Anggaran belanja Badan I ntelijen Negara (BI N) dalam kurun waktu 2007-2012 mengalami peningkatan r ata-r ata 7,5 per sen per tahun, yaitu dari Rp1,0 tr iliun dalam LKPP tahun 2007, menjadi Rp1,5 tr iliun dalam APBNP tahun 2012. Realisasi anggar an belanja BI N dal am per i ode t er sebut , sebagi an besar di gunak an unt uk m endukung: (1) pr ogr am pengem bangan penyel i di kan, pengam anan, dan penggal angan k eam anan negar a; (2) pr ogram dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya intelijen negar a; serta (3) program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur intelijen negar a. Dalam periode 2011, output yang dihasilkan dari berbagai progr am tersebut, antara lain: (1) perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dan dukungan administr asi operasi intelijen luar neger i sebanyak 12 r encana oper asi; (2) oper asi kontr a (pencegahan dan penangkalan) t er or i sm e sebanyak 12 l apor an; (3) pendi di kan dan pel at i han apar at ur negar a; dan (4) pemer iksaan dan pengawasan personil.
Out come yang di hasi lkan dar i al okasi anggar an belanj a BI N dal am per i ode t er sebut , di ant ar anya adal ah: (1) m eni ngkat nya pel aksanaan penyel i di kan, pengam anan dan penggalangan keamanan negara; (2) meningkatnya dukungan pelayanan secara teknis dan administrasi intelijen negara; dan (3) meningkatnya dukungan pelayanan secara teknis dan administrasi intelijen negara.
Badan Pusat Statistik
Anggaran belanja Badan Pusat Statistik (BPS) dalam kurun waktu 2007-2012 mengalami peningkatan 37,4 persen per tahun, yaitu dari Rp1,2 triliun dalam LKPP tahun 2007, menjadi Rp2,3 triliun dalam APBNP tahun 2012.
Realisasi anggar an belanj a BPS dalam per i ode t er sebut, di gunakan untuk mendukung: (1) program penyediaan dan pelayanan informasi statistik; (2) pr ogr am pengawasan dan peni ngk at an akunt abi l i t as apar at ur BPS; ( 3) pr ogr am duk ungan m anaj em en dan pelaksanaan tugas teknis lainnya BPS; dan (4) program peningkatan sarana dan prasarana apar atur BPS.
Dalam periode 2011, output yang dihasilkan dari berbagai progr am tersebut, antara lain: ( 1) t er sel esai kannya sepul uh j udul publ i k asi pengem bangan dan anal i si s st at i st i k ; (2) terselesaikannya tiga judul publikasi statistik ketahanan sosial; (3) terselesaikannya satu l apor an m onit or i ng t i ndak lanj ut hasi l audi t wi l ayah I ; dan (4) t er sel enggar anya 28 per temuan layanan kehumasan, hukum, dan hubungan kelembagaan.
Outcome yang dihasilkan dar i alokasi anggar an belanja BPS dalam per iode ter sebut, di antaranya adalah: (1) meningkatnya penyediaan data dan informasi statistik yang lengkap, akur at, dan tepat waktu; (2) meningkatnya kualitas akuntabilitas pengelolaan administrasi keuangan dan bar ang; (3) ter wujudnya good gover nance dan cl ean gover nment; dan (4) ter penuhinya sar ana dan pr asar ana yang mendukung peningkat an kiner ja kegi atan teknis.
Lem baga Sandi N egar a
Anggar an bel anj a Lembaga Sandi Negar a dal am kur un wakt u 2007-2012 m engalam i peningkatan 29,7 persen per tahun, yaitu dari Rp1,0 triliun dalam LKPP tahun 2007, menjadi Rp1,8 triliun dalam APBNP tahun 2012. Realisasi anggaran belanja Lembaga Sandi Negara dal am per i ode t er sebut , sebagi an besar di gunak an unt uk m endukung: (1) pr ogr am pengem bangan per sandi an nasi onal ; dan ( 2) pr ogr am duk ungan m anaj em en dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Lembaga Sandi Negar a.
Dalam periode 2011, output yang dihasilkan dari berbagai progr am tersebut, antara lain: (1) analisa sinyal sebanyak lima kegiatan; (2) infrastruktur jar ingan komunikasi sandi pada 24 tit ik; (3) 38 sar jana sains ter apan; dan (4) layanan admini str atif bi dang hubungan masyar akat sebanyak 3 kegiatan.
Out come yang dihasi lkan dar i alokasi anggar an belanja Lembaga Sandi Negar a dal am periode ter sebut, di antaranya adalah: (1) ter selenggaranya per sandian sesuai kebijakan nasional; (2) terdukungnya komunikasi rahasia; (3) kemandirian teknologi persandian; dan (4) pelayanan administrasi perkantoran Lembaga Sandi Negara secar a akuntabel.
K em enter ian Pem uda dan Olah Raga
Anggar an belanja Kementer ian Pemuda dan Olah Raga dalam kur un waktu 2007-2012 mengalami peningkatan 44,7 persen per tahun, yaitu dar i Rp641,2 miliar dalam LKPP tahun 2007, menjadi Rp1,8 triliun dalam APBNP tahun 2012.
Realisasi anggar an belanja Kementer ian Pemuda dan Olah Raga dalam periode ter sebut, sebagian besar digunakan untuk mendukung: (1) pr ogr am dukungan m anajemen dan pelaksanaan tugas t ekni s l ai nnya Kem enter i an Pem uda dan Ol ah Raga; (2) pr ogr am peni ngkat an sar ana dan pr asar ana apar at ur Kem ent er i an Pem uda dan Ol ah Raga; (3) program kepemudaan dan keolahragaan; dan (4) program pembinaan olahraga prestasi. Dalam periode 2011, output yang dihasilkan dari berbagai program ter sebut, antara lain: (1) terselesaikannya 48 publikasi dan dokumentasi; (2) luas area pembangunan/ r ehabilitasi sarana dan prasarana bangunan pada 5.978 m2; (3) jumlah pemuda yang difasilitasi sebagai kader kewir ausahaan sebanyak 11.072 or ang; dan (4) jumlah tenaga keolahr agaan pada cabang olahraga unggulan yang memper oleh fasilitasi peningkatan kompetensi sebanyak 350 orang.
Outcome yang dihasilkan dar i alokasi anggar an belanja Kementerian Pemuda dan Olah Raga dalam periode tersebut, di antaranya adalah: (1) meningkatnya kualitas perencanaan, pengawasan, adm i ni st r asi k euangan dan k epegawai an, ser t a pel ayanan um um di Kementer ian Pemuda dan Olah Raga; (2) meningkatnya kualitas pengelolaan sar ana dan prasarana aparatur; (3) meningkatnya partisipasi dan peran aktif pemuda di berbagai bi dang pem bangunan; dan (4) m eningkat nya par t isi pasi m asyar akat dalam kegiat an olahraga dan prestasi olahr aga di tingkat regional dan internasional.
Badan K epen dudukan dan K eluar ga Ber encana N asional
Anggaran belanja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam kur un wak t u 2007-2012 m engal am i peni ngkat an 25,6 per sen per t ahun, yai t u dar i Rp994,2 miliar dalam LKPP tahun 2007, menjadi Rp2,1 triliun dalam APBNP tahun 2012. Realisasi anggaran belanja BKKBN dalam periode tersebut, digunakan untuk mendukung: ( 1) pr ogr am k ependuduk an dan k el uar ga ber encana; ( 2) pr ogr am pel at i han dan pengembangan BKKBN; (3) program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur BKKBN; dan (4) pr ogr am dukungan m anajem en dan pelaksanaan tugas tekni s lainnya BKKBN.
Dalam periode 2011, output yang dihasilkan dari berbagai program ter sebut, antara lain: (1) terlayaninya pembinaan keser taan ber-KB; (2) meningkatnya penyelenggaraan advokasi dan KI E pelayanan KB; (3) meningkatnya ketahanan keluarga dan pemberdayaan keluarga; (4) meningkatnya kom petensi SDM pel aksana KB; (5) t er laksananya pengawasan dan administr asi umum; dan (6) ter selenggar anya dukungan manajemen progr am.
Outcome yang dihasilkan dar i alokasi anggar an belanja BKKBN dalam per iode tersebut, diantaranya adalah: (1) tercapainya penduduk tumbuh seimbang 2015 yang ditandai dengan m enur unnya r at a- r at a l aj u per t um buhan penduduk dan angk a k el ahi r an t ot al , meningkatnya angka keser taan ber-KB, dan menur unnya angka kebutuhan ber -KB yang tidak terpenuhi ; (2) meningkatnya kualitas pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia (SDM ) apar at ur , ser t a penel i t i an pr ogr am kependudukan dan k el uar ga ber encana; (3) meningkatnya akuntabilitas pengelola bidang pr ogr am, ketenagaan dan administrasi
umum ser ta keuangan dan perbekalan (good gover nance); dan (4) ter sedianya dukungan m anaj em en dal am r angk a penyel enggar aan pr ogr am k ependuduk an dan k el uar ga ber encana.
K ejaksaan R epublik I ndon esia
Anggaran belanja Kejaksaan Republik I ndonesia dalam kurun waktu 2007-2012 mengalami peningkatan 19,8 persen per tahun, yaitu dari Rp1,6 triliun dalam LKPP tahun 2007, menjadi Rp3,8 triliun dalam APBNP tahun 2012. Sejalan dengan itu, realisasi penyerapan anggaran belanja Kejaksaan Republik I ndonesia dalam periode tersebut mengalami peningkatan, yaitu dar i 101,2 per sen ter hadap APBNP tahun 2007, menjadi 116,4 per sen ter hadap pagunya dalam APBNP tahun 2011.
Realisasi anggaran belanja Kejaksaan Republik I ndonesia dalam periode tersebut, sebagian besar digunakan untuk mendukung: (1) pr ogram pengawasan dan peningkatan akuntabilitas apar at ur Kej aksaan RI ; (2) pr ogr am penyel i di kan/ pengam anan/ penggal angan kasus intelijen; (3) program penanganan dan penyelesaian per kara pidana umum; dan (4) program penanganan dan penyelesaian per kar a pidana khusus, pelanggaran H AM yang ber at dan perkara tindak pidana korupsi.
Dalam periode 2011, output yang dihasilkan dari berbagai program ter sebut, antara lain: (1) penanganan l apor an pengaduan m asyar akat bidang pel aksanaan kegi at an oper asi intel ijen; (2) l apor an hasi l kegi atan i ntelij en bi dang i deologi sosial polit ik per tahanan keamanan dan ketertiban umum; (3) perkara tindak pidana umum yang diselesaikan dalam tahap penuntutan pada Kejaksaan Agung; dan (4) perkara pelanggar an HAM yang berat yang diselesaikan dalam tahap penyidikan.
Outcome yang dihasilkan dari alokasi anggaran belanja Kejaksaan Republik I ndonesia dalam per i ode t er sebut , di ant ar anya adal ah: (1) m eni ngkat nya kual i t as pengawasan at as pelaksanaan tugas r utin dan pembangunan semua unsur kejaksaan berdasarkan peraturan per undang- undangan dan k ebi j ak sanaan yang di t et apk an ol eh j ak sa agung; (2) meningkatnya kualitas pelaksanaan kegiatan intelijen yustisial di bidang sosial, politik, ekonomi, keuangan, pertahanan keamanan dan ketertiban umum; (3) peningkatan kualitas pelaksanaan pr a-penuntutan, pemeriksaan tambahan, penuntutan, pelaksanaan penetapan hakim dan putusan pengadilan, pengawasan terhadap pelaksanaan putusan lepas bersyarat dan tindakan hukum lainnya dalam per kar a tindak pidana umum; dan (4) peningkatan kualitas pelaksanaan pr epenuntutan, pemer iksaan tambahan, penuntutan, pelaksanaan penetapan hakim dan putusan pengadilan, pengawasan terhadap pelaksanaan putusan lepas ber syarat dan tindakan hukum lain mengenai tindak pidana ekonomi.