HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini membahas pelaksanaan pembelajaran, analisis deskriptif data
4.1 Hasil Penelitian
4.1.3 Analisis Statistik Data Penelitian
4.1.1.1 Minat Belajar Siswa
Berdasarkan pengisian angket minat belajar oleh masing-masing siswa di kelas eksperimen dan kontrol diperoleh data rata-rata skor minat belajar siswa di kelas eksperimen dan kontrol, yaitu 86,55 dan 74,55. Data tersebut kemudian dianalisis. Berikut ini hasil analisis uji normalitas, homogenitas, dan hipotesis data minat belajar siswa:
4.1.1.1.1 Uji Normalitas Data Minat Belajar
Pengujian normalitas data minat dan hasil belajar siswa menggunakan bantuan program SPSS versi 21. Berikut ini hasil analisis uji normalitas minat dan nilai hasil belajar siswa:
(1) Hipotesis Uji
H0 = sampel berasal dari populasi berdistribusi normal.
H1 = sampel berasal dari populasi yang berdistribusi tidak normal. (2) Taraf Signifikansi
Taraf signifikansi yang digunakan dalam uji hipotesis ini yaitu α = 0,05. (3) Statistik Uji
Uji statistik yang digunakan untuk menguji normalitas nilai hasil belajar siswa menggunakan uji Lilliefors dengan melihat nilai pada kolom Kolmogorov-Smirnov.
(4) Kriteria Keputusan
Kriteria yang digunakan untuk pengambilan keputusan berdasarkan hipotesis uji normalitas yaitu H0 diterima jika nilai signifikansi > 0,05 dan H0 ditolak jika nilai signifikansi ≤ 0,05 (Priyatno 2010: 71-3).
Berikut ini merupakan output hasil analisis uji normalitas minat dan nilai hasil belajar siswa pada tabel berikut:
Tabel 4.11. Output Uji Normalitas Minat Belajar Kelas Eksperimen
Tabel 4.12. Output Uji Normalitas Minat Belajar Kelas Kontrol
(6) Simpulan
Berdasarkan Tabel 4.11 dan 4.12, dapat diketahui nilai signifikansi (sig), baik kelas eksperimen maupun kontrol pada kolom Kolmogorov-Smirnov sebesar (0,200 > 0,05). Jadi dapat disimpulkan kedua kelompok data tersebut berdistribusi normal. Setelah data diketahui berdistribusi normal, langkah selanjutnya yaitu menguji homogenitas data.
Pengujian homogenitas data minat belajar siswa juga menggunakan SPSS versi 21. Berikut ini merupakan hasil analisis uji homogenitas data minat belajar siswa:
(1) Hipotesis Uji
H0 = tidak terdapat perbedaan varians antara kelas eksperimen dan kontrol.
Ha = terdapat perbedaan varians antara kelas eksperimen dan kontrol. (2) Taraf Signifikansi
Taraf signifikansi yang digunakan dalam uji hipotesis ini yaitu α = 0,05. (3) Statistik Uji
Uji statistik yang digunakan untuk menguji homogenitas minat belajar siswa menggunakan uji Levene’s Test.
(4) Kriteria Keputusan
Kriteria yang digunakan untuk pengambilan keputusan berdasarkan hipotesis uji di atas yaitu H0 diterima jika nilai signifikansi > 0,05, sedangkan H0 ditolak jika nilai signifikansi ≤ 0,05.
(5) Hitungan
Penghitungan menggunakan uji Levene’s Test dengan bantuan aplikasi SPSS versi 21. Output hasil analisis uji homogenitas dapat dilihat pada tabel berikut:
(6) Simpulan
Berdasarkan Tabel 4.13, dapat diketahui nilai signifikansi sebesar 0,127 > 0,05. Jadi, dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan varians antara kelas eksperimen dan kontrol atau kedua kelas tersebut bersifat homogen.
4.1.1.1.3 Pengujian Hipotesis Minat Belajar
Uji hipotesis dilakukan setelah seluruh uji prasyarat terpenuhi, meliputi uji normalitas dan homogenitas. Berdasarkan uji normalitas dan homogenitas menunjukan data minat belajar berdistribusi normal dan homogen. Oleh karena itu, uji hipotesisnya menggunakan independent samples t test dengan bantuan program SPSS versi 21. Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui simpulan penelitian dan hipotesis yang diterima.
Pengujian hipotesis yang pertama yaitu mengenai perbedaan. Berikut ini merupakan analisis statistik pengujian hipotesis pertama data minat belajar siswa:
(1) Hipotesis Uji
H0 : tidak terdapat perbedaan minat belajar seni tari materi menyajikan tarian pendek tema gerak alam semsta pada siswa kelas II antara yang menggunakan model Learning Together berbantu media video dan yang menggunakan pembelajaran konvensional (µ 1 = µ 2 ).
Ha : terdapat perbedaan minat belajar seni tari materi menyajikan tarian pendek tema gerak alam semsta pada siswa kelas II antara yang menggunakan model Learning Together berbantu media video dan yang menggunakan pembelajaran konvensional (µ 1≠ µ 2 ).
(2) Taraf Signifikansi
Taraf signifikansi yang digunakan yaitu α = 0, 05. (3) Statistik Uji
Uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis minat belajar siswa menggunakan independent samples t test program SPSS versi 21.
(4) Kriteria Keputusan
Kriteria yang digunakan untuk pengambilan keputusan berdasarkan hipotesis uji perbedaan yaitu H0 diterima jika – t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel dan H0
ditolak jika – t hitung < - t tabel atau t hitung > t tabel . Jika berdasarkan nilai signifikansi, H0 diterima jika nilai signifikansi > 0,05 dan H0 ditolak jika nilai signifikansi ≤ 0,05.
(5) Hitungan
Penghitungan menggunakan independent samples t test dengan bantuan aplikasi SPSS versi 21. Output hasil uji t dapat dilihat pada tabel berikut:
(6) Simpulan
Hasil uji homogenitas minat belajar siswa menunjukan kelas eksperimen dan kontrol bersifat homogen. Oleh karena itu, nilai t hitung dan nilai signifikansi dilihat pada kolom sig. (2-tailed) dan baris equal variances asummed. Berdasarkan Tabel 4.21, menunjukan nilai t hitung sebesar 3,793 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai t tabel dengan df = 48 dan taraf signifikansi 0,05 yaitu 2,011 (Priyatno 2010: 112). Oleh karena nilai t hitung > t tabel (3,793 > 2,011) dan nilai signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan minat belajar seni tari materi menyajikan tarian pendek tema gerak alam semsesta pada siswa kelas II yang menggunakan model Learning Together berbantu media video dan yang menggunakan pembelajaran konvensional.
Pengujian hipotesis kedua yaitu pengujian keefektifan model Learning Together berbantu media video terhadap minat belajar materi menyajikan tarian pendek tema gerak alam semesta pada siswa kelas II. Berikut ini merupakan analisis statistik pengujian hipotesis kedua data minat belajar siswa:
(1) Hipotesis Uji
H0 : minat belajar seni tari materi menyajikan tarian pendek tema gerak alam semesta pada siswa kelas II yang menggunakan model Learning Together berbantu media video tidak lebih tinggi dibandingkan menggunakan pembelajaran konvensional ( µ 1 ≤ µ 2 ).
Ha : minat belajar seni tari materi menyajikan tarian pendek tema gerak alam semesta pada siswa kelas II yang menggunakan model Learning Together berbantu media video lebih tinggi dibandingkan menggunakan pembelajaran konvensional
( µ 1 ≥ µ 2 ). (2) Taraf Signifikansi
Taraf signifikansi yang digunakan dalam uji hipotesis ini yaitu α = 0,05. (3) Statistik Uji
Uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis minat belajar siswa menggunakan one sample t test.
(4) Kriteria Keputusan
Kriteria yang digunakan untuk pengambilan keputusan berdasarkan hipotesis uji di atas yaitu H 0 diterima jika – t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel dan H0
ditolak jika – t hitung < - t tabel atau t hitung > t tabel . Jika berdasarkan nilai signifikansi, H0 diterima jika nilai signifikansi > 0,05 dan H0 ditolak jika nilai signifikansi ≤ 0,05.
(5) Hitungan
Penghitungan menggunakan one sample t test dengan bantuan aplikasi SPSS versi 21. Output hasil pengujian one sample t test dapat dilihat pada tabel berikut:
(6) Simpulan
Berdasarkan Tabel 4.15, dapat diketahui nilai t hitung sebesar dan nilai signifikansi sebesar. Nilai t tabel dengan df = dan taraf signifikansi 0,05 (uji 1 sisi) yaitu (Priyatno 2010: 112). Oleh karena nilai t hitung > t tabel (6,528> 1,711) dan nilai signifikansi < 0,05 (< 0,05), dapat disimpulkan minat belajar seni tari siswa kelas II dalam pembelajaran seni tari materi menyajikan tarian pendek tema gerak alam semesta dengan model Learning Together berbantu media video lebih tinggi daripada pembelajaran konvensional.