itu, ia harus menyembelih kurban bakaran.20Imam harus mempersembahkan kurban bakaran dan kurban sajian di atas mezbah. Begitulah imam mengadakan pengampunan dosa bagi orang itu sehingga ia menjadi tahir.
21Jika orang yang akan ditahirkan itu adalah
orang miskin dan dak mampu memberikan semua persembahan itu, maka ia harus membawa seekor domba jantan untuk kurban penghapus salah sebagai persembahan unjukan bagi pengampunan dosanya. Selain itu, ia harus membawa 1/10 efa tepung halus yang dicampur dengan minyak sebagai kurban sajian, 1 log minyak,22dan dua ekor burung tekukur atau burung merpa muda. Yang seekor untuk kurban penghapus dosa dan yang seekor untuk kurban bakaran.
23Pada hari kedelapan, orang itu harus
membawa kurban penahirannya kepada imam di pintu masuk Kemah Pertemuan, di hadapan TUHAN.24Imam
harus mengambil domba kurban penghapus salah dan 1 log minyak tadi. Ia harus mempersembahkannya sebagai kurban unjukan di hadapan TUHAN.
25Berikutnya, imam harus menyembelih domba
kurban penghapus salah dan mengambil sebagian darahnya. Ia harus mengoleskannya pada cuping telinga kanan dan jempol tangan dan kaki kanan orang yang akan ditahirkan.26Ia juga harus menuangkan sebagian minyak ke telapak tangan kirinya.27Dengan tangan kanannya, imam harus memercikkan minyak yang ada di tangan kirinya sebanyak tujuh kali di hadapan TUHAN.28Di tempat ia menaruh darah kurban penghapus salah, imam harus mengoleskan minyak yang ada di tangan kirinya pada cuping telinga kanan dan jempol tangan dan kaki kanan orang yang akan ditahirkan.29Imam harus mengoleskan minyak yang tersisa di telapak tangannya ke kepala orang yang akan ditahirkan. Begitulah imam mengadakan pengampunan dosa bagi orang itu di hadapan TUHAN.
30Selanjutnya, imam harus mempersembahkan
satu dari kedua ekor burung tekukur atau burung merpa muda, sesuai kemampuan orang yang akan ditahirkan itu.31Yang seekor untuk kurban penghapus dosa dan yang seekor untuk kurban bakaran, bersama dengan kurban sajian. Begitulah imam harus mengadakan pengampunan dosa untuk orang yang akan ditahirkan di hadapan TUHAN.
32Ituah peraturan untuk orang miskin dan dak
mampu yang terinfeksi penyakit kusta.”
Peraturan tentang Jamur di Dalam Rumah
33Selanjutnya, TUHAN berkata kepada Musa
dan Harun,34“Jika kamu memasuki tanah Kanaan, yaitu negeri yang akan Kuberikan kepadamu, dan Aku menaruh satu tanda penyakit kusta pada sebuah rumah di negeri itu,35maka pemilik rumah itu harus
memberitahukannya kepada imam, ‘Aku melihat semacam tanda penyakit kusta di rumahku.’
36Maka, imam harus memerintahkan supaya
rumah itu dikosongkan sebelum ia bisa datang untuk memeriksa tanda itu. Dengan demikian, segala sesuatu yang ada di rumah itu dak menjadi najis. Setelah itu, imam harus memeriksa rumah itu.37Imam harus memeriksa tanda itu. Jika tanda pada dinding rumah itu berwarna kehijauan atau kemerahan, dan terlihat lebih dalam dari permukaan dinding,38ia harus keluar dari rumah itu dan menguncinya selama 7 hari.
39Pada hari ketujuh, imam harus kembali dan
memeriksa rumah itu lagi. Jika tanda itu menyebar ke dinding rumah,40imam harus memerintahkan supaya bagian dinding yang terdapat tanda itu diambil batunya dan dibuang ke tempat yang najis di luar kota.41Kemudian, imam harus menyuruh orang untuk mengikis seluruh plester dinding bagian dalam rumah itu dan membuangnya ke tempat yang najis di luar kota.42Lalu, mereka harus memasang batu-batu lain
untuk menggan kan batu yang telah diambil dan memasang plester yang baru pada rumah itu.
43Jika tanda itu muncul lagi setelah rumah itu
diambil batunya, dikikis plesternya, bahkan setelah dipasang plester yang baru,44imam harus datang dan memeriksanya lagi. Jika ia melihat bahwa tanda itu menyebar di dalam rumah, maka itu adalah penyakit kusta yang ganas. Jadi, rumah itu najis.45Rumah itu harus diruntuhkan. Seluruh batu, plester, dan kayu-kayunya harus dibawa ke tempat yang najis di luar kota.46Se ap orang yang masuk ke rumah itu selama 7 hari masa pengunciannya, orang itu menjadi najis sampai matahari terbenam.47Se ap orang yang makan dan dur di rumah itu harus mencuci pakaiannya.
48Akan tetapi, jika imam datang untuk
memeriksa kembali rumah itu dan mendapa bahwa tanda itu dak menyebar sesudah dipasang plester yang baru, imam harus menyatakan bahwa rumah itu tahir karena tanda itu menyebar.
49Untuk menahirkan rumah itu, imam harus
mengambil dua ekor burung, kayu cemara, sehelai kain merah, dan sebatang hisop.50Ia harus menyembelih seekor burung dalam tembikar di atas air yang mengalir.51Kemudian, imam akan mengambil kayu cemara, hisop, kain merah, dan burung yang masih hidup dan mencelupkan semuanya ke dalam darah burung yang disembelih di atas air yang mengalir tadi. Ia harus memercikkan darah itu pada rumah yang akan ditahirkan sebanyak tujuh kali.52Begitulah imam menahirkan rumah itu dengan darah burung yang disembelih di atas air yang mengalir, bersama dengan burung satunya yang masih hidup, kayu cemara, hisop, dan kain merah.53Imam harus melepaskan burung yang masih hidup itu di tanah lapang di luar kota. Dengan demikian, ia mengadakan penahiran untuk rumah itu sehingga menjadi tahir.
106 IMAMAT 14.54–15.31
54Itulah peraturan untuk semua jenis tanda
penyakit kusta, bahkan untuk kudis,55untuk tanda kusta pada pakaian atau pada dinding rumah.56Itulah peraturan mengenai bisul, bin k-bin k merah, atau bin k-bin k terang pada kulit.57Semua peraturan itu memberi tahu apakah mereka najis atau tahir. Itulah peraturan tentang kusta.
15
•1 Ke daktahiran pada laki-laki. •13 Pentahiran mereka. •19 Ke daktahiran pada perempuan. •28 Pentahiran mereka.Peraturan tentang Hal-hal yang Najis dari Tubuh
1TUHAN berkata kepada Musa dan Harun, 2“Katakanlah kepada Bangsa Israel: Bila seorang
laki-laki mengeluarkan mani dari kelaminnya, orang itu najis.3Inilah peraturan untuk kenajisannya karena
mengeluarkan mani, baik mani yang keluar maupun yang ditahan.
4Semua tempat dur atau bangku yang
di duri atau didudukinya menjadi najis.5Barangsiapa menyentuh tempat durnya harus mencuci pakaiannya dan mandi. Orang itu menjadi najis sampai matahari terbenam.6Barangsiapa duduk di tempat yang telah diduduki orang yang mengeluarkan mani itu, harus mencuci pakaiannya dan mandi. Orang itu menjadi najis sampai matahari terbenam.7Barangsiapa menyentuh orang yang mengeluarkan mani itu, harus mencuci pakaiannya dan mandi. Orang itu menjadi najis sampai matahari terbenam.
8Jika ia meludahi seseorang yang tahir, orang
yang diludahi itu harus mencuci pakaianmu dan mandi. Ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
9Semua pelana yang diduduki orang itu menjadi najis. 10Barangsiapa menyentuh segala sesuatu yang telah
diduduki orang itu menjadi najis sampai matahari terbenam. Dan, orang yang membawa segala sesuatu yang pernah didudukinya harus mencuci pakaiannya dan mandi. Ia menjadi najis sampai matahari terbenam.11Jika orang yang mengeluarkan mani itu menyentuh seseorang tanpa mencuci tangannya terlebih dahulu, orang yang disentuh harus mencuci pakaiannya dan mandi. Ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
12Semua perkakas tembikar yang disentuh orang
itu harus dipecahkan dan semua perkakas kayu yang disentuhnya harus dicuci dengan air.
13Bila orang yang mengeluarkan mani itu
sudah bersih, ia harus melewa 7 hari lagi untuk penahirannya. Ia harus mencuci pakaiannya dan mandi di air yang mengalir. Dengan demikian, ia menjadi tahir.14Pada hari yang kedelapan, ia harus membawa dua ekor burung tekukur atau dua ekor burung merpa dan datang ke hadapan TUHAN di pintu masuk Kemah Pertemuan. Ia harus menyerahkan kedua burung itu kepada imam.15Imam harus
mempersembahkan kedua burung itu, yang seekor
untuk kurban penghapus dosa dan yang seekor untuk kurban bakaran. Demikianlah imam mengadakan pendamaian bagi orang yang mengeluarkan mani itu di hadapan TUHAN.
16Jika seorang laki-laki mengeluarkan air
maninya, ia harus mandi dan menjadi najis sampai matahari terbenam.17Jika air mani itu mengenai pakaian atau bahan kulit, pakaian atau bahan kulit itu harus dicuci dalam air dan menjadi najis sampai matahari terbenam.18Jika seorang laki-laki berhubungan seksual dengan seorang perempuan, dan air maninya keluar, keduanya harus mandi dan mereka menjadi najis sampai sore.
19Jika seorang perempuan sedang menstruasi,
ia najis selama tujuh hari. Se ap orang yang menyentuhnya menjadi najis sampai sore.20Semua barang yang di duri perempuan itu selama menstruasi akan menjadi najis. Dan semua barang yang ia duduki juga menjadi najis.21Siapa pun yang menyentuh
tempat dur perempuan itu harus mencuci pakaiannya dan mandi. Ia menjadi najis sampai sore.22Siapa pun yang menyentuh sesuatu yang sudah diduduki perempuan itu harus mencuci pakaiannya dan mandi. Dan, ia menjadi najis sampai sore.23Jika seseorang menyentuh barang, baik yang ada di atas tempat
dur ataupun di atas tempat yang pernah diduduki perempuan itu, orang itu menjadi najis sampai sore.
24Jika seorang laki-laki berhubungan seksual
dengan seorang perempuan saat ia menstruasi, laki-laki itu menjadi najis selama tujuh hari. Se ap tempat dur yang di durinya akan menjadi najis.
25Jika seorang perempuan mengalami
pendarahan selama berhari-hari, yang bukan pada masa menstruasinya, atau jika ia mengalami pendarahan setelah masa menstruasinya, ia menjadi najis selama pendarahan itu, sama seper saat ia menstruasi.26Selama masa pendarahannya itu, se ap
tempat dur yang di durinya dan se ap tempat duduk yang didudukinya menjadi najis, sama seper saat ia menstruasi.27Siapa pun yang menyentuh barang-barang itu harus mencuci pakaiannya dan mandi. Ia menjadi najis sampai sore.28Setelah pendarahan wanita itu berhen , ia harus menunggu selama tujuh hari. Sesudah itu, ia menjadi tahir.
29Kemudian, pada hari kedelapan, perempuan itu
harus membawa dua ekor burung tekukur atau dua ekor merpa muda kepada imam di pintu masuk Kemah Pertemuan.30Imam harus mempersembahkan yang seekor untuk kurban penghapus dosa dan yang seekor untuk kurban bakaran. Begitulah imam mengadakan pendamaian bagi perempuan itu atas kenajisannya di hadapan TUHAN.
31Demikianlah kamu harus memisahkan
anak-anak Israel dari kenajisan mereka sehingga mereka dak ma dalam kenajisan karena menajiskan Kemah Suci-Ku yang ada di tengah-tengahmu!”
IMAMAT 15.32–16.24 107
32Itulah peraturan untuk laki-laki yang
mengeluarkan maninya, yang menyebabkan ia najis.
33Itulah peraturan untuk perempuan yang sedang
menstruasi, untuk orang yang mengeluarkan cairan, baik laki-laki maupun perempuan, dan peraturan untuk laki-laki yang melakukan hubungan seksual dengan perempuan yang sedang menstruasi.
16
•1 Cara imam besar memasuki tempat kudus. •11 Korban penghapus dosa untuk dirinya sendiri. •15 Korban penghapus dosa untuk orang Israel. •20 Kambing jantan.•29 Hari Raya pendamaian tahunan.
Hari Pendamaian
1TUHAN berkata kepada Musa sesudah kedua
anak Harun ma ke ka mereka mempersembahkan kemenyan kepada TUHAN,2“Katakanlah kepada
Harun, kakakmu, bahwa ia dak boleh masuk sembarangan ke balik rai, ke Ruang Mahakudus, di hadapan tutup perdamaian Tabut Perjanjian. Jika dak demikian ia akan ma . Sebab, Aku akan menampakkan diri dalam awan di atas tutup pendamaian itu.
3Harun harus masuk ke Ruang Kudus dengan
membawa seekor sapi jantan untuk kurban penghapus dosa, dan seekor domba jantan untuk kurban bakaran.
4Harun harus mengenakan pakaian pu h, pakaian
dalam, ikat pinggang, dan serban. Semua itu terbuat dari kain linen. Sebelum mengenakan semua itu, Harun harus mandi.
5Ia harus mengambil dua ekor kambing jantan
dari umat Israel untuk kurban penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk kurban bakaran.
6Kemudian, ia harus mempersembahkan lembu jantan
itu untuk kurban penghapus dosa bagi dirinya sendiri. Begitulah ia mengadakan bagi dirinya sendiri dan bagi keluarganya.
7Ia harus mengambil kedua kambing jantan
dan membawanya di hadapan TUHAN di pintu masuk Kemah Pertemuan.8Harun harus membuang undi
terhadap kedua kambing jantan itu. Satu undi bagi TUHAN. Yang lainnya bagi Azazel.
9Harun harus mempersembahkan kambing yang
terpilih bagi TUHAN sebagai kurban penghapus dosa.
10Kambing yang terpilih bagi Azazel harus dibawa
hidup-hidup ke hadapan TUHAN untuk pendamaian. Kemudian, kambing itu harus dibawa keluar dan dilepaskan di padang gurun.
11Selanjutnya, Harun harus mempersembahkan
sapi jantan muda sebagai kurban penghapus dosa bagi dirinya sendiri dan mengadakan pendamaian bagi diri dan keluarganya. Ia harus menyembelih sapi jantan muda itu.12Ia harus mengambil satu sekop penuh bara api dari atas mezbah di hadapan TUHAN dan segenggam kemenyan harum yang sudah digiling halus dan membawanya ke balik rai.13Harun harus menaburkan kemenyan itu ke dalam bara api di hadapan TUHAN. Asap kemenyan itu akan menyelimu
tutup pendamaian yang ada di atas Tabut Perjanjian. Jika dak demikian, Harun dak akan ma .14Harun harus mengambil sebagian darah sapi jantan dan memercikkannya ke tutup pendamaian sebelah Timur dengan jarinya. Pada bagian depan tutup pendamaian itu harus diperciki sebanyak tujuh kali.
15Selanjutnya, Harun harus menyembelih
kambing jantan kurban penghapus dosa yang diperuntukkan bagi seluruh umat. Ia harus membawa darahnya ke balik rai dan melakukan hal yang sama seper yang dilakukannya dengan darah sapi jantan muda tadi. Ia harus memercikkan darah itu pada tutup pendamaian dan pada bagian depan tutup pendamaian itu.16Begitulah Harun harus mengadakan pendamaian untuk Ruang Kudus karena kenajisan dan pelanggaran umat Israel sehubungan dengan dosa-dosa mereka. Ia juga harus mengadakan pendamaian untuk Kemah Pertemuan yang ada di tengah-tengah kenajisanmu.
17Selama Harun berada di Ruang Kudus
untuk mengadakan pendamaian, dak seorang pun diperbolehkan berada di Kemah pertemuan, sampai Harun keluar dari sana. Dengan demikian Harun dapat mengadakan pendamaian bagi dirinya sendiri, keluarganya, dan seluruh umat Israel.18Kemudian, Harun harus keluar menuju mezbah yang di hadapan TUHAN untuk mengadakan pendamaian bagi mezbah itu. Ia harus mengambil sebagian darah sapi jantan muda dan darah kambing jantan serta mengoleskannya ke tanduk-tanduk di keempat sudut mezbah.19Ia harus memercikkan sebagian darah ke mezbah dengan jarinya sebanyak tujuh kali. Dengan demikian, ia menahirkan dan menguduskan mezbah itu dari semua kenajisan umat Israel.
20Setelah Harun selesai mengadakan
pendamaian untuk Ruang Kudus dan Kemah Pertemuan serta mezbah, ia harus mempersembahkan kambing jantan yang masih hidup itu.21Harun harus
meletakkan kedua tangannya ke kepala kambing jantan itu. Ia harus mengakui segala kesalahan dan pelanggaran Bangsa Israel; semua dosa mereka. Ia harus menanggungkan semua dosa itu ke kepala kambing jantan itu dan melepaskannya di padang gurun, melalui seorang yang telah disiapkan untuk membawa kambing pergi.22Jadi, kambing itu akan menanggung segala kesalahan umat ke tanah yang sunyi. Orang yang membawa kambing itu harus melepaskannya di padang belantara.
23Kemudian, Harun harus memasuki Kemah
Pertemuan dan melepaskan pakaian pu h yang dipakainya saat masuk ke Ruang Kudus. Ia harus meninggalkan pakaian itu di sana.24Ia harus mandi di tempat yang kudus dan memakai pakaiannya sendiri. Lalu, ia harus keluar dan mempersembahkan kurban bakaran untuk dirinya sendiri dan untuk seluruh Bangsa Israel umat. Begitulah Harun mengadakan pendamaian untuk dirinya sendiri dan untuk umat
108 IMAMAT 16.25–18.5 Israel.25Sesudah itu, ia harus membakar lemak
kurban penghapus dosa di atas mezbah.
26Orang yang melepaskan kambing jantan tadi
ke padang belantara harus mencuci pakaiannya dan mandi. Sesudah itu, ia boleh memasuki perkemahan.
27Akan tetapi, sapi jantan muda dan kambing
jantan kurban penghapus dosa, yang darahnya dibawa masuk ke Ruang Kudus untuk mengadakan pendamaian, harus dibawa ke luar perkemahan untuk dibakar kulit, daging, dan kotorannya.28Orang yang membakarnya harus mencuci pakaiannya dan mandi. Sesudah itu, ia boleh memasuki perkemahan.
29Itulah peraturan yang berlaku selamanya
bagimu: Pada tanggal 7 bulan 7, kalian harus merendahkan ha mu dan dak mengerjakan pekerjaan apa pun, baik itu orang Israel asli ataupun pendatang yang ada di antaramu.30Karena pada hari itu, imam harus mengadakan pendamaian untuk menahirkanmu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan TUHAN.31Hari itu harus menjadi
Sabat, yaitu hari peris rahatan penuh bagimu. Kamu harus merendahkan ha mu. Itulah peraturan untuk selama-lamanya.
32Imam yang telah diurapi dan disahkan untuk
melayani sebagai imam, menggan kan ayahnya, harus mengadakan pendamaian. Oleh sebab itu, ia harus memakai pakaian pu h, yaitu pakaian kudus untuk imam.33Ia harus mengadakan pendamaian untuk Ruang Kudus, Kemah pertemuan, dan mezbah. Ia juga harus mengadakan pendamaian untuk para imam dan seluruh umat Israel.34Peraturan ini harus berlaku selamanya untuk mengadakan pendamaian bagi umat Israel karena segala dosa se ap tahun.”
Jadi, Harun melakukan semuanya seper yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
17
•1 Darah dari semua binatang yang disembelih harus dipersembahkan kepada TUHAN di pintu Kemah Suci.•7 Mereka dak boleh mempersembahkan kepada jin-jin. •10 Makan segala darah dilarang;
•15 dan semua yang ma sendiri, atau yang dimangsa.
Peraturan tentang Menyembelih dan Memakan Daging Hewan
1TUHAN berkata kepada Musa,2“Katakanlah
kepada Harun dan anak-anaknya, serta kepada seluruh umat Israel, “Inilah yang diperintahkan TUHAN:
3Se ap orang dari umat Israel yang menyembelih
lembu, domba, atau kambing, baik di dalam ataupun di luar perkemahan,4tanpa membawa hewan-hewan itu ke pintu Kemah Pertemuan untuk dipersembahkan sebagai kurban bagi TUHAN di depan Kemah Suci TUHAN, maka orang itu berutang darah karena ia telah menumpahkan darah. Orang itu harus diasingkan dari bangsanya.5Maksudnya supaya kurban yang dipersembahkan umat Israel di tanah terbuka dibawa kepada TUHAN, dengan memberikannya kepada imam di pintu Kemah Pertemuan. Kurban itu akan
dipersembahkan sebagai kurban pendamaian bagi TUHAN.6Imam harus memercikkan darah hewan itu ke atas mezbah TUHAN di pintu masuk Kemah Pertemuan dan membakar lemaknya sebagai bau yang harum bagi TUHAN.7Jadi, mereka dak boleh lagi mempersembahkan kurban kepada ‘berhala kambing’, yang dengannya umat Israel berzina. Peraturan ini berlaku selamanya bagi mereka, dari generasi ke generasi.
8Katakan kepada umat: ‘Se ap umat Israel,
atau pendatang yang ada di antara mereka, yang ingin mempersembahkan kurban bakaran atau persembahan bakaran,9tetapi dak membawanya ke pintu Kemah Pertemuan untuk dipersembahkan kepada TUHAN, orang itu harus diasingkan dari bangsanya.
10Se ap umat Israel, atau pendatang yang
ada di antara mereka, yang makan darah, Aku akan menghadapkan wajah-Ku kepadanya dan mengasingkan orang itu dari bangsanya.11Sebab,
nyawa makhluk terdapat dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah, untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu. Sebab, darahlah yang mengadakan penebusan bagi kehidupan.12Oleh sebab itu, Aku berkata kepada umat Israel, ‘Tidak seorang pun di antaramu boleh makan darah, baik kamu maupun pendatang yang ada di antaramu.’
13Jadi, se ap kali umat Israel atau pendatang
di antara mereka berburu dan menangkap binatang liar atau burung yang boleh dimakan, maka ia harus menumpahkan darah hewan itu ke tanah dan menimbunnya.14Sebab, nyawa semua makhluk ada di dalam darahnya. Sebab itu, Aku memerintahkan umat Israel, ‘Kalian dak boleh makan darah apa pun. Se ap orang yang makan darah harus diasingkan. Sebab, nyawa semua makhluk ada dalam darahnya.
15Jika seseorang, baik orang Israel ataupun
pendatang, memakan bangkai binatang yang ma dengan sendirinya atau dimangsa binatang buas, orang itu harus mencuci pakaiannya dan mandi. Ia menjadi najis sampai sore hari. Setelah itu, ia menjadi tahir.
16Jika ia dak mencuci pakaiannya dan mandi, ia akan
menanggung kesalahannya sendiri.”
18
•1 Pernikahan yang dak sah, dan nafsu yang dak sah.Peraturan tentang Hubungan Seksual
1TUHAN berkata kepada Musa, 2“Katakanlah kepada umat Israel: ‘Akulah TUHAN,
Allahmu.3Jangan lakukan apa yang dilakukan orang Mesir, tempat kalian dulu nggal. Juga jangan lakukan apa yang dilakukan orang Kanaan, negeri tempat Aku membawa kalian sekarang. Kalian dak boleh mengiku peraturan-peraturan mereka.4Kalian harus melakukan peraturan-peraturan-Ku dan memelihara semua hukum-Ku. Hiduplah sesuai dengan semua itu. Akulah TUHAN, Allahmu.5Jadi, kalian harus
IMAMAT 18.6–19.10 109