BAB IV HASIL PENELITIAN
4.7. Pengaruh Kemampuan Guru Mengajarkan Membaca terhadap Kemampuan
4.7.2. Pengaruh Pendidikan Guru terhadap Kemampuan Membaca Siswa . 115
Pendidikan guru diprediksi dapat memengaruhi kinerja guru yang pada akhirnya akan berpengaruh pada kemampuan siswanya. Pendidikan guru yang menjadi subjek penelitian ini dapat dipilah menjadi tiga, yaitu SLTA, D II, dan sarjana. Sejalan dengan hal tersebut, siswa yang diajar juga dikelompokkan menjadi tiga. Pengelompokan siswa ke dalam tiga kelompok tersebut dipaparkan pada Tabel 4.37 berikut.
Dari Tabel 4.37 dapat diketahui hal-hal berikut. Siswa yang diajar guru yang berpendidikan SLTA berjumlah 109 siswa dengan skor rata-rata kemampuan membaca 12,38. Siswa yang diajar guru yang berpendidikan D II berjumlah 93 siswa dengan skor rata-rata 14,54. Siswa yang diajar guru yang berpendidikan sarjana berjumlah 139 siswa dengan skor rata-rata 18,91. Skor kemampuan membaca ketiga kelompok siswa tersebut dianalisis untuk
Tabel 4. 37 Pengelompokan Siswa Berdasarkan Pendidikan Guru
Descriptives lokal_total
N Mean Std. Deviation Std. Error 95% Confidence Interval for Mean
Minimum Maximum Lower Bound Upper Bound SMA 109 12.38 5.967 .572 11.24 13.51 4 28 D II 93 14.54 6.141 .637 13.27 15.80 3 28 S1 139 18.91 5.457 .463 17.99 19.82 6 30 Total 341 15.63 6.458 .350 14.94 16.32 3 30
mengetahui perbedaannya. Hasil uji beda kemampuan membaca ketiga kelompok siswa tersebut dipaparkan pada Tabel 4.38 berikut.
Tabel 4. 38 Uji Beda Kemampuan Membaca Berdasarkan Pendidikan Guru ANOVA
lokal_total
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 2757.220 2 1378.610 40.787 .000 Within Groups 11424.480 338 33.800 Total 14181.701 340 Multiple Comparisons lokal_total Tukey HSD (I) pend_ guru (J) pend_ guru Mean Difference
(I-J) Std. Error Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound Upper Bound
sma D II -2.161* .821 .024 -4.09 -.23 S1 -6.530* .744 .000 -8.28 -4.78 D II sma 2.161* .821 .024 .23 4.09 S1 -4.369* .779 .000 -6.20 -2.54 S1 sma 6.530* .744 .000 4.78 8.28 D II 4.369* .779 .000 2.54 6.20
*. The mean difference is significant at the 0.05 level.
Berdasarkan Tabel 4.37 dan Tabel 4.38 dapat dipaparkan beberapa hal berikut.
1) Hasil uji beda kemampuan membaca siswa antarkelompok menunjukkan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Hal itu berarti ketiga kelompok tersebut memiliki kemampuan yang berbeda secara signifikan. Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa pendidikan guru berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan siswa dalam memahami bacaan.
2) Secara lebih rinci, skor kemampuan membaca siswa yang diajar guru yang berpendidikan SLTA berbeda dengan skor kemampuan membaca siswa yang diajar guru yang berpendidikan D II dan yang diajar guru yang berpendidikan sarjana. Skor kemampuan membaca siswa yang diajar guru yang berpendidikan D II berbeda dengan skor kemampuan membaca siswa yang diajar guru yang berpendidikan sarjana. Uji beda semuanya memiliki taraf signifikansi 0,000 < 0,05.
3) Kelompok siswa yang memperoleh skor kemampuan membaca tertinggi (18,91) diajar oleh guru yang berpendidikan sarjana, skor kemampuan membaca di bawahnya (14,54) diajar oleh guru yang berpendidikan D II. Kelompok siswa dengan skor kemampuan terendah (12,38) diajar oleh guru yang berpendidikan SLTA.
4.7.3. Pengaruh Pengalaman Mengajar (Umum) Guru terhadap Kemampuan Membaca Siswa
Pengalaman mengajar merupakan hal yang diprediksi berpotensi dalam menentukan kinerja seorang guru. Guru yang memiliki pengalaman mengajar yang sangat banyak akan berbeda kinerjanya dengan guru yang memiliki pengalaman sangat terbatas.
Untuk mengetahui pengaruh pengalaman guru dalam mengajar (mengajar apa saja) terhadap kemampuan membaca siswa dilakukan pengelompokan guru berdasarkan lama guru tersebut mengajar. Berdasarkan lama mengajar tersebut, guru dikelompokkan menjadi tiga, yaitu (1) kelompok guru yang memiliki pengalaman sangat lama(kelompok lama), (2) kelompok guru yang memiliki pengalaman sedang (kelompok sedang), dan (3) kelompok guru yang memiliki pengalaman sedikit (kelompok baru). Langkah berikutnya adalah mengelompokkan siswa berdasarkan kelompok pengajarnya sehingga diperoleh tiga kelompok siswa. Skor kemampuan membaca siswa yang diajar oleh tiga kelompok guru tersebut dibandingkan untuk mengetahui perbedaan skor. Uji beda dilakukan dengan analisis anova. Hasil
pengelompokan siswa berdasarkan pengalaman guru dipaparkan dalam Tabel 4.39 berikut.
Dari Tabel 4.39 dapat diketahui hal-hal berikut. Siswa yang diajar kelompok guru baru berjumlah 59 siswa dengan skor rata-rata kemampuan membaca 12,88. Siswa yang diajar kelompok guru yang memiliki pengalaman sedang berjumlah 55 siswa dengan skor rata-rata 16,22. Siswa yang diajar kelompok guru lama berjumlah 227 siswa dengan skor rata-rata 16,20. Skor kemampuan membaca ketiga kelompok siswa tersebut dianalisis untuk mengetahui perbedaannya. Hasil uji beda kemampuan membaca ketiga kelompok siswa tersebut dipaparkan pada Tabel 4.40 berikut.
Tabel 4. 40 Uji Beda Kemampuan Membaca Berdasarkan Pengalaman Guru ANOVA
lokal_total
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 538.070 2 269.035 6.665 .001
Within Groups 13643.631 338 40.366
Total 14181.701 340
Tabel 4. 39 Pengelompokan Siswa Berdasarkan Pengalaman Guru
Descriptives lokal_total N Mean Std. Deviation Std. Error 95% Confidence Interval for Mean
Minimum Maximum Lower Bound Upper Bound baru 59 12.88 6.547 .852 11.18 14.59 3 28 sedang 55 16.22 5.159 .696 14.82 17.61 8 28 lama 227 16.20 6.558 .435 15.34 17.06 4 30 Total 341 15.63 6.458 .350 14.94 16.32 3 30
Multiple Comparisons lokal_total Tukey HSD (I) penglm_ meng (J) penglm_ meng Mean
Difference (I-J) Std. Error Sig.
95% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound
baru sedang -3.337* 1.191 .015 -6.14 -.53 lama -3.317* .928 .001 -5.50 -1.13 sedang baru 3.337* 1.191 .015 .53 6.14 lama .020 .955 1.000 -2.23 2.27 lama baru 3.317* .928 .001 1.13 5.50 sedang -.020 .955 1.000 -2.27 2.23
*. The mean difference is significant at the 0.05 level.
Berdasarkan Tabel 4.39 dan Tabel 4.40 dapat dipaparkan beberapa hal berikut.
1) Hasil uji beda kemampuan membaca siswa antarkelompok secara umum menunjukkan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05. Hal itu berarti ketiga kelompok tersebut memiliki kemampuan yang berbeda secara signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengalaman mengajar guru (secara umum) berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan siswa dalam memahami bacaan.
2) Secara lebih rinci, uji beda kemampuan membaca ketiga kelompok tersebut adalah sebagai berikut. (1) Skor kemampuan membaca siswa yang diajar kelompok guru baru berbeda secara signifikan dengan skor kemampuan membaca siswa yang diajar kelompok guru sedang (sig 0,015). (2) Skor kemampuan membaca siswa yang diajar kelompok guru baru berbeda secara signifikan dengan skor kemampuan membaca siswa yang diajar kelompok guru lama (sig 0,001). (3) Skor kemampuan membaca siswa yang diajar kelompok guru sedang tidak berbeda secara signifikan
dengan skor kemampuan membaca siswa yang diajar kelompok guru lama (sig 1,000).
3) Kelompok siswa yang memperoleh skor kemampuan membaca tertinggi (16,22) diajar oleh guru yang memiliki pengalaman mengajar sedang. Siswa dengan skor kemampuan membaca di bawahnya (16,20) diajar oleh guru yang memiliki pengalaman lama. Kelompok siswa dengan skor kemampuan terendah (12,88) diajar oleh guru yang memiliki pengalaman sedikit.
4.7.4. Pengaruh Pengalaman Guru Mengajarkan Bahasa Indonesia