulaiman al-Rumi, Dirasat fi ‘Ulum al-Qur’an al-Karim, (Cet. VIII; Riyadh: Maktabah al-Taubah, 1999), h. 148.
6Muhammad Husain al-Dzahabi, al-Tafsir wa al-Mufassirun Juz 1, h. 12.
7Mushthafa Dib al-Bugha dan Muhyiy al-Din Dib Mistu, Wadhih fi ‘Ulum al-Qur’an, h. 213.
Terjemahnya:
Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, melainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik.
Ibnu ‘Abbas dan al-Dhahhak memaknai lafal اريسفت pada ayat terserbut dengan لايصفت (rincian), sedang Mujahid memaknainya dengan انايب (penjelasan).8
Pembentukan kata رسفلا (al-fasr) menjadi wazn taf’il, yakni ريسفت (tafsir) adalah untuk menunjukkan makna taktsir (banyak atau sering).9
Para ahli memiliki ragam pendapat mengenai pengertian tafsir secara istilah. Di antara pendapat tersebut adalah sebagai berikut:10
a. Ibnu Juzai mengungkapkan bahwa tafsir adalah menjelaskan al-Qur’an, menerangkan maknanya, dan menjelaskan apa yang dikehendakinya berdasarkan nash, isyarat, dan rahasia yang dikandungnya.
b. Abu Hayyan mendefinisikan tafsir sebagai ilmu yang membahas cara mengucapkan lafal al-Qur’an, petunjuk-petunjuknya, hukum-hukumnya (yang independen dan berkaitan dengan yang lain), dan makna-maknanya yang berkenaan dengan kondisi struktur lafal yang melengkapinya.
c. Al-Zarkasyi menerangkan makna tafsir dua kali dalam kitabnya, al-Burhan fi ‘Ulum al-Qur’an. Pada tempat pertama, ia mengemukakan bahwa tafsir adalah ilmu yang diketahui dengannya pemahaman kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi saw., penjelasan makna-maknanya, dan istikhraj (mengeluarkan) hukum-hukum dan hikmah-hikmahnya.
Pada tempat kedua, ia mengemukakan bahwa tafsir adalah ilmu tentang turunnya suatu ayat, surahnya, kisah-kisahnya, isyarat-isyaratnya, makki-madani-nya, muhkam-mutasyabih-nya, nasikh-mansukh-nya, khash-‘am-nya, muthlaq-muqayyad-khash-‘am-nya, dan mujmal-mufassar-nya.
d. Ibnu ‘Asyur menjelaskan bahwa tafsir adalah nama bagi ilmu yang membahas penjelasan makna lafal al-Qur’an dan apa yang diperoleh darinya, baik secara ringkas, maupun secara luas.
e. ‘Abd al-‘Adzim al-Zurqani menyebutkan bahwa tafsir adalah ilmu yang membahas al-Qur’an al-Karim dari segi petunjuknya atas apa yang dikehendaki Allah dan menyesuaikan dengan kadar kemampuan manusia (dalam menangkap maknanya).
8Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib al-Thabari, Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an Juz 19 (Cet. I: Muassasah al-Risalah, 2000), h. 267.
9Manna’ al-Qaththan, Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an (Cet. VII; Kairo: Maktabah Wahbah, t.th.), h. 316.
10Lihat Musa’id bin Sulaiman bin Nashir al-Thayyar, Tafsir Lughawi li al-Qur’an al-Karim, h. 21-25. Lihat juga Muhammad Husain al-Dzahabi, Tafsir wa al-Mufassirun Juz 1, h. 13.
Dari ragam definisi yang diungkapkan beberapa ulama tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa tafsir adalah penjelasan makna al-Qur’an berdasar pemahaman atas petunjuk nash dan isyaratnya dengan menggunakan berbagai ilmu alat, seperti ilmu tentang sabab nuzul, nasikh-mansukh, khas-‘am, dan sebagainya. Penjelasan atas kalam Allah SWT.
tersebut disesuaikan dengan kadar kemampuan manusia.
Selain istilah tafsir, terdapat istilah lain berkenaan dengan penjelasan al-Qur’an ini, yaitu ‘takwil’. Ulama berbeda pendapat mengenai pembatasan atau penentuan dua istilah tersebut. Satu golongan berpendapat bahwa keduanya bermakna sama, sedang golongan lain berpendapat bahwa keduanya memiliki makna yang berbeda.11
Ulama salaf mendefinisikan takwil dengan dua pengertian, sebagai berikut:12
a. Takwil merupakan tafsir suatu kalam dan penjelasan maknanya. Definisi ini menunjukkan kesinoniman antara istilah tafsir dan takwil.
b. Takwil merupakan makna yang dikehendaki (esensi) dari suatu perkataan. Jika perkataan tersebut dalam bentuk tuntutan/perintah, maka takwilnya adalah perbuatan dari yang dituntut itu. Jika perkataan tersebut dalam bentuk informasi, maka takwilnya adalah sesuatu yang diinformasikan tersebut.
Adapun menurut ulama khalaf, dari kalangan ahli fiqh, ahli kalam, ahli hadis, dan ahli sufi, takwil berarti pemalingan lafadz dari makna yang rajih (kuat) kepada makna yang marjuh (lemah) karena adanya dalil yang menyertainya.13
Orang yang melakukan takwil harus memenuhi dua syarat, yaitu ia harus menjelaskan kemungkinan bahwa lafal tersebut mengandung makna yang ditunjuknya bahwa itulah yang dikehendaki dan ia harus menjelaskan dalil yang mengharuskan adanya pemalingan lafal dari maknanya yang kuat kepada maknanya yang lemah.14
2. Sejarah Tafsir a. Tafsir Masa Nabi
Allah SWT. mengutus rasul-rasul-Nya dengan bahasa kaumnya masing-masing. Hal ini untuk mempermudah interaksi atau komunikasi antara mereka. Karena itu, kitab yang diturunkan juga menggunakan bahasa kaum para Rasul tersebut.15
11Muhammad bin Luthfi al-Shibag, Lamhat fi ‘Ulum Qur’an wa Ittijahat al-Tafsir, h. 188.
12Muhammad Husain al-Dzahabi, al-Tafsir wa al-Mufassirun Juz 1, h. 15.
13Muhammad Husain al-Dzahabi, al-Tafsir wa al-Mufassirun Juz 1, h. 15.
14Muhammad Husain al-Dzahabi, al-Tafsir wa al-Mufassirun Juz 1, h. 15.
15Manna’ al-Qaththan, Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an, H. 325.
Nabi saw. hidup di Jazirah Arab, hingga kitab al-Qur’an yang diturunkan kepadanya menggunakan bahasa kaumnya, yakni bahasa Arab. Allah SWT.
berfirman dalam QS Yusuf/12: 2,16
َنوُلمقْعَ ت ْمُكالَعَل اًّيمبَرَع اًنآْرُ ق ُهاَنْلَزْ نَأ اانمإ
. Terjemahnya:
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Qur’an berbahasa Arab, agar kamu mengerti.
Nabi saw. merupakan mubayyin atau mufassir pertama al-Qur’an.17 Ia sebagai utusan yang dikaruniakan mukjizat al-Qur’an diberi tanggungjawab untuk menyampaikan kalam Allah tersebut kepada umat manusia. Hal ini sebagaimana tertera dalam beberapa ayat Qur’an, termasuk dalam QS al-Ma’idah/5: 67.18
ُأ اَم ْغِّلَ ب ُلوُسارلا اَهُّ يَأ اَي ُهاللاَو ُهَتَلاَسمر َتْغالَ ب اَمَف ْلَعْفَ ت َْلَ ْنمإَو َكِّبَر ْنمم َكْيَلمإ َلمزْن
مساانلا َنمم َكُممصْعَ ي
...
Terjemahnya:
Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu.
Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia.
Para sahabat dapat mengetahui dan memahami makna al-Qur’an karena bahasanya merupakan bahasa mereka. Meski demikian, mereka memiliki tingkatan berbeda dalam kemampuan memahaminya, sehingga apa yang diketahui oleh seseorang di antara mereka bisa jadi tidak diketahui oleh orang lain.19
Selain itu, di dalam al-Qur’an terdapat lafal atau ayat yang mujmal, ‘am, musykil, dan selainnya yang membutuhkan penjelasan tambahan.20 Karena itu, para sahabat akan menghadap kepada Nabi saw. untuk mempertanyakan
16Fahd bin ‘Abd al-Rahman bin Sulaiman al-Rumi, Buhuts fi Ushul al-Tafsir wa Manahijuh, h. 14.
17Su’ud bin ‘Abdillah al-Fanisan, Ikhtilaf al-Mufassirin Asbabuh wa Atsaruh, (Cet.
I; Riyadh: Markaz al-Dirasat wa al-I’lam, 1997), h. 13.
18Su’ud bin ‘Abdillah al-Fanisan, Ikhtilaf al-Mufassirin Asbabuh wa Atsaruh, h. 13.
19Manna’ al-Qaththan, Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an, h. 326.
20Muhammad bin Luthfi al-Shibag, Lamhat fi ‘Ulum Qur’an wa Ittijahat al-Tafsir, h. 199.
ayat yang tidak mereka pahami dan Nabi saw. akan memberikan jawaban atas penafsiran ayat tersebut.21
Nabi saw. menafsirkan al-Qur’an tidak hanya jika ada sahabat yang bertanya, tetapi juga jika ia menilai bahwa suatu ayat perlu dijelaskan maknanya dan hukum yang termuat di dalamnya agar menghilangkan kebingungan atau kekeliruan.22
Penafsiran Nabi saw. atas ayat al-Qur’an berupa perkataan (qaul) dan perbuatan (fi’l). Contoh penafsiran dengan qaul seperti hadis dari Aisyah bahwa ia bertanya tentang maksud dari QS al-Insyiqaq: 8,23
ْتَلاَق اَهْ نَع ُهاللا َيمضَر َةَشمئاَع ْنَع َمالَسَو مهْيَلَع ُللها ىالَص مهاللا ُلوُسَر َلاَق :
ٌدَحَأ َسْيَل :
َكَلَه الَمإ ُبَساَُيُ
ْتَلاَق . ُتْلُ ق : ُهاللا ُلوُقَ ي َسْيَلَأ ،َكَءاَدمف ُهاللا منَِلَعَج مهاللا َلوُسَر اَي :
الَجَو ازَع :
اًيرمسَي اًباَسمح ُبَساَُيُ َفْوَسَف مهمنيممَيمب ُهَباَتمك َ متِوُأ ْنَم اامَأَف ) َلاَق (
َكاَذ :
ُضْرَعلا َنوُضَرْعُ ي
َباَسملْا َشمقوُن ْنَمَو َكَلَه
Artinya:
Dari Aisyah ra., ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidak seorang pun yang dihisab, kecuali ia akan binasa’.” Aisyah berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, Allah telah menjadikanku sebagai tebusanmu, bukankah Allah telah berfirman: Barangsiapa yang didatangkan kitabnya dari sebelah kanannya, niscaya ia akan dihisab
Dari Aisyah ra., ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidak seorang pun yang dihisab, kecuali ia akan binasa’.” Aisyah berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, Allah telah menjadikanku sebagai tebusanmu, bukankah Allah telah berfirman: Barangsiapa yang didatangkan kitabnya dari sebelah kanannya, niscaya ia akan dihisab