• Tidak ada hasil yang ditemukan

Soedjono dan 'Or de Dhaw uh'

Dalam dokumen TEMPO EDISI KHUSUS SOEHARTO (Halaman 106-113)

ohon beringin, pohon pamrih, pohon sambi. Dinaungi t iga pohon it u, sendang di pebukit an kapur it u t ampak t eduh. Air sendang sangat jernih hingga endapan lum pur di dasar t erlihat dengan jelas.

Kalangan kebat inan Jaw a mengenal mat a air dalam cekungan bat u kapur it u dulu adalah t empat almarhum Rama M art apangarsa, seorang spirit ualis Yogyakart a, menempa diri. Syahdan, pada 1940-an, M art apangarsa mendapat w isik agar menyusuri Gunung Sempu. Dia menemukan sebuah mat a air yang dirasanya cocok unt uk t empat berendam, mengasah kepekaan. Ia menamakannya Sendang Tit is, art inya kolam unt uk berlat ih menajamkan hat i. Dibangunnya sebuah padepokan alit , lalu ia t inggal di sit u, meninggalkan rumahnya di bilangan Nat aprajan, Yogya.

Unt uk menuju sendang yang t erlet ak di Dusun Semanggi, Kelurahan Bangunjiw o, Kecamat an Kasihan, Kabupat en Bant ul, DIY, it u kini t idak t erlalu sulit . Ada jalan aspal, meski agak sempit , yang membelah pebukit an kapur t ersebut . Sampai di sana, di pendapa bercat kuning yang lusuh, kit a masih dapat melihat lukisan w ajah almarhum M art apangarsa t ergant ung di dinding balai. Lukisan it u diapit pot ret dua almarhum guru lain: Rama Dijat dan Rama Budi Ut omo.

Kalangan kebat inan Jaw a t ahu, sendang it u pernah melint as dalam kehidupan kebat inan Soehart o. Di sit ulah, pada 1957, lama sebelum Soehart o menjadi presiden, ia oleh Rama M art a dibapt is menjalani " ikat an persaudaraan mist ikal" dengan Soedjono Hoemardhani. Dr Budyapradipt a, pakar sast ra Jaw a Universit as Indonesia yang menjadi sekret aris pribadi Soedjono Hoemardani pada 1983?1986, pernah mendengar kisah ini langsung dari Soedjono.

" Pak Djono bercerit a di Sendang Tit is it ulah Rama M art a membapt is Pak Hart o menjadi Rama, Pak Djono menjadi Lesmana, Bu Tien menjadi Sint a, Bu Jono menjadi Kunt i."

Yang dat ang pert ama kali ke sendang, menurut cerit a Soedjono it u, adalah Soedjono dan ist rinya. Rama M art a t elah menunggu. Baru kemudian dat ang Soehart o dan Tien. Begit u Soehart o dat ang, Rama M art a sepert i seolah membaca t anda-t anda, kemudian berkat a: " Lha iki jago w irig kuningku (lha ini jago aduanku dat ang)." Wirig kuning dalam budaya Jaw a adalah ayam jago yang kaki dan paruhnya berw arna kuning dan dikenal t angguh dalam bert arung.

Pert emuan pert ama Soehart o dengan Soedjono t erjadi pada Juni 1956 saat bert ugas di Semarang. Let nan kolonel Soehart o menjadi kepala st af dan kemudian Panglima Divisi Diponegoro. Pada w akt u it u Soedjono adalah kapt en. Soedjono dikenal menyukai dunia kebat inan Jaw a. Keduanya menemukan kecocokan.

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

Akhir 1957, Soedjono memainkan peran pent ing membent uk beberapa perusahaan sw asta at as nama Divisi Diponegoro. Saat menjadi presiden, " ut ang budi" Soehart o kepada Soedjono t erus meningkat . Soedjono pada aw al Orde Baru dit unjuk Soehart o menjadi st af pribadi (spri) dan kemudian asist en pribadi di bidang ekonom i pada 1966?1974. Set elah kerusuhan ant i-Jepang (M alari), Soehart o membubarkan posisi aspri.

Soedjono t idak memiliki jabat an pent ing. Tapi banyak yang menyebut just ru pada saat it ulah Soedjono akt if mendukung Soehart o secara spirit ual. Soedjono melakukan rit ual- rit ual. Saat it u kesibukan Soehart o meningkat sehingga t ak sempat melakukannya. Soedjono juga memant au t erus perkembangan sosial-polit ik secara gaib. M enurut Budyapradipt a, it u dilakukan melalui bant uan guru-guru laku Jaw a yang dikenalnya selama bergaul dengan Soehart o.

Set elah kembali ke Jakart a, sejak menjadi Panglima Diponegoro, Soehart o, misalnya, sering berdiskusi dengan M esran Hadi Prayit no, seorang perw ira menengah Angkat an Darat yang sama-sama menyukai spirit ualit as Jaw a. Kepada Soehart o, M esran menyarankan, jika benar-benar ingin memperdalam spirit ualit as Jaw a, Soehart o harus bert emu dengan seorang guru bernama Raden Panji Soedijat Praw irokoesoemo at au yang lebih dikenal sebagai Rama Dijat .

Pada 1963, M esran dan Soehart o bert emu Rama Dijat di rumah orang t ua Romo Dijat yang bernama Praw iro Dinomo di Dukuh Gopet an, Desa Gemblegan Kalipot es, Klat en. Soehart o kaget , t ernyat a Rama Dijat adalah lelaki mist erius yang pernah dit emuinya pada 1961 saat ia melakukan ziarah di makam leluhur raja-raja M ajapahit di sit us Trow ulan, M ojokert o, Jaw a Timur.

Wakt u it u Soehart o melihat seorang lelaki yang t engah melakukan medit asi dan berhasil melakukan komunikasi dengan alam gaib. Usai medit asi, lelaki t ersebut meninggalkan Trow ulan. Soehart o t erkesan, kagum dan penasaran t erhadap lelaki it u. Ia ingin t ahu lebih banyak t ent ang laki-laki it u, t api laki-laki it u t elah menghilang. Dan kini t ernyat a sosok penuh t eka-t eki it u ada di hadapannya.

Pada pert emuan Klat en it u, Soehart o langsung menyat akan diri menjadi m urid Rama Dijat . Rama Dijat sendiri saat it u t inggal di Semarang. Soehart o kemudian ham pir t idak pernah absen mengikut i sarasehan ant ara Rama Dijat dan murid-muridnya set iap selapan (35 hari) pada Selasa Pahing malam yang dilakukan di rumah Rama Dijat , Jalan Sriw ijaya 70 Semarang. Tak hanya acara selapan, set iap membut uhkan konsult asi, Soehart o dat ang ke Semarang. Saat menjadi presiden, di luar jadw al kepresidenan, Soehart o masih menyempat kan diri ke Semarang. Tak jarang Rama Dijat via Soedjono diundang ke ist ana at au diut us mencari sesuat u.

" Pak Djono pernah bercerit a bagaimana ia bersama Romo Dijat mencari pohon w ijayakusuma di dekat Nusakambangan yang laut nya ganas," t ut ur Budyapradipt a. Bunga

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

w ijayakusuma dalam kisah pew ayangan adalah senjat a Kresna. Di Jaw a, banyak t umbuh bunga w ijayakusuma. Bunga ini mengeluarkan bau harum pada w akt u dini hari.

Namun, t ernyat a Rama Dijat bukan hanya mencari bunga ini.

Bunga w ijayakusuma yang diinginkan, menurut mereka, hanya t umbuh di sebuah pulau kecil dekat Nusakambangan. Dengan bent uk kecil-kecil, bunga Wijayakusuma dipercaya memberi t anda negara bakal baik. Setelah Soedjono dan Rama Dijat mendapat kannya, pohon ini dit anam di Cendana, Kerat on Solo, dan rumah Soedjono.

l l l

Rama M art a, Rama Budi Ut ama, Rama Dijat , dan Rama M esran boleh dianggap sebagai " ring sat u" dunia kebat inan Soehart o pada masa lalu. M ereka dianggap memiliki daya linuw ih, t erut ama karena kemampuan berdialog dengan roh leluhur melalui t eknik medit asi yang dalam bahasa Jaw a disebut njarw a.

Kebudayaan Jaw a memiliki cara t ua yang t elah t eruji rat usan t ahun unt uk mampu berkomunikasi dengan leluhur. Leluhur ini dianggap ut usan Tuhan yang pernah t erlahirkan sebagai manusia. Leluhur ini akan memberikan pesan-pesan (dhaw uh). Ket ika masuk dalam diri seorang medium , kat a-kat a leluhur ini hadir di anak lidah (kerongkongan) medium, hingga leluhur it u bisa diajak berdialog secara sadar.

Hal ini berbeda dengan t rance, karena roh yang hadir dalam t rance menempel di ujung lidah. Dalam t rance medium yang bersangkut an t idak sadar sehingga t idak bisa berdialog. Ucapan yang keluar dari m ulut nya hanya disampaikan sat u arah. M aka dari it u, seseorang yang dapat melakukan njarw a bukan disebut kesurupan, melainkan kalenggahan (dari kat a lenggah, duduk).

Soedjono sangat percaya pada dhaw uh-dhaw uh yang disampaikan Rama M art a, Rama Budi Ut omo, Rama Dijat , dan Rama M esran. Dhaw uh-dhaw uh t ersebut dianggapnya lebih akurat ket imbang prediksi dan analisis para dokt or at au pakar mana pun. " Int elekt ual nggak pat ut didengar, t idak ada unsur ket uhanannya," begit u Soedjono suat u kali mengat akan kepada Budyapradipt a. Soedjono akt if mengundang para pinisepuh di at as unt uk melakukan njarw a dem i menget ahui sit uasi polit ik m ut akhir. Informasi dari " dunia at as" it u secara rut in dilaporkan kepada Soehart o.

Selama menjadi sekret aris, Budyapradipt a selalu mendam pingi dan mencat at dhaw uh-dhaw uh yang keluar dari para guru di at as.

Para rama it u, menurut dia, memiliki spesialisasi sendiri-sendiri. Rama Dijat dim int a unt uk menjarw a soal-soal kenegaraan. Romo M art a unt uk soal kemasyarakatan dan kerumaht anggaan. Rama Budi unt uk hal-hal yang sifat nya pribadi. Bila roh dat ang, karakt er suara yang muncul ant ara rama sat u dan rama lain berbeda int onasinya. Bila Romo M art a kalenggahan, misalnya, didahului ket aw a ngakak.

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

Tapi menurut Budya, secara umum, ada t anda-t anda yang sama. " Wakt u roh dat ang, para guru it u sepert i keselek (t ersedak)," kat anya. " Lalu ada suara masuk yang lebih berat , meninggi, dan berbahasa ngoko, menandakan posisinya lebih t inggi dari orang yang diajak bicara." M enurut Budya, ciri-ciri kalimat leluhur it u rapi. Sebagai ahli bahasa Jaw a kuno sendiri, ia t akjub mendengar kosakat a yang keluar sangat kaya. M enurut dia, banyak ungkapan-ungkapan met afor yang bahkan t idak ada dalam kamus Jaw a susunan Zoet mulder maupun Ki Padmo. " M isalnya ada ungkapan lobok ora coplok, sesak ora nggebok...."

Banyak kebijakan polit ik Soehart o, sebelum dikeluarkan, dikomunikasikan dulu dengan para leluhur. " M enurut Pak Djono, saat GBHN dibuat dan saat Indonesia mau merebut Timor Timur, Soehart o t erus-menerus memint a pert im bangan dhaw uh ini." Soehart o merasa kebijakannya akan lebih sah, mant ap, bila leluhur mendukungnya.

Ada sebuah kejadian menarik. Pada w akt u Soehart o hendak melakukan kunjungan ke Filipina dan Aust ralia, Rama Dijat diundang Soedjono ke rumahnya. Roh yang masuk dalam diri Rama Dijat mengat akan bahw a yang harus diaw asi benar adalah perjalanan Soehart o ke Aust ralia. " Pesan" it u disampaikan Soedjono kepada Yoga Soegama sebagai pemimpin Bakin saat it u. Tapi Yoga mengat akan bahw a analisis int elijennya menganggap mereka harus w aspada dengan keamanan di Filipina lant aran M arcos baru saja digulingkan.

Kenyat aannya, saat Presiden Soehart o ke Filipina, kondisi aman saja. Sement ara di Aust ralia, Soehart o disambut demonst ran dengan lemparan t omat dan t elur busuk yang mengenai dahinya. Ket ika pulang ke Jakart a, Yoga Soegama langsung didamprat oleh Soedjono. " Yoga, mangkane ojo nyepeleake int el spirit ualku (Yoga, maka dari it u jangan menyepelekan int el spirit ualku)."

Saat perist iw a Tanjung Priok, Budya juga ingat , pada pukul 11 malam, Soedjono memanggil Rama M esran ke rumahnya unt uk memint a dhaw uh leluhur bagaimana cara memadamkan kerusuhan it u. Esoknya, Soedjono menelepon Benny M oerdani. M enurut Budya, " Saya melihat sendiri Benny dat ang, lalu Pak Djono memberikan t ongkat dari pohon bodhi kepada Benny; t ongkat it u t elah dijopa-japu." Tongkat it u, menurut Soedjono, akan memberikan rasa w ibaw a pada diri Benny hingga kerusuhan it u bisa diat asi.

Syahdan, pada 1985, t erjadi demonst rasi dari Himpunan M ahasisw a Islam. Perist iw a ini membangkit kan kegusaran Soehart o. Soedjono berinisiat if memanggil Rom o M esran. Roh yang masuk ke dalam diri Romo M esran menyuruh: golek pent hil pelem ijo neng M ojokert o (carilah mangga muda di M ojokert o). Sore it u juga, Soedjono mengut us Budyapradipt a ke M ojokert o. " Saya naik pesaw at Garuda ke Surabaya, t erus naik mobil ke M ojokert o," kat a Budya.

Begit u mendapat mangga muda-padahal, kala it u sedang t idak musim mangga-Budya langsung t erbang lagi ke Jakart a menuju kediaman Soedjono. M enjelang dini hari, Budya lalu mendampingi Soedjono dan Rama M esran membaw a mangga muda it u menuju ist ana.

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

Di ist ana, bak cerit a sinet ron, Pasw alpres mencegat mobil mereka. Begit u Soedjono melongok dari kaca jendela, mobil dibiarkan m asuk. " Kami mengendarai VW Com bi ke ist ana," kenang Budya. Romo M esran kemudian menit ahkan agar mangga muda it u dipendam di baw ah t iang bendera. " M alam-malam saya menggali t anah ist ana dan menanam mangga," kat a Budya.

Berkat mangga muda it u, menurut Soedjono, esoknya demonst rasi it u mereda. Kegiat an rut in bat iniah unt uk Soehart o?

Set iap malam Jumat , Soedjono secara rut in menggelar kegiat an njarw a di rumahnya, Jalan Diponegoro. M ereka yang hadir berjumlah sekit ar 40 sampai 100 orang. Budya ingat , bila leluhur " masuk" ke dalam t ubuh Romo M isran, kalimat aw alnya adalah " Iyo Ngger...(ya Nak)." Langsung semua yang hadir secara koor sembari sungkem mengat akan: " Sugeng raw uh... (selamat dat ang), Eyang." Set elah dhaw uh it u didengar, biasanya lalu " geng" it u mendiskusikannya dengan sit uasi polit ik mut akhir.

Set iap Suro (t ahun baru Jaw a), menurut Budyapradipt a, Soedjono Hoemardhani bersama Romo Dijat juga pergi ke Padepokan Jambe Pit u di Gunung Selok, Cilacap. Ini adalah padepokan yang lokasinya dit emukan Romo Dijat dan kemudian dibangun oleh Soedjono. Ant ara kaw asan Gunung Srandhil dan Gunung Selok di Cilacap memang t erkenal banyak bert ebaran pet ilasan.

Soehart o t ak asing dengan pet ilasan-pet ilasan di Cilacap. Adi Suw art o, seorang juru kunci di sana, pernah mengant arkan Soehart o berziarah ke pet ilasan Kiai Semar Bodronoyo at au Kaki Tunggul Sabdodadi Doyo Amongrogo yang let aknya di sisi selat an Bukit Srandil. " Dua hari sebelum kedat angan Pak Hart o, lokasi kami kosongkan. Soehart o dat ang malam hari hanya sekit ar dua jam," kat a Adi Suw art o.

M enurut Rom o Dijat , dibanding pet ilasan-pet ilasan lain, let ak geografis Jambe memiliki energi paling kuat dan sangat cocok sebagai t empat menerima dhaw uh yang berperan besar dalam hidup. Pet ilasan Jambe Pit u yang let aknya di Desa Karangbenda, Kecamat an Adipala, sekit ar 20 kilomet er dari pusat kot a Cilacap it u t empat nya memang asri. Tempo menyaksikan bagaimana lokasi pet ilasan dit eduhi pohon-pohon akasia. Puluhan kera masih dapat kit a lihat bergelant ungan. Debur ombak Pant ai Selat an dari baw ah kaki bukit t erdengar lembut . Dari puncak pebukit an memandang ke baw ah dapat t erlihat t epi laut . Pint u gerbang pet ilasan Jambe Pit u dibangun dari bat u hit am candi. Unt uk mencapai bangunan pet ilasan, pengunjung harus melew at i jalan berlant ai bat u hit am sepanjang kira-kira 300 met er. Kompleksnya megah, luasnya sekit ar 50 x 30 met er. Tembok set inggi dua met er mengeliling kompleks bangunan.

Bangunan ut ama berupa rumah kecil. Di at as pint u masuk kit a bisa melihat fot o Raden Panji Soedijat Praw irokoesoema alias Rom o Dijat . Di sebelahnya t erdapat bangunan

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

sepert i balai-balai berlant ai keramik put ih. Inilah t empat Romo Dijat memberi pet uah- pet uah bagi para murid. " Set iap Suro, Rama Dijat akan mencandra t ahun yang akan dat ang," kat a Tot o Raharjo. Ia adalah cucu M bah Tomo, juru kunci yang meninggal pada 1997.

Bangunan lainnya berbent uk rumah dengan em pat kamar besar berlant ai keram ik w arna hijau t ua. Ini adalah kamar-kamar bagi Soedjono dan lingkarannya. Dulu, kenang Budya, Soedjono dan t eman-t emannya sering berdialog dengan dhaw uh dan berdiskusi sampai pagi. Semua dhaw uh direkam dan dicat at , bahkan dit erbit kan sebagai buku kumpulan dhaw uh yang diedarkan di kalangan t erbat as. Budya masih menyimpannya sampai sekarang.

l l l

Soedjono Hoemardani meninggal dunia pada 1986. Soehart o menghadiri pemakamannya. " Saya melihat mat a Pak Hart o mbrebes mili (berkaca-kaca)," kat a Budyapradipt a. Ia jarang melihat Soehart o menangis di depan umum. It u t andanya ia sangat kehilangan sahabat seperguruannya it u. Apalagi, sebelumnya para rama, guru-guru ut amanya, juga meninggal.

Banyak kalangan dari dunia kebat inan Jaw a m elihat , set elah kemat ian Soedjono Hoemardani, Soehart o sepert i kehilangan arah. " The Smiling General" it u sepert i jalan sendiri t anpa sahabat dekat . Dari kejaw en ia lalu t iba-t iba t erlihat mendekat i Islam. Bagi sebagian orang Jaw a, t indakan Soehart o it u sepert i keluar dari rel yang t elah digariskan.

Budi Kusumo Put ro, put ra Rama Dijat , berkisah, sebelum Soehart o berniat menjabat presiden unt uk periode ket iga, pada 1982, Rama Dijat sudah mengingat kan agar Soehart o mengurungkan ambisinya. Namun, Soehart o ngot ot agar diizinkan menjadi presiden dan memohon agar Romo Dijat memint akan " rest u" kepada Tuhan Yang M aha Esa.

At as permint aan t ersebut , akhirnya Romo Dijat melakukan laku (t irakat ) melakukan perjalanan ke segenap penjuru Nusant ara selama kurang lebih sat u t ahun. Di berbagai t empat ia melakukan medit asi. " Ayah mendapat w isik, Soehart o bisa menjadi presiden, namun hanya unt uk sat u periode lagi," t ut urnya. Hasilnya it u disampaikan kepada Soehart o. Tempat yang dipilih unt uk menyat akan persoalan pent ing it u adalah di rumah ayah Romo Dijat di Dukuh Gopet an, Desa Gemblegan Kalipot es, Klat en. Sebuah pilihan simbolis, karena it ulah t empat unt uk pert ama kali Soehart o bersedia menjadi murid Rama Dijat .

Pada 1984, Romo Dijat meninggal. Tot o Iriyant o, put ranya yang lain, mencerit akan, pada pert engahan 1987 saat proses pemilihan umum berlangsung, saat melaksanakan t ahajud, dia merasa mendapat w isik dari almarhum ayahnya. " Tulung kandanono kadangmu Soehart o (t olong kasih t ahu saudaramu Soehart o)."

Int i w isik it u memperingat kan agar Soehart o lengser. Tot o diperint ahkan agar menemui Soehart o dengan membaw a jant ung pisang raja, jeruk Bali, sert a kelapa gading

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

(kelapa kuning). Jant ung pisang raja adalah simbol kekuasaan, jeruk bali simbol agar kekuasaan it u dikembalikan, kelapa gading adalah simbol masa keemasan. " Int inya, Soehart o harus menanggalkan kekuasaannya di saat masa keemasannya," t ut ur Tot o.

Tot o mulanya ragu menyampaikan pesan it u, namun akhirnya Tot o berkeyakinan harus dat ang ke ist ana. Selang beberapa hari, berangkat lah Tot o menemui Soehart o di ist ana seorang diri. Tot o hampir t ak lolos dari pemeriksaan Pasukan Pengaman Presiden. Berunt ung saat it u Soehart o sedang keluar dari pint u ut ama ist ana hendak masuk ke dalam mobil. Sambil mengisap cerut u, Soehart o langsung melambaikan t angannya kepada Tot o. Rupanya Soehart o masih mengenali w ajah put ra gurunya.

Keduanya t erlibat dalam percakapan singkat dalam bahasa Jaw a. Tot o langsung mencerit akan dirinya mendapat w angsit agar menyerahkan t iga simbol t ersebut kepada Soehart o. Soehart o pun menerima baki berisi jant ung pisang raja, jeruk bali, dan kelapa gading. " Wis t ak t ampa (saya t erima)," kat a Soehart o. Tot o segera pamit pulang t anpa masuk ist ana. Soehart o pun bergegas melaju dengan mobil.

Ternyat a Soehart o t idak mengindahkan " pesan" t ersebut . Ia t erus menginginkan t ampuk kekuasaan. Kit a t idak t ahu sejauh mana relevansi kebenaran w isik it u. Tapi t ahun- t ahun it u sepak t erjang bisnis put ra-put rinya mendapat sorot an yang kian t ajam. Soehart o sepert i lupa darat an. Sampai t erjadilah krisis m onet er dan pada 1998 ia lengser. Tapi it u sudah t erlambat . Banyak yang menganggap, apabila ia menaat i pesan para gurunya it u, di saat t ahun-t ahun t erakhir hidupnya Soehart o akan lebih selamat .

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

Dalam dokumen TEMPO EDISI KHUSUS SOEHARTO (Halaman 106-113)