GAMBARAN UMUM KEGIATAN BISNIS PT SAUNG MIRWAN
6. Sarana lainnya
5.6 Deskripsi Kegiatan Bisnis Lettuce .1 Pemasok Bahan Baku .1 Pemasok Bahan Baku
5.6.2 Proses produksi bibit Lettuce dan Penanganan Pasca Panen
Proses budidaya lettuce dimulai dari benih. Benih yang digunakan harus mempunyai keseragaman bentuk, permukaan kulitnya bersih, tidak keriput, tidak cacat dan kulitnya berwarna cerah dan harus bebas dari hama dan penyakit. Hal ini dilakukan agar benih yang akan diproduksi hasilnya akan baik.
Benih terlebih dahulu dilakukan proses perkecambahan sebelum ditanam pada media pembibitan. Media yang digunakan pada proses perkecambahan yaitu koram, air, larutan atonik sebanyak 1ml/liter air, dan baki semai. Proses perkecambahan yaitu koran dibasahi atau direndam terlebih dahulu menggunakan larutan atonik yang telah dicampur air. Koran yang telah basah digunakan untuk menutup dasar baki dan menjadi media semai. Taburi benih di atas media koran dengan jarak agar masing-masing benih tidak menempel, kemudian masukkan ke
xciv 77
dalam pendingin bersuhu 50 C selama dua malam. Benih tiriskan di dalam ruangan selama satu hari setelah dua malam dalam suhu pendingin. Benih akan keluar kecambah keesokan harinya kurang lebih 3mm dan siap dipindahkan untuk pembibitan.
Media pembibitan yang digunakan adalah adalah cocopeat (sabut kelapa),
peat (gambut) dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1 serta plastik sebagai
wadah. Media pembibitan memerlukan tekstur yang baik, yaitu harus dapat menahan kelembaban, cukup nutrisi serta bebas hama dan penyakit. Arang sekam digunakan sebagai pegangan akar dan perantara larutan nutrisi yang sifatnya
porous serta bebas dari hama dan penyakit. Kecambah yang siap untuk
pembibitan dipindahkan ke media dengan menggunakan pinset. Media pembibitan disimpan di bend pada ruang pembibitan. Bibit yang telah berumur 3 minggu siap dialokasikan ke petani mitra untuk ditanam. Pembibitan lettuce PT Saung Mirwan dapat dilihat pada Gambar 9.
Gambar 9 Pembibitan Lettuce PT Saung Mirwan
Proses perlakuan pasca panen lettuce di PT Saung Mirwan yaitu dimulai dari pengangkutan hasil panen petani ke bagian packaging. Penerimaan barang dilakukan di bagian packaging, lettuce hasil panen petani sudah dalam keadaan
xcv 78
bersih sehingga tidak perlu pencucian terlebih dahulu. Proses selanjutnya dilakukan proses trimming serta dilakukan sortasi sesuai standard mutu. Proses
trimming (Gambar 10) dilakukan dengan cara pembersihan dari kotoran serta
dilakukan pembuangan bagian-bagian dari sayuran yang tidak diperlukan dan terlihat rusak. Pembersihan dilakukan sebelum produk dikemas. Pembersihan dilakukan dengan berbagai cara membuang kotoran/sisa obat-obatan yang masih menempel pada saat penyemprotan dengan cara mengelapnya, mencuci bagian-bagian tertentu pada sayuran dengan air bersih seperti sayuran daun.
Kegiatan sortasi telah ditentukan kriterianya, yaitu (1) buah tidak cacat akibat kerusakan mekanik pada saat pengangkutan, (2) buah tidak terserang hama dan penyakit, (3) bentuknya normal, (4) ukurannya tidak terlalu kecil, dan (5) umur panen tepat. Lettuce grade A dan grade B dilakukan pemisahan antara pada krat boks yang berbeda. Lettuce yang sesuai standard dilakukan proses pengemasan selanjutnya dan kemudian dipasarkan kepada konsumen.
Gambar 10 Proses Trimming dan Sortasi Lettuce di PT Saung Mirwan
Produk yang berada di bawah standard dipisahkan dalam satu boks (container) dan disebut Broken Stock (BS) atau tidak layak dijual. Lettuce yang ditolak karena tidak sesuai standard akan dikonsumsi untuk karyawan atau
xcvi 79
dikembalikan ke petani. Gambar 11 menunjukkan tentang perjalanan lettuce dari sejak mulai diterima dari unit pengolahan hingga siap dijual kembali.
Gambar 11 Alur Lettuce Pasca Panen di PT Saung Mirwan
Proses sortasi yang telah dilakukan pada lettuce grade A segera dilakukan pengemasan menggunakan plastic wrapping (Gambar 12). Lettuce yang dikemas menggunakan wrapping film yang tujuannya adalah untuk menghambat respirasi sayuran dan menambah nilai jual produk. Pembungkusan dengan wrapping film ini akan menyebabkan kondisi di dalam kemasan menjadi hampa udara sehingga sayuran dapat disimpan lebih lama karena respirasi pada produk terhambat. Produk yang telah dikemas disusun di dalam boks (container) dan ditimbang kembali. Lettuce yang telah disusun rapi kemudian diangkut dan dimasukkan kedalam cool room (ruangan pendingin) khusus penyimpanan sayur yang telah dilakukan proses pengemasan, untuk menjaga kesegaran produk.
Kegiatan pengemasan dilakukan bersamaan dengan sortasi yaitu setelah
lettuce hasil panen petani datang sekitar pukul 08.00-15.00. Jumlah karyawan di
bagian sortasi dan pengemasan di Garut berjumlah enam orang wanita. Menggunakan tenaga kerja wanita untuk pengemasan dinilai teliti dan rapi.
Lettuce Kembali ke petani Untuk Karyawan Ditolak
xcvii 80
Gambar 12 Proses Pengemasan Lettuce
Sistem pengemasan lettuce yang dilakukan oleh PT Saung Mirwan adalah berupa kemasan menggunakan wrapping film dan kemasan menggunakan plastik hijau khusus yang berlabel untuk lettuce yang dirajang atau fresh cut. Sayuran dalam bentuk fresh cut merupakan salah satu bentuk produk sayur yang dikemas dengan bentuk hasil perajangan yang siap untuk dimasak. Perusahaan mengeluarkan produk terbarunya yaitu fresh cut vegetable pada tahun 2004. Produk tersebut diproduksi dengan mengacu pada selera konsumen yang menghendaki sayuran yang aman dikonsumsi, tidak menimbulkan sampah yang berlebihan, dan menghemat waktu tidak perlu memotong.
Peralatan pengemasan yang diperlukan adalah wrapping film, cutter, isolasi dan timbangan. Tujuan pengemasan menggunakan wrapping film adalah untuk melindungi produk dari lingkungan (kerusakan fisik dan sinar matahari), meningkatkan nilai ekonomis, meningkatkan daya tarik konsumen terhadap produk yang dipasarkan, menghindari kontaminasi, memudahkan penanganan, memperpanjang daya simpan produk dengan menekan proses respirasi.
Proses selanjutnya ketika akan dilakukan pengiriman yaitu pengangkutan
xcviii 81
ke Saung Mirwan Bogor pada pukul 15.00 dengan menggunakan truck yang dilengkapi cold storage. Pengiriman sampai di Saung Mirwan Bogor kira-kira pukul 19.00-20.00, produk langsung dilakukan penerimaan di packaging untuk dilakukan proses lebih lanjut. Produk lettuce fresh langsung dikelompokkan sesuai dengan pesanan pelanggan sedangkan lettuce fresh cut akan dilakukan proses perajangan keesokan harinya.
Gambar 13 Pengangkutan ke dalam Mobil Box