Investasi dalam Saham Yang Ditawarkan mengandung sejumlah risiko. Para calon investor harus berhati-hati dalam mempertimbangkan seluruh informasi yang terdapat dalam Prospektus ini, khususnya risiko-risiko usaha di bawah ini, dalam melakukan evaluasi sebelum membeli Saham Yang Ditawarkan. Risiko tambahan yang saat ini belum diketahui atau dianggap tidak material oleh Perseroan juga dapat berpengaruh material dan merugikan pada kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. Harga Saham yang Ditawarkan Perseroan dapat turun dikarenakan salah satu risiko ini, dan calon investor dapat kehilangan sebagian atau seluruh investasinya. Deskripsi pada bagian ini yang berhubungan dengan Pemerintah, data makroekonomi Indonesia atau informasi mengenai industri dimana Perseroan beroperasi, diperoleh dari publikasi resmi Pemerintah atau sumber pihak ketiga lainnya yang tidak diverifikasi secara independen oleh Perseroan.
Risiko-risiko yang akan diungkapkan dalam uraian berikut merupakan risiko-risiko material bagi Perseroan serta telah dilakukan pembobotan berdasarkan dampak dari masing-masing risiko terhadap kinerja keuangan Perseroan dimulai dari risiko utama.
6.1. Risiko Terkait Kegiatan Usaha dan Industri
Perseroan beroperasi dalam industri yang bersaing dan terfragmentasi, dan ketidakmampuan untuk bersaing secara efektif dapat berdampak material dan merugikan terhadap kegiatan usaha Perseroan
Industri layanan laboratorium klinik di Indonesia memiliki tingkat persaingan yang kompetitif dan terfragmentasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan Perseroan untuk bersaing dengan penyedia layanan laboratorium klinik lainnya meliputi, antara lain, kemampuan Perseroan untuk menawarkan layanan sejenis, atau bahkan lebih unggul dibandingkan para pesaingnya; ragam pemeriksaan yang disediakan oleh Perseroan; pengakuan atas produk dan jasa Perseroan dari penyedia layanan kesehatan seperti rumah sakit, dokter dan lembaga/pihak lainnya; jangkauan geografis jaringan pelayanan Perseroan; kemampuan Perseroan untuk memeriksa sampel dan membuat laporan hasil pemeriksaan secara akurat dan tepat waktu; pengalaman Perseroan dan hubungan yang erat dengan pasien; serta kualitas fasilitas dan layanan Perseroan. Lebih lanjut, iklim kompetisi di dalam industri ini bertambah kompetitif dikarenakan Perseroan bersaing dengan semua penyedia layanan laboratorium klinik di Indonesia, termasuk, antara lain, laboratorium yang ada di rumah sakit; laboratorium klinik independen; laboratorium klinik skala kecil atau perusahaan layanan kesehatan diagnostik yang operasionalnya secara lokal atau regional lebih mapan di wilayah tertentu; pesaing internasional yang dapat membuka layanan atau memperluas operasionalnya yang sudah ada di Indonesia; dan pesaing baru, termasuk penyedia pelayanan kesehatan lain, laboratorium patologi dan radiologi dan layanan perawatan pencegahan, yang masing-masing sudah beroperasi di wilayah dimana Perseroan beroperasi atau akan beroperasi di masa depan. Selain itu, meskipun Perseroan bersaing langsung dengan rumah sakit dan penyedia pelayanan kesehatan lain, dikarenakan Perseroan adalah satu-satunya penyedia laboratorium klinik dengan akses pada, atau dapat memberikan, pemeriksaan esoterik tertentu, beberapa laboratorium klinik yang merupakan pesaing Perseroan dapat merujuk Perseroan untuk pemeriksaan-pemeriksaan tertentu. Ketidakmampuan Perseroan untuk bersaing secara efektif pada salah satu atau lebih dari faktor-faktor persaingan di atas, serta terhadap pesaing-pesaing baik yang terorganisir atau tidak terorganisir di dalam industri ini, akan dapat memberikan dampak material dan merugikan terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil dan prospek usaha Perseroan.
Selain itu, dinamika kompetisi pada industri ini, khususnya persaingan yang berhubungan dengan harga, mungkin akan lebih intensif di tahun-tahun mendatang, sehingga dapat memberikan dampak material dan merugikan terhadap hasil operasi Perseroan, termasuk margin keuntungan Perseroan. Sebagai contoh, sebagai akibat dari investasi besar dalam industri layanan laboratorium klinik dalam beberapa tahun terakhir, jaringan laboratorium klinik lain telah mampu meningkatkan efisiensi biaya dengan penggunaan peralatan pemeriksaan otomatis, sehingga mereka dapat menawarkan harga yang lebih murah. Pesaing lama atau baru juga dapat memberikan harga layanan mereka dengan diskon yang
signifikan, atau menawarkan kenyamanan yang lebih baik atau menyediakan layanan dan fasilitas yang lebih baik dari yang Perseroan berikan. Meningkatnya pembukaan laboratorium klinik sejenis mungkin akan menekan harga yang sudah ditetapkan pada beberapa atau seluruh layanan Perseroan. Selain itu, persaingan terkait harga dapat mengakibatkan daftar harga yang bervariasi pada berbagai wilayah di Indonesia, yang pada akhirnya dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien. Lebih lanjut, rumah sakit dimana dokter berpraktik umumnya meminta dokter tersebut merujuk pasien melakukan pemeriksaan laboratorium di rumah sakit tersebut. Perseroan juga mungkin terpaksa harus melakukan perubahan daftar harga, menghadapi penawaran yang lebih bersaing untuk layanan laboratorium klinik atau tindakan atau bentuk tekanan lain yang dapat menurunkan harga jasanya.
Perseroan tidak dapat menjamin akan dapat terus mampu bersaing secara efektif dalam industri ini. Jika untuk alasan tertentu Perseroan tidak dapat bersaing secara efektif, maka hal tersebut dapat berdampak material dan merugikan terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil dan prospek usaha Perseroan.
Kemampuan Perseroan untuk menarik pasien perorangan sebagian besar bergantung pada tingkat pendapatan dan meningkatnya kesadaran akan kesehatan serta keinginan masyarakat menyisihkan pendapatan untuk pengeluaran perawatan kesehatan, yang mana hal-hal tersebut dapat menurun sebagai akibat berbagai faktor
Sumber penghasilan utama Perseroan berasal dari pelanggan individu dan pelanggan dengan referensi dokter. Pelanggan seperti ini umumnya membayar jasa diagnosa medik secara tanggungan sendiri
(out-of-pocket). Pertumbuhan pelanggan ini bergantung pada pengakuan akan merek Prodia, penerimaan
masyarakat yang lebih luas akan layanan Prodia di tempat dimana Perseroan beroperasi dan kemampuan Perseroan untuk bersaing secara efektif dalam industri ini, semua hal ini dapat mempengaruhi Perseroan secara negatif karena berbagai alasan. Sebagai contoh, keputusan individu untuk menggunakan layanan kesehatan bisa dipengaruhi oleh kurang majunya sektor asuransi kesehatan yang maju program Pemerintah yang tepat untuk menutup biaya perawatan kesehatan. Selain itu, mengingat saat ini hanya sebagian kecil masyarakat di Indonesia yang menggunakan asuransi kesehatan, pelanggan di Indonesia umumnya menanggung seluruh atau sebagian biaya layanan laboratorium klinik secara out-of-pocket, yang berarti bahwa apabila terjadi penurunan penghasilan yang dapat disisihkan untuk pengeluaran kebutuhan perawatan kesehatan, atau bahkan persepsi adanya penurunan penghasilan, seperti dalam periode krisis ekonomi, akan dapat menyebabkan penurunan pengeluaran individu untuk jasa layanan kesehatan. Selain itu, Perseroan tidak dapat menjamin bahwa meningkatnya tren kesadaran kesehatan di masyarakat saat ini dan permintaan terhadap layanan-layanan perawatan kesehatan preventif akan terus meningkat, atau bahkan dapat berbalik arah. Setiap alasan tersebut di atas dapat mempengaruhi kemampuan Perseroan untuk dapat mempertahankan atau meningkatkan pertumbuhan pelanggan individu, yang selanjutnya dapat berdampak merugikan terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil dan prospek usaha Perseroan.
Kepercayaan dan keyakinan pelanggan Perseroan terhadap merek “Prodia” merupakan hal yang sangat penting bagi kegiatan usaha Perseroan, dan kegagalan untuk membangun atau mempertahankan kepercayaan terhadap merek Prodia serta kualitas layanan laboratorium klinik Prodia akan dapat berdampak material dan merugikan terhadap bisnis Perseroan
Reputasi merek “Prodia” merupakan hal yang mendasar bagi seluruh aspek dalam bisnis Perseroan. Merek “Prodia”, sebaliknya, bergantung pada kualitas dan kepercayaan pelanggan terhadap layanan laboratorium klinik Perseroan, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kemampuan Perseroan untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas serta efisiensi pemeriksaan laboratorium klinik dan layanan yang sudah ada serta kemampuan Perseroan untuk memperkenalkan pemeriksaan-pemeriksaan laboratorium dan layanan yang baru dengan tingkat kualitas dan efisiensi yang tinggi, serta menjaga hubungan baik dan pengakuan dari profesional medik dan penyedia pelayanan kesehatan lainnya. Selain itu, kualitas dan reputasi layanan Perseroan dapat dirugikan jika ahli patologi klinik, flebotomist, ahli teknologi medik dan profesional medik lainnya yang dipekerjakannya tidak terlatih dengan baik; jika mereka membuat kesalahan dalam penanganan dan pelabelan sampel milik pelanggan dan dalam pengoperasian peralatan laboratorium klinik yang kompleks meskipun terlatih dengan baik; jika mereka menyalahgunakan atau tidak efektif dalam mempergunakan peralatan laboratorium klinik yang
kompleks di laboratorium Perseroan; atau jika mereka mengambil spesimen dari pelanggan dengan cara yang salah sehingga menyebabkan luka atau mempengaruhi kemampuan Perseroan untuk melakukan pemeriksaan yang diperlukan.
Lebih lanjut, terdapat beberapa risiko khusus yang melekat pada bisnis layanan laboratorium klinik. Layanan yang ditawarkan di laboratorium klinik Perseroan bertujuan untuk memberikan informasi kepada penyedia layanan kesehatan agar dapat merawat pasien mereka dan kepada individu yang peduli dengan kesehatan mereka atau bermaksud melakukan tindakan pencegahan penyakit dan kondisi medik lainnya. Adanya keterlambatan atau ketidakakuratan dalam hasil pemeriksaan laboratorium Perseroan (termasuk hasil pemeriksaan “positif palsu” atau “negatif palsu”) dapat berakibat pada dilakukannya tindakan medik yang salah dan dapat menyebabkan stres yang tidak seharusnya dan berpotensi membahayakan bagi pasien. Selain itu, model bisnis hub-and-spoke yang diterapkan oleh Perseroan membutuhkan dukungan transportasi yang andal untuk pengiriman spesimen dan/atau sampel jarak jauh. Kegagalan untuk melacak spesimen dan/atau sampel atau menerapkan prosedur transportasi yang tepat dapat meningkatkan risiko spesimen dan/atau sampel menjadi terkontaminasi, rusak atau kesalahan lainnya. Oleh karena itu, pengguna layanan laboratorium klinik Perseroan lebih sensitif terhadap suatu kesalahan dibandingkan pengguna layanan atau produk yang tidak dimaksudkan untuk diagnosa, perawatan, dan pencegahan penyakit. Selain itu, sertifikasi kualitas dan akreditasi yang dimiliki saat ini oleh Perseroan merupakan hal yang sangat penting bagi reputasi merek Prodia. Jika di kemudian hari layanan pemeriksaan dan laboratorium klinik Perseroan gagal untuk memenuhi standar akreditasi atau Perseroan gagal beradaptasi mengikuti perkembangan standar diagnostik, Perseroan dapat kehilangan satu atau lebih akreditasi yang dimiliki, dimana hal tersebut dapat berdampak material dan merugikan terhadap reputasi dan bisnis Perseroan. Demikian pula halnya jika terjadi kelalaian dalam melakukan proses pemeriksaan laboratorium klinik yang dapat menyebabkan cedera atau efek samping lainnya, Perseroan dapat harus bertanggung jawab sesuai peraturan layanan kesehatan atau ketentuan hukum lainnya atas tindakan atau kelalaian yang disebabkan oleh karyawannya.
Setiap kesalahan atau kelalaian tersebut, tindakan kecerobohan, gugatan hukum atau faktor lainnya dapat mengakibatkan biaya yang signifikan serta publikasi negatif yang akan mengurangi kepercayaan pelanggan terhadap kualitas layanan laboratorium klinik Perseroan dan merek Prodia. Terjadinya salah satu atau lebih kejadian kelalaian tersebut atau terjadinya salah satu risiko tersebut dapat berdampak negatif terhadap merek Prodia dan berdampak material dan merugikan terhadap kegiatan usaha, keadaan keuangan, hasil dan prospek usaha Perseroan. Selanjutnya, terkait dengan rencana Perseroan untuk memperluas pasar di beberapa wilayah baru di Indonesia, dan seiring dengan semakin kompetitifnya industri laboratorium klinik, maka mempertahankan dan meningkatkan citra merek Prodia mungkin akan menjadi semakin sulit dan mahal.
Kesuksesan Perseroan sangat bergantung pada kemampuan Perseroan dalam mempertahankan hubungan baik dan pengakuan dari profesional medik yang merujuk dan merekomendasikan layanan Perseroan. Kegagalan menjaga hubungan baik atau tingkat kepercayaan yang tinggi di kalangan profesional medik terhadap layanan Perseroan dapat berdampak material dan merugikan terhadap bisnis Perseroan
Perseroan menjaga hubungan baik dengan banyak dokter umum, dokter spesialis dan profesional medik lainnya. Pendapatan dari referensi dokter mewakili 33,0%, 34,7%, 33,3%, 34,9% dan 35,7% dari total pendapatan masing-masing pada tahun 2013, 2014 dan 2015 dan untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2015 dan 2016. Perseroan meyakini bahwa permintaan pemeriksaan dan layanan Perseroan bergantung secara signifikan pada kepercayaan yang diberikan oleh para profesional medik yang merekomendasikan layanan Perseroan. Kode Etik Kedokteran Indonesia melarang pembayaran komisi kepada dokter untuk rujukan, karena hal tersebut dipandang dapat mengakibatkan hilangnya kebebasan dan kemandirian profesi dokter. Namun demikian, di beberapa lokasi Perseroan menyewa ruang dari dokter dan klinik untuk digunakan oleh Perseroan sebagai outlet POC Perseroan, dan Perseroan memiliki skema bagi hasil dengan beberapa rumah sakit untuk pengoperasian laboratorium milik Perseroan di rumah sakit tersebut. Selain itu, Perseroan menjadi sponsor acara dan konferensi yang ditargetkan untuk para dokter dan riset ilmiah dari para dokter. Upaya pemasaran Perseroan dalam porsi signifikan berfokus untuk memperluas pengetahuan para dokter dan profesional medik mengenai perkembangan terbaru dalam dunia laboratorium klinik dan kedokteran secara umum. Kegagalan untuk mempertahankan
hubungan baik yang sudah ada, mengembangkan hubungan baru dan/atau mempertahankan mutu yang tinggi atas reputasi profesional akan berdampak terhadap penurunan jumlah pelanggan yang dirujuk kepada Perseroan dan karenanya dapat menurunkan pendapatan Perseroan. Jika program pemasaran ataupun sosialisasi dengan dokter tidak berjalan dengan efektif dalam membangun loyalitas dokter atau bahkan dihentikan, Perseroan mungkin dapat mengalami penurunan sebagian atau seluruh pendapatan dari pelanggan rujukan dokter. Terjadinya salah satu dari hal-hal tersebut dapat berdampak material dan merugikan terhadap bisnis, keadaan keuangan, hasil dan prospek usaha Perseroan.
Perseroan mungkin tidak dapat mengimplementasikan atau mengendalikan strategi ekspansinya dengan memuaskan.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, Perseroan berencana membangun dan membuka beberapa laboratorium klinik baru, termasuk empat laboratorium rujukan dan maksimum 33 laboratorium klinik dan sejumlah POC Collection Center dan laboratorium rumah sakit baru, di samping melakukan peningkatan pelayanan (upgrade) dan relokasi atas sejumlah laboratorium klinik yang sudah ada. Perseroan juga akan mulai menawarkan layanan kesehatan preventif dan wellness di beberapa laboratorium klinik. Perseroan akan membutuhkan pendanaan yang signifikan untuk mendukung rencana ini selama tahapan pembangunan dan memerlukan modal kerja awal saat pembukaan laboratorium klinik tersebut, di mana hal tersebut dapat berdampak material terhadap hasil usaha Perseroan. Kemampuan Perseroan untuk dapat melaksanakan rencana ekspansi ini dengan sukses, jika berhasil mewujudkannya, akan bergantung pada beberapa faktor, termasuk antara lain:
• kemampuan Perseroan untuk mengidentifikasi lokasi yang tepat, sedangkan ketersediaan lokasi
merupakah hal yang di luar kendali Perseroan;
• kemampuan Perseroan untuk mendidik/memperluas wawasan masyarakat dan calon pelanggan akan
manfaat dari pemeriksaan dan layanan yang Perseroan tawarkan;
• cabang baru Perseroan mungkin akan menarik pelanggan dari cabang-cabang yang sudah ada,
sehingga mengurangi pendapatan cabang yang sudah ada;
• keberhasilan mengintegrasikan pengoperasian laboratorium dan fasilitas baru ke dalam sistem
operasi yang sudah ada;
• diperolehnya atau diperbaharuinya persetujuan dan perizinan yang diperlukan sesuai undang-undang
dan peraturan yang berlaku;
• mengembangkan hubungan dengan dokter, rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan lainnya
setempat;
• ketersediaan fasilitas pendanaan dengan persyaratan dan biaya yang memadai yang dibutuhkan
untuk mendanai pembangunan atau akuisisi atau menyelesaikan rencana ekspansi;
• tertundanya penyelesaian pembangunan atau akuisisi karena hal-hal yang tak terduga;
• kemampuan Perseroan dalam menegosiasikan syarat seewa menyewa yang secara komersial
menguntungkan; • memperluas kesadaran merek “Prodia” di wilayah-wilayah layanan yang baru; • permintaan akan layanan Perseroan; • kemampuan Perseroan mempersiapkan/melatih dan mengelola karyawan yang sudah ada dan baru; dan • kondisi ekonomi secara umum.
Perseroan tidak dapat menjamin bahwa Perseroan akan dapat melaksanakan rencana bisnisnya, dan, jika berhasil mewujudkannya, Perseroan akan dapat menyelesaikan rencana bisnisnya sesuai anggaran dan target jadwalnya, mencapai tingkat pengembalian investasi yang memadai atau berhasil mempertahankan tingkat pertumbuhan saat ini atau di masa mendatang. Bahkan jika Perseroan mampu melaksanakan dengan baik sebagian atau seluruh inisiatif strategi bisnis, hasil operasi Perseroan belum tentu meningkat sejauh yang sudah direncanakan, atau bahkan sama sekali.
Selain itu, meskipun Perseroan berhasil memperoleh bisnis baru, kegagalan dalam mengelola pertumbuhan kinerja dapat berdampak merugikan terhadap kondisi keuangan Perseroan. Perseroan dapat mengalami masa dimana tingkat pertumbuhannya sangat cepat, dan jika Perseroan tidak mampu mengelola pertumbuhan tersebut secara efektif, bisnis dan kondisi keuangan Perseroan dapat terbebani secara material. Tingkat pertumbuhan Perseroan tersebut dapat memberikan tekanan signifikan pada
tim manajemen, operasional serta sistem dan sumber daya keuangan. Agar pengelolaan pertumbuhan Perseroan berlangsung secara efektif, Perseroan akan terus menerapkan dan meningkatkan kontrol terhadap operasional perusahaan, keuangan dan manajemen, sistem pelaporan dan prosedur. Selain itu, Perseroan harus secara efektif mengembangkan, melatih dan mengelola para karyawan. Perseroan akan mengalami masalah dalam mengelola bisnisnya secara efektif jika Perseroan gagal mengurangi tekanan pada sumber daya yang dimilikinya yang disebabkan oleh pertumbuhan dalam waktu yang singkat dan dengan cara yang tepat.
Perseroan mungkin tidak mampu mengembangkan atau gagal memasarkan pemeriksaan dan layanan baru
Keberhasilan usaha Perseroan tergantung pada kemampuannya untuk mengantisipasi tren industri dan mengidentifikasi, mengembangkan dan memasarkan secara tepat waktu dan dengan biaya yang memadai pemeriksaan-pemeriksaan laboratorium klinik dan layanan bernilai tambah baru yang memenuhi permintaan pelanggan. Sebagai contoh, Perseroan merupakan laboratorium klinik pertama di Indonesia yang memperkenalkan pemeriksaan Apolipoprotein B untuk profil lipid, pemeriksaan penyakit menular, pemeriksaan hormon, dan tanda-tanda osteoporosis. Pengembangan pemeriksaan baru pada waktu yang tepat dan biaya yang memadai merupakan tantangan dalam penanganannya, terutama karena belum adanya permintaan akan pemeriksaan tersebut di Indonesia dan keberhasilan secara komersial untuk pemeriksaan baru tersebut bergantung pada penerimaan pelanggan terhadap pemeriksaan baru tersebut. Pemahaman Perseroan terhadap pasar dan perkembangan preferensi pelanggan belum tentu menghasilkan pemeriksaan laboratorium baru yang sukses secara komersial. Perseroan juga mungkin dapat mengalami keterlambatan atau tidak berhasil dalam setiap tahapan pengembangan, pengenalan dan pelaksanaan layanan atau pemeriksaan baru. Perseroan mungkin gagal dalam memasarkan pemeriksaan laboratorium baru atau pelanggan akhir Perseroan tidak memberikan respon yang baik terhadap pemeriksaan laboratorium baru tersebut. Selain itu, kemampuan pesaing dalam mengembangkan pemeriksaan baru mungkin lebih efektif daripada Perseroan, atau pemeriksaan baru yang mereka kembangkan mencapai pasar lebih dahulu dibanding Perseroan. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan pesaing tersebut mungkin juga lebih efektif atau lebih murah dibandingkan yang ditawarkan Perseroan. Peluncuran pemeriksaan laboratorium baru atau pemeriksaan laboratorium sejenis yang dilakukan oleh pesaing dapat menyebabkan Perseroan terpaksa harus menurunkan harga atau mengurangi marjin keuntungan atau kehilangan pangsa pasar. Pemeriksaan laboratorium baru yang ditawarkan oleh Perseroan dapat berdampak terhadap marjin laba kotor tergantung pada tingkat penerimaan pasar dan persaingan harga untuk setiap jenis pemeriksaan dan layanan.
Keberhasilan setiap pemeriksaan baru bergantung pada beberapa faktor, diantaranya kemampuan:
• mengoptimalkan proses pengadaan barang dan sumber daya manusia agar dapat mengantisipasi
kenaikan biaya dan mengendalikan biaya;
• mengintegrasikan layanan baru ke dalam jaringan Perseroan secara tepat waktu;
• meminimalisasi waktu dan biaya yang diperlukan dalam proses memperoleh izin atau persetujuan
sebagaimana diatur dalam peraturan;
• mengantisipasi dan bersaing secara efektif dengan pesaing, termasuk menentukan harga layanan
yang kompetitif;
• meningkatkan kesadaran pelanggan dan penerimaannya terhadap layanan Perseroan;
• mengkomunikasikan manfaat klinik dari pemeriksaan-pemeriksaan baru kepada pelanggan dan
dokter; dan
• memberikan pengetahuan kepada calon pelanggan tentang fitur dan manfaat dari
pemeriksaan-pemeriksaan baru.
Jika Perseroan tidak dapat mengembangkan layanan baru tersebut pada waktu yang tepat untuk memenuhi permintaan pasar, atau jika permintaan untuk layanan baru tersebut tidak cukup, hal tersebut dapat berdampak material dan merugikan terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, kinerja dan prospek usaha Perseroan.
Terjadinya gangguan di fasilitas Lab PRN dapat mempengaruhi kemampuan Perseroan dalam memproses pemeriksaan klinik dan pemeriksaan yang sangat kompleks
Perseroan melakukan sebagian pemeriksaan laboratorium klinik di dalam fasilitas Lab PRN, termasuk pemeriksaan yang lebih kompleks dan secara substansial semua pemeriksaan khusus yang saat ini ditawarkan oleh Perseroan. Pada tahun 2013, 2014 dan 2015, Perseroan melakukan masing-masing sekitar 11,4%, 11,4% dan 11,0% dari seluruh pemeriksaan di fasilitas Lab PRN. Agar bisnis Perseroan berfungsi normal, semuanya bergantung secara signifikan tidak hanya pada karyawan, tapi juga pada operasional yang terus menerus dan tidak terputus dari Lab PRN milik Perseroan. Secara khusus, Perseroan mengandalkan peralatan pengujian otomatis, yaitu mesin WorkCell merek Siemens, yang melakukan banyak pemeriksaan darah rutin, untuk melakukan pemeriksaan dengan cepat dan efisien. Jika fasilitas ini mengalami gangguan atau gagal berfungsi, baik sebagian atau keseluruhan, dikarenakan kebakaran, bencana alam atau faktor-faktor lain atau kecelakaan di luar kendali maupun dalam kendali Perseroan, maka hal ini dapat berdampak material dan merugikan terhadap kemampuan Perseroan untuk menyediakan layanan laboratorium klinik atau mengakibatkan layanan laboratorium klinik ditangguhkan untuk waktu yang tidak terbatas. Meskipun Perseroan telah membangun laboratorium rujukan regional di Surabaya dan berencana untuk membangun tiga laboratorium rujukan tambahan dalam beberapa tahun mendatang, Perseroan tidak berharap laboratorium tersebut akan memiliki pilihan pemeriksaan dan layanan yang sama dengan Lab PRN. Dalam hal terjadi gangguan operasional fasilitas Lab PRN, Perseroan mungkin memutuskan untuk mengalihkan pemeriksaan klinik dalam jumlah volume besar ke