• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prof Dr H.Haris Supratno, dkk Universitas Negeri Surabaya

Dalam dokumen MODEL PERKULIAHAN INOVATIF UNTUK CALON G (Halaman 144-154)

ABSTRAK

Standar Nasional Pendidikan Guru (SNPG) adalah kriteria minimal tentang program pendidikan sarjana pendidikan dan pendidikan profesi guru pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Formal, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.Pendidikan Sarjana Pendidikan adalah program sarjana yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program pendidikan yang diselenggarakan bersamaan dengan/atau setelah program sarjana S1 pendidikan dan nonkependidikan untuk mendapatkan sertifikat pendidik/guru pada Pendidikan Anak Usia Dini Formal, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.Standar Nasional Pendidikan Guru dan Pendidikan Profesi Guru mencakup 10 standar, yaitu: Standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar dosen dan guru mitra, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar penelitian, dan standar pengabdian kepada masyarakat.

Kata kunci: SNPG, PPG, program pendidikan, nonpendidikan

*Makalah ini merupakan pokok-pokok pikiran Standar Nasional Pendidikan Guru

A. Pendahuluan

Salah satu komponen yang sangat penting dan strategis dalam dunia pendidikan adalah guru. Guru yang berkualitas sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Oleh sebab itu, dalam rangka mencetak guru yang profesional maka dibutuhkan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, baik Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan tingkat sarjana maupun Lembaga Pendidikan Profesi Guru yang memenuhi Standar Nasional bahkan internasional, sehingga Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan tersebut mempunyai kewibawaan di kaca mata masyarakat, sehingga masyarakat sangat bangga belajar di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Sementara ini, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan belum memiliki pengaruh yang besar dan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, masih kalah jauh bila dibandingkan dengan Pendidikan Tinggi lain non-LPTK.

Untuk menciptakan LPTK yang memiliki pengaruh dan menjadi kebanggan masyarakat, maka LPTK perlu memiliki standar nasional bahkan internasional, baik sarana-prasarananya maupun sumber daya manusianya. Sementara ini LPTK pada umumnya sarana-prasarananya dan sumber daya manusianya belum memenuhi standar nasional atau internasional, sehingga belum mampu menciptakan calon-calon guru yang profesional. Penyelenggaraan Pendidikan guru di Indonesia saat ini masih beragam, baik bentuk kelembagaan, SDM, maupun sarana dan prasarananya. Untuk menjamin kualitas Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan perlu disusun Standar Nasional Pendidikan Guru untuk menjamin

agar Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan mampu mencapai tujuan pendidikan nasional, elaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mampu meningkatkan kualitas bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, mampu menyelenggarakan, mengembangkan pendidikan dan menghasilkan tenaga pendidik di jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah yang berstandar nasional bahkan internasional.

Standar Nasional Pendidikan Guru (SNPG) adalah kriteria minimal tentang program pendidikan sarjana pendidikan dan pendidikan profesi guru pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Formal, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Pendidikan Sarjana Pendidikan adalah program sarjana yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program pendidikan yang diselenggarakan bersamaan dengan/atau setelah program sarjana S1 pendidikan dan nonkependidikan untuk mendapatkan sertifikat pendidik/guru pada Pendidikan Anak Usia Dini Formal, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Standar Nasional Pendidikan Guru dan Pendidikan Profesi Guru mencakup 10 standar, yaitu: Standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar dosen dan guru mitra, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar penelitian., dan standar pengabdian kepada masyarakat.

Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) VIII Tahun 2016

109

B. Ruang Lingkup SNPG

SNPG mencakup standar Program Sarjana Pendidikan dan standar Program Profesi Guru.SNPG meliputi tiga bidang Tri Dharma yaitu pendidikan, penelitian, danpengabdian kepada masyarakat. SNPG terdiri atas standar: (1)kompetensi lulusan, (2) isi, (3) proses, (4) penilaian, (5) pendidik, (6) sarana dan prasarana, dan (7) pengelolaan, (8) pembiayaan, (9) penelitian, dan(10) pengabdian kepada masyarakat.

SNPG wajib dievaluasi dan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan, sesuai dengan tuntutan perubahan lokal, nasional, dan global oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

C. Fungsi dan Tujuan SNPG

1. Fungsi

SNPG berfungsi sebagai kriteria minimal bagi program pendidikan guru dalam:

a. penentuan rumusan capaian pembelajaran, isi, proses, dan penilaian hasil pembelajaran;

b. pengembangan penelitian ilmu pendidikan dan keguruan;

c. pengembangan pengabdian kepada masyarakat;

d. penerimaan calon peserta didik; e. pengembangan fasilitas dan sumber

belajar;

f. pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Praktik Mengajar Mandiri (PMM);

g. kualitas dosen; dan

h. sekolah laboratorium atau sebutan lain dan/atau sekolah/madrasah mitra.

2. Tujuan

SNPG bertujuan untuk:

a. menetapkan kualifikasi dan kompetensi minimal guru yang dihasilkan;

b. menetapkan kriteria minimal dalam berbagai aspek program pendidikan guru; dan

c. mengembangkan sistem penjaminan mutu internal dan eksternal.

D. Pelaksanaan Pendidikan Guru

1. Pendidikan guru dilaksanakan dalam bentuk program studi pendidikan guru yang relevan di bawah naungan perguruan tinggi dan dikelola unit pengelola program studi. 2. Pendidikan guru bersifat nasional dan

bertujuan untuk menghasilkan tenaga guru berdasarkan kebutuhan nasional dan/atau lokal.

E. Standar Nasional Pendidikan Guru

1. Standar Kompetensi Lulusan

Standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan guru merupakan kriteria minimal tentang kompetensi guru. SKL pendidikan guru mengacu pada Undang-Undang tentang Guru dan Dosen yang mencakup kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.

Kompetensi guru terdiri atas kompetensi umum dan kompetensi khusus. Kompetensi umum merupakan kemampuan kerja umum yang wajib dimiliki setiap lulusan pendidikan sarjana pendidikan dan pendidikan profesi guru. Kompetensi khusus merupakan kemampuan kerja khusus yang wajib dimiliki setiap lulusan pendidikan sarjana pendidikan dan pendidikan profesi guru sesuai dengan program studi dan dikembangkan oleh program studi yang bersangkutan.

Kompetensi umum lulusan pendidikan sarjana pendidikan meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. a. Kompetensi pedagogik pendidikan sarjana pendidikan meliputi kemampuan:

1) memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, budaya, dan psikologis untuk kepentingan pembelajaran; 2) menganalisis pendekatan dan

model pembelajaran, bahan ajar, dan penilaian untuk kepentingan pembelajaran;

3) mengembangkan dokumen kurikulum yang sesuai dengan bidang tugas dalam bentuk perencanaan guru;

4) meningkatkan kualitas pembelajaran berdasarkan penilaian proses dan penilaian hasil belajar;

5) menerapkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam perencanaan dan proses pembelajaran;

6) mengembangkan lingkungan belajar yang aman dan menantang peserta didik untuk kreatif; dan 7) mengembangkan hubungan sosial

antar peserta didik yang kooperatif.

b. Kompetensi kepribadian pendidikan sarjana pendidikan tercermin dalam perilaku:

Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) VIII Tahun 2016

110 1) sesuai dengan norma agama,

hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia;

2) sabar, tanggung jawab, etos kerja, peduli, jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat; 3) inovatif dan kreatif; dan 4) memiliki kebiasaan belajar. c. Kompetensi profesional untuk

pendidikan sarjana pendidikan meliputi kemampuan menguasai:

1) isi kurikulum

sekolah/madrasah

(pedagogical content

knowledge) yang akan

menjadi bidang keahlian profesi;

2) disiplin ilmu/mata pelajaran bidang studi;

3) pendekatan dan organisasi konten pedagogik; dan 4) cara mempelajari lingkungan

fisik, sosial, budaya dan menggunakannya sebagai sumber belajar peserta didik. d. Kompetensi sosial untuk

pendidikan sarjana pendidikan meliputi kemampuan:

1) berkomunikasi dengan peserta didik secara efektif;

2) berkomunikasi dengan rekan, dosen, guru, dan masyarakat secara profesional;

3) berpartisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat;

4) bersikap inklusif, objektif, dan tidak diskriminatif; dan

5) beradaptasi dengan lingkungan. Kompetensi umum lulusan pendidikan profesi guru mencakup kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.

a. Kompetensi pedagogik untuk PPG adalah:

1) mengembangkan lingkungan belajar untuk meningkatkan potensi peserta didik dalam belajar;

2) mengembangkan dokumen kurikulum yang sesuai dengan bidang tugas dalam bentuk perencanaan guru;

3) menggunakan pendekatan, model, prosedur dan teknik mengajar yang sesuai dengan karakter peserta didik;

4) mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik; 5) mengembangkan dan menerapkan

rencana pembelajaran dalam proses pembelajaran yang efektif dan kreatif;

6) merencanakan dan melaksanakan penilaian hasil belajar dan menggunakannya untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar peserta didik;

7) meningkatkan kualitas pembelajaran berdasarkan penilaian proses dan penilaian hasil belajar;

8) menerapkan TIK dalam perencanaan guru dan dalam proses pembelajaran;

9) mengembangkan dan

mempertahankan lingkungan belajar yang aman dan menantang peserta didik untuk kreatif; 10) mengembangkan hubungan sosial

antar peserta didik yang kooperatif; dan

11) memperlakukan peserta didik secara adil dan bersahabat. b. Kompetensi Kepribadian untuk PPG

tercermin dalam perilaku yang: 1) sesuai dengan norma agama,

hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia;

2) jujur, berakhlak mulia, serta teladan bagi peserta didik dan masyarakat;

3) mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa;

4) inovatif dan kreatif dalam mengembangkan proses pendidikan;

5) sabar dalam berinteraksi dengan peserta didik;

6) peduli terhadap keberhasilan belajar peserta didik;

7) menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi;

8) memiliki kebiasaan belajar; dan 9) menjunjung tinggi kode etik

profesi guru.

c. Kompetensi Profesional untuk PPG meliputi kemampuan menguasai: 1) isi kurikulum sekolah/madrasah

yang akan menjadi bidang keahlian profesi;

2) cara mengembangkan kemampuan profesi secara berkelanjutan; 3) cara berpikir disiplin ilmu/mata

Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) VIII Tahun 2016

111 4) pendekatan dan organisasi

konten pedagogik; dan

5) cara mempelajari lingkungan fisik, sosial, budaya dan menggunakannya sebagai sumber belajar peserta didik. d. Kompetensi Sosial untuk PPG meliputi kemampuan:

1) berkomunikasi dengan peserta didik dalam bahasa yang mereka pahami;

2) berkomunikasi secara profesional dan santun dengan orangtua dan masyarakat;

3) berkomunikasi dengan sejawat mengenai berbagai masalah belajar dan pengembangan pembelajaran; 4) berpartisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat;

5) bersikap inklusif, bertindak objektif, dan tidak diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi; dan

6) beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial, budaya, ekonomi, dan agama.

Kompetensi khusus terdiri atas kompetensi khusus untuk pendidikan sarjana pendidikan dan kompetensi khusus untuk pendidikan profesi guru.Kompetensi khusus untuk pendidikan profesi guru dan PPG dirumuskan forum program studi sejenis atau nama lain yang setara dan dapat melibatkan organisasi profesi.

2. Standar Isi Pembelajaran

a. Standar isi pembelajaran program pendidikan guru merupakan kriteria minimal tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran untuk mencapai:

1) penguasaan bidang ilmu yang akan diajarkan;

2) penguasaan ilmu pedagogik; dan 3) pemahaman dan penerapan etika

profesi.

b. Penguasaan bidang ilmu untuk program pendidikan sarjana pendidikan mencakup:

1) penguasaan pengetahuan, prinsip, konsep, dan teori bidang disiplin ilmu tertentu secara mendalam pada tingkat program sarjana;

2) kemampuan mengaplikasikan bidang disiplin ilmu tertentu untuk membantu siswa belajar sesuai dengan kurikulum sekolah/madrasah;

3) pengetahuan tentang agama, Pancasila, kewarganegaraan, bahasa Indonesia, dan karakter; dan

4) kemampuan memformulasikan penyelesaian masalah secara prosedural dalam proses pembelajaran. c. Penguasaan ilmu pedagogik untuk program

pendidikan sarjana pendidikan mencakup: 1) Mampu mengaplikasikan bidang

keguruan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni pada bidang keguruan dalam pemecahan masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi, mencakup:

2) pengetahuan, prinsip, konsep, prosedur, dan teori bidang pedagogik, dan praksis dalam bidang perencanaan, implementasi, dan evaluasi pembelajaran;

3) pengetahuan dan ilmu psikologi anak, psikologi perkembangan, dan psikologi pembelajaran;

4) pengetahuan dan ilmu tentang penelitian pendidikan dan pembelajaran; dan

5) pengetahuan dan ilmu teknologi informasi dan komunikasi (TIK). 6) Mampu mengambil keputusan yang

tepat berdasarkan analisis informasi dan data, serta dapat memilih berbagai alternatif solusi secara mandiri dan kelompok dalam memecahkan persoalan pembelajaran di sekolah/madrasah.

7) Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja sekolah/madrasah secara kooperatif dan kolaboratif.

8) Pengembangan keterampilan mengajar di laboratorium pembelajaran mikro. 9) Pengenalan Lapangan Persekolahan

(PLP) yang mencakup setidaknya pengamatan budaya sekolah/madrasah, interaksi pembelajaran di kelas, karakteristik siswa, kurikulum dan perangkat pembelajaran serta penilaiannya, mengajar dengan bimbingan guru, serta pembimbingan program ekstrakurikuler.

d. Standar isi pembelajaran PPG merupakan kriteria minimal tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran yang mencakup:

Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) VIII Tahun 2016

112 1) Pendalaman isi kurikulum

sekolah/madrasah.

2) Penerapan ilmu pendidikan dan keguruan meliputi kegiatan orientasi dan adaptasi, latihan menyusun rencana pembelajaran, latihan mengajar, dan latihan melaksanakan tugas-tugas kependidikan lain untuk memahami kultur sekolah/madrasah atau yang setara dengan itu, yang lama keseluruhannya minimal satu semester;

3) Pengalaman awal untuk memperoleh kompetensi guru yang profesional.

4) Pendalaman isi kurikulum sekolah/madrasah mencakup tujuan pembelajaran, desain isi kurikulum, model dan pengelolaan pembelajaran, pengembangan materi ajar, serta penilaian hasil pembelajaran.

e. Penerapan ilmu pendidikan dan keguruan mencakup:

1) Perencanaan dan pengelolaan sumber pembelajaran serta mengevaluasi secara komprehensif proses dan hasil pembelajaran dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni untuk menghasilkan langkah- langkah pengembangan strategis sekolah/madrasah secara mandiri dalam praktik kerja lapangan. 2) Pemanfaatan TIK dalam proses

pembelajaran.

3) Penelitian untuk pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan. 4) Praktik Mengajar Mandiri (PMM)

untuk memperkuat kompetensi profesi.

3. Standar Proses Pembelajaran

Standar proses pembelajaran merupakan kriteria minimal pelaksanaan pembelajaran pada program sarjana pendidikan dan PPG untuk memperoleh capaian pembelajaran lulusan yang bermutu.

Standar proses pembelajaran program sarjana pendidikan secara umum mengacu pada SNPT. Standar proses pembelajaran pada program sarjana pendidikan memiliki karakteristik tambahan:

a. latihan pembelajaran terbatas atau pembelajaran mikro;

b. pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP); dan

c. penguasaan ilmu pedagogik.

Standar proses pembelajaran pada latihan pembelajaran terbatas atau pembelajaran mikro untuk melatih keterampilan mengajar mencakup:

a. perencanaan yang dilakukan mahasiswa di bawah bimbingan dosen pembimbing; b. pelaksanaan pembelajaran mikro di laboratorium;

c. penilaian dan pemberian umpan balik langsung dilakukan dosen;

d. proses remediasi untuk keterampilan yang belum memenuhi standar di laboratorium pembelajaran mikro; dan e. beban belajar pembelajaran mikro paling sedikit 2 (dua) sks.

Standar proses pembelajaran PLP

mencakup:

a. perencanaan dilakukan mahasiswa di bawah bimbingan dosen pembimbing dan guru mitra;

b. pelaksanaan di sekolah laboratorium dan/atau di sekolah/madrasah lainnya; c. membuat laporan hasil pengamatan; d. penilaian dan pemberian umpan balik

langsung dilakukan dosen dan guru mitra; dan

e. beban belajar untuk kegiatan PLP paling sedikit 4 (empat) sks.

Standar proses pembelajaran PPG

mencakup:

a. karakteristik proses pembelajaran; b. perencanaan proses pembelajaran; c. pelaksanaan proses pembelajaran; d. penilaian hasil pembelajaran; e. beban belajar mahasiswa;

f. penjaminan mutu proses pembelajaran; dan

g. Praktik Mengajar Mandiri (PMM). Beban belajar PPG bagi peserta yang berlatar belakang sarjana pendidikan sebanyak 36 SKS, terdiri atas 24 SKS untuk pendalaman materi kurikulum dan pemecahan masalah pendidikan, dan 12 SKS untuk PMM.

Beban belajar PPG bagi peserta yang berlatar belakang sarjana non pendidikan sebanyak 54 SKS, terdiri atas 18 SKS untuk mata kuliah pendidikan, 24 SKS untuk pendalaman kurikulum dan pemecahan masalah pendidikan, dan 12 SKS untuk PMM. PMM diatur dengan ketentuan sebagai berikut:

d. direncanakan dan dikoordinasikan antara perguruan tinggi, dinas pendidikan, sekolah laboratorium, dan/atau sekolah/madrasah mitra;

Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) VIII Tahun 2016

113 e. dilaksanakan di sekolah

laboratorium, sekolah/madrasah mitra, pusat-pusat pelatihan, atau yang setara pada satu satuan pendidikan tertentu;

f. dilaksanakan selama satu semester dengan sistem blok;

g. dilaksanakan dengan beban 12 (dua belas) sks; dan

h. disupervisi dan dinilai dosen bersertifikat pendidik dan guru mitra yang memiliki sertifikat pendidik sesuai dengan bidang studinya.

4. Standar Penilaian

Standar penilaian mencakup penilaian terhadap mahasiswa dan penilaian kinerja dosen, guru mitra, sekolah/madrasah mitra, program studi, dan unit pengelola PPG. Penilaian terhadap mahasiswa dilakukan pada seleksi penerimaan mahasiswa, penilaian proses dan hasil belajar, serta uji kompetensi. Seleksi penerimaan mahasiswa dilakukan perguruan tinggi meliputi tes masuk yang terdiri atas:

a. tes potensi akademik;

b. tes pengetahuan/penguasaan bidang studi;

c. tes kesehatan jasmani dan rohani; d. inventori kepribadian; dan e. wawancara.

Wawancara dilakukan untuk menggali minat, bakat, dan motivasi bagi calon mahasiswa yang telah lulus tes tertulis. Penilaian hasil pembelajaran mahasiswa meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan di kampus dan di sekolah/madrasah mitra yang terdiri atas: a. penilaian hasil pembelajaran yang

mengacu pada Standar Penilaian Pembelajaran dalam SNPT;

b. penilaian di sekolah/madrasah yang mencakup program PLP dan PMM; c. penilaian PLP dilakukan guru mitra

dan dosen pembimbing;

d. penilaian PMM dilakukan dosen pembimbing, guru mitra, dan kepala sekolah/madrasah.

Penilaian PMM meliputi:

a. perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran;

b. kerjasama mahasiswa dengan guru dan lingkungan sekolah/madrasah; c. kegiatan non-mengajar melalui

laporan pengamatan guru dan kepala sekolah/madrasah; dan

d. laporan hasil akhir PMM dosen pembimbing.

PPG diakhiri dengan uji kompetensi pendidik yang dilakukan oleh organisasi profesi yang ditetapkan pemerintah. Uji kompetensi pendidik dilakukan melalui ujian tulis dan ujian kinerja sesuai dengan standar kompetensi guru. Spesifikasi uji kompetensi pendidik wajib dipublikasikan secara nasional. Ujian tulis dilaksanakan secara komprehensif yang mencakup penguasaan: a. wawasan, landasan, teori, dan konsep

pendidikan;

b. teori perkembangan dan pertumbuhan peserta didik,

c. pengembangan kurikulum, RPS, dan penilaian hasil belajar;

d. materi pelajaran yang akan diampunya sesuai dengan standar isi mata pelajaran, kelompok mata pelajaran, dan/atau program; dan

e. konsep-konsep disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang secara konseptual menaungi materi pelajaran, kelompok mata pelajaran, dan/atau program yang diampunya.

Ujian kinerja dilaksanakan secara komprehensif dalam bentuk ujian praktik pembelajaran yang mencerminkan penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional pada satuan pendidikan yang relevan.

Peserta yang lulus uji kompetensi memperoleh sertifikat pendidik yang dikeluarkan Perguruan Tinggi penyelenggara PPG dan berlaku secara nasional.

Penilaian kinerja dosen.

a. Penilaian kinerja dosen dilakukan oleh pimpinan program studi.

b. Penilaian kinerja dosen mencakup kegiatan tri dharma perguruan tinggi dan penunjang.

c. Penilaian kinerja dosen dalam PPG dilaksanakan oleh UPPPL dengan melibatkan pimpinan program studi. Penilaian kinerja guru mitra.

a. Penilaian kinerja guru mitra dilakukan oleh pimpinan sekolah/madrasah dan UPPPL dengan melibatkan pimpinan program studi

b. Penilaian kinerja guru mitra mencakup proses pembimbingan, penilaian guru terhadap mahasiswa, kepribadian guru, dan kedisiplinan guru selama pelaksanaan

PPG.

Penilaian kinerja program studi.

a. Penilaian kinerja program studi dilakukan melalui sistem penjaminan mutu internal terkait dengan pelaksanaan PPG.

Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) VIII Tahun 2016

114 b. Penilaian kinerja program studi

mencakup kesesuaian proses dan produk akhir PPG dengan standar dan target penyelenggaraan PPG.

c. Penilaian kinerja eksternal dilakukan oleh BAN-PT/LAM.

d. Hasil penilaian program studi wajib dipublikasikan secara nasional dalam

rangka akuntabilitas publik. Penilaian unit pengelola PPG

a. Penilaian unit pengelola PPG dilakukan melalui sistem penjaminan mutu internal.

b. Penilaian unit pengelola PPG mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, dan tindak lanjut dari program yang menjadi tanggung jawabnya.

5. Standar Pendidik

Pendidik terdiri atas dosen dan guru mitra.Standar dosen mengacu pada SNPT.Guru mitra berkualifikasi Sarjana/Diploma IV bersertifikat pendidik. Guru mitra memiliki jabatan guru madya.

6. Standar Sarana dan Prasarana

Pembelajaran

Standar sarana dan prasarana pembelajaran merupakan kriteria minimal tentang sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan isi dan proses pembelajaran dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan. Standar prasarana pembelajaran wajib memenuhi persyaratan dalam SNPT dan syarat pendirian perguruan tinggi. Perguruan tinggi penyelenggara program pendidikan sarjana pendidikan memiliki:

a. laboratorium pembelajaran mikro; b. kerjasama dengan sekolah/madrasah; c. pusat sumber belajar terintegrasi

dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK); dan

d. Unit Pengelola Program Pengalaman Lapangan (UPPPL).

Perguruan tinggi penyelenggara PPG di samping memenuhi syarat sebagaimana program sarjana pendidikan wajib memiliki (a) asrama mahasiswa; dan (b) sekolah/madrasah laboratorium atau sekolah/madrasah mitra.

Standar sarana pembelajaran wajib memenuhi persyaratan dalam SNPT dan syarat pendirian perguruan tinggi. Perguruan tinggi penyelenggara program pendidikan sarjana pendidikan dan PPG wajib memiliki sarana:

a. perangkat TIK; b. media pendidikan;

c. kurikulum sekolah/madrasah;

d. bahan ajar; dan

e. sarana untuk latihan keterampilan mengajar dalam laboratorium pembelajaran

mikro.

Laboratorium pembelajaran mikro

a. Laboratorium pembelajaran mikro adalah sarana untuk melatih keterampilan mengajar dalam bentuk praktik mengajar terbatas.

b. Jenis laboratorium pembelajaran mikro untuk setiap bidang kajian keilmuan pendidikan sekurang-kurangnya terdiri dari fasilitas penunjang peralatan dan bahan yang dikelola dapat digunakan untuk melayani kegiatan pendidikan mahasiswa yang terkait dengan kegiatan pembelajaran mikro, laboratorium sains dan atau teknologi, studio, bengkel/workshop, dan jenis laboratorium lainnya yang relevan.

c. Laboratorium pembelajaran mikro dikelola seorang kepala laboratorium dan/atau pranata laboratorium pendidikan dengan kualifikasi akademik dan kompetensi sesuai dengan peraturan perundangan. Pusat Sumber Belajar.

a. Pusat Sumber Belajar adalah satuan pengelolaan yang bertugas untuk menyusun, mengembangkan, dan menyediakan bahan ajar, bahan uji atau produk pembelajaran lainnya yang diintegrasikan dengan TIK dan merupakan bagian integral dari sistem pembelajaran. b. Sumber belajar dapat berupa pesan,

manusia, material, alat-alat, teknik-teknik, dan kondisi yang memiliki nilai edukasi terkait dengan pengembangan pendidikan dan pembelajaran di sekolah/madrasah. c. Pusat Sumber Belajar dipimpin kepala dan

dibantu tim yang minimal terdiri dari ahli TIK, penelitian pendidikan, dan media pembelajaran.

Asrama Mahasiswa

a. Asrama mahasiswa adalah unit pelayanan yang terintegrasi dalam struktur dan tata kelola perguruan tinggi untuk memberikan layanan hunian, bimbingan, dan pengembangan bagi mahasiswa.

b. Asrama mahasiswa berfungsi untuk mengembangkan kompetensi sosial dan kepribadian.

c. Asrama mahasiswa dipimpin kepala

Dalam dokumen MODEL PERKULIAHAN INOVATIF UNTUK CALON G (Halaman 144-154)